
Cuplikan
aku kira gege adalah Xiao ba atau Oliver mau pun Shiro ternyata bukan, seperti nya aku salah sambung, gege aku matikan dulu batunya." ucap Xie Lin lalu segera mematikan batu transportasi suaranya
"siapa yan?" tanya Qing dari belakang yan
"oh bukan siapa siapa, hanya Xie Lin yang salah menghubungi, sudah cepat, ayo kita pergi." ucap yan
mereka berdua pun pergi...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara di dalam ruang dimensi, kini Xie Lin pusing memikirkan kemana hewan kontrak nya pergi
"aish! kenapa salah hubung lagi? mereka juga, kemana mereka pergi tidak memberitahu ku dulu." ucap Xie Lin dengan kesal dan mencoba kembali untuk menghubungi hewan kontak nya
setelah beberapa saat batu transportasi suara Xie Lin terhubung dan terdengar suara yang familiar menurut Xie Lin
"tuan?" ucap seseorang
"hah?! Shiro? apa itu kau?" ucap Xie Lin dengan ragu ragu
"iya, ini saya tuan. ada apa tuan mencari saya?" ucap Shiro dengan singkat
Xie Lin menghela napas lega akhirnya Xie Lin berhasil menghubungi salah satu hewan kontrak nya
"kau ada di mana Shiro?"ucap Xie Lin lada Shiro
"hah?! tuan lupa? bukankah tuan sendiri yang menyuruh kami untuk berada di markas dan Melatih anak anak." ucap Xiao ba yang tiba tiba muncul di belakang Shiro
"hm? menyuruh kalian berada di sana? melatih anak anak? hm.. oh benar juga, aku menyuruh kalia tinggal di sana dan melatih anak anak." ucap Xie Lin yang akhirnya teringat pada saat dia menyuruh hewan kontrak nya berada di markas nya
"kau lupa Xie Lin?" ucap Olive yang ada di dekat Xiao ba
"hehe.. aku lupa, mungkin karena aku kecapean jadi menjadi pelupa untuk beberapa saat." ucap, Xie Lin pada Oliver dan yang lainnya
Shiro yang tidak merasa Xie sambil kecapean menjadi khawatir tehadap Xie Lin, "tuan, anda harus menjaga diri anda di sana, hindari hal hal yang berbahaya." ucap Shiro pada Xie Lin
__ADS_1
Xie Lin terkekeh mendenga Shiro yang menasehati nya seperti orang tuanya, "hahahaha.. baiklah aku akan menjaga diriku disini, kalian juga jaga diri kalian ya." ucap xie Lin Dan akhirnya mematikan batu transportasi suaranya
"ternyata mereka di markas." ucap Xie Lin dengan rasa sedih yang tiba tiba muncul
"hm.. akhir akhir ini kenapa aku jadi begitu pelupa?" ucap Xie Lin lalu tertidur kembali menjelang pagi
keesokan harinya Xie Lin bangun pagi dan melakukan aktivitas nya seperti biasanya
setelah sampai di kelas Xie Lin mendapatkan perhatian dari seluruh murid, "hei, lihat itu dia si pengguna Ilmu Hitam." bisik seorang murid yang
duduk di sebelah Xie Lin
"tak disangka sudah menjadi sampah malah menggunakan Ilmu Hitam, sangat menjijikkan." bisik yang ada di sudut kanan paling belakang
berbagai cemooh mendarat di telinganya Xie Lin Dan menghujat Xie Lin menggunakan Ilmu hitam tanpa henti hingga Xie Lin tiba di mejanya
'orang orang ini cuma bisa mencemooh orang dari belakang saja, dasar tidak tahu malu.' Gumam Xie Lin dalam hatinya dengan kesal
"apa yang akan dia lakukan selanjutnya? menggoda tetua tetua?" ucap seorang murid perempuan yang duduk di sebelah Xie Lin
Xie Lin mengabaikan perkataan dari murid perempuan itu dan terus membaca buku pelajaran nya
'dasar tukang gosip.' Gumam pengajar Li wenji dalam hatinya dengan muak
"perhatian semuanya! siapa pun yang berani menggosipkan teman sekelasnya di belakang akan diberikan hukuman yang berat dan tentunya Kepala akademi juga tidak akan dapat membantah perintah ku." ucap pengajar Li wenji dengan ancaman
para murid yang mencemooh Xie Lin dari belakang seketika terdiam dan menelan salivanya dengan sekuat tenaga
"baik, mari kita mulai pembelajaran kita hari ini." ucap pengajar Li wenji dan berdiri dari kursinya
"oh iya, aku ada pengumuman yang penting untuk kalian." ucap pengajar Li wenji yang tiba tiba
"kerajaan Ling akan mengadakan pertandingan antar kerajaan dan mengundang kerajaan kita untuk ikut serta dalam pertandingan tersebut." ucap pengajar Li wenji dengan serius sembari menatap Xie Lin
"jadi?" ucap Xie Lin yang merasa di tatap oleh seseorang
"jadi.. aku ingin merekrut satu murid dari kelas kita untuk ikut berpartisipasi ke pertandingan itu, siapa yang mau ikut?" ucap pengajar Li wenji dengan senyuman
__ADS_1
para murid yang mendengar pengumuman dari pengajar Li wenji seraya mengangkat tangannya semua, "aku pengajar Li! aku!" ucap seorang murid perempuan yang duduk di sebelah Xie Lin
"aku pengajar Li!", " aku! aku!", "minggir! tidak ada yang pantas selain aku!" teriak teriak semua murid yang ada dalam kelas kecuali Xie Lin
pengajar Li wenji menatap Xie Lin yang duduk diam di tempat nya tanpa bergerak sedikit pun
"oke, aku sudah menemukan murid yang cocok untuk ikut." ucap pengajar Li wenji
para murid terdiam dan menunggu arahan dari pengajar Li wenji, siapa kah yang akan pengajar Li wenji pilih untuk mengikuti pertandingan itu
"jadi.. murid yang akan pergi mewakili kerajaan kita adalah...... Xie Lin." ucap pengajar Li wenji sambil menunjuk ke arah Xie Lin
Xie Lin yang mendengar namanya disebut segera memalingkan wajahnya dan menatap pengajar Li wenji
"ada apa pengajar Li memanggil nama saya?" ucap Xie Lin dengan tatapan datar
para murid lainnya memalingkan wajahnya semua ke arah Xie Lin Dan menatap penuh kebenci pada Xie Lin
sedangkan Xie Lin yang tidak tahu apa nyang terjadi menatap bingung semuanya
"ada apa? kenapa kalian semua menatapku?" ucap Xie Lin
pengajar Li wenji terkekeh melihat wajah Xie Lin yang kebingungan, "tidak ada apa apa, hanya.. kami memilih diri mu untuk mewakili akademi kita untuk ikut berpartisipasi di pertandingan yang ada di kerajaan Ling." ucap pengajar Li wenji dengan penuh senyum dan harapan
"oh.. apa?!" Ucap Xie Lin dengan terkejut dan tak menyangka bahwa ia yang akan di pilih mengikuti pertandingan yang ada di kerajaan Ling
"pertandingan yang di adakan di keraj Ling?! tapi kenapa malah aku yang harus pergi?" ucap Xie Lin dengan penuh penasaran
"aku yang merekrut mu, aku melihat kekuatan mu yang cukup memenuhi syarat untuk mengikuti pertandingan itu." ucap pengajar Li wenji dengan santai
sedangkan Xie Lin yang masih terkejut tak bisa berkata apa apa di hadapan semua murid lainnya dan pengajar Li wenji
"haih.. sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi." ucap Xie Lin dengan pasrah dan melanjutkan kegiatan nya yaitu membaca buku pelajarannya sedangkan pengajar Li wenji yang tengah mengajar
ohayou -
__ADS_1