
Malam harinya, Rosa memilih duduk di balkon asrama putri dikamarnya dengan ditemani boneka beruang coklat pemberian sang kekasih yang sedang dipeluknya. Entah kenapa malam ini cuaca sangat dingin menyebabkan dirinya ingin segera tidur karena rasa kantuk mulai menyerang. Tapi ingat janji sang kekasih yang akan menelephonnya tadi sore menyebabkan dirinya tidak bisa memejamkan matanya.
"Huh, dingin banget cuacanya. Mamah Papah, kenapa sih kalian nggak pernah tahu perasaan Rosa. Rosa pengin selalu dekat dengan mamah sama papah. Rosa kesepian mah pah. Mendingan Rosa nggak tinggal di asrama tapi bisa berkumpul sama mamah papah dari pada Rosa nenjalani kehidupan seperti ini, Rosa selalu merasa kesepian. Bintang, sampaikan salam gue buat mamah papah ya. Sampaikan sama mereka kalau gue kangen mereka." Ucap Rosa seraya memandang bintang.
Tanpa disadari Rosa, sebuah cairan bening mengalir dari matannya. Dirinya menangis. Dengan tetap memandang bintang dirinya membiarkan air matanya mengalir melalui ekor matanya.
Sebuah deringan telephone di ruang tunggu asrama putri mulai terdengar oleh Rosa. Dengan gerakan cepat dirinya bergegas menuju ruang tunggu asrama putri dan mengambil gagang telephone lalu menarik sebuah kursi dan duduk di situ. Setelah tahu siapa yang menelphonenya, Rosa jadi lebih semangat dan menghapus air matanya.
"Hai sayang. Lagi ngapain?" Tanya suara seorang cowo' dari seberang sana.
"Lagi mandangin bintang." Jawab Rosa singkat.
"Dimana? Ini lagi musim dingin lo...! Jangan diluar ntar sakit.” Ucap cowo' itu lagi.
"Gue nggak di luar kok. Gue lagi ada di ruang tunggu asrama putri. Elo sendiri lagi ngapain?" Jelas Rosa.
"Lagi mikirin elo Cha. Entah kenapa gue ngerasa kalau elo lagi sedih. Guenya jadi kepikiran terus dari tadi." Ucap sang cowo' membuat kedua pipi Rosa merona merah.
"Apaan sih. Gue nggak sedih kok. Sok tahu." Balas Rosa.
"Tapi menurut feel gue begitu. Gue juga lagi mandangin bintang. Tapi gue lihat malam ini bintangnya nfgak ada yang sinarnya paling terang, semuannya sinarnya sama aja. Dan menurut feel gue nih, keadaan bintang itu sama kaya perasaan elo saat ini. Jangan bohong. Elo nfgak ahli kalo bohong." Jelas cowo' itu lagi.
"Ihhh Ilham sok tahu banget deh. Bintangnya nggak ada yang terang kan soalnya mau turun hujan, langitnya udah gelap banget. Aneh deh argument elo Ham." Ucap Rosa kepada kekasihnya itu.
"Argumen elo yang aneh. Kenapa? Udah nggak usah bohong lagi. Nggak ahli tahu. Jujur aja sama gue. Gue tahu elo lagi sedih sekarang." Balas Ilham melanjutkan.
"Gue nggak apa-apa Ham. Gue baik-baik aja...!" Balas Rosa.
"Elo jujur atau gue nekat nih ke asrama putri tempat elo sekarang." Ancam Ilham dari seberang sana.
"Ihhh, kok ancemannya gitu sih. Bentar lagi mau turun hujan. Ntar elo sakit kalo keluar rumah. Gue nggak apa-apa kok. Elo nggak usah khawatir gitu." Balas Rosa.
"Biarin gue sakit. Habisnya elo nggak jujur sih sekarang. Gue udah siap nie keluar kamar asrama putra mau ke tempat elo di sana! Mau jujur nggak?" Balas Ilham meyakinkan.
"Iyah... iyah. Gue cuma lagi kangen sama mamah papah. Yah, gue ngerasa kesepian aja di kamar karena anak-anak sekamar gue pada dapat dinas malam hari ini." Jelas Rosa.
"Ya udah sayang, gue tutup telephonnya ya. Ada perlu. Bye... Bye...!" Ucap Ilham seraya mematikan telephonenya.
"Ihhhh, rese banget sih. Kenapa dia nggak berusaha ngehibur gue coba. Malah di tutup telephonenya. Rese banget sih. Mamah papah Rosa kangen." Ucap Rosa masih dengan posisi yang sama.
Beberapa saat kemudian, hujan turun dengan derasnya menyebabkan Rosa menutup tirai kamarnya dan menutup jendelanya dan menuju ke kasurnya seraya merebahkan dirinya di kasur.
__ADS_1
"Kenapa harus hujan sih. Dan kenapa cuacannya dingin banget kaya gini. Huh...!" Keluh Rosa seraya bernafas panjang dan menghembuskannnya dengan kasar tanda ia sedang kesal.
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu asrama dimana terdapat ruang tunggu asrama putri.
"Siapa yang ngetok pintu asrama malam-malam gini. Mana hujan lagi, Tuh orang nggak tahu apa kalo gue lagi bad mood. Huh...! Mending juga tuh orang bisa bikin gue punya temen disini. Itu kan lebih baik, dari pada dia hanya mengganggu malam-malam gini." Gerutu Rosa masih dengan posisi yang sama yaitu rebahan di kasurnya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya, dan Rosa langsung menyuruhnya masuk karena pintunya memang tidak di kunci, terlihatlah mbak Ana, ibu asrama putri di pintu kamar Rosa.
"Ada apa Mba?" Tanya Rosa.
"Cha, di depan ada ilham. Katanya mau ketemu penting, makanya mbak panggil Ocha." Jawab Mbak Ana dengan sopan.
"Apa...!!! Ilham mbak?" Kaget Rosa seraya bangun dari tidurnya dan langsung ngacir menuju ke bawah menuju ruang tunggu asrama putri.
Terlihat seorang cowo' yang sedang membelakanginya. Sepertinya dia sedang mengeringkan jaketnya yang basah terkena hujan tadi. Dengan gerak cepat Rosa menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Cowo' itu sempat kaget, tetapi setelah tahu siapa yang memeluknya cowo' ini malah membiarkan cewe' itu memeluknya.
Setelah beberapa saat mereka dalam posisi seperti itu akhirnya sang cewe' melepas pelukannya dan sang cowo' itu pun membalikan tubuhnya dan langsung memberikan senyum termanisnya untuk cewe' di hadapannya.
"Malam sayang." Sapa sang cowo' itu.
"Ilham...! Elo kenapa nggak bilang mau dateng kesini? Tadi gue sempat berfikir kalo elo itu cuma orang yang nggak penting banget buat gue, tapi ternyata yang datang malah orang yang sangat-sangat penting buat gue." Ucap Rosa manja seraya memegang lengan kanan Ilham.
"Gombal banget sih. Jahat banget ya, pada hal kan gue kesini mau nemenin elo. Tapi malah di anggap begitu." Keluh Ilham pura-pura ngambek.
"Dasar...! Malah nyengir lagi. Berasa cantik apa kalo lagi kaya gitu." Goda Ilham.
"Cantik dong. Emang menurut elo, gue nggak cantik!?" Tanya Rosa.
"Nggak." Jawaban Ilham langsung membuat Rosa mengerucutkun bibirnya kesal. "Bercanda sayang, dalam keadaan apa pun elo itu tetep yang paling cantik kok." Lanjut Ilham meralat perkataannya.
"Jawaban pertama biasanya yang dari hati. Kata orang itu jawaban spontan." Jawab Rosa sinis.
"Gue kan cuma bercanda, masa di anggap serius. Itu bukan jawaban spontan kok. Yang dari hati tuh jawaban kedua tadi." Bela Ilham.
"Menurut gue gitu!" Balas Rosa.
"Kok ngambek sih, nggak seru nie. Bela-belain datang ke sini sampe basah banget kaya gini, elonya malah ngambek." Jawab Ilham ikut-ikutan ngambek.
"Nggak ada tuh yang nyuruh elo buat dateng ke sini." Ucap Rosa asal.
"Ooooh gituh. Jadi kedatangan gue nggak di harepin buat elo, Okey, gue pulang sekarang, malem." Ucap Ilham seraya mengambil jaketnya yang tadi di taruh di kursi tunggu dan menuju ke luar asrama putri. Baru beberapa langkah, Rosa langsung memeluk dirinya lagi dari belakang.
__ADS_1
"Jangan pergi. Gue kesepian disini. Gue sangat mengharapkan kedatangan elo kok. Please." Pinta Rosa masih dengan posisi yang sama.
Ilham nembalikan tubuhnya dan memegang tangan Rosa seraya memandang wajah cantik cewe'nya itu.
"Gue nggak akan pergi. Gue bakalan nemenin elo disini. Dan gue nggak akan ngebiarin elo merasa kesepian. Karena sekarang udah ada gue disini." Balas Ilham.
"Makasih...! Gue sayang banget sama elo." Ucap Rosa seraya memeluk tubuh Ilham lagi.
"Gue juga sayang banget sama elo Cha." Bales Ilham seraya membalas memeluk Rosa erat dan mengecup pucuk rambut Rosa.
***
Cuaca hari ini sangat cerah jauh berbeda sekali dengan suasana tadi malam. Entah mengapa udarannya sangat segar dan sejuk. Matahari telah menampakkan dirinya dan cahayannya langsung menembus masuk ke dalam lubang udara kamar-kamar asrama putri dan membuat dirinya terbangun.
Cewe' ini menggeliatkan tubuhnya ketika merasa ada cahaya masuk melalui jendela kamarnya. Bersamaan dengan itu jam weker yang berada di sebelah tempat tidurnya berbunyi. Dengan gerak cepat cewe' ini mengambil jam weker itu dan mematikannya.
"Udah jam setengah enam Pagi." Gumam sang cewe'. "Jadi inget mamah, biasanya kalo lagi bangun tidur gini mamah selalu ngasih kecupan hangat buat gue. Sekarang? Tinggal di asrama membuat kemandirian yang mau tidak mau di karbit agar matang sebelum waktunya dan malahan kebalikannya yang terjadi dengan keadaan. Kapan kejadian itu bisa terulang lagi ya. Gue berharap kejadian itu akan segera terjadi lagi." Ucap batin sang cewe' lirih.
Setelah mengingat sedikit memorinya dengan sang mamah, cewe' ini melangkah memasuki kamar mandi dan bersiap untuk pergi mengikuti apel pagi lalu masuk ke kelas. Tak butuh waktu lama, jam enam lebih lima belas menit sang cewe' selesai merapikan seragamnya dan sudah bersiap untuk berangkat memenuhi kewajibannya seperti hari-hari sebelumnya. Perlahan tapi pasti cewe' ini menuruni tangga asrama putri dan menuju ke meja makan setelah mengambil makan beserta segala lauk pauknya. Betapa terkejutnya gadis ini melihat ada orang lain yang sudah duduk di meja makan yang memang terletak di bagian bawah asrama putri tersebut dengan santainya.
"Ilham...!" Pekik sang cewe' setelah menyadari kekasihnya di ruang makan asrama.
"Pagi sayang...!" Sahut Ilham dengan senyum termanisnya menyambut cewe' cantik itu.
"Kok elo udah disini. Ini kan baru jam enam lewat luma belas menit Ham." Ucap Rosa bingung melihat kekasihnya itu.
"Surprise dong, gue kan udah janji sama elo bakalan dateng pagi kesini. Dan tujuan gue kesini lebih dari waktu yang elo tentuin karena gue mau nemenin elo sarapan bareng pagi ini. Gue tahu kok, kamu pasti kesepian kalo harus makan sendirian, makanya gue sengaja dateng lebih pagi. Hehehe...!" Jelas Ilham.
"Makasih yah Ham, gue jadi lebih sayang sama elo." Balas Rosa.
"Harus dong. Ya udah makan." Suruh Ilham.
Perasaan senang memenuhi hati sang cewe'. Entah mengapa dia sangat beruntung mempunyai kekasih seperti Ilham. Dan dirinya merasa yakin kekasihnya itu bakal berubah. Dirinya juga merasa yakin kalau cintanya memang untuk Ilham. Begitupun sebaliknya, Ilham juga sangat yakin kalau dia memilih cewe' yang tepat untuk di jadikan sebagai kekasihnya.
Setelah mereka menyelesaikan breakfast’nya. Mereka berdua bersiap untuk menuju ke tempat apel karena waktu sudah menunjukkan pukul enam lewat dua puluh menit. Jadi mereka mutusin buat segera berangkat. Hari ini Ilham dengan riang gembira berjalan bergandengan tangan dengan Rosa dengan senyum yang penuh makna.
"Kenapa deh, genggaman elo kenceng banget sih Cha, tangan gue jadi lumayan sakit ini." Ucap Ilham sedikit berteriak karena mereka sekarang berada di koridor asrama yang penuh dengan siswa siswi Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi yang lalu lalang berkejaran dengan tibanya saat apel pagi akan di adakan di depan kantor sekolah.
"Ya nggak apa-apa Ham! Jangan cepet-cepet Ham jalannya, ini tuh masih pagi. Dinikmatin kenapa sih." Omel Rosa.
"Kan yang nyuruh cepet-cepet elo, katanya biar nggak terlambat." Sela Ilham.
__ADS_1
"Tapi nggak gini caranya. Ini bukannya berjalan lagi Ham, udah kayak lari tau!" Ucap Rosa.
"Ihhh....!" Ilham tertawa kecil.