
"Kak Ilham apa kabar kak!?" Ucap seorang cewe' saat berpapasan dengan Ilham.
"Siapa ya? Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya!" Ucap Ilham.
"Dessy kak!" Ucap Dessy. "Sudah ingatkan ma Dessy!" Lanjut Dessy meyakinkan.
"Eeeemmm...! Dessy adik angkatnya Ambar ya!?" Ilham mulai mengingat-ingat.
"Iya kak!" Jawab Dessy.
"Gimana betah tinggal di asrama ini?!" Tanya Ilham.
"Ya betah nggak betah lah kak... Di betah... betahin!" Jawab Dessy.
"Jawaban yang jempol!" Ucap Ilham. "Dessy mau kemana?!" Lanjut tanya Ilham.
"Mau ke kantin kak! Mau makan mie telor habisnya tadi pas mau makan siang dah habis jatah makannya kak ya mau gimana lagi?! Jelas Dessy.
"Nggak biasanya tuh jatah kehabisan Des!" Ucap Ilham lagi.
"Tahu lah kak, bibi dapur lagi kesel mungkin ama Dessy jadi dendeman kali, pas Dessy datang ke sana di bilang aja habis!" Ucap Dessy semaunya.
"Haaaa... Ada ya yang seperti itu?!" Ilham menanggapi sambil tertawa, mendengar alasan Dessy yang nggak masuk akal.
"Kak Ilham mau ikut nggak?!" Tanya Dessy lagi.
"Mau neraktir apa pake ngajak-ngajak!" Tanya Ilham.
"Boleh kak, ntar Dessy yang bayarin deh! Tapi sebatas mie pake telor plus es teh botol ya kak!" Tawar dessy pada Ilham.
"Hmmm... Sepertinya tawaran yang menarik nih!" Kata Ilham.
"Ayo kak... Dessy dah laper banget ini!" Rengek Dessy.
"Okey, tapi makannya jangan di kantin ya!" Lanjut Ilham.
"Lah terus kalau makannya nggak di kantin dimana kak?!" Tanya Dessy bingung.
"Udah jalan, masalah tempat jangan di pikir!" Jawab Ilham.
Akhirnya Dessy dan Ilham berjalan bersama sambil bercerita dan di campur kadang tertawa, banyak mata yang melihat kejadian itu, Ilham paham benar akan hal itu namun dengan santai Ilham berusaha besikap sewajarnya saja. Karena dengan Ilham berjalan bersama adik kelasnya apa artinya dia salah? Tentu tidak kan.
Sesampainya di kantin Dessy langsung memesan dua mie ayam pake telor plus dua es teh botol, dan setelah Dessy memesan semuanya itu, Ilham mendekati bibi kantin dan membisikkan sesuatu, lalu bibi kantin menggangguk tanda mengerti dan setuju apa yang baru saja Ilham katakan kepadanya.
"Yuk Des, ikut kakak!" Ajak Ilham.
"Lah kemana kak, makanan aja baru di pesan masa iya mau di batalin, Dessy lo laper banget kak!" Ucap Dessy terlihat bingung.
"Udah ikut aja kenapa pake banyak tanya lagi!" Ucap Ilham kemudian.
Dengan perasaan bingung dan serba salah, itu yang terjadi dengan Dessy. Mau nolak ajakan Ilham ya nggak mungkin, Ilham sebagai kakak kelas dan siapa yang nggak kenal Ilham? karena itu juga Dessy mikir masih pesan mie kan sayang dah di bayar kok. Aduh...!!! Akhirnya Dessy mengikuti ajakan Ilham, mereka berjalan menyusuri koridor asrama tidak berapa jauh posisinya dari kantin, mereka sampai di kelas Program Bidan dengan berlantai dua dan mereka berdua menaiki tangga demi tangga hingga sampai di depan kelas Program Bidan yang kosong karena tidak ada mata pelajaran saat itu. Ilham dan Dessy berjalan sampain ke pojok halaman kelas lalu terdapat kursi-kursi yang sudah berada di sana sebelumnya.
"Udah duduk!" Ucap Ilham.
"Lah terus kita ngapain kak di sini?!" Tanya Dessy bingung.
"Ngobrol!" Jawab Ilham singkat.
"What?" Ucap Dessy terkejut, "Kalau cuma ngajak ke atas cuma buat ngobrol ngapain coba, kan bisa ngobrol di kantin aja tadi sambil makan mie jadi gue kaga kelaperan gini!" Batin Dessy sedikit menyesal.
"Nak Ilham, pesanan nya sudah siap!" Tiba-tiba suara bibi kantin mengagetkan Dessy tapi tidak buat Ilham.
__ADS_1
"Pas banget Time nya bi, bawa ke sini aja bi!" Ucap Ilham.
"Siap Komandan!" Ucap bibi kantin menirukan anak-anak asrama kalau sedang mendengar Ilham memberikan komando.
Dessy hanya bengong sendiri, melihat kejadian tersebut.
"Lah Des, kenapa malah bengong? Katanya tadi sudah kelaperan?" Tanya Ilham.
"Ini komandan... Mie pake telor, plus nasi ayam goreng sambal terasi plus es teh botol plus es teh fanta merah!" Jelas bibi kantin satu persatu menjelaskan menu dari makanan yang di bawanya.
"Okey bi, ntar paketannya di tambah dengan biaya anter ya bi?!" Jelas Ilham.
"Aaahhh... Ngak pake biaya anter komandan, khusus buat nak Ilham... Gratis ongkos kirim pokoknya!" Kata bibi kantin lagi.
"Waduh... Terima Kasih banyak kalau begitu bi, Ilham do'ain deh semoga bibi murah rezeki dan selalu di beri kesehatan ya!" Ucap Ilham, sembari bibi kantin pamit untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Ayo di makan Des!" Ucap Ilham.
"Kak... Dessy cuma pesan mie pake telor plus es teh botol lo!" Jelas Dessy.
"Udah makan, ntar keburu dingin nggak enak lagi lo!" Ilham pura-pura tidak mendengar apa yang di katakan Dessy barusan.
"Kak... Ilham, yakin ini pesanan kita?!" Lanjut Dessy lagi dalam keraguan.
"Masa iya sih Des! Dah bibi kantin bela-belain nganter ke atas begini tahu-tahunya salah, punya orang yang di bawanya! Mustahilkan!" Ucap Ilham.
Mendengar jawaban Ilham barusan membuat Dessy semangat empat puluh lima buat menyantap makanan yang sudah ada di depan mata di tambah emang perutnya dah kelaperan pake banget. Melihat tingkah Dessy yang benar-benar menikmati pesanan tersebut dan dengan lahapnya dia makan membuat Ilham tersenyum sendiri.
"Kak, emang kak sering ya makan di sini!" Tanya Dessy sembari meneguk es teh botol ke dalam mulutnya.
"Belum pernah!" Jawab Ilham singkat, sambil terus memakan makanannya.
"Ya serius!" Ucap Ilham. "Baru dengan Dessy aja kakak makan di sini!" Lanjut Ilham.
Dessy terdiam, dalam hatinya berkata "Adakah maksud dari perkataan kak Ilham? "Baru dengan Dessy aja kakak makan di sini!" Tapi nggak mungkin lah kak Ilham sengaja menujukan kata-katanya buat Dessy, kak Ilham lo siapa? Seorang kakak kelas yang disegani oleh kakak kelas, kawan seangkatan apa lagi adik kelas. Udah itu kak Ilham juga banyak di rebutin cewe'-cewe' di asrama putri lo... Sedangkan Dessy apaan? Kaga sebanding dengan nama besar kak Ilham."
"Lah kok malah ngelamun Des!" Ucap Ilham mengejutkan Dessy yang sedang asyik dengan pikirannya sendiri.
"Ng... Ng... Ngak kok kak!" Jawab Dessy gagap.
"Kak, Dessy sebenarnya khawatir lo kak!" Ucap Dessy selanjutnya.
"Dengan apa!?" Tanya Ilham.
"Dengan kakak dan Dessy berdua di sini!" Jelas Dessy.
"Maksudnya?" Tanya Ilham.
"Hmmm... Dessy nih adik kelas lo kak, ntar kalau tahu kakak kelas atau kawan seangkatan kak Ilham... Atau pacar kak Ilham, Habis Dessy kak!" Jelas Dessy.
"Ya baguslah!" Jawab Ilham singkat dengan terus menyantap makanannya dan sesekali meminum es teh botol dan es teh fanta merah secara bergantian.
"Kak... Itu namanya menjerumuskan Dessy ke lubang harimau kakak!" Rengek Dessy rada manja.
"Mana ada harimau di asrama ini Des!" Lanjut Ilham malah becanda.
"Kak Ilham, Dessy ini lagi serius lo kak!" Ucap Dessy masih dengan manjanya.
"Oh ya, gimana kalau kakak habiskan dulu makan dan Dessy juga sama ntar habis makan kita bahas lagi tuh masalah yang nggak penting banget ya!" Ucap Ilham santai.
"Mampus gue, kak Ilham ini masa bodo banget orangnya, lah dia aman-aman aja siapa yang berani marahin kak Ilham, lah gue habis ini bakalan... Tahu gini tadi nggak usah pake acara basa basi segala ngajakin kak Ilham makan!" Batin Dessy masih dalam kebingungan sangat.
__ADS_1
Setelah selesai Ilham dan Dessy menyantap ludes makanan yang sudah di pesannya mereka berdua melanjutkan ngobrol sambil menikmati minuman yang masih tersisa.
"Kak, udahan yuk!" Ucap Dessy.
"Udahan apa Des!" Ucap Ilham sock nggak paham maksud Dessy.
"Kita pulang yuk!" Lanjut Dessy.
"Pulang aja kalau Dessy mau pulang duluan, kakak lo masih mau di sini!" Jelas Ilham.
"Ya nggak gitu juga kali kak, kita berangkat berdua masa iya pulang Dessy duluan!" Jelas Dessy.
"Nggak masalah lah!" Jawab Ilham semaunya.
"Kakak ini aneh ya!" Ucap Dessy.
"Aneh?" Tanya Ilham tidak mengerti maksud dari perkataan Dessy barusan.
"Kadang buat orang kesel!" Jawab Dessy.
"Oh ya, apa Dessy merasa kesal sekarang?" Tanya Ilham.
"Tahu ah kak! Terserah kakak aja lah!" Jawab Dessy akhirnya.
Berawal dari permulaan Pengenalan Program Study (PPS), berlanjut dengan pertemuan yang kedua! Ilham dan Dessy semakin tambah dekat, dekatnya sebagai apa atau sebatas apa? Ini masih jadi sebuah pertanyaan yang belum ada kunci jawabannya. Dengan hal kedekatan mereka ini, sebenarnya beban berat menguji mental buat seorang Dessy dan jelas beda buat seorang Ilham tentunya.
Terkadang kakak kelas atau kawan Dessy jadi serba salah untuk menegur atau memarahi Dessy... Kalau di tegur ntar tersinggung toh yang di kerjakan Dessy dengan Ilham masih dalam kewajaran adik kelas "Bertemu" dan dengan kata lain buat menjadi alasan kuat "Di panggil" kakak kelas. Kalau Dessy di marahi karena dekat dengan Ilham, terus Dessy bilang ma Ilham "Kalau dia dimarahi kakak kelas lainnya karena dekat dengan Ilham" bisa-bisa berhadapan langsung dengan Ilham bisa jadi panjang urusannya ini.
Simalakama buat semua kan!
"Des, elo jadi artis sekarang ya!" Ucap Rita teman sekamar Dessy.
"Artis apaan Ta?" Tanya Dessy polos.
"Semenjak elo deket ma kak Ilham! Elo jadi selebritis habis deh!" Jelas Rita.
"Waaaaw... Apa iya sampe segitunya Ta?!" Tanya Dessy.
"Berapa banyak kakak kelas cewe' ma temen cewe' yang lain yang berusaha dekat dengan kak Ilham, banyak banget yang mau Des. Lah elo ketiban untung banget! Bisa pacaran ma kak Ilham!" Jelas Rita.
"Pacaran?" Tanya Dessy rada bingung.
"Lah terus kalau bukan pacaran apaan dong?" Tanya Rita.
"Lah gue juga nggak ngerti ma status gue ma kak Ilham kok, dia lo belum pernah sekalipun bilang suka atau cinta!" Jelas Dessy.
"Wah... Hubungan yang rumit nih, orang-orang pada tahu kalau elo ma kak Ilham pacaran gitu!" Jelas Rita. "Tapi jujur nih Des! Kalau kak Ilham bilang suka dan cinta ma elo, kira-kira elo bakalan jawab apaan?" Tanya Rita ingin tahu.
"Gue jawab...! Dessy pikir-pikir dulu ya kak, beri waktu Dessy!" Ucap Dessy santai.
"Gila lo ya Des! Kalau gue langsung jawab Mau lah!" Balas Rita. "Emang elo suka kaga ma kak Ilham sebenarnya?" Lanjut Rita dengan KePo nya.
"Gue pikir-pikir dulu deh Ta!" Jawab Dessy tertawa.
"Hati-hati aja, elo kebanyakan mikir tuh Pangeran Ilham di samber orang baru tahu rasa lo!" Balas Rita sembari bangun dari tempat duduknya di pinggir tempat tidur milik Dessy dan meninggalkan Dessy sendiri dalam diamnya.
"Bener juga kata Rita, status gue ma kak Ilham apaan ya? Kaga jelas banget. Ntar kalau gue ngerasa pacar kak Ilham, lah kak Ilham sendiri belum pernah ungkapin perasaannya ma gue. Tapi kalau dia nggak ada mau ma gue, kenapa saban waktu mesti ngajak temu dan ngobrol bareng, becanda bareng, ketawa bareng dan kadang jalan mau apel aja pake bareng, sampe di lihatin tuh ma semua penghuni asrama. Aduh... Kok kisah gue ma kak Ilham rumit banget ya, nggak ada kepastian begini. Apa cinta harus selalu di ungkapin dengan kata-kata? Ya sebenarnya nggak gitu-gitu juga, tapi lebih patennya suatu hubungan harus ada ungkapan seharusnya! Waduh kok gue malah mikirin kak Ilham melulu ya, apa ini yang di bilang jatuh cinta? Gawat kalau gue dah terlanjur jatuh cinta ternyata kak Ilham nggak! Bisa hancur remuk bjn berantakan nih hati dan jiwa gue. Masa iya gue duluan yang bilang I LOVE YOU ma kak Ilham, gengsi sangat lah dan mana ada dalam Ejaan Yang Di sempurnakan dalam Kamus Bahasa Indonesia cewe' menyatakan cinta duluan bisa-bisa dunia berhenti muter di porosnya nih!
Sepertinya sengaja kak Ilham ini buat hati gue terombang ambing begini! Mana semua makhluk asrama dah pada tahu lagi kalau gue deket ma kak Ilham!" Batin Dessy panjang kali lebar kali tinggi.
Sampai akhirnya dia pun tertidur dalam segala macam beban perasaan yang menumpuk di kepalanya tanpa tahu jawabannya akan seperti apa akan kisah dia dengan Ilham.
__ADS_1