
Xie Lin melihat sekelilingnya yang sama sekali tidak berubah sedikitpun
Xie Lin mulai menginjakkan kakinya di tanah kerajaan Xuan setelah sekian lamanya
Xie Lin berjalan menyusuri pasar dan Lanjut menuju ke kerajaan Xuan
setelah hampir sampai di depan gerbang masuk istana Xie Lin mengeluarkan sebuah topeng dari dalam ruang dimensinya kemudian memakainya agar tidak ketahuan oleh orang orang
Xie Lin berjalan masuk ke istana Xuan dengan nyogok kedua penjaga gerbang tersebut
akhirnya Xie Lin berhasil masuk ke kerajaan Xuan dimana dia hidup berkecukupan dari kecil hingga remaja
"aku kembali…" ucap Xie Lin dengan suara kecil sambi tersenyum menyeringai
......................
akhirnya setelah bertahun tahun lamanya Xie Lin kembali juga ke kerjaannya
suasana disana terlihat sangat berbeda dari yang dulu dia rasakan
Xie Lin berjalan menyusuri lorong dan menemukan kamarnya yang terbengkalai dan tidak terurus
terlihat banyak debu dimana mana dan terlihat semua peralatan disana sudah rusak dan semuanya terlihat usang dan kotor
Xie Lin menggeleng gelengkan kepalanya melihat kamarnya yang tidak terurus tersebut
"dasar keluarga kerajaan sialan! setelah kepergianku ternyata mereka seenaknya pada kamarku, sangat kotor dan usang." kesal Xie Lin pada dirinya sendiri dengan kesal
Xie Lin akhirnya lanjut berjalan dan melihat lingkungan sekelilingnya yang sudah berubah total
"sepertinya terjadi banyak perubahan pada kerajaan ini semenjak aku pergi." ucap Xie Lin dengan teliti dan serius
Xie Lin berjalan menyusuri jalanan yang ada di hadapannya secara perlahan dan melihat sekelililingnya yang banyak berubah hingga Xie Lin sampai di depan sebuah raungan
didalam sana terdengar suara seseorang yang sedang berbicara
Xie Lin berhenti dan mendengarkan pembicaraan kedua seseorang itu di depan pintu
"anak sialan itu sudah menghilang tanpa jejak selama beberapa tahun ini dan aku rasa sudah saatnya mengambil semua harta warisan yang ibu anak sialan itu berikan pada anak sialan itu." ucap seseorang yang ada di dalam ruangan itu
"benar, pedang warisan dari ibunya sangat berharga sebaiknya kita mengambilnya segera." ucap seseorang yang satunya lagi
setelahnya mereka pergi keluar dan Xie Lin yang menyadari pergerakan keduanya segera berlari dan bersembunyi
"warisan dari ibu? sepertinya aku harus segera mengambilnya sebelum jatuh ke tangan mereka berdua." ucap Xie Lin dengan serius kemudian pergi dari sana dan mengikuti kedua seseorang itu yang tidak lain adalah Selir kedua Rong xin'er dan putrinya Xuan Yuan Ying
__ADS_1
Xie Lin mengikuti keduanya menuju ke kamar ibunya dan melihat keduanya membuka gembok pintunya secara perlahan sambil melihat kesana kemari
setelah terbuka keduanya langsung masuk dan mencari pedang warisan Ibu Xie Lin Dan Xie Lin yang menunggu di luar kamar untuk merebutnya
tak berselang lama keduanya keluar dengan membawa sebuah peti panjang kemudian berjalan dengan sangat cepat menuju ke ruangan tadi
Xie Lin mengubah rencananya untuk merebut pedang warisan tersebut dan mengikuti kedua ibu dan anak itu ke ruangan yang tadi
sesampainya disana mereka berdua langsung membuka peti tersebut secara perlahan dan apa yang terjadi
tidak ada pedang warisan yang tersimpan di dalam peti tersebut
kedua ibu dan anak itu terkejut begitu pun dengan Xie Lin yang melihat pedang warisan tidak ada di dalam peti tersebut
"apa mungkin…ibu datang secara sembunyi sembunyi dan mengambil kembali pedang warisannya?" ucap Xie Lin dengan suara kecil
setelah melihat kejadian tersebut Xie Lin langsung pergi dengan melompat ke atas atap ruangan itu dan berjalan jalan santai melihat pemandangan dibawahnya
dan tanpa sengaja melihat sang kaisar yang sedang berjalan menuju ke Aula rapat
dan memutuskan untuk mengikuti kaisar Xuan menuju ke Aula rapat
sesampainya disana terlihat semua Menteri dan yang lainnya yang sedang menunggu kedatangan kaisar Xuan
Xie Lin melihat rapat dimulai selama beberapa menit kemudian pergi dari sana
"tidak ada yang merindukanku sama sekali disini, sepertinya mereka sudah melupakanku." ucap Xie Lin pada dirinya sendiri
dan disaat yang bersamaan sekelompok Monster buas menerobos masuk ke istana dan seluruh Menteri kerajaan serta kaisar Xuan segera keluar dan mencoba melawan monster monster buas itu
sedangkan Xie Lin yang melihatnya tidak peduli dan memilih untuk pindah tempat ke pohon dan menikmati pertarungan mereka
setelah beberapa menit berlalu terlihat Menteri kerajaan dan kaisar Xuan mulai kewalahan melawan monster monster buas itu dan monster buas itu semakin menggila dan semakin banyak
Xie Lin sudah bosan melihat pertarungan mereka dan akhirnya turun tangan dan melawan semua monster buas itu sendiri
"sepertinya kalian butuh bantuan." ucap Xie Lin seraya turun ke kebawah dan memperlihatkan dirinya
semua yang ada disana terkejut dengan kedatangan Xie Lin yang tiba tiba ingin membantu mereka
Xie Lin berbalik dan melihat monster monster buas tersebut kemudian melayankan tangannya seketika saja petir menyambar semua monster buas itu hingga hanya tersisa abunya saja
seluruh Menteri dan kaisar Xuan yang melihat adegan tersebut terkejut dan menatap punggung belakang Xie Lin
"hm…tidak perlu berterima kasih padaku, lain kali kalau kalian butuh bantuan bunyikan saja lonceng ini."ucap Xie Lin pada semuanya kemudian pergi dari sana
__ADS_1
kaisar Xuan yang melihat kepergian Xie Lin seperti terasa sesak dan hatinya terasa sakit
kaisar Xuan memungut lonceng yang Xie Lin berikan padanya dan memandang lonceng itu dengan tatapan sedih
"Terima kasih…penyelamat." ucap kaisar Xuan dengan sedikit sedih dan kecewa pada dirinya sendiri
"penyelamat tadi hebat sekali ya, sekali serang langsung mati semua." ucap salah satu Menteri kerajaan
"dari suaranya sepertinya aku mengenali penyelamat itu." ucap perdana menteri Ding pada kaisar Xuan
"karena banyak kekacauan yang terjadi hari ini, rapat sampai disini dulu, semuanya bubar." ucap kaisar Xuan pada semua Menteri
sedangkan kini Xie Lin terlihat di depan pintu masuk kediaman Perdana menteri Ding
Xie Lin mengeluarkan tanda pengenalnya dan segera menundukkan kepalanya dan membiarkan Xie Lin masuk ke dalam kediaman
disana terlihat nyonya perdana menteri yang sedang duduk dan menikmati hari hari tuanya
Xie Lin mendekati nyonya perdana menteri itu secara perlahan
nyonya perdana menteri ding terkejut dengan kedatangan Xie Lin Dan segera berdiri
"siapa kau? apa tujuanmu ke sini?" tanya nyonya perdana menteri ding sedikit ragu ragu
"aku cucumu nenek, ini aku Xie Lin." ucap Xie Lin pada nyonya perdana menteri ding
"cucuku Xie Lin? kau benar benar Xie Lin cucuku.?" ucap nyonya perdana menteri ding pada Xie Lin
Xie Lin menganggukkan kepalanya kemudian memeluk sang nenek
nenek yang dipeluk oleh cucunya untuk pertama kalinya merasa terharu dan membalas pelukan sang cucu
perdana menteri ding yang kebetulan sudah sampai di kediaman melihat adegan istrinya yang memeluk Xie Lin
kemudian beralih menatap Xie Lin dengan serius dan teliti
"kau adalah gadis yang menyelamatkan kami tadi di istana kan? sebenarnya kau siapa?" ucap Ding Liu Xing pada Xie Lin dengan sedikit tegas
Gao meng Ji'a yang melihat sang suami yang berkata kasar pada Xie Lin kesal dan memukul ding Liu Xing
"dasar tua bangka! beraninya kau berkata kasar pada cucuku!" ucap Gao meng ji'a pada ding Liu Xing
betapa terkejutnya ding Liu Xing mendengar Xie Lin adalah Cucunya
see you
__ADS_1