ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 14 : RASA NYAMAN


__ADS_3

Banyak orang yang mengatakan, jika terlalu sering melakukan sesuatu dengan seseorang, saat di dekatnya akan timbul perasaan yang nyaman. Karena hal itu rasa cinta pada seseorang sering berubah-ubah dan cinta juga bisa dikalahkan dengan orang yang bisa membuat rasa nyaman itu ada.


This is Really?


Sebenarnya tidak perlu terlalu percaya akan ibarat seperti itu, tetapi apa boleh buat karena perasaan seperti itu kini kadang hadir dalam suara-suara dalam hati ini.


"Tuh kan Cha... apa gue bilang enggak lama lagi dia juga bakal tau kalau elo nyaman deket sama dia" celoteh Nelly yang berada di samping Rosa dengan semangkuk bakso menyapa lamunan.


Sangat kering jika daun tak terbasahi oleh sedikit air, begitu juga hati. Hati juga akan terasa kosong jika tak ada sedikit cinta yang hadir di dalamnya. Tetapi bagaimana jika orang yang menghadirkan cinta dalam hati kita adalah teman dekatnya sendiri. Seperti mendung yang akan menurunkan hujan seperti hal hati yang akan mengerti arti sebuah cinta.


Ketika seorang teman yang menciptaan cinta.


"Nell, Ilham tahu nggak akan perasaan gue ya!" Ucap Rosa dalam tanya.


"Menurut elo sendiri gimana Cha?!" Tanya Nelly balik.


"Ya kalau gue merasa, gue dan Ilham sangat dekat tapi kalau anggapannya seperti apa ke gue, gue nggak tahu Nell!" Jelas Rosa.


"Ilham emang cowo' penuh teka teki Cha, dia bisa menciptakan rasa nyaman buat semua cewe' namun Ilham mana pernah utarakan isi hatinya kepada siapa pun!" Jelas Nelly.


"Iya, gue bingung harus seperti apa menjelaskan kepada Ilham akan rasa hati gue Nell!" Ucap Rosa.


"Ya kalau cewe' bisanya hanya menunggu Cha, masa iya elo mau bilang langsung ke Ilham kalau elo sayang ma dia, elo cinta ma dia!" Balas Nelly.


"Ya nggak gitu juga kali Nell, seharusnya Ilham sadar kalau gue sayang ama dia, dari kesekatan dan perhatian gue ke dia!" Jelas Rosa.


"Tahu ah Cha, kalau masalah Ilham gelap gulita buat gue!" Jelas Nelly. "Oh ya Cha, kabar yang gue denger Ilham sering bersama Rohim menemui Ani!" Nelly melanjutkan.


"Ani siapa Nell!?" Tanya Rosa.


"Ani anak kelas satu siswa baru itu lo!" Jelas Nelly.


"Elo yakin Nell, apa mungkin Ilham suka ma Ani?!" Tanya Rosa sedikit ada perasaan kecewa dari perkataannya itu.

__ADS_1


"Ya belum jelas sih Cha, apa Ilham yang suka ma Ani atau Ilham hanya mengantar Rohim menemaninya untuk mendekati Ani!" Jelas Nelly.


"Ini jam berapa Nell!?" Tanya Rosa tiba-tiba.


"Jam 19.30 Wib Cha, ada apaan!?' Tanya Nelly.


"Bukankah ini masih waktunya belajar malam untuk siswa baru?!" Tanya Rosa.


"Iya, emang kenapa? Tumben elo tanya belajar malam segala!" Ucap Nelly.


"Yuk ikut gue!" Ajak Rosa, sembari menarik tangan Nelly agar sahabatnya itu mengikuti keinginannya yang belum jelas dan belum sempat terucap sebelumnya.


"Eh... Kita mau kemana Ocha!" Tanya Nelly sambil tetap mengikuti langkah kaki Rosa.


"Tuh dia, Ilham dan Rohim kan?!" Rosa menebak dengan tepat setelah melihat Ilham dan Rohim duduk di depan kelas siswa baru waktu belajar malam di ruang laboratorium Asrama.


"Ham, lagi ngapain elo pada di sana!" Teriak Rosa memanggil Ilham.


"Cha, tumben jam segini masih keluyuran, biasanya sudah naik ke atas kasur!" Balas Ilham becanda.


"Perasaan elo tadi pas dinas sudah beli nasi padang kan? Masih laper lagi?" Tanya Ilham heran.


"Yeee, udah dari tadi sore itu kali Ham!" Balas Rosa menutupi kebohongannya. "Heee.. Elo ngapain ke mari? Gangguin siswa baru belajar atau cari pacar?!" Tembak Rosa pada Ilham.


"Ngapa ya, sebenarnya gue juga bingung Cha, kok bisa gue ke sini ya!" Balas Ilham pura-pura Amnesia.


"Benar-bener nih anak!" Balas Nelly. "Lah tadi elo bareng Rohim kan? Mana dia?" Lanjut Nelly bertanya.


"Tuh anaknya di dalam kelas!" Jelas Ilham sambil jari tangan telunjuknya menunjuk ke arah Rohim.


"Ngobrol ma siapa tuh Rohim! Adek kelas ya? Wah ada gerakan pendekatan sepertinya!?" Ejek Nelly bercanda.


"Kaga tahu kalau soal itu Nell, gue juga belum tahu maksud Rohim apaan. Cuma yang gue tahu, dia minta anterin gue buat nemuin Ani!" Jelas Ilham.

__ADS_1


Jawaban Ilham yang santai tanpa ada permasalahan membuat Rosa mendengarnya menjadi senang sendiri, hatinya terlihat bahagia dan hal itu jelas tercermin dengan senyum manis di bibir yang menawan milik Rosa.


"Ke kantin aja yuk Ham, anterin gue!" Ajak Rosa kemudian.


"Lah Rohim bagaimana?!" Tanya Ilham.


"Nell, lo temenin Rohim ya di dalam sono, gue ma Ilham ke kantin dulu. Oh ya elo ada yang di titip nggak? Kalau nggak ntar gue beliin sesuai mau gue ya, yuk Ham!" Rosa berkata tanpa menunggu jawaban dari Nelly dan langsung menarik tangan Ilham.


"Cha... Gue belum jawab...! Elo main pergi-pergi aja!" Teriak Nelly protes.


"Gue jalan ma Ilham dulu, ntar kalau nggak di kawal ma Ilham ada yang godain gue lagi!" Ejek Rosa tersenyum senang.


"Ada apaan sih Cha! Emang ada yang berani godain elo!" Ucap Ilham heran.


"Ya siapa tahu aja Ham, kalau yang ngawal elo lebih aman kan!" Jawab Rosa.


Ilham hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya ini bertingkah laku seperti itu. Sedangkan Rosa hatinya berbunga-bunga bisa berjalan dengan cowo' yang emang dia sukai.


***


Aku terdian dan membisu lalu bergumam dalam hati. "Kenapa mentari tidak hadir di pukul 09.00 Wib pagi ini? Warna kuning yang ceria tidak ada hari ini. Kenapa warna kelabu hadir pagi ini? Bukankah pagi ini adalah hariku untuk melihat mentari? Warna kelabu yang akan menjadi awan hitam yang bergulung-gulung. Apakah ini tanda mengabarkan berita pahit? Aaah!! apa yang sedang kau pikirkan positive thinking Cha". Batin Rosa berbicara dengan segala pertanyaannya.


Bukankan Ilham pernah berkata padamu "Sambut aktivitasmu dengan penuh cinta, yaitu ingat dengan tujuan kita, jadi hal apa yang akan kita raih dan yang akan kita lakukan harus dijalani dengan cinta. Seburuk apapun cuaca saat itu atau esok nanti kau harus mewarnainya dengan cinta". Kembali hati Rosa berbicara mengulangi kata seorang Ilham yang pernah dia katakan pada Rosa.


Tidak banyak kenangan yang aku lakukan bersamanya, hanya sedikit darinya kudapati cerita dan pelajaran terindah darinya karena sedikit itu aku sangat mudah mengenangnya dan sangat sulit untuk melupakannya.


Simple kan...!!!.


Dan saat ini aku berusaha mengkondisikan perasaanku untuk tidak jatuh cinta akan tetapi rasa nyaman itu selalu menggoda hati ini. Seperti awan yang menggumpal tebal dan sangat dikhawatirkan akan hadirnya mendung, tetapi setiap kali aku bertemu dengannya, aku selalu ingin memikirnya di sepanjang malamku. Hingga larut dan tenggelam dalam bunga tidurku.


Tak kubutuhkan kejujuranmu untuk mengenali perasaanku yang larut dalam cinta. Aku yakin dalam pandanganmu memandangku kau berbicara padaku dan aku tau itu. Lihat aku kawan, jangan salah paham dengan pandanganku yang seperti ini. Aku tahu jika tak ada hari esok yang menakdirkan kita untuk selalu berjumpa. Sejenak yang kupinta tetaplah bertahan disini jadi teman terbaikku. Karena saat itu adalah malam gemerlap terakhirku bersamamu bersama hujan yang menemani. Kau telah memberi aku berjuta kenangan yang bisa kukenang.


Kita berteduh di langit yang sama. Tapi awan tak pernah mempertemukan pelangi dan mendung bersama dalam satu waktu. Kita menyandang hobi yang sama. Seperti pensil tak akan pernah terlihat oleh cerahnya warna crayon. Hanya sekedar mengenal dan membawa banyak cerita ketika mendung yang berakhir hujan dan membawa pelangi hadir setelahnya. Mewarnai kertas putih oleh gambaran pensil yang tertutupi oleh coretan crayon yang indah.

__ADS_1


Seperti itulah kita...!!!


__ADS_2