
cuplikan~
"maafkan aku, aku akan mengembalikan bajumu nanti." ucap Xie lin lalu mengambil loyang yang ada ditangan pelayan tersebut dan mengambil teh yang sudah di seduh
"hmp! kau ingin membalasku dengan membuat perutku sakit!?" jeda Xie lin, "itu sungguh rencana yang penuh dengan lelucon, dan, aku akan mengembalikan rencana mu sendiri padamu." ucap Xie lin dengan senyuman devil
Xie Lin memasukkan bubuk yang sama dengan yang dimasukkan oleh Xuan yuan ying ke dalam makanan Xie Lin
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kriek!
Xie Lin berjalan keluar dari ruang dapur menuju ke kamar Xuan yuan yin dengan gaya dan sikap seperti pelayan pada umumnya
"Xie Lin sungguh pandai berpura-pura sebagai orang lain." ucap pangeran ke empat mengawasi keadaan di sekitar Xie Lin dan tentunya secara diam diam tanpa sepengetahuan dari yang lainnya
sedangkan Xie Lin yang telah menyadari keberadaan sang pangeran tersenyum kecil sambil terus berjalan ke arah kamar Xuan yuan ying
"dasar Xuan yuan mo bodoh." Ucap Xie Lin yang mengatai Xuan yuan mo sebagai bodoh
beberapa saat kemudian Xie Lin sampai di depan kamar Xuan yuan ying
tok! tok! tok!
Xie Lin mengetuk pintu kamar Xuan yuan ying beberapa kali alhasil tidak ada yang membukakan pintu untuknya
30 menit kemudian....
"ck! apa semua orang yang ada di sini tuli apa? aku sudah berdiri disini selama setengah jam kanapa gak ada yang bukain pintunya?!" Ucap Xie Lin yang mulai kesal dengan sikap Xuan yuan ying
Xie Lin kembali mengetuk pintu kamar Xuan yuan ying hingga Xuan yuan ying sendiri yang membuka pintu nya
"dasar pelayan kurang ajar! apa kau tidak tahu aku sedang tidur hah?!" bentak Xuan yuan ying dengan marah sambil menampar Xie Lin
plak!
Xie Lin yang dibentak dan ditampar seperti itu menjadi semakin kesal dan cuma bisa menahannya demi kelancaran rencananya
"maafkan hamba nona, hamba tidak tahu." ucap Xie Lin sembari membungkukkan dirinya
Xuan yuan ying mengendus dan mencium aroma dari benda yang Xie Lin bawa di atas loyang
"apa itu teh yang ku suruh buatkan tadi?" tanya Xuan yuan ying
"iya nona." ucap Xie Lin yang masih membungkukkan dirinya
Xuan yuan ying mengangguk anggukkan kepalanya dan mengambil teh yang ada di atas loyang
"hmp! baiklah kali ini aku mengampunimu, tapi lain kali jika kau mengulangi nya lagi aku tidak akan segan segan, sekarang kau bisa berdiri." ucap Xuan yuan ying sambil mengancam Xie Lin yang sedang menyamar menjadi pelayan
Xie Lin berdiri lalu memeberi hormat pada Xuan yuan ying, "hamba mohon undur diri dulu." ucap Xie Lin laku pergi ke arah dapur lagi
sesampainya di dapur Xie Lin mengganti pakaian nya lagi dan memasangkan kembali pakaian tersebut ke pelayan itu
'nikmati teh manis dariku Xuan yuan ying.'gumam Xie Lin dalam hati lalu keluar lewat pintu belakang
kriek!
Xie Lin berjalan keluar dengan perlahan agar tidak ketahuan oleh orang lain akan tetapi gagal
__ADS_1
Xie Lin berhasil ditemukan oleh penjaga yang berpatroli di sekitar tempat Xuan yuan ying
"hei! kau yang di sana berhenti!" teriak penjaga tersebut sembari berlari ke arah Xie Lin
Xie Lin yang terkejut segera berlari menuju pintu belakang tapi berhasil dikepung oleh penjaga yang satunya lagi
"sial!" ucap Xie Lin lalu memutar balik arah lari nya
kedua penjaga tersebut terus mengejar Xie Lin Dan melemparkan tombaknya sedangkan Xie Lin yang tidak memperhatikannya berhasil terkena goresan tombak di bagian pilih kirinya
"dasar penjaga sialan." Pekik Xie Lin sambil berlari dan mendapati pintu dapur terbuka dan segera berlari ke dalam dapur dan bersembunyi disana untuk kementara waktu hingga penjaga tersebut pergi dari sana
kriek!
tapi sialnya Xie Lin malah bertemu dengan pelayan yang tadi dia buat pingsan dan mengambil paksa bajunya
"hei! kau siapa?!" ucap pelayan yang Xie Lin pinjam bajunya tadi
Xie Lin jadi terkejut lagi untuk kedua kalinya, 'sialan."Gumam Xie Lin dalam hatinya
bagi Xie Lin ini sungguh hari yang sangat sangat sial untuknya
Xie Lin menutup pintu dapur rapat rapat sambil mengeluarkan sebuah pisau dari dalam bajunya
"jika kau berani berteriak maka aku tidak akan segan segan membunuhmu disini." ucap Xie Lin dengan tatapan membunuh dan memekikkan
pelayan tersebut menelan salivanya dengan kasar dan mengangkat tangannya sembari berkata "aku tidak akan berteriak, jadi tolong jangan bunuh aku." ucap pelayan tersebut dengan keringat dingin yang berucucuran di dahinya
dalam hati Xie Lin sudah terkekeh melihat ekspresi sang pelayan yang begitu ketakutan akan dibunuh
dilain tempat terlihat beberapa laki laki dan beberapa perempuan yang bolak balik kesana kesini dan kelihatan sangat khawatir yang tidak lain adalah para putri dan Pangeran yang sedang mengkhawatirkan keadaa Xie Lin
"tenang saja Xie Lin pasti baik baik saja sekarang tapi kalau tentang si mo itu aku tidak tau." ucap Xuan yuan lang sembari berdiri dari jongkok
"aku harap begitu." ucap Xuan yuan yao dengan cemas
disisi lain orang yang mereka bicarakan dan khawatirkan sedang mengancam seorang pelayan menggunakan pisau yang tidak lain adalah Xie Lin
"hatchii! ugh.. siapa yang membicarakan ku?" ucap Xie Lin sambil mengusap hidungnya
tap! tap! tap!
diluar dapur terdengar suara langkah kaki dari kedua penjaga tersebut sudah menjauh dan pergi
Xie Lin membuka sedikit pintu dapur dan memastikan keadannya
"hm, mereka sudah pergi, bagus." ucap Xie Lin lalu berbalik dan menatap pelayan tersebut
Xie Lin tersenyum pada pelayan itu, "Terima kasih karena aku tidak berteriak." ucap Xie Lin lalu pergi dari dapur
pelayan tersebut memiringkan kepalanya ke samping karena bingung kenapa Xie Lin berterima kasih padanya padahal dia tidak melakukan apa apa
"orang yang aneh." ucap pelayan tersebut lalu kembali ke pekerjaan nya
Xie Lin yang lolos dari kejaran kedua penjaga tersebut secara berlari menuju pintu belakang sebelum ketahuan lagi
sedangkan Xuan yuan mo yang melihat situasinya segera mengikuti Xie Lin dari belakang dan berhasil keluar bersama Xie Lin
Xie Lin berlari kencang tanpa mengeluarkan suara sedikitpun begitupun dengan Xuan yuan mo yang mengikuti Xie Lin
__ADS_1
beberapa saat kemudian Xie Lin Dan Xuan yuan mo sampai di tempat mereka berkumpul
Xuan yuan mei dan yang lainnya yang menyadari kedatangan Xie Lin Dan Xuan yuan mo segera berbalik dan berlari ke arah Xie Lin Dan Xuan yuan mo
"kalian tidak apa apa kan?" ucap Xuan yuan lang yang khawatir dengan keadaan Xie Lin
Xie Lin menggelengkan kepalanya sedangkan Xuan yuan mo hanya berdiam di belaka Xie Lin Dan tidak berani mengeluarkan suara
"oh iya Xie Lin, apa mo juga ikut denganmu ke sana?" tanya Xuan yuan Shao sembari menunjuk ke arah Xuan yuan mo
Xie Lin tersenyum dan berbalik menatap Xuan yuan mo yang ada dibelakangnya dengan tatapan jahil
Xuan yuan mo yang menyadari Tatapan Xie Lin seketika merinding dan berkeringat dingin
'hehe.. ' kekeh Xie Lin salam hatinya, "gege mo mengikuti ku secara diam-diam dan tidak membantuku saat aku dikejar oleh dua penjaga yang sendang berpatroli." ucap Xie Lin sambil menunjuk Xuan yuan mo
"apa!!!!" serempak saja semua orang yang ada disana mendengar kalau Xie Lin dikejar penjaga
"jiejie Xie Lin kau dikejar penjaga? apa kau baik baik saja? apa ada yang terluka?" ucap Xuan yuan yi sambil terus memutar badan Xie Lin Dan memeriksa Xie Lin dengan teliti
Xie Lin yang terus menerus diputar merasa pusing dan seperti ingin mual, "ugh.. berhenti berhenti.. aku tidak kuat lagi.. " ucap Xie Lin dengan Linglung
Xuan yuan yi yang menyadari Xie Lin sudah pusing segera menghentikannya dan meminta maaf kepada Xie Lin
"maafkan aku jiejie aku hanya terlalu khawatir padamu." ucap Xuan yuan yi dengan perasaan bersalah
Xie Lin tersenyum dan mengusap Kepala Xuan yuan yi dengan lembut
"tidak apa apa, Terima kasih susah mengkhawatirkan diriku." ucap Xie Lin
"hmp! ini semua salah mo sialan itu, kenapa tidak membantu Jiejie Xie Lin?" ucap Xuan yuan yi dengan kesal sambil menunjuk ke arah Xuan yuan mo
Xuan yuan mo yang dikatain juga ikut merasakan bersalah dan meminta maaf pada Xie Lin
"maafkan aku Xie Lin." ucap Xuan yuan mo
"tidak apa apa." ucap Xie Lin
"sekarang apa selanjutnya Xie Lin?" tanya Xuan yuan Shao
Xie Lin tersenyum devil dan membuat semua orang yang ada di sana merinding ketakutan
"hehehe... lihat saja besok.. jiejie ku tersayang itu pasti akan sangat sangat malu.. hahaha.. " ucap Xie Lin yang terus tersenyum Devil
"sudah sudah ayo kita pulang sekarang." ucap Xuan yuan yu
semuanya pun pulang ke tempat masing masing dan tertidur pulas dilengkapi dengan mimpi indah mereka masing-masing
oke next~~
episode selanjutnya~~
jangan lupa like nya ya~
mohon maaf bila ada kesalahan ketik atau ada yang kurang dengan karya saya ataupun karya saya kurang menarik dan membosankan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
sekitan~
Terima kasih 😘💕
__ADS_1
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...