Avenge The Princess

Avenge The Princess
kembali


__ADS_3

semua orang yang mendengar perkataan putri ke dua menjadi berbisik menyindir Xie lin dan mengatakan hal hal buruk tentang xie lin


"tidak mungkin nona Xie lin mungkin ada halangan jadi belum sampai" ucap kepala administrasi untuk meyakinkan mereka


"hei! kau itu hanyalah pelayan rendahan! kau tidak berhak menanggapi perkataan ku!" ucap putri ke dua lalu menampar Kepala administrasi


plak!!!


suara tamparan


"argh" sakit Kepala administrasi sambil memegang pipinya yang ditampar oleh Putri ke dua


semua orang hanya diam dan memperhatikan juga tidak ada niatan membantu Kepala administrasi


"Ada apa ini ribut ribut?" ucap xie lin yang tiba tiba datang sambil membawa sekotak bakpao


"hah? xie lin? apa dia tidak mati saat menjalankan misi?" ucap penonton


"aku rasa tidak dilihat dari penampilannya sepertinya dia tidak bertarung dengan monster atau hewan spirit apapun" ucap penonton lainnya


'si sampah itu masih hidup dan dia bahkan tidak terluka sedikitpun!' batin Putri ke dua


'tapi setidaknya dia tidak punya apa pun untuk ditukarkan dengan koin emas! jadi bisa dibilang akulah pemenangnya!' batin putri ke dua lagi


'dan walupun begitu benua ini sangat menjungjung tinggi janji, orang yang tidak menepati janjinya akan diberi hukuman dan dihina habis habisan oleh masyarakat' batin Putri ke dua


"adik ke empat! aku kira kau sudah tidak ada lagi... hiks... hiks...! syukurlah kau abaik baik saja!" ucap Putri ke dua dengan pura pura sedih


"harusnya aku tidak bertaruh denganmu waktu itu, maafkan aku" ucap putri ke dua dengan pura pura merasa bersalah pada xie lin


"tuan putri ke dua tidak perlu sedih, lagi pula siapa bilang kalau misiku gagal?" ucap xie lin dengan santainya sambil memakan bakpao


'apa!!! dia menyelesaikan misinya!? ini tidak mungkin' batin putri ke dua


xie lin berjalan melewati putri ke dua lalu menuju ke kepala administrasi yang Putri ke dua tampar tadi


"kepala administrasi cantik! apa yang terjadi dengan wajahmu!?" kejut xie Lin yang melihat lebam pada bagian pipi kepala administrasi


"ah! jangan panggil aku kepala administrasi... panggil saja aku pelayan" Ucap Kepala administrasi kepada Xie lin


"baiklah nona pelayan cantik, apa yang terjadi padamu!?" tanya Xie lin pada Kepala administrasi


"saat putri kedua berkata kalau nona telah mati, saya menanggapi perkataan Putri ke dua dan bilang kalau nona Xie lin tidak mati, lalu put-putri ke dua menampar saya" jelas Kepala administrasi dengan takut takut


"oh begitu rupanya! baiklah ini, pakaikan salep ini ke wajahmu yang kena tampar tadi" ucap xie lin lalu memberikan sebuah salep wajah ke Kepala administrasi


kepala administrasi menangguk dan mengoles kan salep ke wajahnya yang kena tampar


"nona xie lin apa misimu tidak gagal??" tanya Kepala administrasi


"tentu saja tidak! ini adalah daun bambu kabut yang berhasilku dapatkan" ucap xie lin lalu menyerahkan satu daun bambu kabut


"i-ini! ini daun Bambu kabut ribuan tahun!" ucap Kepala administrasi dengan terkejut


"hah! bagaimana mungkin!? apa kau salah lihat!!" ucap Putri ke dua dengan terkejut


para penonton yang lainnya juga ikut terkejut karena daun Bambu kabut ribuan tahun sangat sulit di dapatkan


"eh! iya aku salah lihat... " ucap Kepala administrasi dengan sadar kalau yang dia lihat bukan daun Bambu kabut ribuan tahun


"hahaha! sudah kuduga bagaiman mungkin si sampah itu bisa mendapatkan benda yang berharga" ucap Putri ke dua dengan kembali senang


"ini bukan daun Bambu kabut ribuan tahun melainkan daun Bambu sepuluh ribu tahun! selembar daunnya bisa di tukarkan dengan 2000 koin emas!" ucap Kepala administrasi dengan terkejut.


sedangkan Putri ke dua dan para penonton menjadi kaget lagi dan mendengar ucapan Kepala administrasi membuat mereka hampir muntah darah


'apa! bagaimana bisa? bukan ini yang ku harapkan' batin Putri ke dua sambil menggigit kuku ibu jarinya


"ini nona xie lin 2000 koin emasmu, ini pertama kalinya paviliun kami mengeluarkan koin emas sebanyak ini" ucap Kepala administrasi dengan senang


"siapa bilang aku hanya ingin menukar selembar daun saja"ucap xie lin lalu mengeluarkan beberapa lembar daun Bambu kabut sepuluh ribu tahun


semua penonton menjadi terkejut lagi dan ada yang hampir pingsan karena perkataan Xie lin


"aku ingin menukar lima puluh lembar daun Bambu kabut sepuluh libur tahun dengan 100.000 ribu koin emas" ucap Xie lin lalu menyerahkan empat puluh sembilan lembar daun Bambu kabut sepuluh ribu tahun


"i-ini... terlalu banyak aku harus memberi tahu pemilik paviliun dulu baru memberikan nona Xie lin koinnya" ucap Kepala administrasi lalu pergi ke ruangan pemilik nomor misi


"kakak ke dua, aku rasa pemenangnya sudah kakak kedua ketahui bukan"ucap Xie lin mendekati Putri ke dua yang sudah gemetaran


"kau pasti curang dasar ja**ng! ucap Putri ke dua lalu melayankan sebuah tamparan kepada Xie lin


Xie lin menyadari gerakan Putri ke dua lalu melayankan tamparan untuk Putri ke dua dan berhasil mendarat di pipi mulus Putri ke dua sedangkan tamparan Putri ke dua di tahan oleh Xie lin dengan tangannya yang sebelah


plak!!!

__ADS_1


suara tamparan yang terdengar begitu jelas oleh telinga para penonton dan Xie lin


"Argh beraninya kau menamparku dasar ja**ng sialan!!" teriak Putri ke dua tanpa memandang reputasi lagi


"ada apa ini? kenapa ribut ribut?" tanya seseorang dari belakang


orang tersebut ternyata Ketua Tentara bayaran yang Xie lin bantu saat di lembah salju ketika melawan laba laba es


"hei! lihat bukankah mereka adalah tentara bayaran yunfeng!!! tentara bayaran nomor satu di benua kanan ini!!!" ucap seorang penonton


wajah pPutri ke dua menjadi cerah saat melihat kedatangan Tentara bayaran yunfeng datang ke paviliun misi


yah, mungkin dia mengira dia akan ditolong oleh mereka tapi sayang sekali hayalan nya tidak akan jadi kenyataan


"hm?? eh!? bukankah itu nona pendekar!!" ucap Ketua tentara bayaran yunfeng


ketua Tentara bayaran yunfeng dan bawahannya yang lain ikut pergi ke arah xie lin dan putri ke dua


Putri ke dua yang melihat Tentara bayaran yunfeng berjalan ke arahnya menjadi senang karena dia akan tertolong dan juga bisa mempermalukan xie lin di depan umum


'para anggota Tentara bayaran Yunfeng menuju ke sini! mereka pasti ingin menyelamatkanku! hahaha xie lin kali ini aku kan mempermaluka dirimu di depan umum' batin putri ke dua yang sungguh berlebihan


"nona pendekar!!! aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini!!!"ucap ketua Tentara bayaran Yunfeng


putri ke dua yang merasa kalau dirinya lah yang dipanggil pendekar oleh ketua Tentara bayaran Yunfeng menjadi bangga dan sombong


" hahaha! sungguh tidak menyangka bisa bertemu anda disini tuan! tapi aku tidak ingat kita pernah bertemu diamana??"ucap putri ke dua dengan angkuh dan sombong


"putri ke dua kenal dengan Tentara bayaran Yunfeng?" ucap penonton


"memang jenius keluarga kerajaan! bahkan Tentara bayaran no.1 juga kenal! sungguh luar biasa!!" ucap penonton yang satunya


xie lin yang melihat tingkah sombong dan angkuh putri ke dua dan para penonton membuatnya tidak bisa menahan tawanya dan akhirnya tawanya lepas dan berhasil menarik perhatian semua orang termasuk putri ke dua


"hahahahahahahahahahahahahahahah!!!!" tawa xie lin dengan terbahak bahak tanpa mempedulikan tatapan orang orang terhadapnya


sedangkan ketua Tentara bayaran Yunfeng yang melihat xie kin tertawa terbahak-bahak menjadi bingung dan mendekati xie lin


"apa yang nona pendekar tertawakan!?" bingung ketua Tentara bayaran Yunfeng yang berjalan melewati Putri ke dua tanpa menghiraukan perkataannya


'apa!?' batin putri ke dua lalu berbalik melihat Ketua Tentara bayaran Yunfeng ke arah xie lin


"hah? ketua Tentara bayaran Yunfeng melewati Putri ke dua dan pergi menuju arah sampah itu!" ucap penonton


"aku tidak rabun kan!? bagaimana sampah itu bisa kenal dengan Tentara bayaran Yunfeng!?" ucap penonton yang lainnya yang tidak percaya pada pandangan mereka


semua orang disana bagaikan mau muntah darah dan mau pingsan dengan adegan yang mereka lihat


seorang sampah dipanggil pendekar oleh tentara bayaran Yunfeng yang orang orangya rata rata tingkat mortal level 1


"kebetulan sekali kalian datang! aku btuh bantuan kalian" ucap xie kin dengan senyuman ceria nan imut


"apa yang bisa saya bantu nona pendekar!?" tanya Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"tadi aku berhutang 100 tamparan pada Putri ke dua yang berbicara dengan kalian tadi!" ucap xie lin sambil mebunjuk ke arah Putri ke dua


"wajahnya sangat tebal! aku baru tampar satu kali saja sudah membuat tanganku kesakitan! jadi sisa 99 kalinya aku serahkan pada kalian! dan satu lagi jangan panggil aku nona pendekar" ucap xie lin pada Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"ah! ternyata begitu! baik akan saya lakukan sesuai perkataan nona pendekar" ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng


lalu dua bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng memegang Putri ke dua lalu Ketua Tentara bayaran Yunfeng menampar nya dengan keras


plakk!!!


satu tamparan mendarat di pipi mulus Sang putri lagi


"argh! apa yang kalian lakukan!!!" ucap putri ke dua dengan berteriak kesakitan


"argh!" sakit putri ke dua sambil berteriak teriak dan para penonton hanya bisa melihat adegan tersebut karena tidak ada yang berani menolong putri ke dua


"dia... Argh!" ucap putri ke dua tertahan karena satu tamparan mendarat ke pipinya lagi dan lagi


"dia hanya...Argh" ucap putri ke dua yang selalu tertahan oleh tamparan dari Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"diam! seharusnya kau bangga bisa mendapatkan tamparan dari nona pendekar" ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng lalu melanjutkan menampar putri ke dua


argh!!!....


argh....


argh.....


suara teriakan kesakitan Putri ke dua menggema dalam ruangan dan membuat semua orang merasa kasihan tapi mau apa lagi yang maju ukan xie lin melainkan keyua dari tentara bayaran no.1 benua kiri


"eh!? apa yang terjadi disini?" ucap Kepala administrasi dengan kebingungan melihat pipi mulus Putri ke dua yang lebam lebam karena tamparan

__ADS_1


""tidak apa apa, dia sudah kalah dan harus menerima hukuman dari kekalahannya" ucap Xie lin dengan senyum ramahnya kepada kepala administrasi


"oh iya! ini koin emas nona xie lin! semuanya suda dimasukkan ke dalam kotak ruang ini" ucap kepala administrasi sambil menyerahkan sebuah kotak warna biru malam kepada xie lin


"apa kau tidak takut aku akan mengambil kotak ruang yang berharga ini?" ucap xie lin pada kepala administrasi


"aku tidak takut! lagi pula aku merasa kalau nona xie lin bukanlah orang yang seperti itu" ucap kepala administrasi dengan sopan


"hahaha! baiklah aku tidak akan membawa kotak ruang ini pulang bersama ku! akan memindahkannya ke dalam gelang ruang ku" ucap xie lin lalu mengeluarkan semua koin emasnya lalu dipindahkan ke dalam gelang ruangnya


oh iya! hampir lupa jelasinnya!


gelang ruang yang dimiliki xie lin lain dari yang lain xie lin tidak hanya bisa menghisap benda benda lalu menjadi kannnya zat kemudian membentuknya kembali, tapi juga bisa menyimpan benda benda yang dibisap!


singkatnya xie lin bisa menyimpan benda benda maupun mengubahnya menjadi zat sesuai kemauannya ya!


oke next.......


koin emas yang dikeluarkan xie lin dari kotak dimensi menjadi seperti gunung dan berhasil menarik perhatian penonton dan para tentara bayaran Yunfeng


"memang bener seorang pendekar memiliki banda benda berharga yang tidak kita miliki" ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"wah gundukan koin emas ini sungguh membuatku kagum! aku harus melukisnga dan memperlihatkannya pada cucuku nanti" ucap seorang laki laki yang sudah agak tua


semua penonton terpana karena gundukan emas xie lin yang bersinar sinar bagaikan matahari di siang hari


sedangkan Putri ke dua sudah marah bahkan wajahnya juga merah padam karena marah


'ja**ng sialan, tunggu saja kau' batin Putri ke dua yang sekarang kedua pipinya sudah lebam lebam dan kelihatan berbenjol karena 99 tamparan dari ketua Tentara bayaran Yunfeng


"karena urusanku disini sudah selesai aku pulang dulu ya" ucap xie lin lalu keluar dari paviliun misi


Ketua Tentara bayaran Yunfeng yang melihat kepergian xie lin berlari mendekati xie lin


"tunggu dulu nona pendekar!" ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"ada apa lagi!?" cuek xie lin lalu sambil bebalik ke arah Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"hari itu saya lupa menanyakan nama nona pendekar! jadi apa nona lendekar bersedia memberitahukan nama anda" ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"ah! nama saya xuan xie lin! panggil saja xie lin" ucap xie lin dengan senyuman ramah nanti hangat


hal tersebut membuat Ketua Tentara bayaran Yunfeng terpana pada xie lin


'ah! imutnya... ' batin Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"boss... " panggil bawahan ketua Tentara bayaran Yunfeng


"boss... " panggil bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng lagi


"BOSS" teriak bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng di dekat telinga Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"hah!? apa kau bisa memanggilku tanpa berteriak di dekat telingaku!? kau mau membuat telingaku tuli ya?" bentak Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"boss aku sudah memanganggilmu dari tadi tapi kau tidak mendengarkanku! apa kau melamu?" tanya Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"ada apa kau memanggilmu?"tanya Ketua Tentara bayaran Yunfeng sambil mengalihkan topik pembicaraan


" tadi saat mendengar nama nona pendekar dan ternyata nona Pendekar bermarga Xuan! di seluruh benua tidak ada lagi keluarga dengan marga Xuan kecuali keluarga kerajaan xuan"ucap bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng


"jadi?"ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng yang masih bingung


" dan setelah memikirkannya dengan teliti.... nama nona lendekar ini sama persis seperti nama putri kaisar Xuan yang tidak berguna itu"ucap bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng yang satunya


"jadi maksudmu nona Pendekar dan Putri keempat yang tak berguna Kaisar Xuan adalah orang yang sama, begitu!?" tanya Ketua Tentara bayaran Yunfeng pada bawahannya


"mungkin saja begitu! karena bagaimana pun juga tidak mungkin ada orang yang memiliki nama yang sama di dunia ini" ucap bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng yang lainnya


"katanya sih ya, Putri ke empat itu orangnya tidak berguna, tidak bisa ber kultivasi atau melakukan apapun dengan benar dan sebab itu dia dipanggil sampah masyarakat dan beban keluarga" ucap bawahan Ketua Tentara bayaran Yunfeng yang lainnya


"heh! tidak berguna? sampah? beban keluarga? orang jenius seperti nona pendekar itu sampah? apa keluarga kerajaan sudah buta" ucap Ketua Tentara bayaran Yunfeng lalu pergi dari paviliun misi


putri ke dua yang melihat kepergian para tentara bayaran Yunfeng membuatnya sangat marah dan melampiaskan amarahnya pada penonton penonton


**oke next~


jangan lupa like ya temen temen sekalian~


dan mohon maaf bila ada dari kalimat atau perkataan dari dalam chapter novel saya yang bagian ini sempat menyinggung hati temen teman sekalian ╥﹏╥


dan Terima kasih karena telah mau mampir ke novel aku yang pertama dan mau meberikan like pada setiap chapter novel aku ^.^


sekian terima kasih~~


see you ~~

__ADS_1


bye bye👋👋👋**


__ADS_2