ASRAMA TANPA WADAH

ASRAMA TANPA WADAH
BAB 36 : RATU SEKOLAH


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, mengakibatkan seluruh siswa siswi Sekolah Perawat Kesehatan kelihatan bersemangat untuk menjalani kegiatan rutinnya sebagai seorang pelajar. Tapi sejak ada seorang siswi yang menjadi ratu di Sekolah Perawat Kesehatan  yang merupakan anak dari pemilik sekolah mengakibatkan semua murid tunduk kepadannya. Sebut saja namanya Vina Maharani. Anak dari pemilik Sekolah Perawat Kesehatan yang juga merupakan keluarga terpandang di daerahnya.


Cewe’ ini mempunyai sifat yang sombong, angkuh, sok dan seenaknya kepada seluruh siswa yang membuat masalah kepadannya Vina mempunya paras yang cantik, anggun, manis, tinggi, langsing dan perfect karena dia anak seorang keluarga terpandang. Inilah yang membuat cewe’ ini menjadi sombong dan angkuh. Dia memiliki anak buah yang merupakan teman-teman dan kakak kelasnya sendiri.


Pagi itu Vina berjalan dengan sombongnya di koridor sekolah. Banyak kaum adam yang tergila gila padanya, mengakibatkan cewe’ ini menjadi suka gonta ganti pacar. Pada saat itu cewe’ ini sedang berjalan di tengah jalan, karena dia mengira tidak ada siswa yang akan mencari ribut padannya dengan melewati langkah Vina atau menabrak dirinya, tetapi itu hanya menurutnya, nyatanya tidak.


Ada seorang siswa yang berjalan dengan biasa dan di pinggir jalan bertolak belakang dengan langkah Vina. Tetapi cewe’ ini tidak mau minggir ataupun menepi, dia tetap berjalan di tengah seolah olah itu jalan khusus untuk dirinya.


Siswa itupun menabrak dirinya sampai terjatuh.


“Addduuuuhhh.” Pekik Vina “Loe gimana sih kalau jalan, nggak punya mata yah.” Lanjutnya.


Tidak ada jawaban dari empunya. Dia tetap santai seolah-olah tidak ada sesuatu yang terjadi padanya. Siswa ini dengan santainya memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya dan memasang mimik muka yang datar dan membuang muka tidak menatap cewe’ itu.


“Heh, loe Bisu yah. Gue Tanya yah sama loe. Ihhhh, loe tuh rese banget sih. Minta maaf kek, gak punya mulut loe.” Bentak Vina geram melihat siswa dihadapannya yang tidak bergeming.


“Gue punya mulut, tapi gue gak mau minta maaf sama loe.” Ujar siswa itu dengan cuek.


“Heh, loe tuh yang salah, loe minta maaf kek sama gue. Loe yang nabrak gue juga, loe gak tahu siapa gue hah ??? Loe bakalan nyesel udah berurusan sama gue.” Bentak Vina dengan sombongnya.


Sedangkan seluruh siswa siswi yang sedari tadi menonton adegan itu hanya bisa meringis dan ada juga yang menggigit bibirnya dengan suasana yang semakin tegang. Sepertinya siswa yang menabrak ratu sekolahnya itu tidak tahu siapa cewe’ yang dia tabrak tadi.


“Gue itu nggak tahu siapa loe, makannya gue nggak mau berurusan sama loe, Permisi.” Jawab siswa itu seraya melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi.


“Heh, berhenti loe. loe tuh tuli yah, gue tadi minta loe supaya loe minta maaf sama gue. Rese banget sih loe jadi cowo’.” Teriak Vina seraya memasang muka sebal karena cowo’ itu tetap melanjutkan jalannya.


“Rese, tuh cowo’ siapa sih, berani banget dia kaya gitu sama gue. Lihat aja, gue bakal bales loe ntar.” Gumam Vina sebal dan memasang muka garang.


Sedangkan siswa itu tetap dengan santai melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya. Entah berapa pasang mata yang melihat dirinya dengan pandangan yang berbeda. Siswa ini pun langsung duduk di bangkunya yang berada paling pinggir ketiga dari ujung. Sahabatnya yang berada di sebelahnya memasang muka bertanya melihat dirinya memasuki kelas dengan tampang yang tidak bisa di artikan.


“Kenapa loe ??? Biasa aja kali natap gue nya.” Tanya cowo’ itu kepada sahabatnya yang berada di sebelah.


“Loe yang kenapa. Nyari masalah nggak lihat orangnya dulu.” Jawab sahabatnya itu.


“Addduhhh Jhon Aryadi. Jujur yah. Gue nggak ngerti sama yang loe omongin.” Ucap cowo’ itu kepada sahabatnya.


“Denger yah Ilham Alfarizi yang nyebelinya minta ampun. Gue itu ….” Ujar sahabatnya yang bernama Jhon itu.


“Rese loe. nyebelinya juga loe kali. Nggak usah nyindir deh, sendirinya juga lebih nyebelin dari pada gue.” Jawab cowo’ itu yang ternyata bernama Ilham Alfarizi atau yang biasa disapa Ilham Ketua OSIS Sekolah Perawat Kesehatan.


“Iya iya. Santai sob. Hehehe. Lagian gue bener-bener bingung sama loe. loe kok berani-beraninya nyari masalah sama Queen in Sekolah Perawat Kesehatan ini. Loe nggak tahu siapa dia ??? Aduh Ilham, loe tahu nggak sih. Hidup loe bakalan nggak nyaman selama loe berurusan sama dia. mendingan loe minta maaf sama dia deh. Dari pada dia ngerjain loe mulu.” Cerocos Jhon.


“Woy, kaya cewe’ loe. cerewet banget. Ngomong aja nggak ada titik koma. Gue itu emang nggak tahu siapa dia. Ok.” Komentar Ilham menjawab keterangan Jhon tadi.


“Hey Ilham yang nggak gaul. Loe tuh berapa lama sih disini masa iya jadi orang kuper banget. Orang seeksis dia aja loe nggak tahu ??? Ckckck, loe dengerin gue yah. Dia itu namanya Vina Maharani dan dia itu anak pemilik sekolah juga. Banyak kaum adam yang suka sama dia. dan Loe nggak tahu siapa dia ??? Gila loe, seorang Ilham gitu, seorang ketua OSIS di Sekolah Perawat Kesehatan nggak tahu siapa Vina. Ckckck.” Decak Jhon lebay.


“Lebay banget sih loe jadi cowo’. Biasa aja dong. Gue emang nggak tau siapa dia dan gue sengaja nggak pengen tahu siapa dia, loe bilang apa tadi. Banyak kaum adam yang suka sama dia ??? Maksud loe, loe juga termasuk gitu di dalamnya.” Balas ILlham.


“Hehehe . Iyah. Gue udah lama naksir Vina. Tapi kayaknya dia nggak suka sama gue.” Keluh Jhon.


“Kok gitu ??? Kenapa bilang gitu. loe kan belum mencoba buat ngedeketin dia ???” Tanya Ilham heran.


“Gue udah nyoba buat ngedeketin dia, tapi dia nolak gue mentah-mentah. Padahal gue suka sama dia.” Jawab Jhon sambil cengengesan.


“Apa ??? Kok loe gak cerita sama gue ???” balas Ilham.


“Hehehe . Peace bro. gue kan nggak enak cerita sama loe. masa gue di tolak cinta cerita sama loe. yang ada loe malah ngakak lagi denger gue di tolak Vina.” Terang Jhon.


“Hahaha . Gue emang bakalan ngakak denger cerita loe. kasihan banget sih loe. ceritain dong. Di tolaknya gimana.” Ngakak Ilham.


“Rese loe, ya udah deh gue ceritain, jadi gini ………..”


***


Cerita Jhon Mulai.


Seorang cowo’ yang sedang mengejar seorang cewe’ yang sudah jalan sedari tadi. Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Dan kebanyakan anak-anak Sekolah Perawat Kesehatan sudah pada pulang ke asrama masing-masing. Hanya beberapa anak yang masih berada di kelas. Termasuk dua makhluk insan manusia ini.


“Vina, tungguin gue dong. Gue pengin ngomong sama loe. penting !!!” Ucap cowo’ itu menjajarkan langkahnya dengan Vina yang tengah berada di koridor sekolah menunggu temannya pulang dari kantin asrama.


“Aduh, loe tuh siapa sih, ngikutin gue mulu dari tadi. Gue risih tahu nggak sih. Kalau mau kenalan ntar aja. Gue mau balik kle asrama sekarang.” Keluh Vina.


“Gue bukan mau kenalan sama loe. tapi gue pengin ngungkapin perasaan gue aja sama loe.” Balas cowo’ itu.


“Gak usah basa-basi. Gue lebih suka sama orang yang to the point.” Jawab Vina cuek.


“Iyah, Gue Cuma mau bilang, kalau gue itu suka sama loe, gue cinta sama loe dan gue mau loe jadi cewe gue.” Ujar cowo’ itu gugup.


“Apa ???. Loe tahu, gue itu nggak kenal sama loe. gue tahu nama loe aja gak. Dan loe sama sekali nggak nunjukkin kalau loe suka sama gue.” Ujar Vina kaget.


“Nama gue Jhon Aryadi. Gue anak semester empat kakak kelas elo.” Ujar Jhon.


“What ??? dengan gaya nembak loe yang kaya gini. Loe tuh gak pernah nembak cewe’ yah. Nyiapin tempat yang romantis kek, bawa bunga yang bagus kek, ngajak gue jalan-jalan kek. Loe cuma bilang loe suka sama gue ??? Ckckck, baru kali ini gue di tembak cowo’ dengan cara kaya gini.” Ucap Vina dengan setengah membentak.


“Sorry, gue emang bukan cowo’ romantis. Loe sekarang tinggal jawab, mau terima gue apa gak.” Tanya Jhon dengan yakinnya.


“Jawaban gue adalah NGGAK, gue nggak mau jadi cewe’ loe. kalau loe mau nembak cewe’ itu pendekatan dulu, dan belajar cara nembak cewe’ yang bener, ngerti loe. udah yah. Gue udah di tunggu kawan-kawan gue.” Ujar Vina seraya beranjak kembali berjalan menyusul kawan-kawanya balik ke asrama.


Cerita Jhon Selesai.


***


“Bwahahahaha.” Ngakak Ilham dengan parahnya.


“Rese loe, bukanya ikut sedih atau gimana malah ngetawain gue.” Ujar Jhon manyun.


“Hahaha . Habis loe juga bego, cara nembak loe itu ancur banget. Pantes aja loe di tolak, secara dia aja baru ketemu loe hari itu, mana nggak ngasih apa-apa lagi. Loe beneran belum pernah nembak cewe’ ??? Bukannya mantan loe itu ada 3 yah. Hahahaha .” Ujar Ilham masih ngakak parah.


“Rese loe, gue itu Cuma ……” ucap Jhon, tiba-tiba…!!!


“Ilham.” Panggil seseorang yang mengakibatkan ucapan Jhon terputus.

__ADS_1


“Hay Cha, ada apaan?.” Jawab Ilham setelah melihat siapa yang datang.


“Huhuhu. Pacaran mulu. Nggak tahu kalau disini ada yang lagi galau apa.” Sungut Jhon manyun.


“Pacaran… Pacaran…!, asal mangap aja nih anak, muka loe ancur banget Jhon. Lagian loe galau mulu deh. Kenapa sih Jhon muka elo nggak bersahabat banget.” Ujar cewe’ itu.


“Rese loe. Denger yah Rosa gue itu lagi galau tahu. Bukan lagi nggak bersahabat. Udah ah, gue cabut, jadi kacang gue disini. Huh.” Ujar Jhon seraya beranjak dari duduknya dan keluar kelas.


“Ihhh, ngambek lagi. Kenapa sih aneh banget Jhon, Ham.” Ujar Rosa.


“Nggak tahu Cha, kamu ngapain kesini ??? Tumben banget. Sini duduk” Tanya Ilham pada sahabatnya itu.


“Gue lagi BeTe banget di kelas, lagian elo juga sih, kenapa nggak masuk ke kelas???” Tanya Rosa sedikit manja seraya menatap Ilham.


“Maaf Cha, gue lagi masih ada problem. BeTe kenapa ??? Nggak sama Nelly??” Tanya Ilham.


“Dia lagi ngobrol sama Roni, aku jadi kacang kan. Nyebelin gak sih.” Ucap Rosa manyun.


“Hahaha. Nggak usah manyun gitu dong, cantiknya kan jadi ilang.” Gombal Ilham.


“Ihhh, gombal banget sih, He gue denger elo dah putus ma Dessy ya Ham.” Ucap Rosa manja.


“Ooooh itu, biasa la Cha masalah hati emang begitu!” jawab Ilham santai.


“Cha, Sorry gue tinggal dulu ada rapat OSIS buat ngadain acara music nanti, Nggak apa-apakan???” ucap Ilham.


“Iyah. Gak papa kok. Gue juga dah mau balik ke asrama ini!” Jawab Rosa seraya tersenyum manis.


***


“Ada apa bos.” Ujar seorang cowo’ yang merupakan salah satu anak buah ratu Sekolah Perawat Kesehatan.


“Gue mau loe bertiga ngerjain cowo’ tadi yang nabrak gue.” Jawab Vina seraya melipat tangannya di dada dan menyeringai tajam.


“Maksud bos si Ilham???” Tanya anak buah yang lain.


"Ooooh namanya Ilham, kok kalian pada kenal?" Tanya Vina.


“Dia ketua OSIS Sekolah Perawat Kesehatan ini kan bos, masa bos nggak tahu?” jawab salah seorang cowo’ yang sedikit ragu menjawab.


“What? Ooooh itu yang namanya Ilham?” Vina rada kaget.


“Mau di apakan bos dianya.” Tanya anak buah yang lain.


“Lakuin sesuka kalian, bikin dia nyerah. Bikin dia nyesek udah berurusan sama gue. Tapi ingat jangan sampe dia tahu kalau gue yang suruh!” ucap Vina terlanjur sudah kasih komando nggak enak untuk di tarik kembali ucapannya.


“Tapi bos kawan-kawannya banyak!” anak buah Vina tampak ragu.


“Jadi kalian takut ma dia?” Tanya Vina.


“Bukan begitu bos, tapi…. Baik bos, kami akan melakukan apa yang di perintah bos.” Jawab anak buah Vina tampak masih dalam keraguan.


“Bagus, kerjakan setelah sekolah sepi dan bikin dia babak belur.” Ucap Vina sadis.


Kebetulan ketiga anak buah Vina ini kakak kelasnya Ilham dan mau nggak mau berani dengan posisi Ilham saat ini sebagai adik kelasnya.


Rapat telah selesai dan seluruh anggota OSIS Sekolah Perawat Kesehatan telah membubarkan dirinya. Tinggal ketua dan wakilnya yang masih berada di ruangan itu. Mereka masih asyik membereskan berkas berkas yang tadi digunakan untuk rapat.


“Bro, udah selesai nie, gue cabut dulu yah.” Pamit Ali Mat Hasan kepada Ilham yang masih asyik membereskan peralatannya.


“Sipt, hati-hati yah bro.” Pesan Ilham tanpa mengalihkan pandangannya.


Setelah selesai membereskan berkas dan mengerjakan documents, Ilham langsung keluar ruangan setelah berhasil menutup pintu dan menguncinya.


Tapi baru beberapa saat, beberapa orang yang langsung menarik lengannya dan langsung menghajar dirinya sampai tersungkur di tanah.


“Heh, loe bertiga apa-apaan sih!. Ngapain mukul gue.” Tanya Ilham sembari memegang bawah bibirnya yang robek dan berdarah akibat pukulan yang terlalu keras.


“Loe udah nyari masalah sama Bos gue, dan loe harus nerima akibatnya. Akibat dari loe yang udah bikin bos gue malu setengah mati. Dan sekarang loe harus terima akibatnya …. Buk.” Salah satu dari ketiga cowo’ itu memberikan pukulan ke Ilham lagi.


Pukulan melayang lagi di perut Ilham tanpa Ilham yang bisa melawan pukulan-pukulan itu dan membuat Ilham kembali tersungkur ke tanah seraya memegangi perutnya yang sakit banget.


Karena merasa sakit di bibir dan perutnya, Ilham beranjak berdiri dan langsung menatap ketiga kakak kelasnya itu dengan wajah teramat kesal. Dan dengan satu hentakan pria ini memukul ketiga kakak kelasnya sampai tersungkur secara bersamaan.


Sedangkan ketiga orang itu merasa tidak terima sudah dikalahkan oleh pria itu langsung berdiri, dan dua orang langsung memegang lengan kanan kiri Ilham, sedangkan satu orang lagi berdiri di depan Ilham dengan wajah sangar dan langsung memukul perut dan wajah Ilham secara terus menerus.


Karena dipegangi oleh dua orang itu dengan sangat erat, maka Ilham pun tidak bisa apa-apa. Dia hanya pasrah tanpa bisa melawannya. Setelah beberapa detik berlalu, Ilham tersungkur dengan wajah babak belur.


“Hahaha. Rasain loe, itu akibatnya loe udah berani sama kita-kita. Pake sok sok’an ngelawan lagi loe, dan endingnya loe kalah juga, kasihan banget sih. Guys Cabut.” Ujar salah satu cowo’ itu dan langsung pergi meninggalkan Ilham yang terkapar.


“Rasain loe cowo sombong, loe udah nyari gara-gara sama gue, itu akibatnya kalau berani nyari masalah sama gue.” Ucap seseorang dari jauh melihat Rio terkapar.


***


Keesokan harinya, Vina sudah berdiri dengan cantik dan anggunnya di depan kelasnya. Setelah beberapa temannya sudah berkumpul, mereka melanjutkan berjalan menuju ruang kelas. Di sebelah lapangan, Vina melihat Ilham dengan muka babak belur.


“Guys, kalian ke ruang kelas dulu yah, gue ada urusan sebentar.” Ucap Vina.


Vina langsung berjalan kearah Ilham yang langsung di sambut dengan tatapan sinis dari empunya.


“Kenapa tuh muka, jelek banget loe. yang biasa aja udah jelek, apalagi babak belur gini, tambah jelek dah loe.” Komentar Vina dengan santainya seraya melipat tangannya di dada.


Ilham tidak menghiraukan cewe’ itu, dia malah langsung berjalan melewati cewe’ itu.


“Heh, loe emang yah. Udah gue kasih pelajaran, masih berani aja. Pelajaran yang gue kasih kemarin emang kurang ??? Kalau kurang tenang aja, gue masih bisa bikin loe lebih parah dari ini kok.” Balas Vina sedikit berteriak.


Gara-gara mendengar perkataanya yang kurang ajar itu, akhirnya Ilham membalikan tubuhnya dan menatap cewe’ sombong di hadapannya dengan sinis.


“Loe nggak punya kerjaan yah nyuruh orang buat ngehajar gue, gue itu sama sekali nggak kenal sama loe, tapi loe dengan mudahnya nyuruh orang buat ngehajar gue, Heh, emang apa salah gue sih. Loe itu siapa ??? Gue itu sama sekali gak kenal sama loe.” Balas Ilham lebih sinis.


“Hah, loe itu nggak kenal sama gue ??? Heh, semua cowo’ di sini itu pada tergila gila sama gue. Loe nggak tahu siapa gue ??? Enak banget loe ngomong, harusnya gue yang ngomong kaya gitu. loe itu sama sekali gak Eksis disini, gue yang terkenal disini.” Balas Vina sewot.

__ADS_1


“Oya ??? Semua cowo’ yah, tapi gue nggak tuh. Gue sama sekali nggak tertarik sama loe. inget tuh !!!” Ujar Ilham seraya melanjutkan jalannya yang sempat tertunda tadi.


“Heh, cowo' songong, loe sama sekali nggak tertarik sama gue??? berarti loe itu emang cowo nggak normal. Mata loe itu nggak bisa bedain mana cewe’ yang cantik mana cewe’ yang buruk rupa.” Ucap Vina dengan angkuhnya.


Langkah Rio kembali berhenti, “Justru cowo’ yang normal itu yang nggak akan tertarik sama loe, semua cowo’ yang tertarik sama loe itu nggak  ada yang normal. Mata mereka buta semua ngelihat loe.” Balas Ilham kemudian jalan lagi.


“Nyebelin.” Balas Vina kesal.


***


Bel istirahat sudah berbunyi dengan nyaring, seluruh siswa langsung beranjak keluar kelas menuju ke kantin sekolah belakang asrama dan depan asrama. Sedangkan dua orang cowo’ masih duduk manis di bangkunya.


“Gila yah tuh cewe’, maunya apa coba. Lagian loe juga sih yang salah, ngapain loe nyari gara-gara sama dia, loe udah tahu kan kalau siapa aja yang punya masalah sama dia, orang itu bakalan sial, yang cowo’ paling kayak loe gini, kalo yang cewe’ paling cuma di kunci sama dia seharian.” Terang Jhon sebal.


“Bukanya loe suka sama dia, kok malah ngejelek jelekkin sih.” Komentar Ilham gak nyambung.


“Gue udah nggak suka sama dia, gue sekarang lagi ngincer sobatnya Rosa. Hehehe.” Balas Jhon.


“Maksudnya si Nelly???” Tanya Rio kaget.


“Hehehe. Iyah bro, gue bakalan pendekatan sama dia. gue bakalan ngedeketin dia. loe lihat aja nanti. Dia pasti bakalan suka juga sama gue.” Dengan PeDe nya Jhon berkisah. “Eh, kok jadi bahas gue sih. Back to the topic. Loe kenapa nggak cerita sama gue kemarin tentang kejadian ini ???” Tanya Jhon lagi setelah dia mengetahui Ilham telah mengalihkan pembicaraan.


“Lagian loe yang mengalihkan pembicaraan dulu, gue ikutin aja. Gue nggak apa-apa kok. Tenang aja, gue baik-baik aja.” Ujar Ilham.


“Baik-baik aja gimana ??? Loe bonyok gini masih bilang baik-baik aja. Loe nggak lihat nie muka loe udah ancur banget gini.” Ucap Jhon lagi.


“Sialan loe, tetep aja gue lebih ganteng daripada loe.” Narsis Ilham seraya mengangkat kerah bajunya.


“Ilham...” Panggil seseorang yang berdiri di depan pintu kelas Ilham bersama dengan sahabatnya.


“Kamu kenapa ??? Kok lebam gini, kamu habis ngapain Ham??? Berantem yah ???” Tanya Rosa khawatir seraya mendekati Ilham, sementara Jhon yang duduk di sebelah Ilham langsung berdiri dan Rosa langsung duduk di sebelahnya seraya memegang wajah Ilham.


“Nggak apa-apa kok Cha, cuma kemarin ada anak-anak yang sok jadi preman kesiangan yang hajar gue.” Ujar Ilham bohong.


“Nggak Cha, Ilham itu … Aw.” Pekik Jhon setelah mendapatkan injakkan kaki Ilham dan melihat Ilham yang sedang melotot kepadanya.


“Kenapa Jhon??? Ilham itu kenapa ???” Tanya Rosa kepada Jhon.


“Ilham itu kemarin cuma di hajar preman. Iyah, soalnya kemarin Ilham itu kaya di hadang gitu, karena premannya terlalu banyak makanya Ilham babak belur kaya gini.” Terang Jhon gugup plus berbohong.


“Oh, tapi loe gak bohong kan ???” Tanya Rosa memastikan.


“Iyah Cha, yang di ceritakan sama Jhon bener kok, bener banget malah. Gue udah nggak apa-apa sekarang. Udah mendingan.” Jawab Ilham tampak gugup.


“Beneran ??? Udah di obatin belum. Gue obatin yah di UKS, kita ke UKS aja yuk. Gie pengin ngobatin luka elo Ham.” Ujar Rosa seraya memegang luka Ilham.


“Jangan kenceng-kenceng dong Cha, sakit tahu.” balas Ilham.


“Maaf-maaf, ya udah gue obatin yah, kita ke UKS yuk. Ayuk.” Ujar Rosa menarik tangan Ilham berdiri “Nel, loe sama Jhon dulu yah, gue mau ngobatin Ilham dulu, Bye.” Pamit Rosa kepada Jhon dan Nelly.


“Iyah Cha, Hati-hati.” Ujar Jhon.


“Terus kita mau ngapain Jhon sekarang ???" Tanya Nelly.


“Terserah loe ajah.” balas Jhon.


“Jhon Haryadi, gue itu lagi serius nie Tanya sama loe, serius dikit napa.” Keluh Nelly manyun.


“Sorry Nelly. Gue itu tadi emang lagi bercanda. Gimana kalau kita ke kantin aja. Makan Nel, laper nie gue.” Jawab Jhon tersenyum manis.


“Iyah udah deh. Yuk ke kantin.” balas Nelly.


“Kok parah gini sih Ham, emangnya tuh preman ada berapa ??? Sampe kamu babak belur gini.” Ucap Rosa mengobati luka di pinggir bibir Ilham yang masih duduk di ranjang UKS.


“Ada tiga Cha, dua orang itu megang lengan gue erat banget, makanya gue nggak bisa lawan. Aw, pelan-pelan dong, masih sakit tahu.” ucap Ilham sembari meringis kesakitan.


“Iya iya, lagian mereka ngapain sih mukulin elo, apa salah elo coba. Sebel deh, elo masih inget orangnya nggak.” Ucap Rosa sebal.


“Kok jadi elo yang marah. Udah lah, nggak apa-apa kok, gue emang nggak tahu salah gue apa, tapi ya udah lah, nggak usah di fikirin lagi. Mending kita ke kantin yuk, gue laper banget nie. Tadi pagi gue belum sempet makan Cha, mau antri makan di dapur malah dah kesiangan. Ya... ya... ya.” Pinta Ilham menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.


“Elo belum makan ???” Tanya Rosa heran.


“Bibir gue juga masih sakit buat makan, tapi sekarang udah nggak apa apa kok.” lanjut Ilham menjelaskan.


“Ihhh, kenapa nggak cerita sama gue sih, gue kan jadi ngerasa bersalah. Rese.” Ngambek Rosa.


“Iya iya, jangan ngambek dong. Maaf deh, gue kan cuma nggak mau bikin kamu khawatir, sekarang mau anterin gue ke kantin nggak ???” ucap Ilham lagi.


“Iyah deh. Ya udah kita ke kantin yuk.” balas Rosa mulai perhatian ke Ilham.


Mereka berdua keluar dari UKS dan menuju kearah kantin.


“Siapa dia ???” Tanya seseorang yang melihat Ilham dan Rosa yang sedang berjalan menuju ke kantin.


“Itukan Ilham sama Rosa, Vin.” Jawab sahabatnya yang berada di sebelah Vina.


“Mereka ada hubungan apa ???” tanya Vina.


“Pacaran kali, gue juga kurang paham kalau masalah itu, Vin.” jelas sahabatnya Vina.


“Pacaran ??? Atau nggak ???" Tanya Vina lagi.


“Iyah, nggak tahu Vina!" Jawab sahabatnya Vina kenceng. “Aduh Vina Maharani. Sejak kapan elo perduli sama orang lain ??? Penting gituh.” lanjut sahabatnya Vani lagi dengan nada sombong.


“Iyah sih, ngapain gue jadi peduli sama Ilham, ya karena mereka udah berurusan sama gue. Termasuk si Ilham itu tuh. Dia udah berani bikin gue malu di depan orang banyak.” Bentak Vina lirih geram.


“Jangan-jangan yang bikin Ilham jadi babak belur gitu loe lagi. Loe yang nyuruh anak buah loe buat hajar Ilham ya!.” Tebak sahabatnya Vina lagi.


“Tepat banget, 100 buat loe. makanya jangan buat gara-gara sama Queen in Sekolah Perawat Kesehatan ini. Itu akibatnya kalau berani nyari masalah sama gue.” jawab Vina angkuh.


“Ckckck, kapan sih loe bisa berubah.” tanya sahabatnya Vani lagi.

__ADS_1


“Udah ah, gue mau ke kantin. Laper.” Ujar Vina seraya meninggalkan sahabatnya itu dan menuju ke kantin.


__ADS_2