ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 22 : DENGARKAN KATA HATI


__ADS_3

"Ham, elo pacaran dengan Dessy ya!" Tanya Rosa tiba-tiba.


"He, dapat kabar dari mana lo Cha?!" Balas tanya Ilham.


"Semua anak asrama udah tahu Ham!" Balas Rosa.


"Apa bener gitu Cha!" Balas Ilham. "Menurut elo gimana?!" Tanya Ilham balik.


"Aneh nih anak, ditanya malah balik tanya!" Balas Rosa kesal.


"Ya nggak tahu lah Cha, kok gue bisa sayang ama dia!" Balas Ilham.


"Lo mulai mau curhat ya ma gue!" Ucap Rosa.


"Lah tadikan elo yang tanya!" Ilham terlihat sedikit bingung ma sahabatnya itu.


"Ya, syukurlah kalau elo dah temu seseorang yang pas di hati elo!" Ucap Rosa.


"Maksud elo apaan Cha!" Balas Ilham ingin tahu.


"Ya nggak apa-apa!, turut seneng juga gue lihat elo seneng!" Balas Rosa langsung terdiam.


Sepi...! Mereka berdua larut dalam rasa diam dengan kebingungan dan suara hati masing-masing. Akhirnya Rosa berpamit dengan Ilham untuk mengerjakan kerjaan hariannya yang sempet tertinggal karena ngobrol dengan Ilham dan langsung menuju ke kamarnya.


Tanpa di sadari, sepasang mata dan sepasang telinga melihat dan mendengar percakapan dan tingkah mereka berdua dengan senyum yang datar tanpa makna yang jelas.


"Hey, lagi ngapain disini Ham? Kok bengong sendiri?!" Tanya martina salah satu sahabat Ilham yang tiba-tiba datang mengagetkan Ilham, yang sedang duduk sendiri di kursi ruangan makan sepeninggalan Rosa tadi.


"Hey Tin, nggak dinas lo!" Tanya Ilham kemudian.


"Aneh nih anak, kalau gue dinas mana bisa gue ada di sini!" Jawab Martina santai. "Ada apaan, kelihatannya elo ma Rosa tadi serius banget ya?" Tanya Martina.


"What?" Ilham kaget karena Martina sudah mengetahui kejadian dan peristiwa barusan antara dia dengan Rosa.


"Ham, mana pacar lo yang katanya adik kelas itu, siapa sih cewe' yang bisa membuat hati lo runtuh berkeping-keping? pengen banget gue tahu cewe' yang beruntung itu dan gue denger makin nempel aja elo ma dia!?" Tanya Martina.


"Tahu ah, kusut!" Jawab ilham asal bunyi.


"Kusut gimana Ham?!" Martina ingin tahu.


"Ngapain pada bahas gue to! Rosa barusan tanya seperti itu juga. Lah ini elo juga balik lagi ke materi sebelumnya! Ganti tema kenapa?!" Jelas Ilham.


"Ooooh... Jadi elo berdua tadi dengan Rosa serius lagi membahas pacar baru elo itu Ham! Cocok bin mantap!" Balas Martina.


"Apaan yang cocok bin mantap Tin, malahan kabur bin abu-abu tau!" Balas Ilham.


"Lo sih Ham, jadi cowo' itu rada peka dikit kenapa?!" Ucap Martina.


"Maksud elo apaan Tin?" Balas Ilham.


"Ya ilaaa ni anak, masih tanya juga!" Canda Martina.

__ADS_1


"Ya karena gue bener-bener nggak ngerti ama maksud elo Tin!" Ilham kesel sambil bercanda.


"Elo selama ini emang nggak sadar atau mabuk Ham! Elo nggak tahu apa kalau dari awal waktu kita semester tiga, pas naik kelas dua saat elo jadi ketua Pengenalan Program Study (PPS) murid baru, elo kan sangat deket banget ama Rosa!" Jelas Martina.


"Iya gue ingat, ma Nelly juga kalau itu Tin!" Jawab Ilham.


"Nah syukurlah kalau elo dah mulai ingat, artinya otak lo dah mulai sembuh!" Ejek Martina.


"Parah...! Elo kira gue kena com-cer apa?!" Balas Ilham.


"Nyatanya begitu!" Ejek Martina semakin menjadi.


"Asem! Terus apa lagi yang elo mau jelasin!?" Lanjut tanya Ilham.


"Nah dari situ sebenarnya gue dah mulai curiga dengan kedekatan elo ma Rosa, ada apa dan kenapa? Kan tumben-tumbennya tuh anak!" Jelas Martina. "Nah akhirnya gue temu satu jawaban Ham! Terserah elo mau percaya atau nggak ya, ini hanya menurut perasaan gue sebagai seorang cewe' melihat dari bukti-bukti yang ada di depan mata hidung gue!" Lanjut Martina.


"Terus menurut perasaan elo apaan!?" Tanya Ilham penasaran.


"Rosa itu suka ma elo!" Jelas Martina singkat, padat dan jelas.


Ilham terdiam kembali seribu bahasa, dia kembali mengingat masa yang di sebutkan Martina dengan kemampuan yang apa adanya di dalam kepalanya, Ilham putar waktu mundur untuk mengingat kembali.


"Malah ngelamun lagi nih anak!" Ucap Martina.


"Bukan ngelamun Tin, gue coba mengingat masa yang elo sebutin tadi jadi biar sesuai nggak dengan perasaan yang elo sebutin tadi!" Jelas Ilham.


"Kalau bener emang elo mau apa Ham?!" Tanya Martina. "Sedangkan nyatanya yang sekarang, elo sudah main hati dengan adik kelas cewe' itu kan! Dan elo nggak bisa juga ambil keputusan yang bisa membuat sebelah pihak sakit hatinya!" Lanjut Martina.


"Ya sementara gue belum tahu keputusan apa yang bakal gue ambil Tin jika benar apa yang elo katakan, tapi setidaknya gue harus tahu kebenarannya dulu kan, baru gue bisa ambil keputusan!" Jawab Ilham.


Ilham pun beranjak pergi dari ruang makan menuju ke asramanya dengan segala macam pikiran yang tumpang tindih tidak tahu yang mana dan bagaimana bentuknya.


***


Di sisi lain setelah aku mencintaimu, rasa takut mulai menaiki tahta. Aku bahagia namun resah bila sewaktu-waktu kau tinggalkan. Ini adalah pernyataanku, pernyataan bahwa aku mulai bisa mencintai lagi. Terimakasih telah meluluhkan aku, terimakasih untuk menghidupkan rasaku lagi.


Ilham nama panggillannya, jangan bosan mendengar namanya, karena aku akan terus bercerita berulang-ulang tentang dia. Dia yang ku takuti bila pergi karena darinya aku belajar banyak hal, dia mengajarkan, mengarahkan, dia adalah penggenggamku.


Aku menyukai dia banyak hal, kecuali ketika dia menyerangku dengan cemburu. Karenanya aku menjadi pandai mencemburui dengan wajar, dan aku benci bila merasakan hal itu.


"Dess! kalau lagi jutek nggak seru pake banget, lebih lucu kalau Dessy tersenyum, manis sekali!" kata Ilham.


"Kalau senyum terus ya Dessy nggak bisa lah kak, pegel bakalan ini rahang!" jawab Dessy dan Ilham hanya tersenyum mendengar hal itu.


"Mau es kelapa muda nggak kak?" Dessy bertanya pada Ilham.


"Enggak ah, gak enak buat lemes ntar Des!" jawab Ilham, "Tapi kalau Dessy yang suapin, kakak mau deh Des!".


"Beneran ya kalau Dessy yang kasih harus dimakan ya kak!" Jawab Dessy tersenyum bahagia.


"Ah, lebih baik Dessy kasih kopi saja. Biar suasana hangat ya kak!?" usul Dessy.

__ADS_1


"Nah itu juga boleh, tapi Dessy jangan ya!" Ucap Ilham.


"Kenapa Dessy nggak boleh minum kopi kak?" Tanya Dessy kemudian.


"Nggak boleh banyak-banyak, ganti sama coklat hangat ya! Ntar susah tidurnya!" Jawab Ilham.


"Kan sekali ini aja kak, bareng kak Ilham. Setelah itu lain kali besok-besok coklat hangat deh!" kata Dessy sembari kami berdua bersama-sama tersenyum.


Dia tidak bisa kau ibaratkan, dia begitu istimewa bagiku, terlebih ketika dia mulai tersenyum dan bersikap kesal karena sering kali aku bercanda seolah tak mau menuruti perkataannya.


Bertahan mencintaimu itu mudah, namun yang sulit ketika kau bertahan dan beberapa orang menyerang ingin meruntuhkanmu. Dia selalu bisa menenangkan, hal yang paling ribet ketika dia mulai cemburu. Di satu sisi aku senang dia begitu, dan hal yang paling aku sukai ketika ia mulai cemburu. Namun di satu sisi juga aku selalu dibuat kesal karena perdebatan kecil, namun begitu aku selalu menikmati apa saja yang sedang terjadi.


Aku telah mencintaimu, kamu tak usah risau bagaimanapun nantinya, kamu sudah memiliki porsi tersendiri di hati dan seterusnya tempat itu adalah milikmu, karena beberapa orang yang hadir telah memiliki tempat tersendiri.


Dan seterusnya berusahalah untuk tidak jauh dariku karena aku akan merasa lelah bila harus beberapa kali mengulang hubungan dengan orang baru, beradaptasi dengan kebiasaan baru dan mulai mencintai lagi dari awal.


"Kalau mereka semua bicara yang enggak-enggak sama Dessy, nggak usah selalu di dengerin ya! Jika dapat kabar apa pun, mau baik atau buruk tanya langsung ke orangnya dan InsyaAllah akan terjawab tanpa ada kata dusta kok!" Pinta Ilham dengan Dessy.


"Nggak mungkin nggak di denger lah kak, Dessy kan punya telinga. Cuma yakin nggak akan Dessy tanggepin kok!" Jelas Dessy.


"Iya begitu maksud kakak, mulai nyebelin dan mau ngajak ribut nih" ucap Ilham.


"Nggak apa-apa kali kak, nyebelin juga! Yang penting kekasih kakak kan sekarang?!" Jawab Dessy.


Dia tersenyum manis saja.


Mungkin ini ujian untukku, ketika beberapa orang ingin meruntuhkan kepercayaanku kepadanya. Kalau ditanya cemburu, iya pasti aku cemburu. Apa lagi aku selalu diserang oleh masa lalunya, ya biasa mereka selalu memanas-manasi hatiku dengan menceritakan masa lalunya.


Memang benar, setiap manusia pasti memiliki masa lalunya bukan?


"Kalau nanti seandainya Dessy mau pergi, beri tahu kakak dulu ya!" kata Ilham.


"Mau pergi ke mana memang?" Dessy bertanya.


"Ya... ke mana saja. Terutama untuk meninggalkan kakak, jangan menghilang tiba-tiba ya!" kata Ilham dengan manis.


"Dessy ada bukan untuk berniat meninggalkan kakak, hanya ingin terus bersama. Ah, bila nanti kita harus berpisah mungkin kita ditakdirkan hanya sampai situ. Tapi tenanglah, Tuhan adalah pembuat sekenario hidup terbaikkan kak!" Dessy menjawab dengan tenang.


"Nah, selama itu, selama saat kita bersama, teruslah ada di dekat kakak ya Des!. Kita hanya harus mencari jalan untuk tetap bersama, menjadi baiklah saat itu, saat-saat kita bersama!" ucap Ilham. Dessy pun tersenyum bahagia mendengar perkataan Ilham yang sederhana tanpa basa basi yang kadang kala selalu membuat hati Dessy terbang melayang dengan sebuah kejujuran.


Dia adalah orang yang bisa menenangkan kerisauan, apapun perkataannya selalu bisa membuatku tenang.


Aku tidak pernah lelah, sekalipun beberapa ucapan orang kerap kali ingin meruntuhkan hubungan kami...!!!


"Dengarkan kata hati, terkadang apa yang dikatakan orang lain, itu hanya ingin membuat kita jatuh".


Aku rasa tidak salah menjatuhkan hati kepadanya, pada ia yang mau berjalan bersamaku, pada ia yang mau saling memperbaiki diri, pada ia yang tidak lelah menuntunku ke dalam hal yang wajar.


Aku bersyukur bila banyak orang yang menyayangi Ilham karena Ilham pernah berkata "Aku bersamamu sekarang, bukan bersama dia ataupun siapapun. Aku punya kamu sekarang, jangan pergi tiba-tiba. Aku mencintaimu”.


Cukup perkataan dan tindakan dia yang membuatku tenang, aku tidak akan risau dengan masa lalunya. Dan teruslah seperti ini, hingga takdir habis membawa kita pada suatu ketentuan.

__ADS_1


Tenanglah, jangan risau. Ini akan menjadi sebuah sejarah, dan ingatlah aku pernah mencintaimu hingga sedalam ini. Dan seterusnya kau adalah apa yang selalu aku perjuangkan hingga nanti, hingga takdir kita habis.


Dan seterusnya aku bersyukur sempat menemukanmu di bumi.


__ADS_2