Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 179


__ADS_3

"anak anak, habisi semuanya tanpa sisa dan hancurkan sektenya juga sampai ke akar akarnya, jangan biarkan salah satu dari mereka kabur dsn melarikan diri." ucap Xie lin kemudian pergi dari sana


Zhuo zhang juga ikut pergi menemani Xie lin sedangkan anggota pasukan malam yang membantai sekte dao dan menghancurkannya


......................


Di benua kanan yang hancur lebur terlihat xie lin dan zhuo zhang yang sedang berdiri di atas benua kanan yang sudah hancur itu


Semuanya tidak ada yang tersisa. Kerajaan, rumah, restoran, pasar, negara, ibukota, anak anak dan orang orang, tidak ada yang selamat


Di sela sela reruntuhan bangunan kerajaan sepotong tangan kanan terlihat berlumuran darah. Dan di sebelah barat beberapa pakaian anak anak dengan kulit manusia terlihat beterbangan secercah demi secercah


Xie lin terdiam dan memandangi benua kanan yang sudah tidak dapat di tolong dan hancur porak-poranda


Butiran butiran bening bercucuran keluar dari pelupuk matanya dan membasahi pipinya


Kini ia tak bisa menahan tangisannya lagi. ia kini menangis keras dan terisak isak. Sedih, putus asa, kecewa, dan merasa gagal, marah, tidak berdaya…semua perasaan itu saat ini telah tercampur aduk menjadi satu


Perasaan campur aduk xie lin membuatnya tidak bisa berkata kata dan hanya bisa meluapkan semua perasannya dalam tangisan


Semua anggota pasukan malam yang melihat ketua mereka yang untuk pertama kalinya menangis merasa sedih dan kecewa pada diri mereka masing-masing

__ADS_1


“Ketua…” gumam chi shi yang dengan nada kecil sembari melihat xie lin yang menangis keras di atas benua kanan yang sudah berantakan


Sementara itu zhuo zhang yang juga tidak bisa apa apa hanya bisa merangkul xie lin dan turun ke bawah


Mungkin, inilah saat saat terburuk xie lin dalam kehidupan keduanya. Tanah kelahirannya hancur,


porak-poranda, tidak dapat ditempati, dan orang orang tersayangnya yang kini terkubur bersama bangunan bangunan rusak


Hal itu tentu saja membuat xie lin tak bisa menahan tangisannya dan melupakannya di hadapan bawahannya yang setia


Apalah daya xie lin, dia hanya dapat menangis memandangi benua kanan, tempat tanah kelahiran keduanya setelah kematian yang sangat pahit hancur begitu saja. Sungguh ironis


“Kesalahan apa yang telah ku perbuat hingga benua kananku harus hancur…hiks…hiks…” sedu xie lin melihat pandangan yang membuat perasaan campur aduk antara sedih, kecewa, dan gagal


Xie lin menggelengkan kepalanya dengan sekuat tenaga,“Tidak zhang…aku benar-benar bersalah…aku seharusnya tidak meninggalkan benua kanan saat itu.” pilu xie lin


“Jika aku tidak meninggalkan benua kanan saat itu, mungkin benua kanan masih aman dan baik baik saja sekarang ini…” Kecewa xie lin terhadap dirinya sendiri


Zhuo zhang bisa merasakan betapa sakitnya hati xie lin melihat tanah kelahirannya hancur lebur dsn porak-poranda


Hati xie lin begitu sakit karena tanah kelahirannya dihancurkan begitu saja sedangkan dirinya berada di benua chang ming dan menikmati kehidupannya di sana

__ADS_1


Zhuo zhang tidak bisa berkata kata lagi melihat xie lin yang sangat sedih sesedih sedihnya dan sekecewanya terhadap dirinya sendiri


“Oh iya, xie lin…bukankah kau masih memiliki organisasi pembunuh bayaranmu? kau bisa ke sana dan mengecek keadaan orang orangmu, siapa tau mereka masih hidup.” Ucap zhuo zhang yang mencoba untuk membujuk xie lin untuk berhenti menangis karena matanya telah bengkak karena tangisan


Memang benar mata xie lin bengkak karena tangisan karena sejak sampai di benua kanan sejam yang lalu ia memang sudah menangis dan kini sudah berlalu satu jam dan ia masih menangis


Akan tetapi, mendengar perkataan zhuo zhang membuat xie lin agak baikan dan serempak bangkit kembali


“Yang kau katakan benar zhang, kita belum ke organisasiku, mungkin saja ada yang selamat.” Bangkit xie lin kini berhenti menangis dan kembali senang


Xie lin tak tunggu sebentar lagi dan lekas pergi ke organisasi pembunuh bayarannya bersama semua anggota pasukan malamnya


Dan yang benar saja, markas organisasi pembunuh bayarannya masih baik baik saja dan tidak runtuh


Xie lin lekas tersenyum dan masuk ke dalam markasnya


Di dalam sana tampak semua orang tersayangnya masih selamat dan baik baik saja. Pemandangan itu membuat xie lin tersenyum kegirangan dan melangkah cepat memeluk kakek dan neneknya yang tidak mengetahui keberadaannya


“Kakek! Nenek! Hiks…aku kira kalian telah…telah…hiks…” tangis xie lin serempak memeluk keduanya dari belakang


Sontak saja keduanya tersentak menyadari bahwa xie lin datang dan lantas memeluk mereka berdua

__ADS_1


Keduanya berbalik dan memeluk balik xie lin dengan penuh kasih sayang keluarga


see you


__ADS_2