ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 32 : KISAH RINA GUMELA 7


__ADS_3

Pagi harinya di Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi, Lampung Utara...! Rina dan Made masih sering jalan dan ngobrol berduaan dan mereka tidak merasa ada perasaan canggung dengan apa yang terjadi saat malam hari kemaren. Malah hubungan mereka sebagai sahabat semakin lengket kayak prangko di amplop surat walau pun suratnya bukan surat cinta.


Ridwan yang melihat kedekatan mereka berdua semakin tambah cemburu, malahan dia sempat berpikir apa jangan-jangan mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih? Ridwan semakin penasaran dengan hubungan mereka dan dia ingin mencari tahu sendiri kebenarannya.


Di kantin saat Rina sedang makan kebetulan dalam posisi sendirian pula, Ridwan menghampirinya.


"Hai Rin, elo sendirian aja di sini, tumben!? Temen elo itu kemana biasanya berdua mulu?" Tanya Ridwan jelas rasa ingin tahu yang dalam.


"Oooh, maksud elo Made. Nggak tau tuh anak kemana! Mungkin lagi main basket di lapangan. Ada apa emangnya? Elo tuh kayaknya sewot banget sama Made? Gue tahu elo cemburu ya sama dia, iya kan?" Tanya Rina langsung ke titik sasaran.


"Apaan sih Rin, ya biasanya kan emang elo sering berdua sama dia. Malah yang gue denger gosip dari guru-guru cewe' yang KePo, elo tuh udah jadian sama dia! Emang bener ya?" Tanya Ridwan gencar.


"Hmmm...! Kasih tau nggak ya? Emang kalau gue jadian sama Made kenapa! Apa ada masalah gitu?" Tanya Rina.


"Iya... Nggak masalah juga, ya terserah elo juga karena itu urusan berdua, ya nggak tahu lah terserah aja mau jadian atau nggak gue nggak peduli lagi!" Ucap Ridwan langsung pergi.


"Haaaa...! Ridwan tuh kenapa sampe segitu pengen tahu banget hubungan gue ma Made! Tapu ys lucu juga bisa buat dia kayak orang cemburu gitu!" Gumam Rina dalam hati dan sanubarinya yang terdalam.


Pulang dari kelas pembelajaran Rina lagi asyik duduk-duduk di taman belakang asrama bersama Ririn dan Ranti yang kebetulan mereka juga lagi pesan makan nasi bungkus telur ceplok mata sapi di kantin belakang.


"Jadi hubungan elo ma Made yang lagi naik daun kabarnya belum sampai jadian Rin?" Tanya Ririn.


"Siapa bilang juga kalau kita pacaran?" Balas Rina.


"Lah terus kalau nggak pacaran apa dong namanya kalau elo ma Made nempel mulu!?" Kata Ranti menimpali.


"Ya sebatas teman aja!" Jawab Rina singkat.


"Teman Tapi Mesra gitu?" Ceplos Ririn.


"Hupz...! Ada pak Ridwan Rin! Ntar aja di kamar ya bahasnya, sepertinya ada kisah cinta yang rumit di sini!" Ririn dan Ranti segera ke kantin, mengambil pesanan lalu menuju ke asrama karena mereka melihat sosok Ridwan yang datang menghampiri Rina di taman belakang tersebut.


"Ada yang pengen gue omongin ke elo Rin?!" Ucap Ridwan tanpa basa basi.

__ADS_1


"Apa lagi yang ingin di omongin ke gue?" Tanya Rina.


"Sebenarnya gue mau nanyain hubungan elo sama Made itu seperti apa!? Apa emang bener soal gosip yang beredar luas di asrama ini?" Tanya Ridwan.


"Sepertinya elo pingin banget tahu soal hubungan gue ma Made? Emang ada kaitannya sama elo gitu?" Balas Rina cuek.


"Ya jelas-jelas ada kaitannya ma gue Rin!" Ucap Ridwan lagi.


"Kok elo yakin banget ngomongnya, emang sebenarnya ada apa? Gue jadi bingung sama elo, setiap mau ngobrol ma gue pasti pertanyaannya itu-itu aja yang di omongin? Jadi curiga gue!" Jelas Rina ingin tahu.


"Jujur aja ya Rin, sebenarnya gue nggak suka kalau elo dekat-dekat sama Made, apa lagi saat denger kalian berdua jadian, gue sebel banget dengernya!" Ucap Ridwan.


"Apa alasannya kok bisa elo nggak suka kalau gue deket dan selalu dengan Made?" Tanya Rina.


"Alasannya ya elo Rin!" Jawab Ridwan sambil mulai memegang tangan Rina. "Karena gue cinta sama elo Rin. Makanya gue nggak suka kalau ada yang dekat-dekat sama elo karena gue merasa cemburu. Elo ngertikan maksud gue, jadi tolong Rin elo jawab dengan jujur, apa elo sudah jadian ama Made?" Tanya Ridwan.


"Gue sama Made sebenarnya nggak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas sahabat aja dan tentang gosip-gosip di luar sana nggak usah di dengerin lah! Memang sih, kemarin malam Made nembak gue di taman asrama belakang tapi gue nggak bisa buat membalas perasaannya, karena gue suka sama cowo' lain karena itu sekarang gue sama dia hanya sahabat saja!" Jelas Rina panjang dan pegangan tangan pun terlepas.


"Elo mau tau siapa orangnya?" Jelas Rina.


"Iya gue mau tau Rin!" Balas Ridwan.


"Cowo' itu ada di depan gue sekarang!" Jawab Rina sambil tersenyum.


Ridwan sangat terkejut mendengarnya dan merasa senang kalau cowo' yang di maksud Rina adalah dirinya. "Gue orangnya? Elo seriuskan Rin, kalau cowo' itu gue!" Ridwan masih belum percaya, Rina mengangguk. "Terima Kasih ya Rin ternyata elo juga punya perasaan yang sama, gue bener-bener cinta ama elo Rin!" Lanjut Ridwan lagi pakai acara cium tangan Rina lagi.


"Gue juga cinta sama elo!" Jawab Rina sambil tersenyum manis.


"Berarti kita udah resmi pacaran dong!?" Ucap Ridwan.


"Loh yang bilang mau pacaran dengan elo siapa?" Tanya Rina.


"Lah bukannya kita saling cinta dan saling sayang?!" Tanya Ridwan.

__ADS_1


"Ya enggak berarti harus pacaran kan, kita tuh nggak boleh pacaran dulu!" Jelas Rina.


"Lah emang kenapa?" Tanya Ridwan.


"Makanya dengerin dulu omongan gue, sekarang-sekarang ini kita nggak mungkin pacaran karena kita ini statusnya sebagai guru dan anak murid, ngelihatnya kurang pantes aja ada guru macarin anak muridnya! Lagian ujian kenaikan semester kan sebentar lagi, gue mau fokus sama pelajaran dulu biar dapat nilai bagus dan bisa lulus dengan nilai baik. Nah kalau udah lulus kan enak tuh, kita udah nggak jadi guru sama anak murid lagi. Tapi elo mau kan nungguin gue sampe nanti lulus?" Jelas Rina sembari bertanya minta jawaban dari Ridwan.


"Iya juga ya, pasti Rin gue akan nungguin elo sampai lulus dan sampai kapan pun gue akan tetep nungguin elo!" Jawab Ridwan.


***


"Elo bisa lihat itu?!" Tanya Ilham pada Dessy, mereka duduk di kursi lantai dua kelas bidan C sambil pandangan mata mereka mengarah ke kejadian yang ada di taman belakang asrama antara Ridwan dan Rina.


"Ya kak, Dessy lihat dengan jelas!" Jawab Dessy.


"Akhirnya cinta akan bertemu dengan pemiliknya kan!" Jelas Ilham.


Dessy tersenyum... Dia bangun dari duduknya lalu berjalan ke pinggir teras depan kelas bidan C tersebut, sehingga semakin terlihat jelas kisah kasih yang terjadi di bawah sana.


"Apa kita akan seperti itu kak Ilham?!" Tanya Dessy.


"Seperti apa yang Dessy maksudkan!?" Ilham balik bertanya.


"Saling bersama dan saling menunggu sampai kelulusan masing-masing kita tiba?" Tanya Dessy.


"Ya, niatkan saja seperti itu! Lakukan yang kita bisa biar tangan Yang Kuasa yang punya kehendak!" Jelas Ilham.


"Tapi Dessy merasa takut kak!" Jelas Dessy.


"Takut kenapa?" Tanya Ilham.


"Takut kalau dengar omongan orang akan kedekatan kakak atau Dessy dengan yang lain, yang bisa membuat semua mimpi bisa rusak sebelum kebersamaan tiba kak!" Lanjut Dessy.


"Mainkan peran 'Kepercayaan' di hati kita masing-masing, usah dengar katanya tapi lihat dari nyatanya!" Jelas Ilham, mendekat rapat di punggung belakang kekasihnya, Dessy. Lalu memeluk erat kekasihnya tersebut dari belakang sambil tetap memandang lurus ke depan sampai sejauh mata mampu untuk menjangkau dalam penglihatannya.

__ADS_1


__ADS_2