Avenge The Princess

Avenge The Princess
pulang


__ADS_3

setelah xie lin beres beres di tokoh barunya dia pulang dengan menaiki xiao ba sambil melihat lihat pemandangan di bawahnya


"terbang seperti ini cukup bagus juga! kalin kali kalau mau pergi ke tempat jauh aku akan terbang denganmu saja xiao ba!" ucap xie lin sambil mengelus kepala xiao ba


"baiklah tuan, terserah apa yang ingin tuan aku lakukan!" ucap xiao ba yang mengiyakan ucap xie lin dengan senang hati


tak berselang lama Xie lin dan xiao ba sampai di gerbang masuk istana


para penjaga gerbang yang melihat kedatangan Xie lin dengan xiao ba membuat para penjaga gerbang terkejut


"permisi paman penjaga, aku ingin masuk!" ucap Xie lin dengan sopan


"da-dari mana kau mendapatkan hewan spirit yang sebesar ini!"bingung penjaga gerbang karena soalnya Xie lin di kenal dengan sebutan sampah dan seorang sampah mana mungkin memiliki kemampuan untuk menjinakkan hewan spirit


"dia sendiri yang datang padaku! perkenalkan namanya xiao ba! kau harus baik padanya, mengerti!"ucap Xie lin lalu masuk ke istana


para penjaga gerbang segera masuk dan melaporkan ke kaisar xuan kalau Xie lin telah pulang dengan hewan spirit yang besar


"yang mulia, lapor" teriak sang penjaga gerbang dari kejauhan


sang kaisar yang melihat penjaganya berlari sambil berteriak menghampirinya dan bertanya pada penjaganya


"kenapa kau teriak teriak!" bentak sang kaisar pada penjaga gerbang


"yang mulia, putri ke-empat telah kembali!" ucap penjaga gerbang


"hmp! anak durhaka itu masih punya muka untuk pulang! baik mari kita lihat bagaimana sikapnya nanti setelah kuberikan hukuman!" ucap ang kaisar lalu pergi menuju paviliun Xie lin


putra mahkota mengikuti sang kaisar dan mencoba menghalanginya agar tidak ke tempat Xie lin dan memberikan hukuman pada adik tersayangnya


"ayah! pikirkan sekali lagi! mungkin Xie lin menampar adik ke dua karena adik ke dua melakukan kesalahan!" ucap putra mahkota


"aku sudah memikirkannya! aku akan memberinya hukuman tidak peduli dia keluar tanpa izin dahulu atau menampar putriku sampai wajahnya bengkak karena kesalahan!" ucap kaisar xuan yang sudah menetapkan tekadnya untuk menghukum Xie lin


sang penjaga yang mendengar ucapan kaisar xuan kemudian berlari menghampiri sang kaisar dan memberitahu kejadian yang terjadi tadi di luar gerbang


"yang mulia tidak hanya itu yang ingin ku laporkan! putri ke empat juga membawa pulang hewan spirit yang besar! entah dari mana dia mendapatkannya!" ucap penjaga gerbang


sang kaisar yang mendengar perkataan sang penjaga gerbang menjadi murka dan pergi ke tempat Xie lin dengan cepat


putri ke dua yang melihat kemurkahan sang ayah tersenyum bahagia karena mungkin Xie lin aka diberi hukuman berat dan hewan spirit yang Xie lin bawa pulang akan menjadi miliknya


'memangnya kenapa kalau kau menang dalam pertaruhan dan mendapatkan hewan spirit! itu bukan apa apa lagi jika ayah turun tangan dan menghukummu! dan nanti aku akan meminta ayah memberikan hewan spirit mu itu kepadaku' batin putri ke dua dengan senyuman bahagia


sedangkan saat ini Xie lin dan xiao ba sudah sampai di paviliun bulan


"Mei Mei kami pulang!" ucap Xie lin sambil memannggil nama pelayannya


Mei Mei yang mendengar kalau Xie lin telah pulang pun pergi menyambut Xie lin tapi dia bingung kenapa nonanya mengatakan 'kami' kan Xie lin hanya pergi sendiri


"Xie lin kau sudah pulang rupanya! tapi kenapa kau bilang kami!? apa ada orang lain selain dirimu yng ikut ke sini!?" bingung Mei Mei yang bertanya pada Xie lin


xiao ba lalu berjalan maju ke samping Xie lin dengan ukuran yang cukup kecil


Mei Mei yang melihat xiao ba menjadi terkejut karena nonanya membawa pulang seekot hewan spirit yang imut


"wah! Xie lin kau mendaptkan hewan spirit ini dari mana!? kenapa bisa seimut ini! sangat menggemaskan!!" ucap Mei Mei sambil mengendong xiao ba


xiao ba yang dibilang imut menjadi tersanjung dan menjilat wajah Mei Mei


"dia yang ingin aku mengontraknya! oh iya namanya xiao ba!" ucap Xie lin yang memperkenalkan xiao ba pada Mei Mei


"baiklah xiao ba! kau dan Xie lin pasti lapar, aku akan pergi membuatkan makanan untuk kalian" ucap Mei Mei


tapi sebelum Mei Mei pergi kaisar xuan dan yang lainnya juga telah sampai ke Paviliun Xie lin


"KAISAR DAN PERMAISURI TELAH TIBA" teriak penjaga yang ikut dengan kaisar


Xie Lin dan Mei Mei serta xiao ba yang mendengar kedatangan kaisar pergi menyambutnya


"putri ke empat (hamba) memberi hormat pada kaisar dan permaisuri, semoga kaisar dan permaisuri mendapatkan umur panjang" ucap Xie lin dan Mei Mei secara bersamaan


"xiao ba beri hormat pada yang mulia kaisar dan permaisuri" perintah Xie lin pada xiao ba


xiao ba hanya menuruti perintah Allah xie lin dan memberi hormat pada kaisar dan permaisuri walaupun dia sangat tidak ingin melakukan nya


"Roar!! roar roar roar!" raung xiao ba yang juga ikut memberimemberi hormat pada Kaisar


sang kaisar melihat xiao ba yang sangat patuh pun mulai menginginkan hewan spirit tersebut kemudian beralih ke Xie lin lagi

__ADS_1


"Dasar anak durhaka! beraninya kau pergi dari istana tanpa memberitahu ku dulu dan menampar putri ku sampai wajahnya bengkak" bentak sang Kaisar pada Xie lin


yang lainnya hanya memperhatikan dan tidak ada yang berani mengeluarkan suara


putri ke dua mulai tersenyum puas dengan para yang terjadi pada Xie lin


putra mahkota maju dan membela Xie lin tapi malah di hadang oleh prajurit kaisar


"ayah! Xie lin tidak bersalah ayah! lepaskanlah dia!" ucap putra mahkota yang berusahaembwla Xie lin


"diamlah putra mahkota! apa kau akan memihak anak durhaka ini dari pada adikmu yang ditampar sampai wajahnya bengkak!" bentak kaisar xuan pada putra mahkota


"dia pantas mendapatkannya! dia telah berbuat jahat pada Xie lin dan mencoba membutuh Xie lin ratusan kali" ucap sang putra mahkota


putri ke dua yang melihatnya masih membela Xie lin mulai marah dan menggigit ujung lengan bajunya


'sial! bagaimana si ja**ng itu mendaptkan hati putra mahkota! aku sudah mencoba berbagai cara selama bertahun-tahun tapi masih belum bisa mendaptkan hati putra mahkota! aku harus memberikanmu hukuman" batin putri ke dua


"aku bilang diam! apa kau juga ingin menjadi seperti anak durhaka ini!" bentak aang kaisar laku menyumbat mulut putra mahkota


"kasim berikan aku cambuk" perintah Kaisar xuan


kasim pun memberikan cambuk pada kaisar xuan dan kaisar xuan pun mengambilnya


"sekarang katakan padaku kenapa kau tidak memberitahuku dulu sebelum kau keluar istana! dan kenapa kau menampar putriku sampai wajahnya bengkak! dan yang terakhir darimana kau mendapatkan hewan spirit itu dan dimana dia sekarang" ucap kaisar xuan yang audha siap-siap menyambuk xie lin


"heh! untuk apa aku memberitahukanmu! lagi pula kau tidak layak untuk mengetahuinya!" ucap Xie lin


kaisar xuan pun melayankan cambuk nya pada Xie lin


"kubilang katakan! jadi katakan! jangan membantah!" bentak kaisar xuan pada Xie lin


"tidak akan aku katakan!" ucap Xie lin yang amaih tetap bersujud di hadapan kaisar xuan


"dasar keras kepala! cepat katakan!" bentak kaisar xuan sambil terus menyambuk xie lin


Mei Mei yang melihat Xie lin terus menerus dicambuk pun menghalangi cambukan dari Sang kaisar tapi malah ditarik oleh Prajurit dan ditahan seperti putra mahkota juga


Xie lin sudah muak dengan perilaku sang kaisar dan menahan cambukan dari kaisar dengan memegang tali cambuk nya


"sudah cukup! aku sudah lama menahan amarah ku ini karena masih menganggapmu sebagai Ayahku! tapi sekarang sudah tidak bisa lagi!" ucap Xie lin yang sekarang sudah murka


"kau boleh menyiksaku sesuka hatimu tapi kau tidak boleh melibatkan lang gege dan Mei Mei!" ucap Xie lin sambil menarik cambuk sang Kaisar


"Dari dulu sampai sekarang kau selalu pilih kasih! apa pun kesalahan yang putri kesayanganmu lakukan semuanya ditujukan padaku!" ucap Xie lin


"kau memeberikan yang lainnya kasih sayang seorang ayah! tapi aku!? aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang Ayah atau pun ibu!" ucap Xie lin yang kini sudah menangis dan meneteskan air matanya


"hiks... aku... aku selalu mendaptkan hukuman tanpa tahu apa kesalahanku! hiks... kau bahkan baru berkunjung ke Paviliun ku tapi kau langsung menhukumku!" ucap Xie lin sambil menangis


sang kaisar dan yang lainnya serta putra mahkota dan Mei Mei juga xiao ba yang mendengar Xie lin berbicara hanya terdiam


"hiks... kau tidak pernah peduli padaku! waktu aku sakit kau tidak menjenguk ku, bahkan mengirim tabib untuk memeriksa ku saja tidak! hiks...waktu itu saat tahu kabar kalau aku mati kau baru datang melihatku!" ucap Xie lin yang menangis dengan kencang


"sebenarnya dimatamu aku ini apa!? apa di matamu aku ini tidak ada!? atau kau menganggapku binatang dan tidak mau dekat dekat denganku" teriak Xie lin pada sang Kaisar


"apa aku ini bukan anakmu hah! jawab aku!" ucap xie lin lalu mulai terhuyung huyung


putri pertama dan Pangeran serta putri yang lainnya yang mendengar perkataan Xie lin menjadi kasihan dan mendekati Xie lin


dan sebelum putri pertama dan yang lainnya sampai Xie lin sudah pingsan dan terjatuh ke tanah dan untungnya xiao ba datang dan menopang tubuh Xie lin agar tidak jatuh


dan hal tersebut membuat semua orang kaget tak terkecuali putra mahkota dan Mei Mei


ROAR!!!


raung xiao ba yang kini ikutan marah karena telah menyakiti tuannya


xiao ba lalu membaringkan Xie lin dengan pelan pelan dan berusaha membangunkan xie lin


"jangan khawatir, adik xie lin pasti baik baik saja! mungkin dia hanya kelelahan karena menagis jadi pingsan" ucap putri pertama yang tiba tiba datang dan menggendong xie kin masuk ke laviliun bulan


"ayah... kau sungguh mengecewakan!" ucap pangeran ke dua lalu berjalan melewati kaisar Xuan beserta yang lainnya


putra mahkota kemudian melepaskan diri dari prajurit dan melepaskan Mei hmei juga lalu masuk ke dalam paviliun bulan


"kau sungguh mengecewakan yang mulia" ucap putra mahkota lalu masuk dan menutup pintu paviliun bulan


para selir dan permaisuri kecuali selir rong dan putri ke dua pulang dan meninggalkan kaisar xuan sendiri dengan selir rong dan putri ke dua

__ADS_1


"yang mulia aku sungguh tidak menyangka kalau kau bisa bersikap begitu terhadap putrimu sendiri" ucap permaisuri


"kau sangat berlebihan yang mulia" ucap selir ke tiga lalu ikut pergi dengan yang lainnya


sekarang tinggal kaisar dan selir ke dua serta putri ke dua


"yang mulia jangan dengarkan apa yang mereka semua katakan! yang mulia tidak salah apapun yang salah itu putri ke empat" ucap selir rong


"iya ayah! jangan hiraukan perkataan mereka yang salah itu si xie lin" ucap putri ke dua


"iya, kalian berdua benar! yang salah itu anak durhaka itu dan bukan aku! ayo kita kembali!" ucap kaisar xuan lalu pulang dengan selir rong dan putri ke dua


sementara di dalam paviliun bulan di kamar xie lin terlihat xie kin yang terbaring lemas di tempat tidur dan Putra mahkota, putri partama, dan yang lainnya sedang mengkhawatirkan Xie lin


"kakak ke dua lebih baik kita panggil tabib ke sini! dan memeriksa adik ke empat" ucap putri ke tiga


"kau benar! kau pergi panggil tabib ke sini! dan suruh periksa adik ke empat! kali dia tidak mau katakan saja kalau ini perintah dari Putri pertama!" ucap putri pertama pada Mei Mei


Mei Mei kemudian pergi ke balai pengobatan dan memanggil tabib untuk memeriksa xie lin


sedangkan saat ini di kamar xie lin putri pertama, ketiga, dan ke lima serta Putra mahkota dan Pangeran lainnya melihat keadaan paviliun bulan xie lin


"paviliun yang sudah buruk begini ditempati oleh adik ke empat! apa masih bisa ditempati!? atapnya semuanya bocor kalau hujan! dindingnya sudah buruk! lantainya sudah rusak!" ucap pangeran ke dua


"puri ke empat! ini makananmu! keluar dan ambil sendiri!" teriak pelayan dapur


putri ke tiga dan ke lima keluar dari laviliun bulan dan menatap tajam pelayan dapur yang bertugas mengantarkan makanan


"beraninya kau berteriak teriak di depan paviliun adikku dan menyuruhnya keluar mengambil makannya sendiri! apa itu yang kepala pelayan ajarkan padamu!" bentak putri ke tiga


putri ke lima tanpa melihat makanan yang dibawakan pelayan dapur untuk xie lin menjadi murka


"apa ini!?" tanya putri ke lima kepada pelayan dapur


"i-ini makanan untuk putri ke empat" ucap pelayan dapur dengan gugup


"apa!? kau bilang ini makanan untuk adik ke empat!? ini semua sisa makanan kami dan sudah basi! dan kau ingin memberikan adik ke empat ku sisa makanan basi untuk dia makan!? apa kau sudah tidak mau bekerja disini lagi!?" marah lutri ke dua yang tiba tiba datang dari belakang


"maaf-maafkan saya Putri! sa-saya akan pergi menggnatinya dengan makanan yang baru!" ucap pelayan dapur lalu pergi


"apa kakak ke empat selama ini selalu sisa makanan yang sudah basi!?" ucap putri ke lima lalu kembali masuk ke kamar xie lin bersama putri ke dua dan ke tiga


"apa yang terjadi di luar!? kenapa sepertinya kalian marah!?" tanya pangeran ke dua


"huh! tadi ada pelayan yang mengantarkan makanan untuk kakak ke empat! tapi yang dia antar malah sisa makanan yang sudah basi!" ucap putri ke lima


"apa!? sisa makanan yg sudah basi!? apa adik xie lin selalu makan makanan seperti itu!?" ucap pangeran ke dua dengan terkejut


"pantas saja adik xie lin memiliki kesehatan yang buruk! bisa bisanya mendaptkan perilaku seperti itu pada para pelayan! dan adik ke empat juga bisa bertahan memakan makan basi seperti itu sampai sekarang" ucap pengeran ke tiga


dan Mei Mei juga sudah sampai dengan seorang tabib yang di belakangnya


sang tabib yang melihat begitu banyak pangeran dan putri di tempat bobrok seperti itu menjadi bingung dan hanya mengikuti alur


"tuan putri! tabib nya sudah datang!" ucap Mei Mei sambil berlari masuk ke dalam kamar xie lin


"cepat! periksa adik xie lin kami tabib!" ucap pangeran ke empat yang berjalan sambil menarik tangan tabib ke xie lin


sang tabib masih bingung kenapa ada banyak pangeran dan putri di tempat yang bobrok


yang dimaksud tuan tabib adalah paviliun xie lin yang bobrok


sang tabib lanjut memeriksa xie lin dan menuliskan resep obat untuk xie lin


"putri ke empat tidak apa apa, hanya perlu istirahat dan oleskan salep ini ke luka nya secara teratur pagi, siang, dan malam" ucap tabib sambil membrikan salep pada Putra mahkota


"Terima kasih tuan tabib! maaf merepotkanmu! mari ku antar" ucap Putra mahkota


sang tabib hanya pasrah pada nasib, bisa bisanya tuan putri tidak berguna dikelilingi semua pangeran dan putri yang berbakat


...**halo! halo! halo! ...


Terima kasih 🙏💕 karena telah mampir dan membaca novel ku ya ~


maafkan saya 😔 jika ada kesalahan ketik atau ada kata atau kalimat dalam novel saya yang sempat menyinggung hati ❤💞 para pembaca sekalian ~


sekian Terima kasih 😘💕


see you ~

__ADS_1


bye bye 👋👋👋**


__ADS_2