
Cuplikan
"tunggu, jangan sentuh aku sebentar, aku ingin menenangkan diri dulu." ucap Jing Xiao Leng kemudian segera pergi kamarnya dan disusul oleh Liu Duan mu dan pengajar Li wenji yang segera berlari meninggalkan Xie Lin sendirian di kamarnya
Xie Lin tak ingin ambil pusing dan memilih untuk mandi kemudian berpakaian lalu tidur hingga pagi
akan tetapi kali ini Xie Lin tidak makan malam karena merasa kenyang
sedangkan ketiga pria itu kini ada di lantai bawah dan makan sambil memikirkan apa yang Xie Lin katakan pada mereka bertiga
mereka bertiga memesan begitu banyak makanan dan menghabiskannya dengan sangat cepat kemudian kembali ke kamar masing masing dengan perut buncit
......................
setelahnya pengajar Li wenji selesai makan dia segera naik ke kamarnya dan membereskan semua barangnya kemudian memberitahukan pada Xie Lin Dan yang lainnya untuk membereskan barang barangnya dan segera pergi turun ke bawah bersama barang mereka
dan dengan cepat ketiganya membereskan barang mereka dan segera turun ke bawah dan terlihat pengajar Li wenji yang telah berada di luar pintu masuk penginapan
Xie Lin Dan yang lainnya segera berjalan ke sana dengan berlarian
"kita akan berangkat ke Perguruan Chengdu sekarang juga." ucap pengajar Li wenji oada Xie Lin Dan yang lainnya
ketiganya memanggil hewan kontrak masing masing dan menaikinya kemudian berjalan menuju ke Perguruan Chengdu
setelah setengah jam berlalu Xie Lin Dan pengajar Li wenji serta Liu Duan mu dan Jing Xiao Leng tiba di depan Gerbang masuk Perguruan Chengdu
seperti biasa ke-empatnya mengeluarkan tanda pengenal mereka dan memperlihatkannya pada penjaga gerbang masuk tersebut
setelah mendapatkan izin mereka berempat segera masuk ke Perguruan Chengdu
didalam Perguruan Chengdu terlihat sangat megah dan mengagumkan
pepohonan yang rindang dimana mana dan tanaman tanaman berjejeran di sekitar serta burung burung yang beterbangan kesana kemari
Xie Lin yang melihat pemandangan itu seketika terpana dan melihat sekelilingnya dengan wajah merona
pengajar Li wenji yang melihat Xie Lin seketika melupakan tata krama karena keindahan yang ada di depan matanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Perguruan Chengdu ternyata sangat indah dan memukau." ucap Xie Lin sambil melihat kesana kemari tanpa henti di sepanjang jalan
pengajar Li wenji hanya bisa menghela napas pasrah disepanjang perjalanan menuju ke ruangan pemimpin Perguruan Chengdu
didalam sana juga membuat Xie Lin terpukau karena kerapian dan kebersihan serta keindahan ruangan pemimpin Perguruan Chengdu yang terlihat sangat mempesona dan memukau banyak orang
didalam hari Xie Lin terus memuji ruangan pemimpin Perguruan Chengdu serta Perguruan Chengdu yang begitu indah dipandang
sedangkan pengajar Li wenji yang bisa menebak isi hati Xie Lin tanpa henti menggelengkan kepalanya dan terus menghela napas pasrah
"ruangan pemimpin Perguruan Chengdu sangat indah dan bersih juga teratur dengan sangat teliti." ucap Xie Lin yang memuji Ruangan pemimpin Perguruan Chengdu
pemimpin Perguruan Chengdu yang mendengar pujian dari Xie Lin menoleh dan memperhatikan Xie Lin dari atas sampai bawah
"Terima kasih atas pujiannya nona kecil." ucap pemimpin Perguruan Chengdu yang ada di hadapan Xie Lin
Xie Lin yang Terkejut dengan suara tersebut melirik ke arah pemimpin Perguruan Chengdu dan lagi lagi Xie Lin merona melihat wajah pemimpin Perguruan Chengdu yang begitu cantik
"ternyata pemimpin Perguruan Chengdu sangat cantik bagaikan dewi dan sangat cocok dengan ruangan yang indah dan bersih ini." ucap Xie Lin dengan memuji pemimpin Perguruan Chengdu dari Lubuk hatinya
"maafkan murid saya yang ceroboh nyonya pemimpin, saya akan mengajari murid saya ini tata krama yang baik setelah pulang nanti." ucap pengajar Li wenji pada pemimpin Perguruan Chengdu
pemimpin Perguruan Chengdu melihat pengajar Li wenji yang membungkuk dan meminta maaf padanya kemudian tertawa kecil
"anda tidak perlu meminta maaf, justru bagus jika ada seseorang yang memuji kecantikan ku dan juga ruangan ku." ucap pemimpin Perguruan Chengdu sambil terkekeh kecil
"oh iya, namaku Luo Ya siapa, namamu nona kecil?" ucap Luo Ya pada Xie Lin
"namaku Xuan Xie Lin panggil Saja Xie Lin." ucap Xie Lin sambil tersenyum ramah pada Luo Ya
Luo ya tersenyum menatap Xie Lin Dan berdiri dari kursinya menuju ke Xie Lin kemudian mengelus Kepala Xie Lin dengan lembut
"kau sangat mirip dengan putri ku yang sedang diambang kematian."ucap Luo ya pada Xie Lin dengan sedih yang tampak jelas di wajahnya
"putri mu diambang kematian? maksudnya apa?"ucap Xie Lin dengan penasaran pada Luo ya
"Putri ku terkena semacam penyakit yang sangat aneh dan tidak ada tabib yang bisa menyembuhkannya."ucap Luo ya pada Xie Lin
__ADS_1
Xie Lin sedikit mengernyitkan dahinya mendegar perkataan dari Luo ya
"biasakah aku pergi melihat putrimu? aku ingin memastikan apa penyakitnya." uvsp Xie Lin pada Luo ya
pengajar Li wenji yang mendengar perkataan Xie Lin terkejut dan segera menatap Xie Lin dengan sangat kesal
"apa kau bisa menyembuhkan putri ku?" ucap Luo ya pada Xie Lin
"aku tidak yakin tapi apa salahnya mencoba, mungkin setelah melihat dan memastikan apa penyakit putrimu aku mungkin memiliki sebuah cara untuk menyelamatkannya." ucap Xie Lin pada Luo ya
"kalau bagitu tunggu apa apa lagi? ayo cepat kutunjukkan jalannya." ucap Luo ya pada Xie Lin sambil menarik tangan Xie Lin
sedangkan pengajar Li wenji yang melihat Xie Lin berbuat begitu menepuk jidatnya dan berjalan mengikuti Xie Lin dengan pasrah dan sama seperti kedua pemuda dibelakangnya yang pasrah dan mengikuti Xie Lin
setibanya di kamar putri Luo ya Xie Lin melihat seorang perempuan yang seumuran dengan dirinya terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur dengan seluruh tubuh yang berwarna putih kebiruan
Xie Lin mendekati perempuan itu dan mengecek denyut nadinya dan benar saja Xie Lin menemukan bahwa perempuan itu terkena racun dingin
"sepertinya putrimu sekarang ini sedang terkena racun dingin dan sekarang racun itu sudah menjalar keseluruh tubuhnya." ucap Xie Lin pada Luo ya
"racun dingin? racun apa itu?" ucap Luo ya pada Xie Lin dengan bingung
"racun dingin merupakan racun pelan, racun itu akan perlahan lahan memasuki tubuh manusia dan perlahan menjalar ke seluruh organ tubuh dan membuat berbagai organ tubuh membeku, ketika racun dingin dalam tubuh kambuh maka manusia akan merasa sangat sakit disekujur tubuhnya juga tubuhnya akan menjadi sangat dingin dan terakahir setelah racun dingin menjalar ke seluruh tubuh maka hanya tinggal menunggu ajal saja."ucap Xie Lin pada Luo ya dengan serius
"tapi kita masih bisa mencegah racun dingin itu." ucap Xie Lin pada Luo ya
"karena dingin lawannya panas maka kita akan membakar tubuh putrimu." ucap Xie Lin pada Luo ya
Luo ya yang mendengar bahwa tubuh putrinya akan dibakar terkejut dan segera melototi Xie Lin
"haih…jangan khawatir, putrimu akan baik baik saja dan dia juga akan masih hidup setelah dibakar nanti." ucap Xie Lin pada Luo ya
Luo ya yang masih ragu ragu dengan Xie Lin Terdiam dan melihat Xie Lin melakukan aktivitasnya untuk menyelamatkan putrinya
Xie Lin mengumpulkan banyak kayu bakar di sekitar tempat tidur Putri Luo ya dan kemudian membakar semua kayu yang ada di sekitar Putri Luo ya menggunakan elemen apinya
see you
__ADS_1