Avenge The Princess

Avenge The Princess
keributan di restoran


__ADS_3

setelah malam tiba Xie lin sadar dan kaget melihat para Pangeran dan para putri kecuali putri ke dua ada di kamarnya


"ugh!! apa yang terjadi padaku!? dimana ini!?" ucap Xie lin yang masih Linglung


"hah! adik Xie lin sudah sadar!" ucap Pangeran ke dua yang bangun tiba tiba dan ikut membangunkan yang lainnya


"kakak Xie lin sudah bangun ya!? apa ada yang sakit!?" tanya putri ke lima yang duduk di dekat Xie lin


Xie lin yang melihatnya menjadi bingung seribu pertanyaan


"eh!? kenapa kalian semua ada di kamarku!?" tanya Xie lin dengan bingungnya


"adik Xie lin lupa ya? tadi pagi ayah menyambukmu dan kau pingsan jadi kami membantumu dan membawamu ke kamarmu!" jelas Pangeran ke tiga


"ah ternyata begitu! Terima kasih sudah membanruku!" ucap Xie lin yang berterima kasih atas perlakuan mereka terhadap dirinya


"tidak perlu berterima kasih! sudah seharusnya saudara saling membantu!" ucap putri pertama


"iya benar, mulai, sekarang panggil mereka kakak dan aku adik ya! tidak tidak, panggil aku adik yi'er" ucap putri ke lima


"baiklah adik yi'er!" ucap Xie lin sambil mengelus kepala putri ke lima


"adik Xie lin pasti lapar, aku akan menyuruh pelayanan membawalanmu makanan yang enak!" ucap putri ke tiga lalu pergi


"adik Xie lin, aku tidak menyangka kalau selama ini kau selalu makan makanan basi! aku minta maaf karena tidak menyadarinya dan membiarkanmu memakannya!" ucap Pangeran ke empat yang merasa bersalah pada Xie lin


"tidak apa apa gege mo, aku sudah memaafkanmu!" ucap xie lin


mereka berbincang bincang dan bersenang senang serta bercanda dan tertawa bersama sama


dan tak berselang lama makan malam Xie lin serta yang lainnya sampai


"makanannya sudah sampai! ayo kita makan dulu!" ucap putri ke tiga


"makanannya sudah datang! ayo ke ruang makan! kita makan bersama!" ucap Putra Mahkota


Xie lin yang ditinggalkan oleh semua orang meninggal jadi kesulitan berdiri dan berusaha bangkit dan menuju meja makan


"hei! tunggu aku! aku tidak bisa berjalan!" ucap Xie lin yang berusaha bangkit dari tempat tidurnya


"ah! maafkan aku adik Xie lin, aku melupakan mu!" ucap Pangeran ke dua lalu kembali dan memapa Xie lin ke meja makan


mereka makan dengan senang dan penuh canda tawa yang menghiasi


"besok aku sudah harus pergi jadi malam ini kita harus menghabiskan waktu bersama sebanyak-banyaknya!" ucap Pangeran ke empat


"gege mo mau pergi kemana besok!?" tanya Xie lin sambil makan


"besokkan tahun ajaran baru! jadi banyak pejabat yang mendaftarkan anak mereka di Akademi! dan aku yang mengurus administrasi di Akademi!" ucap Pangeran ke empat


"oh begitu! baiklah, pergilah dengan hati hati!" ucap Xie lin pada Pangeran ke empat


"adik Xie lin, apa kau juga mau masuk ke Akademi!?" tanya putri pertama


"eh!? apa anak yang seperti ku bisa masuk ke Akademi!?" tanya Xie lin sambil minum air


"tentu saja bisa! Akademi kerajaan tidak memandang fisik ataupun derajat! kau bisa ikut kalau kau mau!" ucap putri pertama


"benar! jadi adik Xie lin, kau akan ikut kami ke Akademi kan!?" tanya Pangeran ke tiga


"kalau begitu baiklah! sudah kuputuskan, aku akan mendaftar di Akademi!"ucap Xie lin sambil berdiri dari tempat duduknya


" nah! kalau kau mau pergilah dan siapkan barang barangmu! besok kita akan berangkat!"ucap Pangeran ke dua


"baik gege! aku akan pergi mempersiapkan barang barangku sekarang juga!" ucap Xie lalu berlari ke kamaranya


semuanya terkekeh melihat tingkah laku Xie lin yang menggemaskan


"anak itu!" ucap putri ke tiga yang merasa gemas dengan sikap Xie lin


"hahaha! kakak Xie lin lucu sekali!" ucap putri ke lima


"hahahaha! benar! dia lucu sekali, tapi kita juga harus membereskan meja makan dulu baru tertawa sepuasnya!" ucap putra Mahkota


"baiklah... " ucap semuanya kecuali Putra Mahkota


sedangkan di kamar Xie lin, dia sepertinya menemukan sebuah kotak kecil berwarna hitam


"eh!? kotak apa ini!? kenapa aku tidak pernah menyadarinya ya!" ucap Xie lin lalu mengambil kotak tersebut dan membukanya


ternyata kotak tersebut berisi sebuah sepotong surat yang ditulis oleh ibunya sebelum meninggal


'*nak, kalau kau membaca surat ini berarti kau sudah melihat kotak hitam itu!


ada tiga hal yang ingin ibu sampaikan padamu!


pertama kau harus hidup bahagia dan menjadi kuat agar bisa bertemu dengan ibu disini! sebenarnya ibu masih hidup tapi karena tingkat kultivasi ibu sudah ada di tingkat dewa jadi ibu harus ke atas dan menjadi dewi di sana! yang ke dua, kau bukanlah anak kandung Kaisar Xuan melainkan anak ibu dengan pria lain! kau harus menemukan ayah kandungmu dan tinggallah bersamanya!


yang ke tiga, ibu memiliki musuh bebuyutan, dia adalah raja iblis yang sangat kejam, kau harus menghindarinya, jangan sampai kau tertangkap, kalau tidak kau akan dibunuh olehnya! itu saja yang ingin ibu sampaikan, semoga kau bisa menerima nasib mu nak, dan iya, ibu adalah dewi kematian, dan hewan kontrakmu pasti sudah memberi tahu kanmu kan! baiklah, tinta ibu sudah mau habis, yang ibu inginkan adalah kau hidup bahagia dengan jeluaegamu nanti dimasa depan! sampai jumpa Putri ku sayang, ibu menyayangimu!'


Xie lin yang melihat isi surat tersebut seketika menangis tak bersuara dan meneteskan air matanya


"ternyata ibu masih hidup!" ucap Xie lin sambil mengusap air matanya


tok... tok... tok...


suara ketukan pintu


"adik Xie lin, apa kau didalam?" panggil putri ke tiga dari luar kamar Xie lin


Xie lin yang menyadari putri ke tiga berdiri dan mengusap semua air matanya dan berdandan sedikit agar tidak terlihat seperti sudah menangis

__ADS_1


"em... iya! aku ada di dalam, tunggu sebentar aku sedang mempersiapkan barangku!" ucap Xie lin lalu mengemas barangnya dan menaruhnya di dalam cincin ruangnya


kriekkk....


suara pintu di buka


"ada apa jiejie memanggilku!?" tanya Xie lin sambil mengalihkan perhatian


"kami sudah akan pulang! besok aku akan ke sini memanggil adik saat kita akan berangkat besok!" ucap Putri ke tiga


"baik! hati hati di jalan ya Jiejie!" ucap Xie lin pada Putri ke tiga


"iya, kalau bagitu kami pergi dulu ya! dah! sampai jumpa besok!" ucap putri ke tiga sambil berlari dan melambaikan tangannya


Xie lin juga melambaikan tangannya dan menutup pintunya dan ke tempat tidurnya


"besok aku akan mendaftar masuk Akademi ibu! apa kau melihatkuku disana!" ucap Xie lin sambil menatap langit langit rumahnya


"sudahlah lebih baik aku mempersiapkan diri untuk ujian masuk Akademi besok!" ucap Xie lin lalu tertidur


keesokan paginya Xie lin bangun pagi pagi sebelum jam 6 pagi


Xie lin mandi seperti biasa lalu sarapan pagi dan mengambil barang bawaannya


tok... tok... tok...


suara ketukan pintu


"adik Xie lin! apa kau sudah bangun!? kita sudah mau pergi!" panggil Putri ke tiga sambil mengetuk ngetuk pintu Paviliun Xie lin


"iya sebentar! aku ambil barangku dulu!" ucap Xie lin lalu menghilang barangnya dan membuka pintu paviliunnya


"aku sudah siap! ayo kita berangkat!" ucap Xie lin lalu berangkat bersama Putri ke tiga


Putri ke dan Xie lin pergi dengan barang barang mereka ke kereta yang akan mereka pakai ke Akademi


tak butuh waktu lama mereka sampai di kereta dan sudah menaruh barang bawaan mereka di kereta


"adik Xie lin, apa kau sudah siap ke Akademi!?" tanya Putra Mahkota


"siap gege!" ucap Xie lin sambil memeriksa barang barangnya dan juga dirinya sendiri


"baik, ayo kita berangkat sekarang!" ucap Putra Mahkota lalu menyuruh penjaga membuka Gerbang istana


sang kaisar yang melihat Xie lin juga masuk ke dalam kereta pun pergi dan menghampiri mereka bersama Putri ke dua


"ada apa ini!? kenapa anak durhaka ini juga ada di dalam kereta!? apa kalian akan mendaftarkannya ke Akademi!?" tanya sang Kaisar


"iya ayah! kami akan mendaftarkan adik Xie lin di Akademi!" ucap Putri pertama


sang kaisar yang mendengar jawaban dari Putri pertama menjadi marah


"apa!! kalian ingin mendaftarkan anak durhaka ini di Akademi kerajaan!? itu tidak boleh! kalian bisa mendaftarkan anak anak petani atau rakyat lainnya tapi kalian tidak boleh mendaftarkan anak durhaka ini di Akademi kerajaan!" bentak sang kaisar dengan marah


"kalau kau mau mengundurkan diri sebagai Putra Mahkota tidak apa apa! masih ada saudaramu yang lainnya yang akan menggantikan mu!" ucap sang kaisar dengan santai dan tenang


"ayah! kami sama sekali tidak tertarik dengan posisi Putra Mahkota itu! kalau kau mau kau saja yang mengambilnya untuk Putri kesayanganmu itu!" ucap Pangeran ke dua yang menunjuk Putri ke dua


"kalian sunguh berani!" ucap sang kaisar yang kini marah besar


"memangnya kenapa jika kami berani!? kau juga akan menghukum kami seperti adik Xie lin yang selalu kau siksa dan hukum!?" sindir Putri ke tiga


sekarang amarah sang kaisar sudah meluap luap dan sebuah ide jahat terlintas di pikiran sang Kaisar


"baik! baik! kalian pergi saja! kita lihat apakah dia bisa lolos masuk ke Akademi kerajaan atau tidak!" ucap sang kaisar yang kini pergi meninggalkan mereka


"lang gege, apan tidak apa apa aku ikut mendaftar di Akademi kerajaan!?" tanya Xie lin pada Putra Mahkota


"tentu saja tidak! jika kau belajar di sana, kami akan senang karena kita bisa bertemu kapan saja di sana" ucap Putra Mahkota


"sudah! jangan bicara terus, ayo pergi, nanti kita terlambat" ucap Pangeran ke tiga


mereka pun pergi menuju Akademi dan saat mereka sampai di pasar mereka mampir makan di sebuah restoran yang baru buka yang tidak lain adalah restoran milik Xie lin


"aku lapar, ayo kita pergi makan di restoran yang baru buka itu!" ucap Putri ke lima


"disana kelihatan ramai, pasti makanan disana sangat enak! ayo kita ke restoran itu!" ucap Pangeran ke dua


Xie lin yang melihat saudara saudaranya tertarik dengan restorannya pun merasa senang di hati dan mengikuti mereka ke restoran


mereka sampai di restoran Xie lin yang bernama The moon star restaurant


back flash on


saat Xie lin makan dia pergi ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya dan memanggil dark, red, Xiao ba, shiro, dan Oliver


Oliver adalah nama ular putih milik Xie lin jadi mulai sekarang si ular putih di panggil Oliver


ok next


"ada apa tuan memanggil kami berlima!?" tanya Xiao ba


"aku butuh bantuan kalian untuk memperbaiki restoran ku yang masih belum diperbaiki dan di dalam kantung ini ada barang barang dan peralatan lainnya, letakkan sesuai dengan gambar" ucap Xie lin sambil memberikan kantung kecil dan sebuah gulungan gambar


"ck! sangat menyusahkan!" keluh Oliver


"jangan mengeluh Oliver! lagi pula dia adalah tuan kita! kita tidak boleh membantah perintahnya!" ucap red


Oliver hanya pasrah dan ikut dengan yang lainnya ke restoran Xie lin


mereka bekerja semalaman dan akhirnya restoran Xie lin selesai

__ADS_1


kelima hewan tersebut lalu pulang dan melaporkan tugas mereka kepada Xie lin


"tuan! tugas kami sudah selesai!" ucap dark


Xie lin yang mendengar kalau mereka telah selesai mengerjakan tugas pun memasukkan mereka ke dalam kalung dimensinya


"aku akan membuka restoran ku besok lusa! dan besok aku akan menyuruh yan gege untuk mencarikan pekerja untuk restoran ku!"ucap Xie lin lalu tertidur dan masuk ke alam mimpi


keesokan paginya Xie lin menghubungi yan dan menyuruhnya mencari pekerja untuk restorannya nanti


" yan gege! apa kau mendengarkan ku!? yan gege?"panggil Xie lin dengan menggunakan batu transportasi suara


yan yang mendengar suara Xie lin dari batu transportasi suara pun membalas Xie lin


"adik Xie lin, ada apa kau memanggil gege mu yang tampan ini!" ucap yan yang begitu narsir


"kau sama sekali tidak tampan!" ucap Xie lin yang tepat sasaran di hati yan


"adik Xie lin kau tega sekali mengatakan gege mu ini tidak tampan!" ucap yan yang pura pura sedih


"hahahaha! baiklah baiklah, yan gege sangat tampan!" ucap Xie lin yang terkekeh melihat kelakuan yan


"haha! sudah kuduga aku tampan!" puji yan pada dirinya sendiri


"sudahlah! tujuanku menghubungi yan gege adalah untuk membantuku mancarikan pekerja untuk restoranku!" ucap Xie lin


"oh, hanya itu!? baiklah, akan ku carikan sekarang dan ku bawa ke restoranmu besok!"ucap yan


"benarkah!? yan gege kau yang terbaik! Terima kasih!" ucap Xie lin laku mengakhiri pembicaraannya


"masalah mencari pekerja untuk restoran sudah selesai waktunya bersantai" ucap Xie lin


flash back off


saat mereka mau masuk tiba tiba seorang pelayan menghalangi mereka


"kau tidak boleh masuk ke sini!" ucap sang pelayan yang menunjuk ke araha Xie lin


"aku!? memangnya kenapa denganku!?" ucap Xie lin yang bingung karena dia adalah pemilik restoran tersebut tapi kenapa malah dilarang masuk


"kau tidak boleh masuk ke sini! kau itu pembawa sial! aku tidak ingin kau membawa kesialan ke restoran kami!" ucap sang pelayan dengan angkuh


"apa kau pelayan baru? kenapa san tidak memberi tahu ku dulu?" ucap Xie lin sambil mencari cari san


"kau kenal dengan manajer restoran kami? siapa kau sebenarnya pembawa sial!" tanya sang pelayan yang masih bersikap angkuh


"siapa aku? tentu saja aku pemilik restoran ini! apa san tidak memberi tahu mu siapa pemilik restoran ini?" ucap Xie lin


"adik Xie lin kami percaya kau mengenal manajernya tapi tidak perlu berbohong seperti ini!" ucap putri pertama


"tapi aku tidak berbohong! ini benar benar restoran ku! semua benda, peralatan dapur, dan juga makanan disini ciptaanku!" ucap Xie lin


"apa!? kau!? pemilik restoran ini!? phuuu! hahahahahahahahahahaha! orang bodoh sepertimu bagaimana bisa menciptakan makanan yang sangat enak dan lezat tiada tanding ini!" ucap sang pelayan yang merasa kalau Xie lin hanyalah berbohong


"berhenti menertawakan adik Xie lin!" ucap Pangeran ke empat


"lihat ini! ini namanya... " ucap sang pelayan yang ingin memberi tahu nama makanan yang dia bawa tapi seperti nya dia lupa nama makanannya


"itu steak!" ucap Xie lin


"iya benar! ini namanya steak! apa kau bisa membuat steak!" sindir sang pelayan


di saat yang sama san yang baru sampai di restoran mendengar sebuah keributan dan mendekat


"ada apa ini?" ucap san yang baru saja tiba di restoran


sang pelayan yang melihat san menjadi senang dan mendekati san dan melaporkan Xie lin


"tuan san! akhirnya anda datang juga! lihat pembawa sial itu bilang dia adalah pemilik restoran ini! anda harus memberinya pelajaran!" ucap sang pelayan yang menunjuk Xie lin


san melihat ke arah yang ditunjuk oleh sang pelayan dan melihat gadis yang pelayan itu tunjuk adan jadi terkejut dan langsung berjalan mendekati kelompok Xie lin


pelayan yang melihat san berjalan mendekati Xie lin tersenyum puas


"pembawa sial! lihat bagaimana tuan san akan menghukummu!" ucap sang pelayan dengan angkuh dan sombong


"nona Xie lin,silahkan masuk! saya tidak menyangka anda akan datang ke restoran! apa ada yang perlu saya bantu?" ucap san sambil mempersilahkan Xie lin dan kelompoknya masuk


sang pelayan yang melihat sikap san menjadi kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"tuan san, apa kau yang menerima pelayan itu bekerja di restoran ku? kenapa sikapnya sangat sombong padaku?" ucap Xie lin yang meminta penjelasan pada san


"ma-maafkan saya atas nama pelayan itu nona Xie lin! saya jamin dia tidak akan mengulangi kesalahanya lagi!"ucap san sambil memohon maaf pada Xie lin


" di kamus ku tidak ada kata ampun! penjaga, seret dia keluar! mulai sekarang kau tidak perlu bekerja lagi di restoranku!"ucap Xie lin


dan datang dua orang penjaga dan menyeret sang pelayan keluar dari restoran


para Pangeran da Putri merasa takjub pada Xie lin karena bisa menciptakan makanan sendiri dan menjalankan sebuah restoran yang begitu sempurna


ohayoo!


**selamat pagi, sore, dan malam para pembaca sekalian!


Terima kasih 😘💕 karena telah mampir di novel aku!


dan tolong maafin aku bila ada kesalahan di novel aku atau kata serta kalimat yang sempat menyinggung hati ❤💞 para pembaca sekalian!


sekian Terima kasih 😘💕 ~~


see you~~

__ADS_1


bye bye 👋👋👋**


__ADS_2