ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 57 : RAYUAN GOMBAL


__ADS_3

Permasalahan yang ada jika di hadapi secara bersama-sama pasti akan lebih mudah menemukan jalan keluarnya di bandingkan permasalahan tersebut di hadapi sendirian. Jika seseorang mempunyai masalah yang begitu besar, lebih baik berbagi kepada sahabatnya atau teman terdekatnya. Dengan begitu kita pasti merasa mempunyai harapan dan tujuan yang jelas yaitu mencari jalan keluarnya secara bersama-sama. Begitu pun masalah yang dihadapi oleh team basket Sekolah Perawat Kesehatan Kotabumi, mereka berusaha bersama-sama agar mereka bisa mendapatkan jalan keluarnya yang terbaik buat semua.


Persahabatan sebenarnya memang lebih berharga dari pada hal-hal yang paling penting di dunia ini. Dengan sahabat, kita merasa mempunyai segalanya yang kita nggak punya. Sahabat bisa menjadi teman kita, pacar kita, orang tua kita, guru kita bahkan bisa menjadi malaikat kita. Sahabat selalu ada di saat kita sedang sedih maupun senang. Namun yang di sayangkan jika kita mempunyai banyak sahabat akan tetapi mereka hanya ingin tahu dan bersama kita saat kita di dalam kesenangan saja, bahkan sedikit sekali sahabat yang sebenar-benarnya sahabat baik suka mau pun duka. Dan jika kita mendapatkan sahabat yang selalu bersama baik dalam suka mau pun duka, jangan sesekali lepaskan pegangan erat genggaman tangannya buat kita.


Ada dua insan yang sedang duduk di gedung lantai dua atas asrama sekolahnya. Kaum adam dan kaum hawa ini adalah sepasang kekasih yang ditakdirkan untuk bersama. Sudah lima bulan lebih mereka bisa menjalin hubungan ini. Walaupun ada beberapa masalah yang menyerang hubungan mereka. Tetapi dengan kasih sayang yang mereka curahkan satu sama lain, mereka bisa menghadapi masalah itu dengan mudah.


Terlihat seorang cowo' yang duduk dengan meluruskan kakinya dan disebelahnya ada sang cewe' yang sedang menyenderkan kepalannya ke bahu sang cowo' dan cowo' itu melingkarkan tangannya di bahu sang cewe'. Entah sudah berapa lama mereka dengan posisi seperti itu.


"Ada apa sih, ada masalah lagi?" Tanya Sang cowo' yang menyadari perubahan cewe'nya itu.


"Gue pengin kumpul lagi sama mamah papah, gue kangen mereka, gue iri banget setiap kali gue lihat temen-temen kecil gue saat mereka menceritakan kehidupan mereka di rumah dengan orang tuannya. Aku pengin mamah sama papah ada di samping gue Ham!" Terang Rosa, dan tanpa disadarinya air matanya mengalir dari kelopak matanya menuju ke pipinya.


"Rosa...!" Ucap Ilham, memperbaiki posisinya dengan memegang pipi Rosa dan menghapus air matanya dengan menggunakan jarinya. "Elo denger gue. mamah sama papah elo tuh melepas elo di asrama ini pasti punya maksud dan tujuan yang tentunya terbaik buat elo, gue yakin orang tua elo tidak akan dengan sengaja membuat anaknya menderita jika tidak ada maksud baik di dalam tujuan mereka itu." Terang Ilham menenangkan kekasihnya.


"Makasih yah Ham, elo baik banget sama gue." Ucap Rosa memeluk kekasihnya itu.


"Iya sayang!" Balas Ilham, membelai rambut Rosa lembut. "Jangan sedih lagi yah. Gue selalu ada buat elo." Lanjut Ilham.


"Makasih. Gue sayang dan cinta banget sama elo." Ucap Rosa lirih.


"Gue juga. Gimana kalau nanti malam gue ngajakkin elo buat jalan-jalan di taman belakang asrama. sekalian kita ngobrol dan bersama disana? Sampai waktu apel malam tiba, gimana?" Tawar Ilham.


"Mau. Makasih yah Ham. Elo paling bisa bikin gue ceria lagi deh." Puji Rosa.

__ADS_1


"Iya dong, Ilham gitu. yang keren, cakep, ganteng, baik hati dan suka menolong. Hehehe...!" Ucap Ilham seraya menaikkan kerah bajunya.


"Iihh, PeDe elo tuh akut banget ya, dasar...!" Balas Rosa.


"Harus dong, pacarnya Rosa. Hehehe...!" Canda Ilham.


"Gue nggak punya pacar PeDe deh kayaknya, kalau elo PeDe berarti elo bukan cowo' gue. hahaha...!" Bales Rosa membalas candaan Ilham.


"Rese banget sih. Apapun keadaan dan sifat gue, elo harus mau dong nganggep gue pacar elo, masa cuma baiknya aja kalo lagi di anggep." Keluh Ilham.


"Iya iya, tadi gue cuma bercanda kok. Elo tetep jadi pacar gue, apa pun keadaan elo dan sifat elo. Karena gue itu sayang dan tulus cinta sama elo karena elo yang apa adanya." Jelas Rosa.


"Nah, gitu dong. Ini baru pacar Ilham." Ucap Ilham seraya mencolek hidung Rosa.


"Siap Non...!" Jawab Ilham.


***


Malam ini cuacanya natural seperti hari biasanya. Entah mengapa, keadaan alam malam ini begitu romantis, banyak suara burung di atas langit bersahut-sahutan membentuk suara yang sangat indah dan terdengar sangat merdu. Sepertinya malam ini menyambut sepasang insan yang sedang berbahagia dan begitu mesra.


Seorang cowo' sedang berdiri di sebuah taman yang terletak di belakang asrama dengan membawa bunga mawar berwarna merah di tangan kanannya. Cowo' ini menggunakan baju kaos berkerah, cukup rapih dengan pasangan celana hitam serta rambut yang tersisin rapih, cukup terlihat keren!.


Beberapa saat kemudian, seorang cewe' keluar dari asrama putri A dengan menggunakan pakaian menggunakan dres selutut berwarna ungu dan dengan menggunakan rok berwarna senada serta rambutnya yang dibiarkan tergerai indah dengan dilengkapi jepit rambut berwarna hitam.

__ADS_1


Kemudian sang cowo' menyambut kedatangan cewe' itu dengan rasa kagum dan senyum yang menawan dan mempersilahkan sang cewe' untuk duduk di sebuah kursi taman di bawah sebatang pohon yang cukup rindang daunnya membuat suasana malam itu tambah menggoda.


"Elo cantik banget malam ini." Puji sang cowo' tulus.


"Makasih, tapi gue nggak akan kemakan sama rayuan gombal elo lagi." Respon sang cewe'.


"Ihhh Cha, muji balik kek, malah ngomong gitu, nggak asyik nie." Ucap sang cowo' kepada Rosa kekasihnya.


"Oh, jadi pengin dipuji, oke. Elo juga ganteng kok, tapi biasa aja kaya biasanya." Ucap Rosa, dan ucapan Rosa yang terakhir membuat sang cowo' mengerucutkan bibirnya.


"Hahaha...! Bercanda Ilham tersayang, elo itu tetep ganteng kok, dan malam ini harus gue akuin kalo elo ituh jauh lebih ganteng dari biasanya." Puji Rosa yang membuat kekasihnya, Ilham tersenyum lebar.


"Nah gitu dong, itu baru pujian. Hahaha...! Baru nyadar ya? kalo gue itu amat sangat ganteng." Ucap Ilham dengan yakinnya.


"Huh, ini nie yang gue nggak suka habis muji elo. Jadinya kumat. Gue nanti harus bikin ramuan supaya elo bisa berhenti memuji diri sendiri terus." Balas Rosa menggoda.


"Emang ada ramuannya?" Tanya Rosa heran.


"Ada dong, nanti gue mau bikin. Dan elo wajib minum." Jawab Rosa.


"Emang rasanya apaan?" Tanya Ilham lagi.


"Ihhh, elo tuh. Kenapa jadi bego' gini deh. Gue kan cuma bercanda, di tanggepinya serius banget. Emang elo mau minum ramuan begituan?" Kesal Rosa.

__ADS_1


"Ya nggak lah, gue kira tadi elo beneran...!" Ucap Ilham tersenyum bahagia.


__ADS_2