
Cuplikan
"iya ini ibu nak."ucap Gao meng ji'a yang masih memeluk erat Ding Xia Ling
ding Xia Ling yang tidak tahan akhirnya mengeluarkan air matanya dan membalas peluk sang ibu
"apa ibu tahu? aku sangat merindukan ibu." ucap Ding Xia Ling seraya melepaskan pelukannya terhadap ibunya
"akhirnya aku bertemu denganmu lagi dan ternyata pertemuan kita adalah di dunia atas, sekarang sepertinya kau sudah mewujudkan impianmu Yang ingin menjadi dewi." ucap ding Liu Xing pada ding Xia Ling
"ayah? ternyata ayah masih sama seperti dulu hahaha." ucap ding Xia Ling pada ding Liu Xing
Xie Lin melihat keluarganya yang sudah bersatu kembali merasa terharu dan tersenyum kecil melihat hal tersebut
......................
"apa kau merasa senang sekarang karena keluargamu telah berkumpul kembali?" ucap Zhuo Zhang pada Xie Lin
Xie Lin mengangguk nganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"aku berharap mereka tetap bersama di mana pun mereka berada." ucap Xie Lin pada Zhuo Zhang
Xie Lin berjalan mendekati sang Ibu sambil menarik tangan Zhuo Zhang
"ayah ibu perkenalkan dia adalah temanku namanya Zhuo Zhang." ucap Xie Lin pada ding Xia Ling dan Bai Qing Liang
"teman? bukankah aku ini tunanganmu?" ucap Zhuo Zhang pada Xie Lin
ding Xia Ling yang mendengar kata tunangan segera menoleh dan menatap Xie Lin
"apa katamu? tunangan? Xie Lin sudah tunangan?" ucap ding Xia Ling pada Xie Lin da. Zhuo Zhang
"tunangan? bertunangan aja belum langsung bilang tunangan aja, otakmu itu terbuat dari apa sih?" ucap Xie Lin pada Zhuo Zhang
"kan nanti setelah kau menyelesaikan semua urusanmu kita akan langsung bertunangan." ucap Zhuo Zhang pada Xie Lin
"ternyata belum tunangan, kukira kalian telah bertunangan." ucap ding Xia Ling pada Zhuo Zhang dan Xie Lin
"tapi…dari nama tunangan Xie Lin ini sepertinya aku pernah mendengarnya tapi di mana?" ucap Bai Qing Liang pada ding Xia Ling
__ADS_1
"tentu saja kau pernah mendengarnya bahkan hampir setiap hari kau mendengarnya." ucap ding Liu Xing pada Bai Qing Liang
"hah? apa maksud ayah? aku mendengar nama ini hampir setiap hari?" ucap Bai Qing Liang pada ding Liu Xing
"aduh ayah, dia adalah raja iblis yang terkenal itu dan perempuan yang semua orang maksud tinggal bersamanya adalah Xie Lin." ucap Bai Qing cheng pada Bai Qing Liang
sontak saja kedua orang tua itu terkejut dan menatap Zhuo Zhang dengan teliti
"tunangan putriku adalah raja iblis yang sangat terkenal dengan kekejamannya itu?!" ucap ding Xia Ling
"tapi dilihat dari sikapnya terhadap putri kita sepertinya dia tidak kejam sama sekali, kau bisa tenang." ucap Bai Qing Liang pada ding Xia Ling
"benar juga yang kau katakan, tapi aku masih tidak percaya, jika dia benar benar mencintai putriku maka dia harus melalui semua rintangan dariku dulu." ucap ding Xia Ling dengan serius
"ingat saja jika kau berani menyakitimu putriku maka aku akan melepas kepalamu itu." ucap ding Xia Ling pada Zhuo Zhang dengan tatapan serius
sedangkan Zhuo Zhang yang mendapatkan tatapan tersebut menelan ludahnya dengan kasar kemudian tersenyum canggung menanggapi tatapan tersebut
"sudahlah, ayo kita pergi makan dulu, pelayan bawa barang barang mereka ke ke kamar masing masing masing." ucap Bai Qing Liang
mereka sekeluarga berjalan berjalan menuju ke ruang makan
dan disana sudah terlihat banyak makanan lezat dan enak di atas meja makan
"sepertinya kau sangat lapar setelah perjalanan kesini." ucap Bai Qing Liang pada Xie Lin
"aku juga tidak tahu ayah, aku selalu merasa lapar dan ingin makan terus setiap saat." ucap Xie Lin pada Bai Qing Liang
Bai Qing Liang yang mendengar perkataan dari Xie Lin bingung serta curiga
"apa kau pernah dekat dekat dengan tanaman tanaman beracun?" ucap ding Xia Ling pada Xie Lin
Xie Lin menggeleng gelengkan kepalanya sambil makan
'pasti Xie Lin pernah menyentuh bunga itu, tapi bagaimana caranya menyembuhkan Xie Lin dari racun bunga itu?'Gumam ding Xia Ling dalam hatinya
"sudah sudah cepat makan, nanti makannya aku, habisin nih." ucap Xie Lin yang membicarakan lamunan dari ding Xia Ling
"dasar rakus." ucap Bai Qing Cheng pada Xie Lin sambil mengelus kepala Xie Lin
__ADS_1
mereka akhirnya duduk di kursi masing masing dan makan bersama
terlihat kini mereka makan bersama dengan senang dan bercanda ria bersama
setelah makan mereka keluar dan jalan jalan bersama
"wah... ternyata dunia atas sangat indah." ucap Gao meng ji'a pada ding Xia Ling
"ibu kalau suka, tinggal saja disini." ucap ding Xia Ling pada Gao meng ji'a
"aku sangat ingin tinggal disini tapi ayahmu masih memiliki pekerjaan di sana dan setiap hari harus menghadiri rapat kerajaan." ucap Gao meng ji'a pada ding Xia Ling
"benar juga, tapi jika kalian ingin berkunjung hubungi aku menggunakan baru ini." ucap ding Xia Ling sambil memberikan sebuah batu Transportasi suara pada Gao meng ji'a
"sudah sudah ayo lanjutkan jalan jalan kita." ucap ding Liu Xing pada semuanya
mereka akhirnya melanjutkan jalannya dan melihat sekelilingnya yang sangat indah dan mempesona
malam harinya mereka kembali ke kamar mereka masing masing dan mandi kemudian berpakaian dan pergi ke ruang makan
disana sudah terlihat Xie Lin yang sudah ada di ruang makan sendirian menunggu semuanya
"kalian lambat sekali sampainya, ayo cepat kita makan aurat sudah sangat lapar." ucap Xie Lin pada semua orang yang ada di luar ruang makan
mereka menggeleng gelengkan kepalanya yang melihat kelakuan Xie Lin yang begitu kekanak Kanakan dalam hal makan
mereka pergi dan duduk di kursi masing masing dan makan bersama
setelah makan seperti biasa mereka kembali ke kamar masing masing dan tidur hingga menjelang pagi
keesokan harinya mereka bangun pagi pagi dan siap untuk pulang ke kediaman perdana menteri ding
"kenapa kalian ingin pergi lagi? istana terasa sepi jika kalian tidak ada." ucap ding Xia Ling pada ayah dan ibunya serta Xie Lin Dan Zhuo Zhang
"jangan sedih ibu kami akan sering sering menjungimu." ucap Xie Lin pada ding Xia Ling
"Baiklah hati harti di jalan pulang." ucap ding Xia Ling pda Xie Lin Dan yang lainnya
mereka akhirnya pulang dengan menaiki awan yang mereka naiki ke dunia atas waktu itu
__ADS_1
mereka pulang dengan melepas rasa rindu yang sangat lama mereka pendam dalam hati mereka
see you