
Xuan Yuan mo tersenyum dan duduk di samping Xuan Yuan Mei, "mungkin dia menyukai Xie Lin Dan cemburu pada Xie Lin yang di dekati laki laki lain selain dirinya." ucap Xuan Yuan mo dengan penuh percaya diri
Xuan Yuan Mei menatap aneh Xuan Yuan Mo dan pergi dari sana tanpa makan apa pun
"tapi aku rasa yang dikatakan si Mo itu ada benar nya juga, mungkin karena kecemburuan, Long Xing Liang pergi dari sana dengan suasana hati yang buruk." ucap Xuan Yuan Shao
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara di sisi Xie Lin telah tiba di arena pertandingan bersama dengan Yin jihan dan Li Jiancheng
Xie Lin mengambil nomor urutnya dan menuju ke kursi perserta
"wah, aku duduk di sebelah sana! sangat pas." ucap Xie Lin sembari melihat sebuah kursi yang memiliki nomor yang sama dengan nomor urutnya
"apa kita harus duduk di kursi yang sama dengan nomor urut kita?" tanya Li Jiancheng dengan penasaran sembari melihat nomor urutnya
"benar, peserta yang mendapatkan nomor urut harus duduk di kursi yang nomornya sama dengan nomor urut peserta." ucap murid yang bertugas membagikan nomor urut
Xie Lin mengggukkan kepalanya dan meninggalkan Yin Jihan dan Li Jiancheng di belakang
"apa aku harus duduk di kursi paling depan?" ucap Li Jiancheng sambil melihat nomor urutnya yang ternyata nomor urut tiga
"hah?! kenapa aku, harus duduk di paling ujung dan terpencil itu?!" ucap Yin jihan yang melihat nomor urutnya ternyata adalah lima belas
Xie Lin yang telah sampai di kursi nya tertawa melihat Li Jiancheng yang duduk di bagian paling depan sedangkan Yin jihan yang harus duduk di paling ujung dan terpencil
"Xie Lin! beraninya kau menertawakan teman baikmu ini."teriak Li Jiancheng sambil berbalik menatap Xie Lin yang duduk paling belakang
'heh! teman baik?! Li Jiancheng memang teman baikku tapi kau bukan Li Jiancheng.'ucap Xie Lin sembari tersenyum sinis
"benar! seharusnya kami yang menertawakan dirimu karena duduk di kursi paling belakang." ucap Yin jihan dengan kesal
Xie Lin terkekeh melihat Yin jihan marah karena duduk di paling ujung dan yah tentunya juga sangat terpencil
"para murid sekalian! mohon berhenti berbicara, pertandingan akan segera dimulai."ucap seorang juri di atas arena pertandingan
Xie Lin menatap juri tersebut dan beralih ke juri lainnya yang sedang duduk
"seperti nya akan ada sesuatu yang menarik." Gumam Xie sembari tersenyum devil
tak berselang lama pertandingan dimulai yang maju pertama ternyata adalah Xuan Yuan Yao melawan Xiong Nu
"ternyata yang tampil pertama juejie Yao dan Xiong Nu, hm.. setelah dipikir pikir jiejie Yao sudah lama tidak muncul." ucap Xie Lin sembari mengambil sebuah snack dari dalam kalung dimensinya
__ADS_1
seorang murid perempuan melihat Xie memakan sebuah snack memiringkan kepalanya, "permisi, itu makanan apa ya?" tanya murid peremp tersebut pada Xie Lin
Xie Lin menatap murid perempuan itu lagi dan tersenyum, "kau mau?" tanya Xie Lin lagi sembari memberikan snack pada murid perempuan tersebut
tanpa basa basi murid perempuan itu mengambil snack dari tangan Xie Lin dan melihat ke kanan dan ke kiri snack tersebut
"hahaha.. cara Membukanya seperti ini." ucap Xie Lin sambil membuka snacknya
sang murid menganggukkan kepalanya dan mencoba membuka snacknya
ketika snacknya terbuka murid perempuan itu langsung memakannya, "wah! makanan ini enak sekali! dimana kau membelinya?" ucap sang murid yang masih terus memakan snacknya hingga habis
"em... aku sendiri yang membuatnya.. hahaha..." bohong Xie Lin dengan gelagapan
"wow! kau sendiri yang membuatnya? sungguh luar biasa! kau sungguh hebat, rasa makanan mu ini sangat enak, renyah dan gurih." puji murid perempuan itu
"oh iya, perkenalkan namaku Yin shui'er." ucap Yin shui'er dengan senyuman sembari menjulurkan tangannya
"namaku Xie Lin."ucso Xie Lin yang membalas senyuman dari Yin shui'er sembari menjulurkan tangannya juga dan berjabat tangan
"jika kau mau lagi katakan saja padaku, aku akan memberimu berapa pun yang kau mau." ucap Xie Lin dengan ramah
sedangkan disisi lain di arena pertandingan terlihat kedua lawan kelelahan dan ambruk secara bersamaan
keduanya mengakui kesalahannya masing masing dan dibantu oleh seorang murid turun dari arena
"peserta nomor dua puluh sembilan dan peserta nomor tujuh silahkan pergi ke arena." ucap juri
Xie Lin dengan nomor urut dua puluh sembilan berdiri dan pergi ke arena
di tempat yang sama Xuan Yuan yin yang mendapat nomor urut tujuh berdiri dan melihat jika lawannya ternyata Xie Lin
Xuan Yuan yin berjalan ke arena pertandingan dengan senyuman aneh di wajahnya
Xie Lin yang melihat Xuan Yuan yin ke arena juga terkejut, 'apa?! si curang itu yang menjadi lawanku?! dunia memang sempit' Gumam Xie Lin dalam hatinya dengan penuh rasa kesal
Xuan Yuan yin menatap remeh Xie Lin Dan memulai menyerang Xie Lin Lebih dulu sebelum juri memulainya
"bola api!" teriak Xuan Yuan yin dan muncul beberapa bola api dan mengarahkan nya pda Xie Lin
Xie Lin yang menyadari pergerakan dari Xuan Yuan yin segera membuat perlindung spiritual disekitarnya
dan berhasil menangkis serangan dari Xuan Yuan yin
__ADS_1
"hahaha.. Xuan Yuan yin, apa hanya ini kemampuan mu?" ucap Xie Lin dengan ucapan meremehkan
Xuan Yuan yin yang merasa diremehkan mengeluarkan sebuah angin topan ke arah Xie Lin
"angin topan!" teriak Xuan Yuan yin dengan amarah yang menggebu gebu dan dengan sembunyi sembunyi mengeluarkan sebuah bubuk dari dalam lengan bajunya dan menaburkan nya ke dalam angin topan
Xie Lin melihat pergerakan aneh Xuan Yuan yin segera membuat perisai berlapis di sekelilingnya akan tetapi perisainya terhancurkan oleh serangan dari Xuan Yuan yin dan berhasil terkena bubuk beracun yang Xuan Yuan yin taburkan ke dalam angin topan
"uhuk! uhuk!" batuk Xie Lin yang mulai menghirup bubuk beracun Xuan Yuan yin
setelah angin topan hilang terlihat Xie Lin yang bergeletak lemah di arena
'hehehe.. Xie Lin oh Xie Lin, inilah akibat menentang diriku.' Gumam Xuan Yuan yin dengan seringaian
"ah... adik Xie Lin, maafkan aku, aku tidak sengaja menyerang mu dengan serangan penuh." ucap Xuan Yuan yin dengan pura pura merasa bersalah pada Xie Lin
'dasar sialan! singkirkan sikap rasa bersalah mu itu! aku tidak butuh!' Gumam Xie Lin dengan amarah
dibalik kelemasan Xie Lin tersenyum devil dan secara tiba tiba dari belakang Xuan Yuan yin muncul sebuah pisau angin
****!
"uhuk... " batuk Xuan Yuan yin yang memuntahkan seteguk darah dari mulut nya
'a-apa?!' Gumam Xuan Yuan yin dalam hatinya sembari melihat ke belakang
dan ternyata yang ada di belakang Xuan Yuan yin ternyata adalah Xie Lin
"apa?!" pekik Xuan Yuan yin yang melihat Xie Lin di belakang nya dan berbalik melihat Xie Lin yang ada di depannya
"jika kau ada disana siapa yang ada di hadapan ku sekarang ini?!" ucso Xuan Yuan yin sambil melihat Xie Lin yang tergeletak lemas di arena
"heh?! jurus bayangan Darah." ucap Xie Lin dengan senyuman Devil nya
seketika Xie Lin yang ada di hadapan Xuan Yuan yin perlahan menghilang terbawa arus angin dan membuat Xuan Yuan yin terkejut untuk kedua kalinya
"i-ini?! ini tidak mungkin!" pekik Xuan Yuan yin yang Melihat Xie Lin yang ada di hadapannya menghilang
Xuan Yuan yin berbalik dan menatap Xie Lin yang ada di belakang nya lagi dan pingsan di tempat
"ternyata cuma sampai di situ kemampuan mu." ucap Xie Lin yang tersenyum meremehkan
para juri yang melihat kekuatan Xie Lin terkejut bukan main, "bagaiamana sampah ini bisa berkultivasi? pasti dia menggunakan ilmu hitam." ucap salah satu juri yang berdiri dan memfitnah Xie Lin
__ADS_1
Xie Lin mengernyitkan keningnya dan menatap tajam sang juri dengan aura membunuh
***see you***~