ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 17 : PEMILIHAN KETUA OSIS


__ADS_3

Hal lainnya yang gue suka adalah banyak guru yang mengenali diri gue, tentunya bukan karena kenakalan tetapi karena keaktifan di kelas. Sampai suatu waktu ketua OSIS di sekolahku mencari anak yang mau menjadi pengurus OSIS berikutnya. Pada saat itu wali kelas Pak Johan Mahendra mendaftarkan gue untuk mengikutinya "Ham, kamu mau ya di daftarkan menjadi pengurus OSIS baru?" dan kebetulan gue pun sudah pernah menjadi pengurus di kelas sebelumnya, karena gue memang senang berorganisasi. "Oooh iya tentu saja saya mau pak".


Di balik ini ada sebuah kisah lucunya, begini kisahnya...!!!


Sudah satu jam Ali Mat Hasan terduduk di depan cermin. "Berkaca dirilah begitu...!!!". Dia hanya ingin meyakinkan wajahnya bener-bener jelek atau hanya temen-temennya yang pada sirik bilang wajahnya tak ganteng dan jauh dari menawan. Lama banget, di memandangi wajah di cermin dan biasanya cermin tidak pernah bohong, batinnya.


Kontraktur muka yang muncul di seberang yang terlihat di dalam bingkai cermin tidak bisa dikatakan ‘berkelas’, sangat biasa dan wajah kebanyakan rakyat jelata atau lebih kerennya road face alias muka jalanan. Struktur tengkorak pipi yang sedikit cembung berbanding terbalik dengan cekungnya tulang hidung.


Sedikit struktur yang berbeda dalam rancang bangun itu terletak pada tingkat presisi antara alis dan ujung telinga bagian atas. Pada manusia kebanyakan, biasanya kedua elemen tersebut sejajar sama rata sama datar, sedangkan pada sosok makhluk bernama bernama Ali Mat Hasan terdapat selisih kurang lebih satu senti, entah telinganya yang kerendahan atau malah alisnya yang ketinggian.


Konon, struktur rangka kedua indra tersebutlah yang menjadi dasar dari salah satu penemuan paling penting di muka bumi. Kacamata!. Untung saja Ali Mat Hasan tidak bermasalah dalam penglihatan, bisa dibayangkan betapa ganjilnya bila dia pake kacamata. Bukanya ngebantu, frame kacamata bagian atas malah bisa nutupin pandangan. Belum lagi tingkat kemancungan hidung yang sangat memprihatinkan sehingga dapat menggoyahkan stabilitas kacamata secara keseluruhan...!!!


Telinganya pun sedikit berbeda dan lebih besar dari orang-orang kebanyakan. Kata sebuah Teori telinga lebar pertanda pintar, itu kata orang-orang pintar. Entah siapa yang pertama kali mencetuskan Teori kacau tersebut, yang jelas teori itu lebih konyol dari teori ilmuan Darwin katanya.


Akhirnya Secara keseluruhan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa ternyata kalau ada yang bilang selama ini wajahnya cakep itu adalah fitnah. Dan itu pelecehan. Nggak bener itu!


Entah karena otaknya terlalu penuh dengan banyak hal atau mungkin karena kapasitas dan volume otak yang terlalu mini, Ali Mat Hasan juga mempunyai kebiasaan yang cukup menyimpang dari kurikulum, yaitu selalu menyelesaikan tugas hitungan Farmakologi, Rumus cara menghitung dosis obat dengan rumus sendiri dan kadang asal. Yang penting kan hasil akhirnya sama, begitu jawabnya kalau guru menyoalkan rumus nyeleneh yang dia pakai. Alhasil untuk pelajaran Farmakologi nilainya selalu jeblok, karena katanya gurun nggak ce-es dan kebanyakan bolos saat jam pelajaran itu.


Selain itu, cowo' ini Ali Mat Hasan maksudnya terkenal dengan cara bergaulnya yang super asyik melilit. Selalu bercanda tak kenal lelah dan putus asa serta putus cinta. Karena sampai sekarang mereka ini memang belum satu kali pun dia pernah pacaran. Nggak ada yang mau. Setiap kali nembak cewek, belum ngomong udah di tolak. Baru rencana doang, udah di tolak. Begitu terus!


Uniknya lagi, anak-anak di kelas seangkatan pada seneng ngumpul bareng, abisnya ketawa melulu. Setiap hari jungkir balik bersama, menari bersama, Push up berasama, berenang bersama. pokoknya serulah!


Diluar dugaan nich, Ali Mat Hasan dengan rambut gimbal ternyata diam-diam ingin maju sebagai kandidat dalam pemilihan ketua OSIS dan rencananya bakal di gelar Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi, sekitar satu minggu lagi. Tentulah Ali Mat Hasan menjadi calon yang sangat tidak diperhitungkan, diragukan banyak pihak, bahkan menuai kontroversi.


Entah siapa yang punya ulah, tiba-tiba saja kabar-kabari tentang keinginan Ali Mat Hasan mencalonkan diri menjadi ketua OSIS, seantero sekolah pada tahu, di infotainment mading udah terpampang tulisan besar sebagai headline: KIAMAT SUDAH DEKAT!!! Ali Mat Hasan! Jadi BALON Alias bakal calon ketua osis!.


Pastinya dia menjadi bahan gosip sejagad sekolahan.


Ali Mat Hasan, jadi bahan obrolan hangat, sehangat martabak Bangka.


Obrolan laris, selaris kacang goreng.


Tadi, waktu di kelas saat Ali Mat Hasan jalan di depan anak-anak cewe', tampak pada sibuk ngegosip soal Ali Mat Hasan. Keliatan dari bibirnya anak-anak cewek yang di dower-dowerin, sambil melirik Ali Mat Hasan. Kayak sengaja mencibir. Lalu apa sebenarnya menurut pendapat mereka, agar bisa jadi calon ketua osis itu: Kalo nggak ganteng, pasti cantik, pinter dan gaul.


Nah, sialnya syarat seperti itu rasanya nggak satupun dimiliki oleh Ali Mat Hasan.


Hal inilah kemudian yang membuat keinginannya untuk maju sebagai kandidat ketua OSIS banyak menyita perhatian se isi sekolahan.


Pro kontra lah kira-kira begitu.


Terjun bebas itu namanya! Bayangin nggak pakek parasut terjun dari gedung lantai 12, bisa remuk! Begitulah mereka mengumpamakan kenekatan Ali Mat Hasan maju sebagai calon ketua osis.


Perumpamaannya sadis banget!


Sebagian siswa malah mencemooh, ada yang bilang "Sock kepedean!, nggak ngaca!" Terus ada yang bisik-bisik, "Mana ada ketua osis jelek!", Bahkan yang paling ekstrim ada yang nyeletuk, "Wah bisa ancur reputasi sekolah kita kalo ketua osisnya orang planet!"


Yang apatis dan bijak juga berkomentar "Tenang kawan, belum ada sejarahnya ras manusia di pimpin sama monyet". Bah! Pokoknya macem-macem deh!


Tapi walau begitu, nggak sedikit juga yang mendukung, misalnya ada yang bilang "Kapan lagi punya ketua osis jelek!" Terus ada yang sedikit intelek mengatakan "Ini kan era demokrasi nggak ada lagi beda jelek-ama ganteng semua nya punya hak!"


Tapi, apapun yang jadi omongan anak-anak, tak satupun ditanggapin ama Ali Mat Hasan. Masuk telinga kiri keluar lewat telinga kiri juga. Mental dong!


"Terserah aja mereka pada mau bilang apa? Mau bilang A, B, C yang jelas gua nggak bakal mundur untuk maju sebagai calon ketua osis, anjing menggonggong gua gonggong juga!!" ujar Ali Mat Hasan sambil ketawa gilanya.


Saking hebohnya nih! Soal keinginan Ali Mat Hasan mau maju sebagai salah satu kandidat ketua osis, cowok berambut keriting dangdut itu sampai-sampai di panggil Bu Lilis Suarni sang guru BP yang cantik dan manis pake banget deh.


Tak lain, karena para guru agak khawatir dengan keinginan Ali Mat Hasan, mereka nggak percaya. Walaupun sebagai warga sekolahan yang baik dia punya hak untuk di pilih, makanya Pak Kepala Sekolah sengaja menyuruh Bu Lilis Suarni memanggil Ali Mat Hasan, untuk memastikan kalo Ali Mat Hasan masih dalam keadaan sadar ketika mengambil keputusan untuk maju dalam pemilihan nanti.


Dengan kekesalan yang sangat dan berjuta tanya di dada Ali Mat Hasan melangkah menuju ruang guru BP memenuhi panggilan Bu Lilis Suarni.


"Emangnya saya salah apa bu? kok saya di panggil?" Ujar Ali Mat Hasan setengah protes karena dia merasa nggak pernah bikin ulah. "Ini hanya gara-gara mau ikutan calon ketua osis doang sampai melibatkan guru BP" Ujarnya dengan nada kesal.


"Nggak, kami para guru cuma ingin mendengar sendiri dari kamu soal desas desus yang beredar, katanya mau ikut meramaikan bursa pilihan ketua osis, bener begitu Ali?” tanya Bu Lilis Suarni pelan dan bijak.

__ADS_1


"Kalo iya kenapa bu, emang salah?" Ali Mat Hasan berlagak bloon kayak kedondong.


"Yang bilang salah siapa? justru kalo emang bener malah ibu mendukung!" Ali Mat Hasan, jadi penasaran.


"Maksud mami, eh … ibu?"


"Nggak gimana-gimana soalnya kamu selama ini di kenal sebagai anak yang cuek, terus sering bolos, malas bikin PR, para guru pada takut kalau-kalau kamu itu kesurupan setan sekolah!" jelas bu Lilis Suarni rada merinding.


Ali Mat Hasan sempat diam.


Bener sih! Ia inget kalau dua minggu yang lalu anak-anak kelas satu emang ada insiden kesurupan massal. Tapi nggak termasuk dia! Malah beberapa yang kesurupan tersadar saat melihat Ali Mat Hasan sembari teriak histeris "Setan..!".


"Ya! Ibu… teganya… teganya… teganya!" jawab Ali Mat Hasan sambil serasa lagi dangdutan.


"Ya, udah kalo gitu, ibu mendukung apa yang kamu inginkan, lagian siapa tahu kamu malah beruntung dan terpilih, iya kan!"


"Beruntung gimana bu?"


"Satu-satunya ketua osis yang nggak cakep rekor baru tuh..!" he… he.. nggak-nggak ibu hanya bercanda…!


"Kalo gitu saya pamit ya bu, kalo nanti saya maju tolong dukung saya ya bu!" Ali Mat Hasan izin pamit sekalian minta dukungan. "Ooo ya bu, tolong juga kasih tau sama semua warga sekolah, bukankah untuk jadi ketua osis tidak harus berwajah ganteng, emang mau jadi model apa?" Lanjut Ali Mat Hasan lagi.


"Nggak usah dipikirkan!, Pokoknya kalau ada yang bilang kamu jelek… sabar aja, kalau ada yang bilang kamu bego,… cuek ja, kalau ada yang bilang kamu oon, cool aja. Tapi kalau ada yang bilang bilang kamu cakep! tampar aja!" Jelas bu Lilis Sumarni.


"Lah kenapa di tampar bu?" Tanya Ali Mat Hasan rada bingung.


"Sebab itu fitnah!" Nasehat Bu Lilis Suarni dengan serius.


Di bilang begitu, Ali Mat Hasan langsung ngacir! Bu Lilis Suarni malah bengong sendiri.


Sepak terjang Ali Mat Hasan sekarang memang nggak bisa di bilang main-main. Niatnya untuk merebut jabatan ketua osis udah sangat kuat. Dan yang menjadi salah satu alasannya, adalah rasa sukanya sama Suci, cewe' yang udah lama ia taksir. Yang punya nama lengkap Suci Karmilasari.


Hubungan Suci dengan OSIS?


Nah, maka dari itu kalo nanti jadi ketua osis dia yakin banget kalo dirinya bisa menarik simpati Suci, bukankah ketua osis itu selebritis sekolahan? Tapi di sisi yang lain Ali Mat Hasan bener-bener pengen memberikan yang terbaik untuk sekolah.


Yang dipikirannya, kalo dia jadi ketua osis pastinya setiap ada ide pasti akan di pertimbangkan. Kalau sekarang ini, jangankan mau memberikan ide, nggak di usir aja dari sekolahan udah untung-untungan.


Suci, adik kelas cewe' itu emang sempat bikin Ali Mat Hasan mabuk kepayang. Rambutnya, matanya, alisnya, caranya nulis, saat dia makan kwaci, sampai caranya push up Ups!. semuanya menarik. "Gua akan mempertaruhkan segenap jiwa juga raga untuk menaklukkan hatimu Suci" Ujarnya dalam hati.


Uhuui! Mantab...!


Layaknya orang lagi mabuk kendaraan sekaligus mabuk asmara Ali Mat Hasan jadi merasa aneh sama dirinya. Tidur jadi nggak lelap, makan jadi nggak nafsu, tiba-tiba mukanya bisulan, yang membedakannya sama orang lain kalau lagi jatuh cinta hanya satu, badannya jadi gatel-gatel! Apalagi ini adalah cinta pertamanya.


Tiba-tiba lamunanya buyar. Pyarrrr!!!


"Gawat Ali, gawat!" Samsudin berujar ke Ali Mat Hasan.


"Kalo ngomong yang jelas, gawat apaan? Gawat gigi?" Balas Ali Mat Hasan.


"Itu kawat!" Jelas Samsudin.


"Terus apaan?" Tanya Ali Mat Hasan penasaran.


"Gua tadi sempat denger kalo Ilham, Made anak kelas sebelah plus Jumeri sekelas ma kita pada nantangin lo dalam pemilihan ketua osis" Samsudin menjelaskan hasil pantaunnya.


"Emang gua juara bertahan main tantang aja, tahu dari mana lo?"


"Soalnya kabar tentang lo mau bertarung dalam perebutan ketua osis sudah jadi rahasia umum di sekolah kita, nah tentunya mereka juga tahu." Terang Samsudin.


"Nah, terus!" Ucap Ali Mat Hasan.


"Itu dia, Ilham, Made dan Jumeri bikin pengumuman di mading, kalo dia nantangin elo untuk bersaing menjadi ketua osis sekaligus si Made bersaing ngedapetin Suci Karmilasari lo!"

__ADS_1


"Lha terus apa hubungannya sama Suci! Berani-beraninya tu anak, belum tahu gua apa?" Ali Mat Hasan masang kuda-kuda. udah kayak Jaka Sembung beraksi kembali.


"Sabar Li… sabar… yang penting sekarang kita mesti cari akal supaya bisa ngalahin Ilham dan yang lainnya!" Ujar Samsudin seraya menenangkan sobatnya.


"Kita? Gua aja kali!" jawab Ali Mat Hasan.


"Iya, elo maksud gua. Eh, lo mau gua bantuin nggak?"


"Iya, iya!"


"Oke, sekarang lawan lo udah jelas, Ilham, Made keduanya anak kelas sebelah, plus Jumeri sekelas ma elo Ali, nah berarti tugas gua adalah mencari rekaman pertandingan dia, terus kita pelajari kelemahannya!" Ujar Samsudin masang muka serius, tapi tetep aja lucu.


"Eh, lo kira gua Mike Tyson apa?"


"Maksud gua kita mesti cari tahu kira-kira prestasinya apa aja, berapa kali pacaran, berapa kali putus, berapa kali di tolak, supaya kita bisa tahu bagaimana menaklukkannya!" Alasan Samsudin yang sama sekali nggak masuk akal.


"Boleh juga tuh!"


"Soalnya lo tahukan kalo Ilham itu terkenalnya pake banget, kalau Made tegas dan Jumeri bersahabat sifatnya, nah sekarang tugas kita membuat mereka pada gantung sarung terus lo rebut sabuknya" lanjut Samsudin semangat sambil mengepalkan tangan.


"Gua bakal tunjukin kalo gue lebih hebat dari mereka semua!" jawab Ali Mat Hasan mantab.


"Bentar-bentar, gua heran sama lo, kok sekarang jadi yakin banget, nggak kayak kemaren-kemaren" Samsudin malah bingung.


***


"Eeh, Li! gua ingetin ya, lo jangan coba-coba deketin Suci!" ancam Made ke Ali, saat mereka sama-sama nonton anak-anak main basket.


Ali diem aja, ini mungkin trik Made untuk bikin dia emosi terus marah-marah dan kemudian nyerah lantas mundur dari keinginannya maju dalam pemilihan ketua osis.


"Terserah gua dong, gua mau deketin Suci, mau naksir Bu Lilis Sumarni guru BP, nggak anehkan! Kecuali kalo gue naksir ama Pak Parman penjaga sekolah itu baru aneh!” Jelas Ali Mat Hasan tegas.


"Udah gak usah di pikirin, biasa itu dalam politik, jadi dalam politik sah-sah saja banyak trik.. termasuk perang pisikologi dan mental!" Ilham tiba-tiba sudah ada di samping mereka.


"Eh, ada elu Ham" sambut Ali.


Ilham hanya tersenyum.


"He he.. perang psikologi emang di perlukan di setiap pemilihan ketua osis, jadi mental lawan di serang sama hal-hal di luar konteks politik, termasuk masa lalu, kejelekan, latar belakang dan lain-lain" jelas Ilham panjang lebar. "Jadi serius nih mo nyalon?" Tanya Ilham ke Ali memastikan.


"Oh..! Ya iya lah bro, kapan lagi orang seperti gue masuk hitungan. Jelek-jelek gini anak punya impian en program buat sekolah kita, terutama bagi spesies-spesies terbelakang yang selama ini kalah bersaing sama trend model sekarang" jawab Ali yakin. "Mesti ada wadah buat orang-orang yang prestasinya nggak bagus-bagus amat, yang mukanya nggak cakep-cakep amat, yang duitnya nggak banyak-banyak amat...! mesti ada perubahan, kalo mau perubahan pemimpinnya pun harus dari golongan orang-orang yang seperti itu juga." Lanjut Ali menjelaskan.


Ilham tersenyum penuh arti sembari mengacungkan kedua jempolnya ke Ali Mat Hasan.


Saat pemilihan pengurus OSIS berlangsung gue berkata dalm hati "Memang tidak terlalu tegang rasanya mengikuti pemelihan ini dan gue pun tidak terlalu santai mengahadapi lawan-lawan yang tegas-tegas". Banyak tahap yang harus di lewati, sungguh tidak mudah memang untuk meraih apa yang kita mau dan itu butuh perjuangan yang cukup keras.


Tiba di hari penentuan, saat itu hari sudah sore dan kondisi badan saat itu memang sudah lelah karena kegiatan yang begitu banyak. Dan ketika wakil kesiswaan memberi amanat dan sekaligus memberi tahu siapa saja yang lulus seleksi pengurus OSIS suasana tiba-tiba menjadi hening dan dipenuhi rasa khawatir, satu demi satu nama disebutkan sesuai bidangnya dan saat itu ketua dan pengurus inti memang belum disebutkan.


Gue pun masih terlihat santai, menghadapi Made, Jumeri dan ambisi Ali Mat Hasan yang menggebu-gebu dengan alasan yang buat gue termasuk baik.


Puncak acara dimana pemilihan umum berlangsung, semua makhluk siswa mau pun siswi Sekolah Perawat Kesehatan berbaris untuk mengambil hak suaranya. Tegang rasanya, kira-kira siapa yang mereka percaya untuk menjadi ketua!.


Saat penghitungan berakhir Kepala Sekolah pun turun langsung ke acara untuk mengumumkan hasilnya. Dengan jeda bicara yang sengaja di buat menegangkan Kepala Sekolah dan membuat semua orang pun ikut tegang akhirnya beliau menyebut sebuah nama


Sebagai Ketua Umum : Ilham


Sebagai Wakil : Ali Mat Hasan


Sebagai Sekertaris : Jumeri


Sebagai Bendahara: Made


Semua kandidat yang ikut pencalonan masuk dalam kepengurusan Osis sesuai dengan urutan suara yang di dapat.

__ADS_1


"Terima kasih kepada semuanya karena sudah mempercayaiku untuk menjadi ketua OSIS di tahun ajaran ini, saya sangat berharap teman-teman mau membantu dan bekerja sama dengan saya dalam menjalankan progam-program yang ada nantinya". Sambutan Ilham sebagai ketua OSIS.


__ADS_2