
Sepi adalah satu-satunya cara untuk menikmati lara. Bebas menangis dengan cara yang diinginkan, bebas berteriak dan meluapkan segenap rasa yang sekian lamanya dibiarkan terpendam dalam kebisuan dalam prinsif sesuka hati pada diri sendiri. Sepi adalah bayangan yang tak bersosok dan tidak akan pernah berwujud. Yang tak pernah meninggalkan saat yang lain menjauh walau pun dalam keadaan bagaimana pun dan seperti apapun. Saat semua berpaling, saat tidak menemukan seseorang pun disisi atau bahkan saat seseorang tidak ada yang merindu. Hanya sepi yang tidak pernah berganti, memendam perih hingga kini. Tidak ada yang berubah pada diri, masih yang ada diantara sunyi dan kepingan-kepingannya sepi. Masih sebagai nama yang terukir di relung hati. Di dunia ini hanya sebatas abjad yang dibuat menjadi cerita indah dan menjadi imajinasi naluri tanpa logika dalam menggapai sebuah mimpi yang kadang datang terlambat. Lalu selalu menganalogikan sifat lewat bintang lipat, saat bintangnya sedikit lebih besar dan saat bintangnya sedikit mengecil.
Alasannya???
Entahlah hanya berfikir bahwa setiap bintang itu akan selalu menyimpan kenangan.
Ah itu hanya cerita singkat kehidupan di Asrama, masih banyak rangkaian cerita yang tidak bakal habis kalau diceritakan ulang. Untuk asrama saat mungkin kondisinya sudah sangat berbeda jauh dengan jaman dulu, baik kondisi maupun situasinya dan mungkin sudah tidak ada lagi kekerasan dan intimidasi, semoga lebih nyaman pastinya.
Tapi pengalaman dan kehidupan saat di asrama yang keras Alhamdulillah sangat dirahasiakan manfaatnya setelah dewasa, kita jadi tahan banting, tahan deraian intimidasi dari orang-orang di sekeliling kita terhadap segala masalah, tidak cepat cengeng atau pun galau, terimakasih asrama ku telah membuat ku menjadi manusia yang kuat dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Dari asrama banyak lahir orang orang hebat...!!! Di dalam kerasnya kehidupan yang semakin hari semakin menjadi dengan ke angkara dan ambisi tanpa hati, tidak ada kepercayaan yang utuh untuk di percayakan kepada orang lain karena dengan segala sisi mencapai untung dan rugi segala kepercayaan itu akan terkikis dan menjadi sebuah bumerang untuk diri sendiri.
Apa tidak sebaiknya tahun ini di awali dengan rasa saling mengerti dan menghargai, sehingga terjalin indah semua hubungan dengan ribuan kesan baik dan perselisihan yang semakin sedikit, tidak akan ada seseorang yang berhati putih dan bersih layaknya seperti malaikat, jika selama dia masih mengenal emosi dan ego sendiri.
Takan bisa kita hindari perselisihan, permusuhan, persaingan, dendam, salah faham, kata-kata yang menyinggung dan keburukan lainnya. Tapi kita mampu meminimalkan keberadaannya dan mengurangi jumlahnya, setidaknya dan walau pun hanya untuk satu waktu saja, waktu yang masih ada untuk semua yang menjadi penghuni asrama Sekolah Perawat Kesehatan, yang satu sama lain sudah mengisi keseharian, juga akan nantinya pasti akan berjumpa dengan sebuah perpisahan.
__ADS_1
Berpisah dengan orang yang jika melihat wajahnya saja darah sudah mendidih, mulut di gembok tanpa kunci yang tidak tahu keberadaannya dan di pagar untuk tidak keluar berbagai macam makian dari sarangnya. Dan walaupun nyatanya sang pembuat onar adalah sebuah ujian melatih kesabaran yang telah memberi pelajaran yang sangat barharga.
Karena nanti ketika harus menghadapi dunia luar, yang menuntut menjadi seorang yang matang, dengan hal itu segala langkah kaki akan menemukan berbagai macam dan berhadapan dengan berbagai karakter yang berbeda-beda, bahkan mungkin saja lebih menjengkelkan dari orang yang di benci saat sekarang. Dan benar-benar tidak mudah untuk menaklukan serangan pasangan Emosi dan Ego dalam ciri khasnya menghancurkan serpihan hati yang coba bangkit namun tetap di tekan agar perlahan saja.
Tapi ingat!
Kelas pembelajaran yang waktunya tinggal sedikit memberikan "try out" untuk melatih diri.
Apakah tidak lebih baik untuk menanti berpisah dengan perasaan haru tanpa dendam?
Tapi sebaliknya, ketika selesai dan merasakan kepuasan yang lebih bermakna dan berharga, lalu merasa puas dengan pelajaran hidup yang di dapat, puas karena bisa mengenal orang lain yang bisa menjadi keluarga, puas telah berhasil menjalin hubungan baik dengan berbagai karakter yang beraneka ragam tanpa adanya persamaan yang jelas dan puas dengan segala pengalaman yang akan menjadi sebuah memory masa-masa yang nanti akan membuat buaian hati merindu.
Beberapa detik, menit dan jam tidak akan terasa lama lagi dengan segala kegiatan yang ada. Suatu kesibukan untuk menyelesaikan tugas terakhir dan semua akan sibuk dengan tanggung jawab masing-masing dan saat itu tidak akan pernah lagi di rasakan sebuah kepanikan yang terjadi di asrama.
Tidak di rasakan lagi sebuah tempat tinggal yang di setiap sisinya selalu berpenghuni, tak ada namanya kesendirian, tidak ada lagi prinsip makananmu dan makananku, makananku dan makananmu. Tidak akan merasakan lagi suasana mandi yang serasa mandi di kali beramai-ramai walau dengan guyuran air yang minimal sekali walau kedengaran dari jauh seperti suara pasar yang ditengah hujan deras.
__ADS_1
Wajah-wajah yang kita hafal mati bentuk nya, karena di setiap waktu selalu melihat wajah yang sama sampai-sampai yang sering muncul di mimpi wajah itu-itu juga.
Itulah kisah di setiap tahun yang dihabiskan dalam kebersamaan dan di tempat yang sama. Jika dulu orang tua kita bertanya sanggupkah kita bertahan untuk menjalani pembelajaran ini sampai tuntas? Pertanyaan itu akan terjawab sebentar lagi. Dan satu hal yang harus dilakukan untuk kesempatan terakhir yang menetukan perjuangan, menjaga diri untuk tetap ingat pesan mereka dan menyelesaikan tugas sesuai waktu.
Tak ada yang tau apa yang dapat diraih nanti, sebuah kesuksesan tidak di jamin dari indeks prestasi yang tinggi, tidak dengan dia yang mampu bicara dengan lancar di depan kelas. Semua akan menjadi tenaga kesehatan yang sukses, jika mau. Mau berusaha, mau meninggalkan kata malas dan menyerah, mau untuk belajar, mau untuk bertanggung jawab, mau untuk terus berdo'a dan yakin.
Dan itu yang bisa menjamin untuk menghadirkan kesuksesan dalam hati dan diri sendiri.
Dan setelah itu, terjawablah semua pertanyaan di hati meraka, orang-orang yang terus menyimpan harapan. Semua akan terjawab sebentar lagi dan diri sendirilah yang berperan untuk menjawab pertanyaan hati mereka.
Apa kita sudah siap?
Apa tidak sebaiknya, semua saling mendukung, memberi semangat, saling membantu, saling mengingatkan kelalaian. Agar semua beban terasa lebih ringan dan tali persaudaraan lebih terasa semakin erat merekat dalam hati.
Semoga apa yang di simpulkan di sini bermanfaat untuk semua dan semua bisa menyelesaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya dan bisa mendapatkan kesuksesan sampai saatnya kelak waktunya kita pulang pada Yang Maha Punya Kuasa.
__ADS_1
"TAMAT"