Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 41


__ADS_3

Cuplikan


"di dalam kepala orang ini seperti sesuatu yang bergerak gerak kesana kemari." ucap Xie Lin


laki laki itu terkejut dan melihat dengan teliti kepala orang yang Xie Lin periksa tadi dan benar saja ada sesuatu yang bergerak gerak lagi


"ini... " ucap laki laki itu yang tidak bisa berkata kata lagi dengan apa yang dilihat nya


...°°°°°°°°°°°°°°°...


"ini.. bentuknya seperti ulat." ucap laki laki dengan mengecek sesuatu yang bergerak di kepala orang yang Xie Lin periksa


laki laki itu memeriksa lagi sesuatu itu dengan teliti dan benar saja itu memang seekor ulat, "ini benar ulat dan ukurannya juga cukup besar."ucap laki laki itu lagi


Xie Lin menjadi semakin yakin jika itu ulat pemakan otak manusia, "apa mungkin itu ulat pemakan otak manusia?" ucap Xie Lin dengan ragu ragu


"ulat pemakan otak manusia? ulat apa itu?" ucap laki laki itu dengan penasaran


"ulat pemakan otak manusia sebenarnya bukanlah ulat tapi Amoeba yang memasuki tubuh dan berkembang hingga menjadi ulat yang memakan otak manusia, gejala awal dari perkembangan Amoeba ini seperti sakit kepala, demam, mual, dan muntah, jika perkembangan Amoeba in semakin cepat maka penderitanya akan mengalami leher Kaku, kesadaran terganggu, sulit untuk fokus, kehilangan keseimbangan, terakhir kejang dan halusinasi."ucap Xie Lin dengan serius


laki laki itu menelan salivanya dengan keras mendengar penjelasan dari Xie Lin


"baiklah tanpa lama lama lagi Mari kita angkat Amoeba ini." ucap Xie Lin sembari menggunakan sarung tangan dan menyiapkan alat operasinya


sang laki laki menatap Xie Lin yang sedang bersiap siap dengan tatapan bingung, "tuan Xie Lin, sarung tangan apa yang Anda kenakan itu? dan apa isi kotak aneh itu yang ada di samping anda?" tanya laki laki itu dengan penasaran


Xie Lin menatap Kotak yang isinya adalah alat untuk operasi, "oh isi Kotak ini adalah alat alat untuk operasi, sudah jangan banyak tanya dan bantu aku." ucap Xie Lin sembari memberikan sarung tangan pada laki laki itu


laki laki itu dengan patuh memakai sarung tangan yang Xie Lin berikan padanya


"oh iya perkenalkan nama saya Cheng." ucap Cheng sembari duduk di dekat Xie Lin


Xie Lin menganggukkan kepalanya dan bersiap untuk menjalankan operasi


"pertama aku akan membuka kepala orang ini dan mengangkat Amoeba itu keluar." ucap Xie Lin lalu mengambil sebuah pisau operasi dan membuka kepala orang itu


Cheng yang Terkejut dengan apa yang di katakan Xie Lin merinding ketakutan


'a-apa...? membuka kepala nya? apa tuan Xie Lin ini sungguhan?' Gumam Cheng dalam hatinya sembari menela salivanya dengan keras dan bercucuran keringat dingin di dahinya Melihat Xie Lin yang membuka kepala orang itu


"kalau kau takut tutup matamu." ucap Xie Lin dengan singkat dan lanjut membuka kepala orang itu


Cheng tidak menghiraukan perkataan Xie Lin Dan tetap menahan diri untuk melihat operasi Xie Lin

__ADS_1


setelah beberapa saat kepala orang itu berhasil dibuka dan di atas otak orang itu nampak seekor ulat yang ukurannya lumayan besar


"itu ulat nya tuan Xie Lin." ucap Cheng dengan menunjuk ke arah ulat tersebut


Xie Lin menganggukkan kepalanya dan mengangkat ulat tersebut dari atas otak orang itu dan menaruh nya di sebuah piring kecil


"karena ulat nya sudah dikeluarkan maka kita akan memasangkan kembali bagian kepala orang ini."ucap Xie Lin lalu mengambil kembali bagian kepala orang itu dan memasangkan nya


"kau tahan ini, aku akan menjahit bagian kepala nya." ucap Xie Lin yang lagi lagi membuat Cheng menelan salivanya dengan keras


setelah Cheng menahan kepala orang tersebut Xie Lin mulai menjahit nya dan setengah jaman kemudian Xie Lin selesai menjahit. kepala orang tersebut dengan rapih dan memperbannya


"selesai, tapi ulat nya sudah mati." ucap Xie Lin yang berbalik menatap ulat yang sudah mati di atas piring kecilnya


Cheng juga ikut menatap ulat mati itu dengan penasaran, "hm.. ternyata ulat pemakan otak manusia itu seperti ini ya." ucap Cheng


"tuan Xie Lin apa yang akan tuan lakukan pada ulat yang sudah mati ini." ucap Cheng dengan penasaran


"aku akan membuatnya menjadi obat penawar untuk orang orang yang terkena penyakit itu." ucal Xie Lin sembari membereskan alat operasinya


Cheng menganggukkan kepalanya dan berjalan ke luar, "karena rencana tuan Xie Lin untuk mengangkat ulat itu keluar telah selesai, maka Cheng mohon pamit dulu." ucap Cheng lalu keluar dari ruang tersebut


Xie Lin juga ikut mengumpulkan Barang barang nya dan keluar dari ruangan itu


"sekarang menuju ke markas ku yang dibuat oleh Shiro, Oliver dan yang lainnya." ucal Xie Lin lalu berjalan keluar dari desa kecil itu


"kepala desa, aku mohon pamit dulu, setelah aku menemukan penawar racunnya aku akan kesini lagi." ucap Xie Lin lalu pergi


setelah beberapa saat berjalan Xie Lin tiba di markas barunya


Xie Lin melihat Markas buatan Shiro dan yang lainnya dengan seksama dan yah lumayan puas


"bagus." ucap Xie Lin lalu memasuki Markas nya tersebut dengan perlahan


setibanya Xie Lin di dalam Markas hal pertama yang ia lihat adalah Shiro yang sedang bermain dengan anak anak lainnya sedangkan Oliver dan yang lainnya tidur di rerumputan


"wah wah wah! sepertinya kalian telah selesai mengerjakan tugas kalian, dan hasilnya... yah lumayan baguslah." ucal Xie Lin lalu duduk di sebuah kursi yang tersedia di samping nya


Shiro yang menyadari keberadaan Xie Lin segera berhenti bermain dengan anak anak dan pergi menyambut Xie Lin


"hormat pada tuan, kami telah selesai mengerjakan tugas kami, anak anak juga ikut membantu kami mendirikan Markas ini." ucap Shiro dengan sopan


Xie Lin terkekeh mendengar perkataan Shiro yang begitu format padanya, "hahaha... Shiro kau tidak perlu begitu format padaku, lagi pula kau sudah menganggapmu dan yang lainnya sebagai keluarga." ucap Xie Lin sembari terkekeh

__ADS_1


Oliver mendengar perkataan Xie Lin terbangun sebentar dan melihat Xie Lin yang sedang berbincang dengan Shiro dan kembali tertidur


'hm... keluarga ya... ' Gumam Oliver dalam hatinya sembari tersenyum kecil dan tertidur


"oh iya, apa kau telah mengajari sesuatu pada anak anak itu?" ucap Xie Lin dengan baik


"aku baru saja selesai mengajar mereka tuan." ucap Shiro dengan tenang


Xie Lin mengangguk anggukkan kepalanya perlahan sembari memegang dagunya, "kalau begitu... kalian mulai saat ini tinggal disini dan mengajari anak anak sekaligus menjaga Markas ku." ucal Xie Lin dengan senyuman manis


"baik tuan." ucap Shiro lalu pergi ke dalam dan menyiapkan sebuah camilan dan minuman dingin untuk Xie Lin


"Oliver, apa kau menikmati harimu disini?"tanya Xie Lin pada Oliver yang tengah tertidur


Oliver menganggukkan kepalanya sedikit


" oh."ucap Xie Lin dengan singkat


" tuan Xie Lin."panggil Bing dari belakang Xie Lin


Bing berjalan ke dekat Xie Lin bersama dengan yang lainnya


"ada apa hm? apa ada yang kalian inginkan?"ucap Xie Lin yang menggoda Bing dengan anak anak lainnya


" Ti-tidak ada kok, kami hanya rindu dengan tuan Xie Lin saja."ucao Bing dengan gelagapan


Xie Lin terkekeh menanggapi sikap Bing yang menurutnya lucu ketika tersipu malu


tak berselang lama Shiro datang dengan camilan dan minuman hangat di atas loyang


"Terima kasih Shiro." ucap Xie Lin sembari meminum minuman nya


"oh iya, Shiro tugasmu sekarang adalah mencari orang yang mau begabung dengan organisasi kita tapi yang hatinya murni dan tidak ada niat jahat." ucap Xie Lin pada Shiro


Shiro menganggukkan kepalanya dengan patuh dan duduk bersandar di sebuah pohon yang ada di belakang Xie Lin


setelah memakan beberapa camilan dan menghabiskan Minumannya, Xie Lin pergi dari Markas


dalam perjalanan menuju ke Kerajaan yin Xie Lin bertemu dengan sekumpulan serigala api yang kelihatan ganas


"aduh.. sialan!" ucap Xie Lin sembari berlari ke arah yang berlawanan dengan arah menuju Kerajaan yin


- ***khoniciwa*** -

__ADS_1


__ADS_2