ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 33 : AKU KAMU


__ADS_3

Hidup itu indah jika semua yang kita mau bisa terwujud. Seperti keinginan Ilham bisa mendapatkan Dessy yang sekarang duduk di hadapannya. Dessy cewek manis, smart, berprestasi, pandai bergaul dan bisa ia dapatkan setengah tahun yang lalu. Ilham tidak menyangka, cewe' ini mau menerimanya yang notabene cowo' sederhana, kedua orang tuanya adalah pensiunan PNS dan ibu rumah tangga biasa sedangkan Dessy adalah anak dari pengusaha ternama di Bandar Lampung. Sekali lagi, itulah Yang membuat Ilham heran, mengapa Dessy mau menerimanya?


Jawabannya ada pada cewe' berwajah tirus itu sendiri. Jujur saja, awalnya Dessy ingin menolak karena masih ada orang lain di hati Dessy, namun lama kelamaan Dessy bisa merasakan bahwa dirinya nyaman disisi Ilham yang kebetulan kakak kelasnya satu tingkat, Dessy bisa lihat sendiri dari mata cowo' itu ada ketulusan yang mendalam dan satu lagi yang membuat Dessy kagum pada cowo' ganteng dan manis ini adalah kesederhanaannya.


“Kok lama sih makan Des? Nggak enak ya?” Tanya Ilham.


Dessy tidak merespon kata-kata Ilham barusan, dia tetap meyantap hidangan sederhana di depannya dengan gaya amat lambat, namun Ilham tau pasti ada pikiran lain di otak Dessy, sehingga Dessy tidak mendengar bahwa dirinya sedang mengajak bicara. Ilham pun mengernyit, dia mengulurkan tangannya agar bisa menyentuh lengan kiri Dessy. Dessy langsung mengalihkan pikirannya agar kembali fokus pada Ilham.


“Ada yang salah?” tanya Ilham lagi, dengan cepat Dessy menggelengkan kepalanya.


“Nggak.. nggak ada yang salah kok kak!, emangnya kenapa?” jawab Dessy ragu.


Ilham menghela nafas berat sambil menarik tangannya kembali, “Sorry Kak, Dessy bener-bener nggak denger, maafin Dessy ya!" Gantian Dessy yang menyentuh lengan Ilham. Ilham menegakkan tubuhnya kembali, lalu matanya menatap ke wajah Dessy yang sepertinya memohon ingin di maafkan.


“Ada yang kamu sembunyiin?” selidik Ilham. Dessy mengalihkan pandangan. ‘Ada kak, aku memang menyembunyikan sesuatu.’ Dessy hanya bicara lewat hati, ia tak ingin Ilham mengetahuinya. Pandangannya kembali beralih pada Ilham.


“Nggak ada kak, Dessy cuma rada pusing aja.” Dessy berkilah, ‘Maafin Dessy ya kak,’ batinnya.


“Beneran Des? Kalo gitu cepet habisin makannya, habis dari sini langsung kakak antar pulang ke asrama biar Dessy bisa istirahat.” Ilham panik bukan main, Dessy menatap cowok itu lekat-lekat, “Aku cinta kamu kak Ilham.” Lirih Dessy tiba-tiba membuat Ilham membalas tatapaan itu dengan bingung.


“Iya.. aku juga cinta sama kamu. Kok kelitan kacau Des? Ya udah, kalo gitu aku antar ke asrama sekarang aja yuk!” Ilham bangkit dari duduknya dan mengamit pelan tangan Dessy, sampai Dessy berdiri.


Dessy memegang tangan Ilham dengan erat dan kepalanya ia sandarkan ke bahu Ilham sambil berjalan perlahan menuju asrama putri. Bukan karena dia sakit, tetapi karena ia seperti ingin menebus rasa bersalahnya pada cowo' yang amat ia cintai ini. Ilham merasakan eratnya pegangan tangan Dessy dan dengan jemari yang hangat dan lembut, ia mengira cewe' ini benar-benar sakit.


“Dessy, kuat ya Des!” katanya dengan sarat perhatian.


‘Kamu baik kak Ilham, kamu perhatian banget sama aku, kamu tulus cinta sama aku, tapi apa balasanku ke kamu, aku mendua dibelakangmu. Kak Ilham, aku nggak pantas buat kamu.’ Batin Dessy. ‘Semoga kamu nggak akan pernah tau Kak Ilham.' Batin Desi dalam hati.


***


Herisman Setiawan, dialah orang ketiga di antara hubungan Ilham dan Dessy. Sosok keren, cool dan putih tentunya. Herisman juga merupakan mantan Dessy waktu SMA. Namun Dessy kecewa karena Herisman selingkuh dengan cewe' lain, akhirnya mereka putus meskipun dalam hati Dessy yang paling dalam masih amat sangat menyayangi cowo' itu, sampai suatu ketika ia bertemu dengan Ilham di asramanya, dia bisa sedikit menghilangkan rasa cintanya pada Herisman. Namun takdir menemukan Dessy dengan Herisman lagi tiga bulan yang lalu.


Tiga hari sebelumnya...!!!


Dessy bersama Rita menelusuri Mall untuk sekedar refreshing, melepas penat karena kebetulan dapat libur minap setelah tiga bulan sekali, namun karena liburnya hanya tiga hari akhirnya Dessy memutuskan tetap tinggal di asrama saja. Dessy sengaja meminta kepada Ilham bahwa dirinya ingin menghabiskan waktu bersama sahabatnya, karena sudah lama sekali mereka nggak keluar jalan bareng.


Begitu pun dengan Rita.


***


Sambil mengaduk-aduk minumannya, tak sengaja mata Dessy menangkap sosok yang sangat ia rindukan. Herisman! Dessy menelan ludah, “Herisman? Bukannya dia sekolah di Bandung?” gumam Dessy nyaring, Rita celingak celinguk mencari sosok Herisman.


Herisman yang duduk menyantap hidangannya dengan lahap. Sendiri!

__ADS_1


“Herisman mantan loe yang pernah loe ceritain itu Des?” kata Rita.


“Iya Ta,” pandangan Dessy tetap pada Herisman.


Sementara gadis berkacamata di depannya tersenyum sehingga kedua belah pipinya yang chubby mengeluarkan lesung pipit.


“Kenapa loe senyum-senyum?” tanya Dessy melihat sahabatnya itu tersenyum nggak jelas.


“Ganteng Des, kenapa loe nggak samperin tuh cowok loe? Eh, mantan loe maksud gue.” ucap Rita.


“Elah loe Ta, gue kan udah sama Ilham, tega loe ya!” Dessy kembali pada makanannya.


“Becanda becanda, eh dia senyumin gue tuh Des!” kata Rita girang, Dessy refleks mengalihkan pandangannya pada cowo' itu lagi, dan akhirnya Herisman melihat Dessy.


Tidak ada raut kekagetan dari wajah cowo' itu, setelah ia menyeruput minumannya, kakinya ia langkahkan menuju meja Rita dan Dessy.


“Hei, gue gabung ya!” katanya santai lalu duduk di sebelah Rita berhadapan dengan Dessy.


“Jangan macem-macem loe sama temen gue, dia udah ada yang punya tuh!” kata Dessy sinis.


“Hehe.. gue nggak seburuk yang loe kira lagi Des, sekarang gue udah berubah, gue bukan cowo' yang tukang bikin cewe' sakit hati. Oh iya apa kabar loe Des?” jelas Herisman.


“Baik.” Ucap Dessy singkat, namun di hatinya ia memikirkan kata-kata Herisman barusan, ‘Herisman berubah’.


“Rita..” Rita menyebut namanya dan menyambut uluran tangan Herisman.


“Gue Herisman, mantannya Dessy.” Kata Herisman santai.


“Berdua aja kalian?” sambungnya Dessy diam aja, tetapi Rita yang merespon.


“Iya kami cuma berdua, loe sendiri?” jawab tanya Rita.


“Gue sendirian, bahkan di Lampung ini nggak ada yang gue kenal selain Dessy, keluarga gue semuanya di Bandung.” ucap Herisman, Rita mengangguk-angguk.


Dessy hanya mendengarkan Herisman bicara.


“Gue denger dari cerita Dessy, loe itu study di Bandung ya?” tanya Rota lagi.


Herisman tersenyum pada Dessy yang menurutnya semakin manis dan cantik.


“Ternyata Dessy sering ceritain tentang gue ya? Pantes aja gue sering keselek.” Kekeh Herisman.


Dessy melebarkan matanya.

__ADS_1


Rita tau dia juga terlibat karena telah membeberkan sifat Dessy mengenai Herisman, dengan cara barusan bahwa Dessy sering cerita tentang Herisman.


Rita berdiri dan meringis, “Gue ke toilet dulu ya! Permisi...“ setelah berkata begitu, Rita langsung ngacir tanpa persetujuan Dessy. Bukannya dia tipe sahabat yang nggak bertanggung jawab atas kesalahannya, tapi karena dia tidak ingin memperunyam masalah, misalnya Dessy membantah perkataan Rita tadi, Rita mau gimana coba? Jadi lebih baik dia pergi dari tempat itu.


Dessy menatap punggung Rita yang terlihat tergesa-gesa.


“Rita..” gumam Dessy setengah jengkel.


“Des...!” panggil cowo' di depannya, yang di panggil langsung menoleh. “Loe masih suka kangen gue ya Des?” sambung Herisman dengan senyumannya yang menawan, dengan cepat Dessy mengalihkan pandangannya supaya tidak takluk dengan senyum manis milik mantannya ini.


“Hm, gue emang sering ceritain ke Rita kalo loe itu mantan gue yang keren tapi nggak setia!” tukas Dessy, matanya tak mau menatap ke arah Herisman.


Dessy mendengar Herisman mendesah.


“Tatap wajah gue Des,” suruh Herisman, tak ada respon dari Dessy, “Please Des, sekali ini aja! Setelah itu kalo loe nggak mau natap gue, ato ketemu gue terserah, tapi untuk yang kali ini gue mohon.”


Akhirnya Dessy memberanikan diri untuk menatap wajah putih Herisman.


Herisman tersenyum.


“Kamu tau, aku balik lagi ke Lampung kenapa?” katanya, tubuhnya ia bungkukkan sedikit sehingga tepian meja itu tepat berada di antara perut dan dadanya. Herisman mulai berbicara dengan Dessy menggunakan kata ‘Aku Kamu’ sudah bisa membuat Dessy merasakan pasti akan ada apa-apanya.


“Aku kesini, Cuma mau tebus semua kesalahan Aku yang udah nyakitin kamu Des. Aku tau dengan minta maaf aja, nggak bakal bisa buktiin betapa tulus aku pengen balikkan sama kamu.” Sambung Herisman, dengan pandangan tertancap pada kedua mata yang berada di depannya.


Jantung Dessy bedegub kencang di tatap orang yang di rindukannya ini. Satu-satunya hal yang harus di lakukannya saat ini juga adalah mengalihkan pandangannya dari Herisman, tapi nggak bisa, kerena kedua mata Herisman itu seperti menguncinya untuk tetap menatap mata cowo' itu.


“Percaya sama aku Des, cuma kamu cewe' yang ku mau yang selalu ada buat aku.” ucap Herisman, akhirnya Dessy mengeluarkan sebuah senyuman untuk Herisman, senyum itu dari hati.


“Aku akan percaya sama kamu Ris, aku akan coba buka hatiku untuk bisa terima kamu lagi, tapi tolong jangan kamu ulangi lagi kesalahanmu itu.” jawab Dessy penuh keraguan.


“Bener Des?” Herisman girang. Dessy membalas dengan anggukkan dan senyuman. “Makasih sayang...” kata Herisman lagi.


“Satu lagi, jangan bilang kalo aku dan kamu balikkan lagi sama Rita! ” amanat Dessy, Herisman mengacungkan kedua ibu jarinya, tak lama Rita pun datang dan bergabung kembali pada mereka.


“Kalian kenapa?” tanya Rita lalu duduk di kursinya.


“Nggak papa kok Ta.” Sahut Herisman.


"Hmmm... Begitu ya Des!" Rita curiga.


"Iya, serius Ta!" Balas Dessy.


“Gue kasian sama Kak Ilham, kalo gue jadi dia mending di putusin dari pada di duain!” kata Rita berbisik pada Dessy, menusuk ke lubuk hati, selama ini Dessy tidak pernah memikirkan sampai kearah sana.

__ADS_1


__ADS_2