
Suara dentuman bel terdengar nyaring berbunyi di sudut sekolah. Seluruh siswa siswi Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi berhamburan keluar kelas. kebiasaan anak-anak yang selalu menantikan bel pulang berbunyi dengan cepatnya karena pelajaran terakhir yang membuat seluruh siswa siswi Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi terserang rasa kantuk yang hebat, apa lagi yang terkena dinas malam rasanya menjadi ingin segera ke singgasana ternikmat yaitu tidur di asrama.
Di saat seluruh siswa siswi sedang berebut untuk keluar kelas setelah guru yang mengajar di kelas mereka keluar kelas, ada ke empat siswi yang malah memilih untuk duduk di depan kelas mereka, sepertinya mereka sedang menunggu sesuatu. Dan sepertinya memang begitu, karena mereka duduk menghadap kearah lapangan basket.
"Sebel gue lama-lama. Ilham makin lama makin ngeselin. Lebih mentingin basket dan OSIS daripada gue. Masa iya gue harus saingan buat dapetin perhatian Ilham sama bola basket." Keluh seorang cewe' yang sedang duduk bersandar kepada ketiga sahabatnya.
"Setuju gue sama loe Cha. Bukan cuma loe aja yang harus saingan sama bola basket, tapi gue juga musti ikut bersaing." Sahut seorang cewe' manis dengan rambut kuncir kudanya yang terlihat sangat serasi dengan wajahnya.
"Bener banget tuh yang dibilang Nelly. Mana Ilham nggak mau berubah demi gue lagi. Jelas-jelas dia itu ketua OSIS Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi. Masa iya ketua OSIS suka dapet surat peringatan dari guru." Keluh cewe' berdagu tirus seraya mengerucutkan bibirnya tanda ia sedang sebal dengan kekasihnya itu.
"Loe harus bisa buat cowo' loe berubah total. Ini juga demi kebaikan elo juga Cha. Gimana pun carannya elo harus bisa buat Ilham berubah." Celetuk cewe' cubby yang sedari tadi sibuk dengan buku novelnya.
"Caranya?" Tanya Rosa penuh tanda tanya.
"Elo pura-pura minta putus." Jawab gadis cubby itu singkat dengan mimik muka yang susah diartikan.
"Gila loe, kalo Ilham beneran nggak mau berubah dan memilih mutusin gue gimana?" Ucap cewe' berdagu tirus yang ternyata Rosa kekasih Ilham.
"Bener juga ya...! Iya Kalo misalkan Ilham mau berubah itu emang yang elo harepin, tapi kalo tiba-tiba dia bilang ‘Oh jadi itu mau elo, oke kita putus. Gue nggak akan gangguin elo lagi.’ Gimana?" Ucap cewe' yang ternyata bernama Ririn teman seasrama dengan Rosa seraya mengikuti gaya bicara kekasihnya yang terdengar sangat lucu pada saat dirinya mengatakannya.
"Lucu banget Rin gaya bicara loe. emang Ilham kalo ngomong gitu yah. Hahaha...! Alay banget deh." Komentar Ranti yang mendengar penuturan sahabatnya. "Tapi gue setuju sih sama Ocha. Kalo emang Ilham beneran ngomong kaya gitu gimana?" Tambahnya.
"Iya bener." Pekik kekasih Ilham ini.
"Mmmm, elo ngomongnya pelan-pelan aja. Seiring berjalannya waktu kita sekalian selidikan Ilham beneran sayang nfgak sama elo. Atau kalo nggak kita pastiin dengan pura-pura ngomong gitu. Jawaban dia apa dulu. Kalo dia biasa aja berarti dia emang bakalan lebih memilih kebiasaan buruknya itu dari pada elo. Tapi kalo dia ngerespon berarti dia takut putus sama elo, Cha." Jelas cewe' bernama Nelly itu.
"Ya... Ya... Ya...! Gue setuju sama loe Nel, gimana menurut loe berdua?" Tanya Rosa pada Ririn dan Ranti.
"Gue sih oke oke aja. Asal nggak membahayakan hubungin elo aja sama Ilham." Respon Ririn yang ternyata menyetujui ucapan Nelly.
"Oke, gue juga setuju, mulai kapan nie elo menjalankan misi Cha, biar kita bantu?" Tanya Ranti pada semua sahabatnya yang membuat sahabatnya berfikir.
"Misi apa?" Tiba-tiba terdengar suara menyeletuk dari samping mereka. Tanpa mereka sadari Ilham sudah berada di samping mereka. Tetapi sepertinya Ilham tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan karena baru datang.
"Eh, emmm itu." Jawab Nelly gugup.
"Itu apa? Lagi pada ngomongin apaan sich?" Tanya Jhon yang sekarang sedang merangkul Nelly dan duduk disebelahnya. Karena Nelly dan Ranti berada di samping duduknya. Sedangkan Ririn dan Rosa berada di tengah sehingga Ilham duduk disebelah Rosa.
__ADS_1
"Lagi ngomongin misi kita buat bikin kelas jadi bagus. Iya. Nyiapin dekorasi kelas gitu deh." Jawab Ranti cepat tapi dari cara bicarannya masih terlihat gugup.
"Nyiapin dekorasi kelas? Perasaan perlombaan menghias kelas itu masih lama deh. Kenapa udah pada sibuk dekorasi kelas?" Tanya Jhon heran dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Ehmm... itu, buat… buat persiapan aja, ya kaya gitu deh pokoknya. Latihannya udah selesai? Pulang ke asrama yuk, gue capek banget hari ini." Ucap Rosa yang sepertinya mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin Ilham terus mendesak dan akhirnya memang sudah berhenti menanyakan hal itu kepadanya.
"Ya udah, guys gue pulang duluan aja yah. Gue juga capek banget hari ini. Mau tidur." Ucap Jhon seraya menggenggam tangan Nelly dan akan berlalu setelah mendapat anggukan dari yang lain.
"Gue juga deh. Katannya elo mau ke perpustakaan?" Tanya Ririn kepada Ranti seraya merangkulnya, mengajak Ranti agar segera berdiri dan pergi dari tempat itu.
"Iyah. Jadilah Rin?" Tanya Ranti balik.
"Jadi dong. Gimana? Mau nggak? Kalo nggak mau ya udah kita pulang ke asrama aja?" Tanya Ririn balik.
"Jadi dong...! Gue mau cari buku Praktek Perawatan Penyakit Dalam Jilid Dua, katanya ada buku baru yang di terbitin tahun ini. Gie belum pernah lihat apa lagi bacanya. Anterin yah Rin. Ya... Ya... Ya...?" Pinta Ranti.
"Iya. Ya udah guys gue duluan yah. Bye... Bye...!" Pamit Ririn dan Ranti seraya bergegas menuju ke tempat yang ingin mereka tuju dan berlalu dari sana.
"He... Loe mau pulang juga nggak Ilham?" Tanya Ririn yang menyadari Ilham pun beranjak pergi bersama rosa dan beranjak dari duduknya.
"Iya lah. loe pikir gue mau nginep di kelas sini?" Jawab Ilham nyolot.
"Loe nggak denger tadi. Jelas-jelas sekolah kita ngelarang team kita buat ikut lomba itu. Alasannya nggak jelas banget lagi. Gimana gue nggak badmood coba." Jawab Ilham kesal.
"Ada apa sih?" Tanya Rosa tiba-tiba setelah dirinya sedari tadi hanya menjadi pendengar setia mendengarkan percakapan kekasihnya dan Jhon itu disertai anggukan dari Nelly.
"Nggak apa-apa Cha, tenang ajah. Baik kok semuanya." Jawab Jhon sedikit berbohong.
"Ya udah lah. gue pulang dulu yah. Yuk Ham. Bye." Pamit Jhon menggenggam tangan Nelly dan menariknya.
"Ada apa sih Jhon? Ada yang loe sembunyiin ya dari gue. kenapa tadi Ilham bilang sekolah nggak ngijinin team kalian ikut pertandingan basket antar kota?" Tanya Nelly penasaran.
"Nanti aja aku ceritain. Udah sore, mending gue sekarang anterin elo pulang ke asrama aja yuk." Ajak Jhon.
"Iya...!" Jawab Nelly seraya mengangguk-anggukan kepalannya dan membalas genggaman tangan Jhon.
***
__ADS_1
Hanya terdengar suara berisik yang terdengar di luar mobil, apa lagi kalau bukan suara kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Sementara di luar mobil terdengar suara berisik, suara di dalam mobil bis Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi yang mengantar anak-anak siswa dan siswi praktek lapangan di Rumah Sakit Jendral HM Ryacudu Kotabumi justru kebalikannya. Hanya suasana hening dan sepi menyelimuti kedua insan ini di salah satu kursi yang saling bersebelahan. Entah mengapa mereka seperti itu. Sebenarnya cewe' yang duduk disebelah cowo' yang sedari tadi diam dan berkonsentrasi untuk melihat dengan pandangan kedepan mobil bis itu ingin sekali bertanya kepadannya. Tetapi melihat keadaan kekasihnya yang sepertinya sedang bad mood cewe' ini mengurungkan niatnya.
Setelah beberapa jam di perjalanan karena bis terjebak macet dengan keadaan yang tidak pernah bisa mengontrol para kemudi untuk bersabar dan selalu ingin menang akhirnya bis yang membawa anak-anak siswa siswi praktek lapangan itu yang di antaranya mereka berdua sampai di sebuah bangunan yang sangat megah bercat putih itulah Rumah Sakit Jendral HM Ryacudu Kotabumi.
Setelah beberapa menit mereka hanya duduk di dalam mobil tanpa ada yang berniat keluar dari mobil bis itu, cowo' yang duduk di kursi bersama si cewe' akhirnya membuka suara.
"Udah sampai di Rumah Sakit Jendral HM Ryacudu Kotabumi. Kenapa nggak turun?" Tanya Ilham, sang cowo' itu tetapi dengan posisi masih tetap sama dengan sebelumnya. Yaitu menatap lurus ke depan dengan pandangan kesal.
"Nggak mau." Jawab Rosa.
Mendengar penuturan dari cewe' nya, lantas cowo' itu mengalihkan pandangannya menatap sang cewe' dengan kening berkerut.
"Kenapa?" Tanya Ilham.
"Elo dari tadi nyuekkin gue mulu, kalo lagi bad mood jangan lampiasin ke gue dong." Ucap Rosa dengan mengerucutkan bibirnya.
"Siapa yang ngelampiasin ke elo Cha? Emang gue bentak elo apa? Atau marah-marah gitu, nggak kan...?" Lanjut Ilham.
"Tapi dengan elo diem dan dingin banget waktu ngomong sama gue tuh ngebuktiin kalo elo itu ngelampiasin ke gue." Jelas Rosa kembali.
"Iya... iya maaf...! Ya udah yuk turun non. Ini udah sampai di Rumah Sakit Jendral HM Ryacudu Kotabumi lo! Ntar kakak Ruangan nyariin, udah sana!" Suruh Ilham.
"Nggak mau lama-lama ma gue lagi nie ceritanya?" Ucap Rosa ngambek. "Ya udah gue turun." Tambahnya dengan nada kesal seraya membuka pintu mobil dan menuju ke dalam Ruangan di Rumah Sakit Jendral HM Ryacudu Kotabumi.
"Eh eh tunggu. Kok marah sih Cha? Tadi gue kan nggak nggak ada maksud apa-apa lo, cuma nyuruh elo ajah. Biar kakak ruangan tempat elo praktek nggak khawatir." Jelas Ilham.
"Teman satu ruangan yang dinas dengan gue udah duluan ke ruangan jadi mereka nggak akan khawatir karena sudah tahu." Balas Rosa.
"Iya deh iya maaf. Gue salah. Ya udah jangan ngambek dong. Maafin gue ya...!" Ucap Ilham.
"Gue maafin...!" Balas Rosa singkat.
"Bener? Makasih sayang. Ya udah gue ke ruangan tempat gue praktek dulu ya!" Ucap Ilham.
"Iya. Nanti jangan lupa tunggu pulang dinasnya dan vesok jadi kan? buat jemput gue di asrama putri biar berangkat bareng ke kelasnya?" Tanya Rosa memastikan.
"Iya jadi. Nanti gue tunggu elo dan besok gue jemput elo jam setengah 7 sesuai syarat elo tadi pagi." Balas Ilham.
__ADS_1
"Oke, met temu pulang nanti ya!" Pesan Rosa.
"Siap Tuan Putri, ya udah gue ke ruangan dulu ya. Bye sayang." Pamit Ilham seraya berjalab melalu Ruangan Unit Gawat Darurat setelah mendapatkan lambaian tangan dari cewe'nya itu.