Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 90


__ADS_3

Cuplikan


"tapi kita masih bisa mencegah racun dingin itu." ucap Xie Lin pada Luo ya


"karena dingin lawannya panas maka kita akan membakar tubuh putrimu." ucap Xie Lin pada Luo ya


Luo ya yang mendengar bahwa tubuh putrinya akan dibakar terkejut dan segera melototi Xie Lin


"haih…jangan khawatir, putrimu akan baik baik saja dan dia juga akan masih hidup setelah dibakar nanti." ucap Xie Lin pada Luo ya


Luo ya yang masih ragu ragu dengan Xie Lin Terdiam dan melihat Xie Lin melakukan aktivitasnya untuk menyelamatkan putrinya


Xie Lin mengumpulkan banyak kayu bakar di sekitar tempat tidur Putri Luo ya dan kemudian membakar semua kayu yang ada di sekitar Putri Luo ya menggunakan elemen apinya


...****************...


Luo ya yang melihat tubuh putrinya dibakar membuatnya menangis dan meneteskan air matanya


Xie Lin yang telah membakar tubuh putri Luo ya dengan apinya segera mengeluarkan sebuah embun dewa dalam ruang dimensinya bersama dengan embun fajar


Xie Lin memasukkan kedua bahan tersebut kedalam tubuh Putri Luo ya yang telah mulai meleleh karena terbakar api


Xie Lin yang mulai kehabisan tenaga berusaha Sekuat tenaga dan terus mengalirkan elemen apinya ke dalam tubuh Putri Luo ya


setelah beberapa menit Xie Lin berhasil menyelamatkan Putri Luo ya dan kini terlihat tubuh Putri Luo ya kembali seperti semula dan memperlihatkan Putri Luo ya yang telah terbangun dan melihat sekeliling


"sekarang putrimu telah sembuh dari racun tapi mulai sekarang tubuh putrimu akan terasa dingin tapi tidak terlalu dingin hanya dingin seperti saat pagi hari dan selamanya akan terus dingin sampai mati, jadi apakah kau akan menerima putrimu ini apa adanya."ucap Xie Lin pada Luo ya


Luo ya menganggukkan kepalanya sambil mengusap air matanya dan segera berlari dan memeluk putrinya


Xie Lin yang melihat kedekatan antara Ibu dan anak itu tersenyum dan tersentuh


"Terima kasih karena telah menyelamatkan putriku, apa kau memiliki sebuah permintaan?" atau kau ingin sebuah benda berhaega dari Perguruan ku?" ucap Luo ya pada Xie Lin


"aku tidak memerlukan imbalan apapun, semua yang aku lakukan untuk mu itu atas kemauan ku sendiri, kau tidak perlu memberiku imbalan apapun." ucap Xie Lin sambil menggeleng gelengkan kelapanya

__ADS_1


Luo ya tersenyum bangga pada Xie Lin Dan beralih menatap putrinya yang telah sembuh dari racun dingin


Xie Lin kemudian keluar dari kamar putri Luo ya bersama dengan pengajar Li wenji dan Jing Xiao Leng serta Liu Duan mu


sedangkan ketiga pria itu menatap Xie Lin dengan sangat tidak percaya


"bagaimana bisa kau melakukan itu Xie Lin? kau tadi-tadi terlihat sangat hebat! luar biasa." ucap Jing Xiao Leng yang memuji Xie Lin


"aku hanya melakukannya dengan percaya diri dan tidak ragu ragu untuk mencoba." ucap Xie Lin pada Jing Xiao Leng


dan tak lama setelah Xie Lin Dan yang lainnya keluar Luo ya juga keluar dari kamar putrinya dan melihat Xie Lin


"mari aku antar kalian ke kamar kalian masing masing." ucap Luo ya pada Xie Lin Dan yang lainnya


Xie Lin tersenyum dan dengan senang hati mengikuti Luo ya menuju ke kamarnya


Luo ya memperlakukan Xie Lin dengan sangat lembut bagaikan anak sendiri dan mengajak Xie Lin berbincang bincang bersama selama perjalanan menuju ke kamarnya Xie Lin Dan yang lainnya


Xie Lin Dan Luo ya tertawa dan berbincang bersama dengan sangat bahagia dan senang yang tampak jelas diwajah mereka berdua


setelah beberapa menit Xie Lin Dan yang lainnya sampai di kamar masing masing


dan kamar yang paling megah dan indah serta bersih adalah kamar Xie Lin


Xie Lin sangat senang mendapatkan kamar yang begitu indah dan bersih


Xie Lin melihat Luo ya yang memulihkannya kamar untuk dirinya dan wajah yang berseri seri


"kalian istirahatlah dulu aku akan menyuruh pelayan membuatkan kalian makan Siang dan membawakannya ke kamar kalian masing masing." ucap Luo ya kemudian pergi dari sana


pengajar Li wenji dan Jing Xiao Leng serta Liu Duan mu dan Xie Lin tanpa segan segan segera menghempaskan diri mereka di atas tempat tidur dan berguling guling


"hah…sebentar lagi kita akan menuju ke final dan hal ini membuatku deg deg an." ucsp Jing Xiao Leng yang ada di sebelah kamar Xie Lin


sedangkan disisi lain Xie Lin terlihat sangat santai dan sedang mandi sambil bernyanyi ria dan sama sekali tidak memikirkan tentang pertandingan itu

__ADS_1


sedangkan Luo ya yang ada di ruangannya tanpa hentinya membicarakan Xie Lin bersama dengan rekan rekannya


"kalian tidak akan percaya dengan apa yang aku lihat tadi." ucap Luo ya dengan sangat gembira di hadapan para rekannya


"memangnya apa yang kau lihat tadi?" ucap seseorang pada Luo ya


"Tetua Ji, anda pasti tidak akan percaya tapi ini sungguh nyata! tadi pagi aku bertemu dengan seorang peserta yang lolos sampai ke babak ini dan dia bilang ingin menyembuhkan anakku, awalnya aku tidak percaya dan membawanya ke kamar anakku untuk memeriksa tubuh anakku." ucap Luo ya pada tetua Ji kemudian berhenti sejenak dan minum segelas air putih


"kemudian?" ucap tetua Ling pada Luo ya


Luo ya melanjutkan ceritanya, "setelah peserta itu mengecek keadaan tubuh anakku dia bilang kalau anakku terkena racun dingin, dia juga mengatakan kalau anakku masih bisa diselamatkan akan tetapi tubuh anakku harus dibakar,


saat itu aku terkejut tapi tidak bisa melakukan apa apa, aku melihat dia mengumpulkan banyak kayu bakar di sekitar tempat tidur anakku, kemudian menggunakan elemen apinya dan membakar anakku,


tubuh anakku terlihat mengleleh dan saat itu aku melihat sebuah embun dewa dan embun fajar muncul di sampingnya dan secara otomatis tercampur jadi satu kemudian masuk ke dalam tubuh anakku,


dan setelahnya dia berhenti mengalirkan elemen api ke tubuh anakku…pas setelahnya anakku bangun dan melihatku, aku sungguh sangat bahagia saat itu dan terakhir dia bilang kalau anakku akan memiliki tubuh yang dingin akan tetapi tidak terlalu dingin dan begitu selamanya sampai anakku mati nanti."ucap Luo ya pada semua rekan rekannya


"nama peserta itu adalah Xuan Xie Lin Dan berasal dari Kerajaan Xuan dan merupakan murid Perguruan Yingzhou, umurnya sekitar lima belas, dan yah dia masih terhitung begitu muda." ucap Luo ya pada rekan rekannya lagi


rekan rekannya menganga tak percaya dengan apa yang Luo ya ceritakan pada mereka dan merasa kurang percaya dengan apa yang Luo ya katakan


"kalau kalian tidak percaya aku akan memanggil putriku kemari." ucap Luo ya kemudian meminta seorang pelayan untuk memanggil putrinya ke ruangannya


sedangkan para rekannya tak percaya dan merasa bahwa Luo ya telah gila karena putrinya


setelah beberapa saat putri Luo ya memasuki ruangan Luo ya dan para rekan Luo ya terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat


merah bahkan mengusap mata mereka akan tetapi putri Luo ya masih mereka lihat


merasa beralih melihat Luo ya yang begitu bahagia ketika melihat putrinya kembali sehat


"ini sungguh keajaiban, dia pasti seorang jenius." ucap tetua Ji pada Luo ya


see you

__ADS_1


__ADS_2