
"anak anak, habisi semuanya tanpa sisa dan hancurkan sektenya juga sampai ke akar akarnya, jangan biarkan salah satu dari mereka kabur dsn melarikan diri." ucap Xie lin kemudian pergi dari sana
Zhuo zhang juga ikut pergi menemani Xie lin sedangkan anggota pasukan malam yang membantai sekte dao dan menghancurkannya
......................
Di benua kanan yang hancur lebur terlihat xie lin dan zhuo zhang yang sedang berdiri di atas benua kanan yang sudah hancur itu
Semuanya tidak ada yang tersisa. Kerajaan, rumah, restoran, pasar, negara, ibukota, anak anak dan orang orang, tidak ada yang selamat
Di sela sela reruntuhan bangunan kerajaan sepotong tangan kanan terlihat berlumuran darah. Dan di sebelah barat beberapa pakaian anak anak dengan kulit manusia terlihat beterbangan secercah demi secercah
Xie lin terdiam dan memandangi benua kanan yang sudah tidak dapat di tolong dan hancur porak-poranda
Butiran butiran bening bercucuran keluar dari pelupuk matanya dan membasahi pipinya
Kini ia tak bisa menahan tangisannya lagi. ia kini menangis keras dan terisak isak. Sedih, putus asa, kecewa, dan merasa gagal, marah, tidak berdaya…semua perasaan itu saat ini telah tercampur aduk menjadi satu
Perasaan campur aduk xie lin membuatnya tidak bisa berkata kata dan hanya bisa meluapkan semua perasannya dalam tangisan
Semua anggota pasukan malam yang melihat ketua mereka yang untuk pertama kalinya menangis merasa sedih dan kecewa pada diri mereka masing-masing
__ADS_1
“Ketua…” gumam chi shi yang dengan nada kecil sembari melihat xie lin yang menangis keras di atas benua kanan yang sudah berantakan
Sementara itu zhuo zhang yang juga tidak bisa apa apa hanya bisa merangkul xie lin dan turun ke bawah
Mungkin, inilah saat saat terburuk xie lin dalam kehidupan keduanya. Tanah kelahirannya hancur,
porak-poranda, tidak dapat ditempati, dan orang orang tersayangnya yang kini terkubur bersama bangunan bangunan rusak
Hal itu tentu saja membuat xie lin tak bisa menahan tangisannya dan melupakannya di hadapan bawahannya yang setia
Apalah daya xie lin, dia hanya dapat menangis memandangi benua kanan, tempat tanah kelahiran keduanya setelah kematian yang sangat pahit hancur begitu saja. Sungguh ironis
“Kesalahan apa yang telah ku perbuat hingga benua kananku harus hancur…hiks…hiks…” sedu xie lin melihat pandangan yang membuat perasaan campur aduk antara sedih, kecewa, dan gagal
Xie lin menggelengkan kepalanya dengan sekuat tenaga,“Tidak zhang…aku benar-benar bersalah…aku seharusnya tidak meninggalkan benua kanan saat itu.” pilu xie lin
“Jika aku tidak meninggalkan benua kanan saat itu, mungkin benua kanan masih aman dan baik baik saja sekarang ini…” Kecewa xie lin terhadap dirinya sendiri
Zhuo zhang bisa merasakan betapa sakitnya hati xie lin melihat tanah kelahirannya hancur lebur dsn porak-poranda
Hati xie lin begitu sakit karena tanah kelahirannya dihancurkan begitu saja sedangkan dirinya berada di benua chang ming dan menikmati kehidupannya di sana
__ADS_1
Zhuo zhang tidak bisa berkata kata lagi melihat xie lin yang sangat sedih sesedih sedihnya dan sekecewanya terhadap dirinya sendiri
“Oh iya, xie lin…bukankah kau masih memiliki organisasi pembunuh bayaranmu? kau bisa ke sana dan mengecek keadaan orang orangmu, siapa tau mereka masih hidup.” Ucap zhuo zhang yang mencoba untuk membujuk xie lin untuk berhenti menangis karena matanya telah bengkak karena tangisan
Memang benar mata xie lin bengkak karena tangisan karena sejak sampai di benua kanan sejam yang lalu ia memang sudah menangis dan kini sudah berlalu satu jam dan ia masih menangis
Akan tetapi, mendengar perkataan zhuo zhang membuat xie lin agak baikan dan serempak bangkit kembali
“Yang kau katakan benar zhang, kita belum ke organisasiku, mungkin saja ada yang selamat.” Bangkit xie lin kini berhenti menangis dan kembali senang
Xie lin tak tunggu sebentar lagi dan lekas pergi ke organisasi pembunuh bayarannya bersama semua anggota pasukan malamnya
Dan yang benar saja, markas organisasi pembunuh bayarannya masih baik baik saja dan tidak runtuh
Xie lin lekas tersenyum dan masuk ke dalam markasnya
Di dalam sana tampak semua orang tersayangnya masih selamat dan baik baik saja. Pemandangan itu membuat xie lin tersenyum kegirangan dan melangkah cepat memeluk kakek dan neneknya yang tidak mengetahui keberadaannya
“Kakek! Nenek! Hiks…aku kira kalian telah…telah…hiks…” tangis xie lin serempak memeluk keduanya dari belakang
Sontak saja keduanya tersentak menyadari bahwa xie lin datang dan lantas memeluk mereka berdua
__ADS_1
Keduanya berbalik dan memeluk balik xie lin dengan penuh kasih sayang keluarga
see you