
cuplikan
Xie Lin yang melihat hal tersebut menjadi kesal dan mengepalkan tangannya denger kuat hingga berdarah
"kenapa semua orang berencana ingin membunuh ku? kenapa?" ucap Xie Lin dengan Amarah nya yang kini memuncak tinggi
Xie Lin akhirnya pergi dari sana dengan wajah kesal sambil memprban luka yang ada di tangannya tadi karena kepalan tangannya
setelah selesai memperban luka di tangan nya Xie lanjut berjalan ke paviliun nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
krak!
ditengah perjalanan Xie Lin mendegar suara aneh lagi, "suara dari mana lagi itu? jangan bilang itu suara ******* seperti yang tadi lagi." ucap Xie Lin dengan ragu ragu
Xie Lin mendekati asal suara tersebut yang ternyata di dalam sebuah paviliun yang telah rusak dan tak di pakai lagi
"apa ada orang yang tinggal di paviliun usang ini?" bingung Xie Lin sembari membuka pintu paviliun tersebut
setelah Xie Lin masuk kedalam malah mendapati banyak debu di mana mana dan barang barang rusak di mana mana, "uhuk…uhuk…banyak sekali debu di paviliun ini." ucap Xie Lin sambil melihat ke tempat tempat lain
krek! krak! krek!
"suara itu lagi, sebenarnya di mana asal suara itu berada?" ucap Xie Lin dengan waspada dengan serangan dadakan
Xie Lin menelusuri setiap lorong paviliun tersebut dan setiap kamar dan ruangan yang dia temukan akan tetapi tetap tidak menemukan asal suara tersebut
krak! krek! krak!
akhirnya setelah mencari di mana mana Xie Lin berhenti sejenak dan beristirahat di sebuah ruang dapur, "suara itu lagi, haish…sebenarnya di mana asal suara itu!" pekik Xie Lin dengan kesal
Xie Lin yang sudah pasrah dengan pencarian yang tak menemukan hasil berdiri dan tanpa sengaja berbali dan menemukan sebuah kamar dengan pintu hitam yang sama sekali tidak usang seperti pintu kamar yang lainnya
"kamar apa itu? sepertinya aku belum pernah mencari ke kamar itu…" ucap, Xie Lin sembari berjalan ke arah kamar itu secara perlahan lahan agar tidak mendapat bahaya yang tiba tiba
kriek…
Xie Lin perlahan membuka pintu kamar tersebut dan menemukan seorang laki laki yang terikat erat dengan rantai di dinding ruangan tersebut
"seorang laki laki, wajahnya juga lumayan." ucap Xie Lin sambil mendekati tubuh laki laki itu
__ADS_1
Xie Lin menyentuh wajah laki laki itu secara perlahan, "kulitnya sangat halus dan putih." ucap Xie Lin
secara tiba tiba mata laki laki itu terbuka dan menatap Xie Lin dengan tatapan tajam nya
Xie Lin yang menyadari hal tersebut segera mundur ke belakang beberapa langkah
"manusia dari mana kau ini!? beraninya memasuki ruangan ini!?" ucap seorang kakek tua yang tiba tiba muncul di belaka Xie Lin
Xie Lin berbalik dan menatap sang kakek dengan waspada sedangkan sang kakek tidak mempedulikan perilaku Xie Lin dan langsung menyerang Xie Lin
Xie Lin yang cukup gesit berhasil menghindari setiap serangan dadakan dari sang kakek dengan lincah
"…" sang laki laki menatap kosong Xie Lin yang tengah bertarung dengan sang kakek
"siapa kau hah!" teriak sang kakek yang tak henti hentinya menyerang Xie Lin
Xie Lin yang masih punya hati nurani tidak menyerang kakek tersebut dan terus menghindari serangan kakek itu
"aku bukan siapa siapa, hanya orang biasa yang sedang lewat sini." ucap Xie Lin sambil menghindar dari serangan kakek itu
sang kakek tidak berhenti menyerang Xie Lin setelah Xie Lin menjawab pertanyaan nya sedangkan laki laki itu hanya menatap kosong Xie Lin yang tengah terus menghindari serangan sang kakek
"aku tidak percaya." ucap kakek itu dengan tegas, "kau pasti salah satu dari orang orang yang ingin mengambil nyawa cucu ku." ucap kakek itu lagi
"eh?! orang orang yang ingin mengambil nyawa cucu kakek? apa maksudnya?" ucap Xie Lin dengan bingung yang tampak jelas di wajahnya, "ah!" pekik Xie Lin yang tanpa sengaja terkena serangan dari kakek itu
"berhentilah berpura pura! aku tahu kau pasti ingin mengambil nyawa cucu ku kan!" teriak kakek itu dengan tegas dan terus menyerang Xie Lin
Xie Lin yang terkena serangan kembali menghindar terus dari serangan serangan dari kakek tersebut
"tenanglah kakek, kau bisa terluka jika terus memaksakan diri mengeluarkan kekuatan secara berlebihan."ucap Xie Lin pada sang kakek yang mulai kewalahan
sang kakek tidak berhenti malah semakin marah dan menyerang Xie Lin dengan kecepatan penuhnya
"aku tidak percaya…aku tidak bisa mengenai mu lagi…" ucap kakek itu dengan kelelahan
setelah beberapa saat menyerang Xie Lin, sang kakek kewalahan dan berhenti menyerang Xie Lin
"huh…huh…aku sungguh tidak bisa mengalahkan dirimu…" ucap kakek itu dengan kelelahan
Xie Lin tersenyum melihat sang kakek yang sudah berhenti menyerang dan mencoba berakting di hadapan sang kakek
__ADS_1
"hmp! akhirnya kau behenti juga tua bangka! sekarang aku bisa mengambil nyawa cucu mu dengan tangan ku sendiri hahahaha…" ucap Xie Lin dengan pura pura tertawa jahat
kakek itu seketika terkejut setengah mati dan segera berdiri melihat Xie Lin dengan wajah tak berdaya
"Ter-ternyata benar, kau memang ingin mengambil nyawa cucuku." ucap kakek itu dengan tak berdaya nya
Xie Lin tersenyum dan menghayati perannya sebagai orang jahat yang ingin mengambil nyawa cucu kakek itu dengan sangat dalam dan bahkan terlihat sangat nyata
sedangkan laki laki itu melihat aneh Xie Lin Dan memiringkan kepalanya
"prt!!…hahahaha…kakek, kau sungguh percaya dengan apa yang aku katakan? hahaha…" ucao, Xie Lin sambil tertawa terbahak bahak
sang kakek langsung menciut melihat ekspresi Xie Lin yang tiba iba berubah dari yang kelihatan jahat jadi kelihatan baik
"kau…" ucap kakek itu yang tak bisa berkata kata lagi di hadapan Xie Lin saat ini
"maafkan aku kek, aku Hanya bercanda hahaa…, baiklah kembali ke topik."ucap Xie Lin yang awalnya berekspresi ceria menajdi berekspresi dingin dan berwajah darar
"sebenarnya kenapa kakek bilang kalau aku adalah salah satu dari orang yang ingin mengambil nyawa cucu kakek?" tanya Xie Lin pada sang kakek
kakek itu menghela napas lega melihat Xie Lin yang tidak mengapa ngapakan cucunya, "sebenarnya cucu ku adalah ras campuran antara manusia dan iblis, bisa di katakan cucu ku adalah manusia setengah iblis." ucap kakek itu yang memasang wajah sedih
"jadi kenapa kakek mengikat cucu kakek di dinding paviliun ini menggunakan rantai besi?" tanya Xie Lin lagi pada sang kakek
"itu bukan aku yang lakukan, itu semua perbuatan dari orang itu, dia sengaja mengikat cucu ku seperti itu, tapi cucu ku bisa di bebaskan asalkan ada orang yang tepat yang bisa membuka rantai besi tersebut menggunakan energi intinya." ucap kakek itu dengan lesu
"ternyata begitu cara membuka rantainya, baiklah akan ku coba, kakek tenang saja cucu kakek akan segera bebas."ucao, Xie Lin dengan penuh percaya diri
Xie Lin mendekati laki laki itu dan mulai menyalurkan energi intinya ke rantai besi yang mengikat laki laki itu
sedangkan sang kakek yang merasa Xie Lin akan gagal menghela napas berat dan menatap sunyi Xie Lin
Xie Lin yang mulai kehabisan energi mencoba bertahan dan terus menyalurkan energi intinya ke rantai tersebut hingga ke beberapa menit menyalurkan energi intinya rantai besi tersebut terbuka dan membebaskan sang laki laki
sang kakek yang tak percaya segera berlari ke arah Xie Lin Dan laki laki itu dan langsung memeluk sang laki laki
"Terima kasih sudah mau menolong kami." ucap kakek itu yang kini menangis
Xie Lin tersenyum kecut melihat sang kakek yang berterima kasih padanya, "tidak perlu berterima kasih padaku, sudah seharusnya aku menolong orang yang membutuhkan, kalau begitu aku pergi dulu ya kakek." ucap Xie Lin dengan lemas
"tapi…" ucap kakek itu yang belum sampai Xie Lin sudah pergi dari sana
__ADS_1
sang kakek hanya bisa menghela napasnya dan menggelengkan kepalanya
ohayou