
Keesokan harinya di perumahan Kepala Sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan. Hari ini adalah hari libur untuk seluruh pelajar karena hari ini kebetulan adalah hari minggu. Terlihat seorang gadis yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan untuk Ilham. Sedangkan seorang pria turun dari kamarnya menyusuri anak tangga dengan muka di tekuk, sepertinya pria ini sedang dilanda perasaan galau. Kemudian sang pria langsung duduk di sofa ruang keluarga.
“Kenapa muka loe Ham. Kusut amat ???” Tanya Vina tanpa mengalihkan pandangannya dari alat penggorengan yang lagi di aduk.
“Nggak. Gue nggak enak badan aja!” Jawab Ilham seraya tiduran di sofa.
“Loe yakin gak papa ???. Muka loe pucet banget Ham. Loe sakit yah ???” Tebak Vina khawatir, sembaribmendekat kearah Ilham setelah mematikan alat penggorengan yang tadi di gunakan untuk memasak.
“Nggak. Gue nggak papa kok.” Gumam Ilham masih dengan posisi tidur.
Gadis yang ada di hadapannya sepertinya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Ilham, terbuktikan kalau dirinya mendekat kearah Ilham seraya mengulurkan tangan kananya kearah dahi. Panas...! Itulah yang langsung dirasakannya setelah dirinya menyentuh dahinya.
“Tuh kan bener. Loe sakit. Aduhh, loe ngapain aja sih sampe sakit gini. Bentar gue ambil kompresan dulu.” Ucap Vina seraya menjauh tanpa memberikan sedikit waktu untuk Ilham untuk menjawabnya.
“Ternyata loe bawel juga yah. Belum gue jawab langsung nyelonong aja. Dasar.” Gumam Ilham disertai senyuman manisnya.
Beberapa saat kemudian Vina kembali dengan membawa kain dan mangkuk berisi air panas. Kemudian dirinya langsung mengompres Ilham. Perasaan yang tiba-tiba menyergap hati Vina saat dirinya sedekat ini dengan Ilham membuat dirinya tak percaya. Perasaan apa ini ??? mengapa dirinya sangat nyaman berada di dekat Ilham ???
“Hey, kenapa ngelamun. Kesambet baru tahu rasa loe.” Ujar Ilham tiba-tiba.
“Apaan sih. Mendingan loe pindah ke kamar loe deh. Daripada loe tambah sakit disini.” balas Vina.
“Bantuin dong. Lemes nie gue.” Ujar Ilham seraya bangkit dari tidurnya.
“Iyah iyah. Ya udah Yuk.” Ucap Vina seraya memapah Ilham menuju ke atas, tepatnya ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar Ilham, Vina langsung membaringkan Ilham di kasurnya. Kemudian mulai mengambil selimut dan menariknya hingga menutupi tubuh Ilham.
“Loe belum makan kan ??? Gue ambilin dulu bentar yah.” Tawar Vina seraya beranjak dan berjalan secara cepat supaya cepat keluar dari kamar Ilham.
“Gue kenapa sih. Kenapa perasaan gue kaya gini ??? Masa iya gue jatuh cinta sama Ilham. Ahhh, nggak mungkin. Ini pasti Cuma perasaan sesaat.” Gumam Vina setelah berada di luar kamar Ilham.
__ADS_1
Kemudian Vina langsung melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan mengambil sarapan untuk Ilham. Entah mengapa perasaan yang aneh menurutnya mulai menyergap tak menentu. Sifat salah tingkahnya sekarang sering dia tunjukkan ketika berada di sebelah Ilham. Ada apa dengan perasaannya ???
Vina membuka pintu kamar Ilham dan mendekat kearah pemuda tampan itu. Kemudian dirinya langsung mengambil tempat disebelah Ilham untuk duduk.
“Nie makan dulu biar sembuh.” Suruh Vina seraya menyuapi Ilham.
“Sebelum makan gue mau tanya sesuatu sama loe.” ucap Ilham.
“Tanya apa ???” tanya Vina.
“Kenapa loe akhir-akhir ini ???” Tanya Ilham.
“Kenapa gimana ???” Tanya Vina balik.
“Loe aneh tahu nggak. Pertama kali gue nglihat loe, loe adalah gadis yang sombong, angkuh, menyebalkan, suka seenaknya sendiri, suka bikin temen susah. Nggak setia kawan, nggak punya sopan santun, selalu marah-marah tanpa sebab dan mukulin orang tanpa sebab. Sekarang ….” Ilham berhenti sejenak. “Sekarang loe berubah 100 % tahu nggak. Loe jadi anak baik-baik, loe perduli sama temen, loe baik banget sama temen-temen loe, loe ramah, loe suka ngebantuin temen yang lagi susah.” Lanjut Ilham.
“Maafin gue. Loe pasti nggak mau temenan sama gue kan. Gue kan dulu suka banget bikin loe babak belur gara-gara suruhan gue. Loe pasti benci banget sama gue. Loe pasti ……” Ucapan Vina terhenti ketika ada sebuah jari telunjuk di bibirnya yang menyuruh dirinya untuk menghentikan ucapannya.
“Hahaha...! Loe tersanjung yah denger kata-kata gue. Muka loe sampai merah gitu.” Goda Ilham.
“Apaan sih. Rese loe. Tapi bener kan, loe gak marah sama gue.” balas Vina.
“Iyah. Gue gak marah sama loe. Ngapain juga gue marah. Loe jadi perhatian gini sama gue.” ucap Ilham.
“Ham. Apaan sih. Udah ah. Nie makanan loe. makan sendiri sana. Gue mau ke bawah dulu.” Ucap Vina seraya memberikan makanannya kepada Ilham dan dirinya langsung keluar kamar.
“Dasar, gadis yang aneh. Gue emang beneran suka sama loe yang sekarang Vin. Gue juga bingung sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi gue selalu ngerasa nyaman kalau lagi sama loe.” Gumam Ilham setelah itu dia menghabiskan makanannya yang diberikan Vina.
***
Beberapa hari kemudian. Seperti biasa Ilham dan Vina berangkat sekolah bareng. Biasanya mereka berdua selalu bercanda dan tertawa bersama sama.
__ADS_1
Sekarang mereka malah diam-diaman salah tingkah sendiri. Berjalan bersama tapi tidak banyak bicara, hanya mata mereka selalu saling melirik satu sama lain.
Setelah sampai di kelas, Ilham melihat Vina masih seperti biasa banyak yang menyambut kedatangannya akan tetapi tidak seperti dulu. Vina yang ramah membuat teman-temannya tambah kagum sama dia. udah cantik, pinter, ramah, baik dan murah senyum. Siapa coba yang menolak senyuman Vina saat ini.
“Tuh Vina. Lihat efeknya. Mereka pada pingsan semua tuh.” Ujar Ilham bercanda.
“Efek apaan ???” Tanya Vina bingung.
“Gara-gara mereka loe senyumin dengan loe senyum ajah mereka semua pada pingsan gitu. Gimana kalau mereka loe kasih kiss bye yah. Mati kali.” Canda Ilham.
“Apaan sih loe. Lebay banget bercandanya. Nggak ada yang pingsan juga. Udah ah, gue ke kelas dulu ya” ucap Vina.
“Hahaha...!” Ilham tertawa senang.
***
“Bro, makin lengket ajah loe berdua.” Ucap Jhon menggoda setelah melihat Ilham di depan kelas dan ada Nelly di sebelahnya.
“Apaan sih. Yang ada yang lengket tuh loe berdua.” Bales Ilham.
“Kita berdua kan udah...!” jawab Jhon terputus!
“Ilham...!” Panggilan yang menyebutkan nama Ilham itu lagi-lagi membuat seorang Jhon menghentikan kalimatnya dan membuat dia menggerutu kesal karena ucapannya sempat terpotong. Kemudian mereka dengan kompaknya mencari sumber suara. Setelah melihat siapa yang memanggil Ilham.
“Gue pengin ngomong sama elo!.” Ucap seseorang yang memanggil Ilham tadi dan akhirnya mereka berdua berjalan bersama.
***
Ada seseorang yang melihat kepergian Ilham dengan perasaan tidak menentu. Vina...! Yaps Vina yang satu ini sangat tidak suka dengan kehadiran Rosa di hidup Ilham lagi. Dirinya takut jika Ilham berurusan lagi sama gadis itu, Ilham akan kembali lagi dengan Rosa, dan Vina nggak akan bisa mendapatkan Ilham seperti yang dia mau.
Yaps. Vina merasa kalau dirinya benar-benar telah menyukai seorang Ilham Ketua OSIS Sekolah Perawat Kesehatan di sekolah. Dirinya juga tidak tahu kepan perasaan ini muncul. Tetapi dengan berjalanya waktu perasaan itu semakin besar dan dirinya tidak rela jika Ilham kembali berhubungan dekat lagi dengan Rosa.
__ADS_1
“Vin… Vina. Vina... woy.” Ucap Agnes membuat Vina tersadar seketika.