
Banyak orang bilang hidup di asrama itu menyenangkan dan sangat indah akan tetapi sepertinya kata-kata demikian itu tergantung dengan pendapat masing-masing individu saja. Kalau di tanya bagaimana dengan di sendiri tentu akan terjawab dengan mudah tidak menyenangkan, buktinya aku tidak tertarik sama sekali untuk mencobanya kembali. Bertahannya seseorang akan perjalanan kehidupan di asrama karena masa depan dan tidak selamanya kita menjalani hal demikiankan!.
Drap...! Drap...! Drap...!
Suara hentakan kaki para siswa dan siswi asrama yang sedang menikmati minggu paginya dengan berlari mengitari lapangan upacara yang berada di depan kantor asrama.
Dessy tampak berlari bersampingan dengan Rita, teman asrama yang sama-sama berasal dari Kabupaten Tulang Bawang.
Dengan keasikkan berlari tiba-tiba Elwansyah salah seorang teman sekelas, mendekati Dessy dan kami pun berhenti. Namun, setelah Elwansyah membisikan sesuatu ke telinga Dessy, Dessy pun langsung segera pamit untuk pergi.
"Ta, gue pergi ke kantin belakang ya, ada janji sarapan sama kak Ilham. Elo lanjut sendiri gak apa-apa kan? Dengan teman-teman lainnya ya!" Ucap Dessy.
"Hufff, oke deh..!" Saut Rita sembari meneruskan lari paginya.
Dessy berlari menuju ke kantin belakang melewati koridor antara kelas dan kantor sekolah yang kanan dan kiri di tumbuhi bunga-bunga membuat suasana koridor asrama itu semakin indah, pandangan ku terus mengikuti Dessy yang berlari seperti sangat bahagia ke arah kantin belakang, setelah dia sampai di sana dan bertemu dengan Ilham kekasihnya, aku pun terus melanjutkan lari pagi ku yang belum mencapai target yang sudah menjadi rencana semula.
Namun...!!! BRUKK...!!!
"Oh, sorry, sorry…!!! suara seorang cowo' yang tidak sengaja menabrakku tadi. Aku memandang tubuhnya dari ujung kaki ke ujung kepala, aku tidak pernah melihat cowo' ini. Apa dia seangkatan dengan ku atau kakak kelas ya? Kayaknya nggak mungkin. Tapi.. kok nggak pernah lihat ya?
"Hey," cowo' tersebut melambai-lambaikan tangannya untuk menyadarkanku dari lamunan sementara yang menaungi pikiranku itu.
"Oh, apa?" Rita sedikit bingung.
"Sorry, tadi nggak sengaja nabrak...!!!" Jawabnya mengulang.
"Ooooh.. gak apa-apa kok!" Jawab Rita.
"Oh ya.. Mau ke kantin nggak?, sarapan pagi," ajak cowo itu terlihat santai.
"O..Iya...Oke...!" Jawab Rita.
Kami berdua pun berjalan menuju ke kantin depan dekat dengan lapangan upacara tempat melakukan lari pagi dan dia sedikit bingung saat masuk kantin. Aku sempat mencurigainya kalau dia ini anak baru di asrama. Tapi… sudahlah.
"Mau pesen apa? Gue pesenin." Ucap cowo' itu.
"Terserah aja." Jawab Rita, selanjutnya kami makan makanan yang sudah di pesan sebelumnya.
"Oh iya, nama elo siapa?" Tanya cowo' itu.
"Uhukkk!!! Elo nggak tahu ma gue?" Tanya Rita.
__ADS_1
Cowo' itu menggeleng...!!!
"Emm.. nama gue Rita, elo sendiri siapa?" Jawab Rita sembari bertanya.
"Teddy" jawab Teddy singkat.
"Kok gue nggak pernah lihat elo ya? Apa elo bukan anak di asrama ini!" Tanya Rita lagi.
"Gue anaknya pak Yadi, kebetulan dapat liburan cuti dari kampus, jadi pulang kesini!" Jawab Teddy menjelaskan.
"Ooooh… pantesan aja, pak Yadi Tata Usaha Sekolah Perawat Kesehatan ini kan? soalnya gue tadi sempat bingung bukan seangkatan juga bukan kakak kelas, jadi siapa ya pas gue lihat tadi!" Jelas Rita.
Kemudian kami lanjutkan berbincang-bincang dan percakapan itu melebar entah kemana-mana karena asyik dengan cerita masing-masing yang kebetulan alur kisah berikut temanya sesuai dengan keinginan.
Hari demi hari kami semakin akrab, kami sering ngobrol dan bertemu, dia pernah juga tidak sering sih, mengundang ku ke perumahan asrama di mana pak Yadi tinggal dan makan bersama dengan pak Yadi sekeluarga.
Malam hari yang sangat ramai, Ya... Seperti inilah malam minggu di asrama, hampir semua pasangan siswa dan siswi di asrama ke luar kamarnya. Ditambah lagi, malam minggu ini bulan purnama bersahabat dengan keadaan dan bersedia bersinar terang menerangi indahnya suasana.
Aku pun ke luar kamar saat malam minggu dengan Teddy berjalan-jalan sambil mengobrol mengitari lapangan asrama yang di sekelilingnya banyak lampu-lampu taman yang berkilauan dan di tambah dengan pohon-pohon cemara yang tidak begitu rimbun. Setelah lelah berjalan-jalan, kami pun duduk di pinggiran pagar semen asrama.
"Ta!" Ucap Teddy tiba-tiba.
"Hmm…!" Jawab Rita singkat.
"Hah?"
Aku terkejut dan merinding mendengarnya karena ini pernyataan cinta yang tidak biasa bahkan bisa di bilang sangat luar biasa tiba-tiba terucap di bibir Teddy. Sebuah pernyataan yang singkat tapi mengandung kalimat yang dalam maknanya itu "sukses" membuatku melongo dan membelalakan mata.
"Gue juga!" ucapan itu terlontar begitu saja dari bibir Rita.
"Terima kasih ya Ta!, gue bakal jadi yang terbaik buat elo!," Teddy hendak merangkul pundak Rita.
"Eiiiiitz!" Rita menghindar.
Teddy terlihat tersenyum manis dan mencubit hidung Rita bertanda sebuah pernyataan mungkin karena merasa bahagia.
Hari semakin larut malam dan semakin kelam, aku pun kembali ke kamar asramaku.
***
Tak terasa, setengah tahun sudah aku dan Teddy menjalani hubungan dan ternyata benar, cinta di asrama itu menyenangkan kalau menurut seseorang yang punya kekasih tentunya.
__ADS_1
Tidak terasa juga kalau sudah berjalan dan terjalani dengan keadaan yang sama-sama mengerti akan makna perpisahan walau sementara. Entah kami akan berlanjut dengan LDR, atau cukup sampai di sini, Aku tidak tahu dan tidak mau mengerti akan keberatan dari sebuah hati, tergantung Teddy saja.
Siang hari yang lumayan cukup terik dengan matahari menyinari langsung tanpa di halangi oleh awan, saat itu kami sedang bersama.
"Ta, nggak lebih dari sebulan lagi kita LDRan nih," ucap Teddy mengingatkan.
"Huuufff.. emangnya elo mau LDR an?" Tanya Rita.
"Maulah...! Kenapa tidak!" Jawab Teddy.
"Kirain…!" Balas Rita singkat.
"Kirain apaan?" Tanya Teddy.
"Selesai sampai disini, sekian dan terima kasih!" Ucap Rita.
Sebulan kemudian, tiba saatnya Teddy pulang dan dia sudah bersiap mem-pack semua barang-barangnya yang akan di bawa. Aku hanya mampu menunggunya untuk mengucapkan salam terakhir dan akhirnya, datang juga yang se dari tadi di tunggu-tunggu.
Aku tersenyum lebar menatapnya...!!!
"Ted…!" Ucap Rita.
"Rita, gue janji bakal jaga baik-baik hati ini, utuh buat elo. Dimana dan kapan saja biar selalu elo yang gue inget Ta!" Ucap Teddy.
"Gue juga, Ted!" Kemudian Teddy hendak memeluk Rita, namun Rita menghindar.
"Eeeeeitz!" kata Rita sambil menggoyangkan jari telunjuknya. Teddy pun menepuk jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepala. "Bye... Bye...!" Sembari melambaikan tangannya.
Cinta di asrama, apakah benar-benar menyenangkan?
Aku hanya mampu bersyukur, kalau sekian lama penantian dan pengharapan agar hati ini mulai ingin terisi walau buat teman-teman se kamar asrama bahkan se asrama, mungkin aku yang paling terakhir menemukan cinta tetapi hal itu membuat aku bahagia mendapatkan Teddy.
Yah.. ini belum berakhir tetapi hanya menuju ke babak yang baru, dari sebuah kisah cinta di asrama, karena asrama ini merupakan "Asrama Tanpa Wadah" apapun jua!.
***
Sayang...!!!
Perang yang jauh lebih dahsyat dari perang apa pun jua adalah melawan ego sendiri tanpa mampu di kendalikan hati. Memang terasa sulit sekali untuk di terima saat ingin tak sama dengan apa yang ada di hadapan.
Tapi sayang...!!!
__ADS_1
Jika kau tak bisa terbiasa dengan dicintai, maka... Cintailah saja yang menjadikan kau cinta kepadanya. Sungguh kesejatian cinta akan ada setelah kau sanggup menerima dia apa adanya bukan karena ada apanya!