
"Banyak harapan yang kuingin. Tapi satu harapan yang ingin segera dilepaskan, yaitu rasa ini yang tak sama yang selalu mencekam dalam jiwa."
"Ada apa kak Ilham?" Tanya Dessy setelah bersalin pakaian dinas paginya, akhirnya dengan hati yang gundah gulana bersedia menemui Ilham di depan teras asrama.
"Udah makan belum?!" Ilham balik bertanya.
"Hmmm... Belum, ini Dessy mau makan kak, tadi beli nasi padang di depan rumah sakit setelah pulang dinas. "Kakak juga belum makan kan? Makan bareng Dessy yuk kak!" Lanjut Dessy.
"Dessy makan dulu aja dulu deh!" Jawab Ilham.
"Kakak sendiri bagaimana?" Tanya Dessy.
"Kakak tunggu di sini nggak apa-apa kok Des!" Jawab Ilham.
"Ntar dulu, kakak ada perlu apaan ma Dessy kak?" Tanya Dessy ingin tahu.
"Ada perlu sebentar dan jangan di sini kali Des! Nggak enak ma yang lain kalau ngobrolnya di sini!" Jelas Ilham.
"Gimana kalau kita ngobrol di ruang makan aja, sembari makan nasi bungkus yuk kak!" Tanpa menunggu jawaban Ilham, Dessy langsung menarik tangan Ilham agar mengikutinya ke tempat yang menjadi tujuannya.
Ilham tidak menolak, dia mengikuti dari belakang langkah kecil kaki Dessy.
Sampai di ruang makan...!!!
"Ada yang perlu di sampaikan apa kak! Sepertinya penting banget ya!?" Tanya Dessy kemudian.
"Makan aja dulu Des!" Balas Ilham.
"Ya nggak apa-apa kali kak kalau kakak ceritain sambil Dessy makan!" Jelas Dessy.
"Ndak jadi deh Dessy, nggak enak kalau ngobrolnya seperti ini nggak fokus tahu!" Jelas Ilham lagi.
"Aneh lo kakak ini, buat Dessy penasaran aja!" Ucap Dessy.
"Baguslah kalau Dessy penasaran, karena itu tujuan kakak!" Ilham tersenyum.
"Aaaah kak Ilham kok begitu sih!" Manja Dessy.
Ilham hanya terdiam, dia tidak melanjutkan niatnya dan hanya memandangi Dessy yang sudah asyik dengan melahap nasi padangnya.
***
Malam ini Ilham serius mempelajari Asuhan Keperawatan di ruang belajar, bukan tanpa sebab karena besok di kelasnya akan diadakan ulangan dan Ilham berharap dengan usaha belajarnya malam ini dia akan mendapatkan nilai sempurna di ulangan Asuhan Keperawatan esok hari.
Pagi harinya, sebelum ulangan dimulai, Bu Vita Meri selaku guru Asuhan Keperawatan kelas dua menjelaskan alur pengerjaannya dengan ketentuan jika ketahuan mencontek tidak akan diberi nilai. Siswa di kelas dua tersebut seakan mengerti tentang penjelasan Bu Vita Meri yang terkenal galak itu dengan ulangan di kerjakan secara mandiri dan tanpa suara.
Seusai ulangan Asuhan Keperawatan berakhir, Ilham menemui sahabatnya Irfan yang berbeda kelas.
"Nanti sore lo ikut maen futsal jadi tim gue ya bro?" Ajak Irfan saat mereka berdua di kantin.
__ADS_1
Tetapi Ilham malah senyum-senyum sendiri dan matanya tertuju pada cewe' yang duduk di pojokan menyatap makanan bersama teman cewe' nya.
"Sotonya di makan dulu bro, keburu dingin!" Ucap Irfan sambil menuang kecap ke dalam mangkok sotonya.
"Oooh ya Okey!" Jawab Ilham singkat tanpa matanya menoleh ke arah cewe' itu. Karena jengkelnya Irfan, di tuangkannya satu sedok sambal ke dalam mangkok Ilham.
"Lihatin siapa sih lo bro, sampai sebegitunya?" Kata Irfan penasaran dan ikut mencari cewe' yang sedari tadi Ilham lihat.
"Itu loh yang duduk di pojokan, cantik kan bro?" Sahut Ilham cepat.
"Yaelah, si Ririn cewe' gendut itu?" Kata Irfan sesuai dengan apa yang dilihatnya.
"Ngasal lo Fan, belakangnya si Ririn bro!" Kata Ilham seakan nggak terima.
Ternyata cewe' yang membuat Ilham jadi senyum-senyum sendiri sejak tadi adalah Dessy. Dia cantik dan pinter selain itu Dessy cewe' yang anggun, itu yang membuat Ilham semakin tertarik untuk lebih dekat lagi dengan Dessy adik kelasnya itu.
"Lo tadi ngajakin gue futsal?" Kata Ilham akhirnya menjawab ajakan Irfan setelah Dessy meninggalkan kantin itu.
"Iya, bareng Roni dan temen di kelas gue, gimana?" Jawab Irfan sambil menahan tawa ketika melihat Ilham mulai menyantap soto di mangkoknya. "Satu, duaa, tigaaa…!!!" Seketika Ilham kepedesan dan keringat bercucuran di wajahnya.
"Wah, ini pasti lo kan yang iseng ngasih sambal di mangkok gue?" Kata Ilham menuduh seakan tak terima.
"Makanya kalau pesen makanan itu dimakan dulu bukan untuk lo cuekin dan ngelihatin Dessy!" Jawab Irfan sock menasehati.
Sore harinya, Ilham tak ikut maen futsal dengan Irfan karena perutnya sakit gara-gara sambal tadi siang di mangkok sotonya. Irfan juga sebenarnya sudah meminta maaf atas keisengannya itu.
***
"Iya serius ini kak, mau gak?" Jawab Dessy dengan senyumnya yang manis.
"Iya... Ya mau!" Balas Ilham.
Mereka berjalan bersama menuju kelas malam yang biasanya di adakan di Ruang Laboratorium yang ruangannya cukup besar. Di sana sudah banyak anak-anak asrama yang ikut belajar malam. Tapi akhirnya mereka tidak jadi ke kelas, melainkan duduk di halaman sekolah asrama Sekolah Perawat Kesehatan itu dan pas di samping rimbunnya pohon cemara yang banyak tumbuh di pinggir halaman tersebut.
"Dessy sebenarnya mau tanya ke kak Ilham!?" Ucap Dessy membuka pembicaraan.
"Soal apaan ya Des!?" Tanya Ilham rada bingung.
"Soal kemarin lo kak!" Jelas Dessy. "Kata kakak kemarin ada yang ingin di sampaikan ke Dessy?!" Lanjut Dessy.
"Oooh yang itu to!" Lanjut Ilham.
"Besok sore kakak tunggu di tangga belakang Aula ya! Gimana mau kan!" Ucap Ilham penuh harap.
"Hmmm Bisa, besok sore Dessy akan ke sana kebetulan Dessy masih jadwal praktek lapangannya dinas pagi kak" Jawab Dessy membuat hati Ilham senang.
"Thanks, sampai ketemu besok sore ya... Ingat jangan bawa teman!" Jawab Ilham lalu beranjak pergi setelah dilihatnya ada beberapa mata-mata yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Ilham dan Dessy, tapi Ilham anggap wajar saja karena Dessy di asrama menjadi incaran banyak cowo'.
***
__ADS_1
Hari menjelang sore, Ilham sudah menunggu Dessy lebih dulu di tangga belakang Aula, akan tetapi yang di nanti tak kunjung datang.
Akhirnya setelah cukup lama menunggu Ilham pun beranjak dari tempat dia memunggu Dessy dan berjalan dengan malasnya balik kembali menuju asrama dengan perasaan yang tidak menentu.
Sampai apel malam pun Ilham tidak melihat Dessy dan di susunan anak sekamar Dessy pun tidak terlihat di sana. Tiba-tiba mobil bis sekolah yang mengantar jemput anak-anak yang dinas datang, mengantar yang dinas malam dan menjemput yang dinas sore... Satu persatu yang dinas sore pun turun dari bis tersebut dan tiba-tiba pandangan Ilham tertuju pada dua pasang cewe' dan cowo' yang dengan asyiknya mengobrol serius turun bersamaan. Terlihat dengan jelas sepasang cewe' dan cowo' itu yang sangat Ilham kenal, Dessy dan sahabatnya Ilham.
Ilham melihat hal itu menjadi muncul sebuah perasaan yang aneh dalam hatinya, seperti cemburu. Dan Ilham tidak mau banyak berkomentar, setelah apel malam usai dia langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa ada niat untuk menemui mereka berdua dan berjalan menuju asrama.
"Kak Ilham...!" Ada suara cewe' memanggil namanya.
Ilham menoleh ke belakang, terlihat Dessy berlari kecil mengejar dirinya.
"Kak Dessy minta maaf, nggak bisa menepati janji Dessy ma kakak!" Jelas Dessy.
"Sudah ndak ada gunanya lagi Des, biarkan saja dan lupakan!" Jawab Ilham datar.
"Maksud kakak?!" Tanya Dessy.
"Kakak udah tahu kok Des, kenapa Dessy nggak menemui kakak sore tadi! Karena Irfan kan!" Jelas Ilham.
"Maksud kakak apaan, Dessy malah bingung lo kak?!" Tanya Dessy kebingungan.
"Sudah jelas kan Des! Kakak lihat Dessy dengan Irfan pulang bareng dinas sore, Dessy dari dinas pagi lanjut sore karena Irfan kan? Sampai Dessy lupa dengan janji Dessy sendiri dengan kakak!" Ucap Ilham rada keras.
"Kak Ilham salah paham kak!" Jelas Dessy.
"Ya... Kalau kakak mah lihat kenyataannya Des!" Ucap Ilham.
***
Keesokan harinya Ilham mengajak Irfan ke belakang asrama.
"Kalau lo suka sama Dessy bilang dong, gak usah nusuk gue dari belakang kayak kemarin" Kata Ilham penuh emosi.
"Siapa sih yang suka sama Dessy, gue tuh nolong dia!' Pembelaan Irfan.
"Emangnya gue bisa lo bohongin, jelas-jelas gue lihat lo pulang dinas sore sama Dessy, pada hal dia dinas pagi dan ada janji ma gue sore itu!" Ucap Ilham dengan nada keras.
"Kalau kemarin Dessy pas dinas nggak gue tolongin dan gue nggak ada di situ mungkin Dessy udah habis di marahin kakak Ruangan!" Jelas Irfan. "Lo boleh cemburu Ham, tapi gue juga masih punya prinsip, gue gak akan suka sama orang yang udah lo suka. inget itu!' Kata Irfan dan beranjak pergi dari tempat itu menuju kelasnya Dessy untuk diajaknya ke belakang asrama menemui Ilham.
Biar masalah ini cepat beres.
Di belakang sekolah, Dessy menemui Ilham di temani Irfan yang berdiri di balik pohon.
"Kak Irfan udah cerita semuanya sama Dessy kak, terus kakak mau Dessy seperti apa?” Kata Dessy dengan suara lembutnya. "Kalau dengan kak Irfan, kemarin kak Irfan bantuin Dessy nyari Apotik yang jual meteran Oksigen karena Dessy nggak sengaja memecahkan meteran Oksigen punya Ruangan kak, makanya Dessy lanjut pulang dinas sore karena keliling ma kak Irfan buat nyari ke apotik!" Jelas Dessy. "Dessy ingat kok janji Dessy ma kak Ilham, tapi mau gimana lagi kak, keadaan berbeda yang buat Dessy nggak bisa menepati janji ke kakak."
"Ya kakak paham Des, Irfan udah jelasin ke kakak semuanya kok! Kakak yang seharusnya minta maaf ma Dessy dan Irfan, kakak entah kenapa ada perasaan cemburu pada hal Dessy dan kakak sendiri tidak ada hubungan apa-apa, maafkan kakak ya Des!" Jelas Ilham kemudian.
Dessy hanya terdiam mendengar perkataan dari Ilham, perasaannya jadi tidak menentu dan hatinya mulai bimbang antara persahabatan atau cinta.
__ADS_1