
Cuplikan
"Terima kasih sudah mau menolong kami." ucap kakek itu yang kini menangis
Xie Lin tersenyum kecut melihat sang kakek yang berterima kasih padanya, "tidak perlu berterima kasih padaku, sudah seharusnya aku menolong orang yang membutuhkan, kalau begitu aku pergi dulu ya kakek." ucap Xie Lin dengan lemas
"tapi…" ucap kakek itu yang belum sampai Xie Lin sudah pergi dari sana
sang kakek hanya bisa menghela napasnya dan menggelengkan kepalanya
.....................
"kau tidak apa apa kan?" ucap kakek itu pada sang laki laki yang sudah terlepas dari ikatannya
"hm…gadis itu…menurut ku lumayan." ucap laki laki itu sembari tersenyum dan memikirkan wajah Xie Lin
"dasar kau ini." ucap kakek itu lalu mulai membaca sebuah mantra
setelah sang kakek melafalkan mantranya secara perlahan kakek itu berubah menjadi seorang laki laki yang berkulit putih mulus dan tampan
"ayo segera pergi dari sini sebelum utusan orang itu datang kemari." ucap laki laki itu kemudian pergi meninggalkan laki laki yang Xie Lin tolong
"hmp…gadis kecil, aku akan menemukan mu cepat atau lambat." ucap laki laki itu dengan senyuman di wajahnya lalu pergi dari sana
sedangkan Xie Lin yang baru saja di bicarakan tiba di paviliun nya dengan selamat, "hatchi!" bersin Xie Lin yang baru saja di bicarakan
"pasti ada yang membicarakan ku lagi di belakang." ucap Xie Lin sambil mengusap hidungnya
"hoam…sudahlah aku tidak urus, aku ingin segera tidur dan bangun pagi besok untuk menyiapkan barang yang akan ku bawa besok lusa." ucap Xie Lin lalu masuk ke kamarnya dan akhirnya setelah beberapa detik Xie Lin tertidur lelap di atas kasur nya
keesokan paginya Xie Lin bangun pagi sekali, bahkan matahari belum terbit dia sudah bangun menyiapkan barang bawaan besok
setelah Xie Lin menyiapkan barang bawaannya besok Xie Lin memakai baju olahraga nya dan pergi berkeliling mengelilingi paviliun nya sebanyak sepuluh putaran
setelah nya Xie Lin mandi dan menggunakan baju sekolah nya kemudian pergi sarapan pagi di kantin
ditengah perjalanan Xie Lin melihat paviliun yang dia masuki kemarin malam sudah menghilang entah kemana, "paviliun itu sudah hilang? apa kakek itu yang menghilangkannya?" ucap Xie Lin dengan penasaran
tak terasa Xie Lin memikirkan hal tersebut hingga sampai di kantin
__ADS_1
di kantin terlihat saudara saudari Xie Lin yang sedang menunggu Xie Lin di sebuah meja yang ada di paling belakang
"hei!" teriak Xie Lin yang masih jauh dari yang lainnya
disana juga terlihat Xuan Yuan Yao yang menatap benci Xie Lin, ' dia lagi, apa dia tidak ada tempat lain selain pergi ke kantin dan mengganggu kesenangan ku.' Gumam Xuan Yuan Yao dengan kesal yang ditahan dalam hatinya
"jiejie Yao ternya juga ada di sini." ucso Xie Lin yang telah sampai, "apa jiejie punya sedikit waktu nanti setelah pelajaran pertama selesai? ada yang ingin ku sampaikan pada jiejie nanti." ucap Xie Lin lagi sembari duduk
Xuan Yuan Yao yang di ajak bicara oleh Xie Lin terkejut dan segera mengubah ekspresi wajahnya, " aku juga ingin menemuimu dan menyampaikan sesuatu yang penting padamu, tapi…aku rasa aku tidak bisa menemui mu dulu karena aku memiliki banyak pekerjaan setelah pelajaran pertama selesai."ucO Xuan Yuan Yao dengan pura pura
Xie Lin meng-oh kan perkataan dari Xuan Yuan Yao sambil menganggukkan kepalanya, "kalau begitu lain kali saja kita ketemuan." ucap Xie Lin dengan senyuman seraya memesan makanan
Xuan Yuan Yao menatap kesal Xie Lin Dan mengepalkan tangannya di balik bajunya, 'tunggu saja, aku pasti bisa menjatuhkanmu cepat atau lambat.' Gumam Xuan Yuan Yao dengan geram melihat Xie Lin yang sangat dekat dengan saudara saudaranya
"Xie Lin kau akan berangkat besok lusa kan?" tanya seseorang dari belakang Xie Lin
Xie Lin berbalik melihat seseorang itu yang ternyata adalah Li Jiancheng dan dibelakang Li Jiancheng ada Yin Jihan
Yin Jihan dan Li Jiancheng melambaikan tangannya pada Xie Lin Dan Xie Lin juga membalas lambaikan tangan mereka dengan melambaikan tangannya juga
sedangkan Xuan Yuan Yao yang semakin geram dan kesal sekaligus iri dengan Xie Lin yang dekat dengan orang orang bermartabat dan berstatus tinggi
"aku akan berangkat besok pagi." ucap Xie Lin pada Yin Jihan
"berarti untuk beberapa minggu atau bulan kita tidak akan bertemu begitu?" ucap Li Jiancheng
Xie Lin menganggukkan kepalanya, "begitulah." ucap Xie Lin
"kalau begitu, nanti saat kau sampai di sana kau harus jaga diri baik baik, jangan sampai dal bahaya dan jangan sampai terluka dan sakit." ucap Xuan Yuan Shao pada Xie Lin dengan cemas
"jangan khawatir, aku akan jaga diri di sana."ucap Xie Lin
"huh! akhirnya aku menemukan mu Xie Lin." ucap seorang laki laki dengan nada sedikit berat dari belakang Xie Lin
Xie Lin berbalik melihat siapa yang mencarinya dan ternyata adalah pengajar Li wenji, "ada apa pengajar Li mencari ku?" ucap Xie Lin
"aku ingin mengatakan kalau kita tidak akan langsung ke kerajaan Ling untuk pertandingan, kita akan mulai pertandingan nya dari Kerajaan yang lalu ke kerajaan Xuan lalu ke kerajaan Ling, tapi itu jika kau berhasil lolos."ucap pengajar Li wenji
"maksud pengajar Li adalah pertandingan yang kerajaan Ling adakalan dimulai dari Kerajaan yang dan jika berhasil lolos maka lanjut ke kerajaan Xuan terus ke kerajaan Ling begitu?" ucap Xie Lin
__ADS_1
pengajar Li wenji menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Xie Lin
"haih…" Xie Lin menghela napasnya, "jadi besok kita akan ke kerajaan yang dulu?" tanya Xie Lin pada pengajar Li wenji
pengajar Li wenji lagi lagi menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Xie Lin
"aduh…sekarang jadi semakin sulit." ucap xie dengan kesal
"sabar Xie Lin, kau pasti bisa melewatinya satu persatu." ucap Xuan Yuan Shao pada Xie Lin sambil menepuk nepuk pundak Xie Lin
"hm…", begitulah tanggapan Xie Lin pada situasi yang saat ini sedang dia alami
" kalau begitu aku berangkat ke kelas dulu, sampai jumpa nanti."ucap Xie Lin lalu pergi dari kantin dan menuju ke kelasnya
setibanya di kelas, hal pertama yang Xie Lin lihat adalah tatapan benci dan hina yang di arahkan ke arah Xie Lin
"dasar siluman rubah, pasti dia menggoda pengajar Li agar memilihnya sebagai murid utusan." ucap xian du dengan penghinaan terhadap xie Lin
Xie Lin menatap Xian du sejenak kemudian berjalan ke arah mejanya dan mengabaikan perkataan perkataan yang menghinanya
"dasar rubah penggoda, lebih baik kau keluar dari akademi ini." ucap Xian liu dan Xian luo secara bersamaan di hadapan Xie Lin
Xie Lin mengabaikan keduanya dan menipis Xian luo saja Xian liu dan duduk di tempat nya
'hehehe…Xie Lin, lihat saja, sebentar lagi kau akan menghilang dari dunia ini untuk selamanya.' Gumam Xian du dengan senyuman menjijikkannya
berbagai hinaan dan ejekan Xie Lin Terima akan tetapi Xie Lin menahannya dan mencoba untuk mengabaikan semua penghinaan itu
"terserah apa yang kalian katakan, aku tidak peduli." ucap Xie Lin dengan wajah datar dan aura yang sangat memekakkan
seketika semua murid yang menghinanya terdiam dan berkeringat dingin
pengajar Li wenji yang kebetulan sudah sampai di kelas melihat Xie Lin yang di hina terus menerus
'haih…setiap hari, setiap hari Xie Lin menerima penghinaan tapi dia terus menahannya.' Gumam pengajar Li wenji dalam hatinya yang kasihan melihat Xie Lin yang terus di hina
"ekhem!", pengajar Li wenji yang pura pura batuk di hadapan para murid
para murid sekaligus Xie Lin Menatap ke arah pengajar Li wenji yang pura pura batuk
__ADS_1