
Cuplikan~
"dasar kau.. hiks! aku akan membalas semua perbuatanmu! akan ku laporkan pada ayahku!" ucap murid perempuan itu sembari berlari keluar dari kelas
Xie Lin melihat kepergian sang murid dengan tatapan datar dan kembali duduk di tempat nya tanpa memperhatikan situasi
...----------------...
murid lainnya menatap Xie Lin dengan tatapan bencinya sedangkan orang yang ditatap tidak bergeming dan menyiapkan bahannya
"pengajar Li silahkan di mulai praktiknya." ucapan Xie Lin yang sudah siap sedia
pengajar Li wenji berdiri dari duduknya dengan malas dan mulai mempraktikkan cara meracik pil
"baiklah, pertama masukkan bahan bahan ke tungku pembakaran secara bersamaan." ucap pengajar Li wenji
semua murid memperhatikan pengajar Li wenji dengan cermat
sedangkan pengajar Li wenji sibuk mempraktikkan cara meracik pil
setelah selesai mempraktikkan cara meracik pil, pengajar Li wenji kembali ke tempatnya dan membiarkan murid muridnya mempraktikkan nya kembali
semua murid lainnya mulai mempraktikkan nya dan berakhir gagal sedangkan Xie Lin yang belum melakukan apa apa hanya memperhatikan saja
salah satu murid melihat Xie Lin yang tidak ikutan berpraktik pergi menegur Xie Lin
"hei! apa kau tidak mau praktik pemalas?!" ucap murid itu sambil Mengebbrak meja Xie Lin
Xie Lin menatap murid tersebut dengan tatapan tajam dan menutup bukunya
"siapa kau yang berani mengurusi ku." ucap Xie Lin berdiri dari duduknya sambil menatap tajam murid tersebut dengan aura membunuh pekat
murid itu mulai kesal dengan sikap Xie Lin yang menurutnya sok sok-an
"dasar! kau memang pantas disebut sampah yang tak berguna." Ucap murid tersebut terhadap Xie Lin
Xie Lin yang di hina seperti itu tentu saja tidak Terima dan membalas murid tersebut
"hei nona! tolong jaga ucapanmu itu ya." ucap Xie Lin sambil melayankan tangannya kedepan tepat di hadapan wajah murid tersebut dan menunjuknya
murid itu merasa ketakutan dengan Xie Lin yang tiba tiba membentaknya
"jika kau berani menghina diriku sekali lagi, maka aku tidak akan segan segan menyakitimu." ucap Xie Lin lalu mengambil tungkunya
sedangkan pengajar Li wenji terdiam ditempatnya sambil menonton pertengkaran Xie Lin dengan murid lainnya
murid yang tadi bertengkar dengan Xie Lin mundur beberapa langkah dan memperhatikan Xie Lin meracik pil
"ck! lihat saja pil racikannya pasti akan gagal total." ucap murid itu lagi
Xie Lin tak bergeming mendengar pendapat dari murid tersebut
Xie Lin mulai memasukkan bahan bahannya secara bersamaan dan sesuai Dengan arahan dari pengajar Li wenji tadi
setelah beberapa menit berlalu Xie Lin selesai dengan pil racikan pertamanya
tungku yang dipakai Xie Lin perlahan terbuka dan seketika banyak asap yang muncul dari dalam tungku
__ADS_1
murid itu merasa kalau Xie Lin telah gagal meracik pil dan tertawa terbahak bahak
"hahaha.. lihat kan, pil racikan mu mana mungkin berhasil hahaha.. " ucap murid itu sambil tertawa
sekali lagi Xie Lin mengabaikan murid tersebut dan terus menjalankan tugasnya
Xie Lin mengambil pil nya yang telah jadi dan memperlihatkan nya pada pengajar Li wenji
"pengajar Li, aku sudah selesai meracik pil ku, silahkan anda lihat." ucap Xie Lin
pengajar Li wenji mendekati Xie Lin Dan melihat pil yang Xie Lin racik
betapa terkejut nya pengajar Li wenji melihat pil racikan Xie Lin yang ternyata adalah pil dasar tingkat 3 yang berwarna abu abu dengan pola bintang di tengahnya
"ini.. ini adalah.. ini adalah pilchanging tingkat tiga." ucap pengajar Li wenji dengan terkejut
pengajar Li wenji kembali menatap Xie Lin dengan tatapan berbinar
"kau.. kau adalah anak jenius! hahaha.. sudah kuduga bagaiamana bisa kau yang di bilang sampah bisa melakukan semua ini!" ucap pengajar Li wenji dengan bahagia
sedangkan murid yang tiada henti menghina Xie Lin tadi mundur beberapa langkah sambil gemetar dan bercucuran keringat dingin
Xie Lin berbalik menatap murid itu dengan tatapan penuh kemenangan, "aku rasa tebakan nona salah." ucap, Xie Lin dengan senyuman devilnya lalu duduk kembali ke tempat nya
sedangkan pengajar Li wenji yang sangat bahagia menyimpan pil racikan Xie Lin Dan lanjut mengajar
"baiklah anak anak sekarang buka buku kalian dan kita akan mulai belajar." ucap pengajar Li wenji
murid itu tidak punya pilihan lain selain mengalah pada Xie Lin Dan duduk di tempat nya
"buka buku kalian dan pelajari hal hal yang ku tulis di papan tulis ini dan catat." ucap pengajar Li wenji lalu berjalan ke arah mejanya dan duduk
"jadi, hanya satu murid yang berhasil meracik pil yaitu Xuan Xie Lin." ucap pengajar Li wenji lalu tidur
para murid lainnya tidak percaya dan beranggapan bahwa Xie Lin hanya mencuri pil tersebut
"tapi pengajar Li, aku tidak percaya kalau sampah itu bisa meracik pil! lihat saja murid lainnya yang baru pertama kali meracik saja gagal apa lagi sampah seperti dia! aku curiga kalau dia hanya mencuri pil dan memasukkan pil curiannya ke dalam tungku dan menipu kita semua!"ucap murid tersebut yang terus menerus mencari masalah dengan Xie Lin
Xie Lin yang dituduh mencuri pil membuat amarah Xie Lin meledak dan menggebrak mejanya
brak!
"bisakah kau berhenti mencari masalah denganku sehari saja?!" ucap Xie Lin sembari mendekati sang murid
"asal kau tahu nona, aku tidak pernah mencuri! sekalipun jika aku kelaparan aku tidak akan mencuri! mengerti." ucap Xie Lin sambil menjentik jentikan jarinya di hadapan murid tersebut
murid itu mundur beberapa langkah dan melayankan sebuah tamparan terhadap Xie Lin
plak!
tamparan tersebut tepat mengenai pipi Xie Lin Dan membuat cadar Xie Lin terlepas
untuk pembaca yang keliru kenapa Xie Lin tiba-tiba pakai cadar gk ush keliru karena kan Xie Lin memang pakai cadar dari chapter sekitaran ulang tahun kaisar ya dan jarang bilang Xie Lin yang sedang mengenakan cadar dalam chapter chapter lainnya, klo gk ngerti gk apa"
it's okey
oke next~~
__ADS_1
seketika semua murid laki-laki dan perempuan terpukau melihat wajah Xie Lin setelah cadarnya lepas
'i-ini.. dia.. dia cantik sekali! sangat cantik seperti dewi! tidak ada yang bisa dibandingkan dengan kecantikannya.' Gumam murid tersebut dalam hatinya
'dak, disangka dibalik cadar itu tersimpan wajah yang amat cantik, sangat cantik seperti dewi.' Gumam pengajar Li wenji dalam hatinya yang juga menyaksikan murid tersebut menampar Xie Lin
Xie Lin yang sadar dengan cadarnya yang terlepas segera saja mengambil kembali cadarnya yang terjatuh dan mengenakannya kembali
"kau sungguh berani rupanya." ucap Xie Lin lalu melayankan satu tamparan keras dan tepa t mengenai pipi murid tersebut
murid itu memenangi pipinya yang terasa perih dan sakit, "kau.. kau sangat berani menampar ku.. hiks.. lihat saja! akan ku laporkan kau pada ayahku! hiks.. " ucap, murid tersebut sambil berlari dan menangis
Xie Lin tak menggubris perkataan sang murid dan kembali duduk di tempat nya dan lanjut menulis
"haih.. ada saja masalah yang menimpaku." ucap, Xie Lin sembari menghela napas
beberapa menit kemudian waktu istirahat, para murid meninggalkan kelas mereka masing masing dan menuju Dapur
Xie Lin yang masih di dalam kelas kelihatan sedang memperhatikan sesuatu
pengajar Li wenji yang melihat Xie Lin belum keluar kelas menghampiri Xie Lin
"hei!" ucap pengajar Li wenji yang memanggil Xie Lin dari belakang
Xie Lin terkejut dan berbalik menatap ke belakang nya, "ternyata pengajar Li." ucap, Xie Lin lalu kembali menatap benda yang dia curigai
pengajar Li wenji menatap benda yang Xie Lin selalu perhatikan
"apa yang sedang kau lakukan dengan gambar itu." ucap pengajar Li wenji
Xie Lin Berdeham dan menatap pengajar Li wenji seolah olah tidak terjadi apapun
"begini pengajar Li, aku tadi mau keluar kelas tapi tanpa sengaja aku melihat lukisan ini, saat kuperhatikan lebih jelas lagi.. kesadaranku seperti terbawa masum ke dalam lukisan ini." ucap Xie Lin dengan ragu ragu
pengajar Li wenji terkejut atas penjelasan dari Xie Lin Dan menatap gambar lukisan tersebut
"kau.. sungguh berhasil memasuki dunia lain yang terdapat dalam lukisan itu." ucap pengajar Li wenji dengan terkejut
Xie Lin kaget dan menatap pengajar Li wenji dengan tatapan bertanya nya
"apa maksudnya pengajar Li?" ucap Xie Lin dengan kebingungan dan bertanya tanya
pengajar Li wenji menghela napasnya sembari berjalan kembali ke mejanya, "biar ku ceritakan lebih rinci lagi." ucao pengajar Li wenji
setelah sampai di mejanya pengajar Li wenji mengeluarkan sebuah lukisan lagi dari dalam lacinya
"sebenarnya... " ucap, pengajar Li wenji dengan sedikit tidak rela nya
oke next~
episode selanjutnya~~
mohon maaf bila ada typo ya, dan makasih udah mau mampir ke karya aku~~
see you~~
bye bye 👋👋👋
__ADS_1