ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 9 : PENGABDIAN


__ADS_3

Pengabdian pada masyarakat merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam kurun satu tahun sekali oleh Sekolah Perawat Kesehatan dalam tujuanya membangun sikap kepedulian dan toleransi semua penghuni asrama terhadap masyarakat di sekitar asrama khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.


Wujud kegiatan ini bisa berupa bantuan buat masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan gratis, KB gratis, sunatan massal, donor darah, sosialisasi pengelolaan lingkungan dan lain-lain.


Sedangkan di asrama mengajarkan sebuah bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara kontinyu dan ini berguna bagi para siswa untuk melatih kemampuan dan mengembangkan keterampilan dalam membina komunikasi yang terarah sehingga bisa di andalkan saat nanti sudah terjun langsung ke masyarakat dan hal ini memberikan pengalaman yang berarti buat semua siswa.


Dari keaktifan dan partisipasi para siswa mengikuti kegiatan-kegiatan ini lah yang sangat membantu sekali untuk para siswa lebih terampil dalam hal praktek langsung ke masyarakat. Misalnya kita ambil contoh pengadaan sunatan massal gratis, oke lah kalau teori mengkhitanan mungkin bisa di pelajari dalam pengajaran, buku terapan atau pun dari cerita pengalaman yang pernah melakukan hal tersebut, tapi masalah kehalian dalam praktek mengkhitan tersebut semua siswa musti turun melihat langsung di lanjutkan dengan pengawasan terhadap praktek mengkhitan mandiri dan ini menjadi pengalaman tersendiri yang sangat berharga.


***


Pernahkan para pembaca budiman sempat membayangkan tinggal di sebuah asrama dengan jumlah enam belas kepala dalam satu kamar yang sama?


Sumpek, berisik, tidak ada privasi dan kebebasan terbatas pasti adalah yang pertama kali terlintas, akan tetapi coba jika ingin berpikir ulang, mungkin hidup di asrama bisa jadi lebih menyenangkan.

__ADS_1


Banyak hal yang bisa gue pelajari ketika tinggal di asrama. Bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang dan kepribadian dan tidak sedikit yang menyebalkan. Tapi, siapa peduli jika kamu punya lebih banyak hal menyenangkan?


Pertama kali bertemu gue mendengar bahasa dan logat yang sulit dipahami. Bukan hanya kumpulan anak yang merantau beda pulau, beda kota yang masih dalam satu provinsi saja terkadang memiliki logat dan pemilihan bahasa yang sangat berbeda.


Namun, biasanya pihak asrama dan Sekokah Perawat Kesehatan Kotabumi akan melarang menggunakan bahasa daerah. Bahasa Indonesia akan lebih sering digunakan untuk memudahkan komunikasi dan menghindari kesalahpahaman antara sesama penghuni di sana. Tapi jangan juga menjadi ragu untuk menambah pengetahuan dalam soal bahasa tersebut, juga dan gue bisa belajar bahasa daerah dari teman-teman yang mungkin saja akan berguna di masa depan, karena jika kita sudah terjun langsung ke masyarakat akan mengalami keanekaragaman suku dan bahasa, dengan kita memahami dan belajar semua bahasa setidaknya mengerti akan bahasa tersebut, begitu Insya Allah hubungan inter personal bisa lebih mendukung.


Banyak hal yang nantinya harus di lakukan sendiri akan tetapi tak perlu bersedih hati karena teman-teman yang lain juga bernasib sama. Rela meninggalkan sebuah kata "Kemewahan" di rumah atau di lingkungan tempat tinggalnya untuk belajar hidup mandiri. Selain itu, harus ada rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas seperti menjaga kebersihan kamar, memberikan kenyamanan setiap penghuni kamar dan memberikan toleransi antara berbeda agama serta keyakinan juga termasuk tanggung jawab mengelola uang bulanan agar tidak kehabisan sebelum transferan berikutnya datang.


Teman-teman bisa berasal dari berbagai kalangan, meski pun begitu strata sosial tidak akan jadi soal karena di asrama punya hak dan kewajiban yang sama. Pada akhirnya semua akan menyadari bahwa tidak ada perbedaan satu sama yang lainnya, yaitu "Manusia Biasa". Namun tidak bisa pula di hindari bahwa sesekali akan bertemu orang yang menyebalkan yang terkadang menciptakan rasa jengkel yang cukup membuat hati terpikat.


Berteman dengan banyak orang menuntut untuk bisa memahami karakter mereka masing-masing dan karena itu semua bisa belajar manajemen emosi secara bertahap dengan menerapkan kesabaran sehingga tahu kapan saatnya harus berhenti berbicara untuk menghindari perselisihan meski terkadang merasa benar sekali pun. Memilih diam bukan berarti salah akan tetapi karena paham dan tahu bahwa orang yang sedang marah tak akan mau mendengar merasakan keyakinan di waktu lain karena pasti ada masanya untuk menjelaskan dengan penuh ketenangan dan yang perlu di ingat bahwa tidak semua hal harus diselesaikan dengan perdebatan. Ada kalanya hanya perlu saling bertukar kata ma'af dan bisa saja mengakhirinya dengan hangatnya pelukan persahabatan dan persaudaraan.


Meski sudah mandiri, terkadang ada hal yang tidak bisa dikerjakan sendiri dan butuh kerjasama untuk menyelesaikannya. Tidak mudah untuk menyatukan banyak pikiran, lain kepala pasti berbeda pola pikirnya karena itu masukkan dari berbagai pihak layak untuk dipertimbangkan dan jangan hanya selalu merasa atau menerima masukan sepihak yang terkadang sering di jadikan argumentasi pembelaan diri yang hanya ingin diri menjadi paling benar dan merasa benar. Ketika sebuah keputusan sudah diambil, maka tiap orang harus bisa dengan rasa iklhas mau menerima tugasnya dengan lapang.

__ADS_1


Anak asrama seringkali kelaparan, jadi jarang pilih-pilih untuk urusan makanan, buat asal perut kenyang saja jangan di permasalahkan soal rasa yang lebih mengharap ke arah keistimewaan.


Ada suatu hari yang di anggap paling menggembirakan adalah ketika orang tua, keluarga atau family terdekat dari salah satu teman datang menjenguk dan membawa berbagai macam makanan. Persediaan makanan di kamar asrama seolah-olah cukup untuk satu bulan, menurut pandangan mata tapi yang perlu di ingat itu hanyalah sebuah ilusi waktu itu saja, karena makanan itu bisa raib dalam sekejab bahkan tanpa di sadari.


Jika ingin bercerita panjang lebar, ada banyak teman di asrama yang dengan senang hati mendengarkan akan tetapi jangan selalu di anggap selalu saja kita merasa seolah-olah hidup dengan banyak masalah karena harus ada rasa sewajarnya dan memahami kalau manusia hidup akan mengalami segala macam persoalan dengan porsinya masing-masing. Mereka memang akan tetap selalu dengan sabar mendengar dan memberikan masukan tapi kesempatan sebaliknya pun harus di lakukan. Ketika mulai terdapat kata-kata pedas itu bukan berarti bahwa sudah antara satu dengan yang lain sudah saling tidak peduli lagi, ini hanya karena ingin hidup menjadi lebih bebas.


Bebas dari penderitaan dan kesia-siaan.


Hidup terlalu singkat jika hanya diisi dengan ratapan dan terlalu berharga untuk menangisi hal-hal tak berarti.


Asrama biasanya berada di lokasi yang berdekatan dengan sarana belajar. Jadi tak perlu bercucuran keringat agar tidak telat masuk ke kelas. Waktu yang di habiskan bersama tidaklah sebentar bahkan tidak jarang dua puluh empat jam sehari selalu bersama. Berbagi tawa dan air mata serta banyak hal lainnya.


Ketika perpisahan tiba, membuat ingin rasanya mengulang masa-masa indah bersama.

__ADS_1


Tak penting jika raga berjauhan namun do'a tetap dipanjatkan karena sejauh apapun do'a pasti akan sampai dan selalu berharap suatu hari nanti akan dipertemukan kembali.


__ADS_2