
Cuplikan
"haih…kenapa disini Xie Lin juga memiliki banyak musuh?" ucap pengajar Li wenji sambil memegangi kepalanya yang pusing
"maksudmu Xie Lin juga memiliki banyak musuh di perguruan Yin?" ucap Jing Xiao leng pada pengajar Li wenji
"benar, Xie Lin memiliki lebih banyak musuh di perguruan yin, salah satunya adalah saudara ketiganya dan saudara ke duanya serta ayah dan Ibu tirinya juga para selir kerajaan nya." ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao leng dan Liu Duan mu
dan, disitulah pengajar Li wenji mulai menceritakan kehidupan Xie Lin mulai dari, Xie Lin kecil hingga dewasa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setiap langkah pengajar Li wenji menceritakan cerita tentang Xie Lin dari kecil sampai besar dan hingga sekarang
Jing Xiao leng dan Liu Duan mu mendengar dengan sangat patuh dan seksama
setelah cerita selesai semuanya bersedih dan hampir menjatuhkan air mata mereka
"tak disangka Xie Lin memiliki hidup yang kelam." ucap Liu Duan mu pada pengajar Li wenji dengan rasa sedih dan simpati pada Xie Lin
"meski begitu dia tetap tersenyum setiap hari dan melewati hari harinya seperti biasa dan mengabaikan semuanya." ucap pengajar Li wenji pada Liu Duan mu
"Xie Lin kecil sungguh kasihan, andaikan saja aku bisa menolongnya." ucap Jing Xiao leng pada pengajar Li wenji dan Liu Duan mu
"kau sangat lebay." ucap Liu Duan mu dan pengajar Li wenji pada saat bersamaan
"eh? lebay gimana? aku ini hanya kasihan pada Xie Lin kecil yang ditindas oleh keluarnya tau." ucap Jing Xiao leng
"terserah apa yang kau katakan, Xie Lin sebenarnya bukanlah orang yang kejam cuma karena kondisi lingkungan sekitarnya yang mengharuskannya kejam." ucap pengajar Li wenji
"tapi dia juga adalah anak yang ramah dan baik." ucap pengajar Li wenji lagi sambil melihat langit yang telah menunjukkan tengah hari
"tak terasa sudah setengah hari aku bercerita untuk kalian berdua para anak remaja, kalian pulanglah cerita sudah selesai." ucap pengajar Li wenji kepada Liu Duan mu dan Jing Xiao leng
"tapi aku masih ingin dengar." ucap Jing Xiao leng pada pengajar Li wenji dengan tatapan polos
"tidak ada Cerita lagi cepat pulang sana." bentak pengajar Li wenji pada keduanya yang tidak mau pergi pergi dari sisinya
"ck! baiklah tapi besok kau harus menceritakan kami lagi."ucap Jing Xiao leng kemudian segera berlari pergi dari sana
__ADS_1
Liu Duan mu melihat Jing Xiao leng yang segera lari setelah mengucapkan kata katanya seperti anak anak yang baru berumur delapan tahun
"pengajar Li wenji kalau begitu saya mohon pamit dulu."ucap Liu Duan mu kemudian pergi dari sana meninggalkan pengajar Li wenji sendirian
pengajar Li wenji berjalan ke kamarnya sendirian dan mendapati Xie Lin yang sedang melakukan sesuatu yang tidak ia mengerti
"Xie Lin, apa yang kau lakukan?"ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin
"oh, aku hanya ingin menyalakan sebuah api kecil disini dan menggunakannya untuk membakar ayam."ucap Xie Lin dengan polos sambil terus berusaha untuk menyalakan apinya
author : "ayam atau ayank? wikkikkiu."
"tapi bukanlah kau memiliki elemen api? kenapa kau tidak menggunakannya?" ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin
[mengenai elemen yang Xie Lin miliki yah, Xie Lin memang memiliki semua elemen yang ada di bumi tapi karena Xie Lin menyembunyikan elemennya jadinya Xie Lin hanya bisa menggunakan dua elemen saja yaitu angin dan mungkin satunya api atau air atau apalah,jadi kalau ada yang tau kasih tau, ini ada di chapter sebelumnya tapi malas buka chapter sebelumnya terus cari berjam jam]
next…
"benar juga ya, kenapa aku tidak kepikiran dari tadi?" ucoa Xie Lin kemudian berhenti menggosok gosokkan kayunya
Xie Lin berdiri dan Kemudian mulai menyalakan api menggunakan elemen apinya
Xie Lin kemudian mulai membumbui ayam bakarnya kemudian membakarnya diatas bara api
setelah beberapa menit membakar, akhirnya ayam bakar Xie Lin jadi dan siap disantap bersama
pengajar Li wenji yang tengah tertidur mencium aroma lezat dari ayam bakar Xie Lin Dan segera bangun dan keluar dari kamarnya
"aroma lezat dari mana ini?" ucap pengajar Li wenji yang mencium aroma ayam bakar Xie Lin di luar kamar
"ini aroma ayam bakar ku." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji
"asap dari mana itu? tebal sekali, apa ada kebakaran di sekitar sini?"ucap murid yang berpatroli
sedangkan murid yang bertugas berpatroli melihat asap di langit dan segera menuju ke tempat perkumpulannya dan memanggil kelompok dan segera ke tempat Xie Lin yang terdapat banyak asap
"cepat ke arah sana."ucap murid tersebut kepada kelompoknya
sedangkan Xie Lin yang masih asik menyiapkan kebutuhan makannya tidak menyadari asap nya terlalu tebal dan akan memancing datangnya orang orang
__ADS_1
Xie Lin menebarkan karpetnya di tanah dan menaruh alat alat makannya di atas karpet tersebut beserta ayam bakarnya
diwaktu yang bersamaan sekelompok murid yang bertugas berpatroli tiba di tempat Xie Lin Dan melihat Xie Lin yang sedang menyiapkan pikniknya
"eh? dimana kebakarannya? kok tidak ada?"ucap, murid murid yang berpatroli
Xie Lin melihat para murid yang berpatroli tersebut dengan tatapan bingung
"ada apa kalian kesini?"tanya Xie Lin pada semua murid yang berpatroli
"em…tidak ada hanya saja kami tadi melihat di tempat nona banyak asap dan terlihat sangat tebal jadi kami mengira kalau disini ada kebakaran." ucap salah satu murid yang berpatroli
"oh itu ya, aku tadi sedang membakar ayam dan aromanya sangat lezat, jika kalian mau kalian juga bisa tinggal disini sebentar dan makan ayam bakar, ayam bakar ini sangat lezat loh." ucap Xie Lin oada para murid yang berpatroli
para murid yang melihat ayam bakar Xie Lin seketika tertarik dan menetaskan air liur mereka
"Terima kasih atas undangan nona." ucso salah satu murid yang sedang berpatroli kemudian maju dan duduk di atas karpet yang Xie Lin bentangkan
mereka menikmati ayam bakar buatan Xie Lin yang menurut mereka sangat lezat dan enak dimakan itu
mereka menghabiskan hari dengan berbicang ria dengan Xie Lin Dan pengajar Li wenji hingga hari gelap
"sepertinya sudah malam kami kembali dulu nona, oh iya perkenalkan namaku Zhou dan ini temanku Lon Ji kalau boleh tahu nama nona siapa?"ucap Zhou pada Xie Lin
"namaku Xuan Xie Lin panggil saja Xie Lin."ucap Xie Lin pad Zhou dan Lon Ji
" Terima kasih atas hidangan yang nina Xie Lin berikan pada kami untuk di coba, masakan nona Xie Lin sangat lezat."ucap Lon Ji lada Xie Lin
Xie Lin tersenyum oada keduanya dan masuk kek kamarnya sedangkan kedua murid yang sedang berpatroli tersebht juga ikut kembali ke tempat nya masing masing
seperti biasa Xie Lin mandi sambil bernyanyi ria tapi kali ini Xie Lin menyanyikan sebuah lagu yang agak sedih
setelah mandi menggunakan pakaian dengan corak yang sedikit sedih dengan warna yang buram
"kenapa hari ini sepertinya semua versi sedih ya, saat aku mandi tadi sepertinya menyanyikan lagu yang sedih sedih itu, juga kenapa aku memakai pakaian dengan corak sedih dengan warna yang buram?" ucap, Xie Lin pada dirinya sendiri
"dan kenapa aku merasa sangat sedih dan ingin menangis?"ucap Xie Lin pada dirinya sendiri lagi
Xie Lin mengabaikan hal yang terjadi hari ini mengenai dirinya dan langsung saja ia membaringkan tubuhnya diaras tempat tidur dan tertidur pulas menjelang pagi
__ADS_1
see you