ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 20 : PENANTIAN SIA-SIA


__ADS_3

Di lokasi sebuah taman bunga sederhana di tengah-tengah asrama Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi, duduklah dua orang sahabat yang sangat akrab di sebuah bangku taman dekat pohon yang cukup besar. Dari awal mereka duduk sampai sekarang, masih saja tetap membisu dan entah apa yang ada dipikiran ke dua sahabat ini.


Tak lama kemudian, tiba-tiba…!!!


"Lo kejam banget sih Dess! Jangan menggantungkan cintanya kak Ilham begitu dong, ntar doi di sambar orang baru tahu rasa lo…!" gerutu Rita.


"Ya mau gimana lagi, Ta! gue bukan nggak suka, tapi masih teramat ragu dengan hatinya kak Ilham. Gue takut karena populeritasnya, kak Ilham pasti di kelilingi banyak cewe' dan elo tahu sendiri kegiatan kak Ilham banyak, gue khawatir waktu buat gue bareng dengan dia akan tidak ada lagi. Dari pada nanti sudah terlanjur dan menyesal lebih baik seperti ini saja dulu adanya, Ta!" balas Dessy.


"Iya Dess, setidaknya lo kan bisa memberi jawaban yang pasti atas pernyataan cintanya, entah itu elo terima, atau elo tolak. Kan nggak bener juga kalau keputusannya di antaranya, kasihan dia kalau lo gantungin gitu tanpa kepastian" ucap Rita.


"Hmm, entah lah Ta, gue harap dengan belum adanya keputusan atau jawaban gue kepada kak Ilham, semoga dia tambah serius nunjukin ke gua kalau hatinya itu benar-benar buat gue, nggak terbagi-bagi ma yang lainnya!" Jelas Dessy.


"Apa elo lupa dengan segala pengorbanan yang telah di lakukannya untuk lo, Des!?" lanjut Rita.


"Nggak, gue ingat kok. Dan InsyaAllah nggak akan pernah gue lupain hal itu Ta!" jawab Dessy dengan santai.


"Terus kenapa lo masih seperti itu, yang elo lakuin ma kak Ilham menurut gue sudah terlalu berlebihan Des, apa mungkin semua ini karena Herisman Setiawan, pacar elo dulu di SMA, cowo' yang telah meninggalkan elo tanpa sebab dan nggak ada kejelasan itu?!" tanya Rita.


"Rita, please deh. Jangan bawa-bawa nama Herisman Setiawan!" Pinta Dessy.


"Tapi lo masih cinta kan dengan Herisman Setiawan?" tanya Rita lagi.


"Hm… Mungkin!" balas Dessy.


"Aduh Des...!, ngapain sih lo masih mencintai Herisman Setiawan? Dia itu udah jelas-jelas ninggalin dan sudah jadi kisah usang masa lalu elo yang sudah waktunya elo bungkus. Apa lo lupa? Apa karena dia cinta pertama elo jadi walau dia nyakitin elo harus tetap elo pertahankan gitu?!" Jelas Rita.


"Walau pun begitu, gue masih mencintainya, Ta…!!! Gue akan terus menantikan kehadirannya kembali di dalam hidup gue!". Jelas Dessy tetap dengan pikirannya sendiri.


"Iya udah lah ya, terserah lo aja! Gue nggak mau terlalu dalam ikut campur masalah elo dan dah males ngurus masalah ini lagi, yang penting gue dah pernah bilang ama elo dan kasih saran yang menurut gue baik" kata Rita dengan juteknya.


"Emang, siapa yang suruh lo ngurusin masalah ini? Lagian, kok lo sih yang sewot kalau gue gantungin cintanya kak Ilham? Jangan-jangan, lo suka ya sama dia?” goda Dessy.


"Siapa bilang? Jujur ya Des, cewe' mana yang nggak mau dengan kak Ilham dan gue emang suka ma kak Ilham tapi ingat ya Des, gue punya perinsip bukang tukang tikung persoalan hati elo dengan kak Ilham, gue masih punya hati!" balas Rita.


"Terus masalahnya dimana?" lanjut Dessy bertanya.


"Iya gue kasihan aja dengan kak Ilham kurang baik apa dia, bukan hanya dengan elo aja ya Des, dengan semua orang. Coba seandainya cinta lo yang di gantungin dengan cowo'? Apa lo mau!?" Ucap Rita lagi.


"Nggak sih. Terus menurut elo, gue tuh harus gimana?" tanya Dessy.


"Jalani aja dulu hari-hari lo dengan kak Ilham. Gue yakin, suatu saat nanti ada masanya, lo pasti bisa membuka hati lo sebenar-benarnya dan utuh untuknya!" kata Rita memberi saran.


"Hmm, okey. Gue ikuti saran lo. Tapi kalau gue tetap setengah hati atau nggak ada hati buat dia, bagaimana?" tanya Dessy.


"Nah, itu terserah lo deh. Yang penting dan yang gue tahu hati elo sebenarnya sayang banget ma kak Ilham Des, karena itu lo harus bilang yang sebenarnya, jangan lo gantungin lagi cintanya kak Ilham!" jawab Rita.


"Baiklah Ta, akan gue coba seperti apa yang elo mau!" ujar Dessy.


"Maaf ya Des, jangan ntar gara-gara gue alasan elo menerima kak Ilham, gue hanya menyarankan yang terbaik buat elo tapi itu juga jika elo nggak keberatan menjalaninya, jika berat ya...! Terserah elo aja!" Lanjut Rita menjelaskan.


Lalu, kedua sahabat itu pulang ke asramanya kamar yang sama tapi tempat tidurnya masing-masing.


Dessy dan Rita, mereka adalah sahabat yang sangat akrab. Tapi, beberapa hari yang lalu, seorang cowo' bernama Ilham, yang sekaligus kakak kelas satu tingkat, ketua osis dan awal mula mereka masuk asrama pun menjadi ketua Pengenalan Program Study (PPS) untuk Dessy dan Rita, lalu Ilham menyatakan cintanya kepada Dessy pada hal banyak cewe'-cewe' di asrama baik kakak tingkat, se angkatan atau pun adik kelas yang sangat suka dengan Ilham.


Akan tetapi, Dessy tidak menjawab pernyataan cinta dari Ilham. Entah apa alasan Dessy untuk tidak menjawabnya hingga sekarang. Bisa jadi karena Ilham begitu banyak yang suka jadi membuat Dessy ragu dengan keputusannya yang di kemudian hari menemui kesalahan atau mungkin, karena di hati Dessy masih terukir nama Herisman Setiawan, mantannya dulu? Hmmmm, hanya dia dan Tuhan saja yang tahu alasannya.


Beberapa hari dan demi hari kemudian, Dessy dan Ilham terlihat semakin dekat. Semakin banyak mata yang melihat kedekatan mereka seakan-akan cemburu melihat hal tersebut, saat dinas kebetulan bersama Dessy dan Ilham sekursi bersama di mobil bis antar jemput praktek lapangan siswa dan siswi Sekolah Perawat Kesehatan, kalau Dessy yang duluan pulang dari ruangan rumah sakit, Dessy yang menyediakan kursi dan sebaliknya, jika Ilham yang duluan maka Ilham yang akan menyediakan kursi buat Dessy di sampingnya.

__ADS_1


Sesampainya di asrama, mereka mengambil makan dan makan bersama di ruang makan. Belajar malam bersama dan kadang kala mereka habiskan hari-hari mereka bersama sampai mau berangkat apel pagi maupun malam mereka berjalan bersama.


Hingga suatu hari, Ilham mengajak Dessy untuk makan setelah pulang dari dinas di sebuah Rumah Makan.


Dessy pun tanpa menolak, menyetujui ajakan Ilham.


Saat di Rumah Makan, mereka memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, mereka pun saling berbincang-bincang dengan banyak sekali bahan yang seakan tidak pernah usai untuk di utarakan keduanya. Tak berapa lama kemudian, pesanan pun datang. Sang pelayan mulai meletakkan makanan dan minuman yang di pesan oleh Dessy dan Ilham di atas meja, sebelum akhirnya sang pelayan itu kembali melayani pengunjung lainnya.


Saat tengah menyantap makanan mereka, tiba-tiba Ilham bertanya…!


"Des...!, Apakah sekarang Dessy udah bisa memberikan jawaban tentang pernyataan hati kakak?"


"Hmmmm, sepertinya masih belum kak. Dessy masih bingung tentang perasaan ini!". Jawab Dessy lembut.


"Apakah hati kakak ini kurang meyakinkan Dessy?” tanya Ilham.


"Rasa takut kak, Dessy takut semakin kakak dekat dengan Dessy seperti saat ini dan saat kak Ilham jauh akan timbul rasa sakit yang sangat-sangat dalam akan kehilangan kakak!" Jelas Dessy. "Sedangkan Dessy tahu pasti, kakak di luar sana banyak cewe' yang menginginkan dekat dengan kakak!" Lanjut Dessy menjelaskan.


Lalu tanpa sengaja, Dessy menumpahkan minuman ke bajunya sendiri.


"Aduh, tumpah deh!" kata Dessy.


"Dah Des, biarkan saja. Niiih tisu buat bersihin baju Dessy!" kata Ilham seraya memberikan sekotak tisu kepada Dessy.


"Makasih ya kak. Dessy ke toilet dulu yah, mau bersihin baju!" ucap Dessy.


Saat di toilet, Dessy segera membasuh sedikit wajahnya dengan air keran agar tidak terlihat ketakutan dan kegugupannya ketika bersama Ilham. Kemudian, ia menatap ke arah cermin di hadapannya.


"Duh, kok gue jadi deg-degan banget yah kalau berada di dekat kak Ilham? Gak seperti biasanya. Atau jangan-jangan, aku mulai jatuh hati dengan kak Ilham? Entahlah, hati ini semakin menjadi bimbang!" kata Dessy dalam hati.


Kemudian, Dessy pun keluar dari toilet.


"Aduh... maaf, tadi aku jalannya sambil melamun!" ucap Dessy merasa bersalah.


"Eeeh, makanya kalau jalan pakai tuh mata" balas cowo' tersebut dengan ketusnya.


"Tunggu dulu, kamu… Herisman Setiawan kan?" Tanya Dessy terkejut.


"Hey Dessy! Apa Kabar! Wah, udah lama banget kita tidak bertemu. Ooooh iya, sama siapa kamu disini?" tanya Herisman Setiawan.


"Aaaannu, aku kesini sama…!" Dengan sedikit gagap Dessy menjawab.


"Pacar yah? Wah keren tuh!" kata Herisman Setiawan memotong ucapan Dessy.


"Nggak kok. Aku kesini dengan kakak angkat ku!" ujar Dessy.


"Oooh, kakak angkat...! berarti kamu sekarang masih jomblo dong?" tanya Herisman.


"Iya... Begitulah!" singkat Dessy.


"Waaah, kalau gitu kita sama dong. Aku juga jomblo. Berarti aku bisa dong ngajak kamu jalan, besok?" jelas Herisman.


"Kemana?" tanya Dessy.


"Ada deh, pokoknya tempatnya bagus banget. Mau ya?" pinta Herisman.


"Hmmm, kalau besok belum tentu juga bisa, karena tergantung jadwal dinas praktek lapangan juga!. Aku sekarang tinggal di Asrama Sekolah Perawat Kesehatan!" balas Dessy.

__ADS_1


"Wah keren dong, tamat dah bisa kerja tuh?! Siapa cowo' yang nggak suka ma cewe' yang masa depannya cerah, iya kan!" Ucap Herisman.


Kemudian, Herisman segera pergi meninggalkan Dessy sendirian di depan toilet.


"Kok gue saat bertemu dengan Herisman, perasaan gue sekarang biasa aja? Pada hal seharusnya gue seneng saat bertemu dengan dia, setelah sekian lama kami tak bertemu. Hmmm, gayanya dan pemikirannya sudah berbeda jauh saat masih bersama dulu. Apa mungkin gue sudah tidak mencintai dia lagi? Aaakkkhh...! Perasaan gue semakin kacau!" kata Dessy membatin.


***


Keesokan harinya, Herisman datang ke asrama Sekolah Perawat Kesehatan untuk menjemput Dessy. Saat itu bukan jam keluar asrama jadi sebagai seorang tamu di asrama Herisman hanya boleh bertemu Dessy di Aula Asrama.


"Ooh iya Des, kamu masih suka kan dengan ku?" tanya Herisman dengan yakin tanpa basa basi.


"Hmm.. Aku…!" belum siap Dessy menjawab pertanyaannya, tiba-tiba saja Herisman memotong ucapan Dessy.


"Kamu tahu Des, belakangan ini aku merasa aneh aja dalam menjalani kehidupan ini dan merasa sangat kesepian. Itu mungkin karena hidup ku hampa tanpa mu. Jujur ya Des, saat kita masih bersama dulu, aku juga telah memiliki pacar selain kamu. Namanya Dian Permatasari. Maksud ku dengan melakukan hal itu, karena aku ingin memilih yang terbaik di antara kalian berdua. Dan akhirnya, aku lebih memilih Dian Permatasari dan berusaha untuk menjauh dari mu. Akan tetapi, pilihan ku ternyata salah total. Dian Permatasari tak sebaik yang aku pikirkan. Dan ternyata, wanita yang terbaik adalah kamu. So, apakah kamu mau jadi pacarku lagi?" kata Herisman panjang lebar.


Tiba-tiba saja, Dessy terdiam seribu bahasa dan terlihat air matanya mulai berlinang di kelopak matanya yang sedari tadi dia tahan.


"Maaf Her, aku sudah sangat merasa nyaman dengan orang lain" ucap Dessy sambil terisak sedih.


"Siapa orang itu, Des?" Tanya Herisman.


"Kamu gak perlu tahu, her. Intinya, cuma dia yang selalu di dekat ku saat kamu pergi meninggalkan ku tanpa kabar dan dia selalu ada mengisi hari-hari ku yang penuh dengan tekanan dan beban yang berat untuk di jalani!" Jelas Dessy.


"Apa kamu yakin dan tega dengan ku, Des? Apa kamu gak memikirkan perasaan ku yang masih menyayangimu?" Lanjut Herisman.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! Apa kamu pernah memikirkan perasaan ku, saat kamu meninggalkan ku tiba-tiba? Apa kamu melihat perasaan ku yang kacau selama ini karena ulah mu?" kata Dessy dengan nada tinggi.


"Tapi Des….!"


"Sudahlah, aku sudah muak dengan keegoisan mu itu! Mulai sekarang, jangan pernah dekati aku lagi!" bentak Dessy sambil pergi meninggalkan Herisman.


***


Tok... Tok... Tok…!!!


"Permisi… Rita apa lo di kamar?" panggil Dessy dari luar.


"Ada apa Des?" tanya Rita yang telah membuka pintu kamar.


Langsung saja Dessy memeluk Rita dengan eratnya. Rita pun heran dengan tingkah laku sahabatnya itu yang dengan tiba-tiba berbuat seperti itu.


"Ada apa, Des? Kok elo sampai menangis sih?". Tanya Rita ingin tahu.


"Heri, Ta... Herisman tadi datang…!" Jelas Dessy.


"Ada apa dengan Herisman?" tanya Rita.


"Dia tadi ngajak gue balikan lagi. Dan ternyata, alasannya dulu dia pergi meninggalkan gue tanpa kabar adalah karena ia lebih memilih cewe' lain selain gue!" ucap Dessy yang masih menangis di pelukan Rita.


"Tuh kan, gue udah yakin kalau dia itu bukan cowo' yang tepat buat lo. Terus, elo mau balikan dengannya?" tanya Rita.


"Ya nggak lah. Dia udah tega ninggalin gue demi cewe' lain. Jelas itu membuat hati gue sangat terpukul" jelas Dessy.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Dessy dan Ilham pun resmi menjadi sepasang kekasih. Mereka terlihat selalu bersama dalam segala hal dan segala keadaan dengan canda dan tawa, terlihat jelas kebahagiaan diantara Dessy dan Ilham.


Ternyata sudah cukup lama Dessy telah mengabaikan cinta yang tulus dari Ilham karena rasa takutnya akan kehadiran Ilham dan masih mengharapkan Herisman karena Dessy merasa Herisman lah cinta pertama dan peduli dengannya namun kenyataannya berbalik arah.

__ADS_1


***


"Jangan sampai kita menyia-nyiakan seseorang yang selalu ada buat kita, baik dalam keadaan susah maupun senang. Karena, hanya dia lah yang memiliki cinta dan kasih sayang yang tulus buat kita."


__ADS_2