Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 119


__ADS_3

Cuplikan


dan di luar tempat acara terlihat Xie Lin yang memperlihatkan undangannya pada kedua penjaga dan di biarkan masuk


didalam sana seluruh utusan oraganisasi pembunuh bayaran red lotus Xie Lin membungkuk dan memberi hormat pada Xie Lin


"hormat kami kepada Queen!" serentak semua anggota utusan oraganisasi pembunuh bayaran Xie Lin


semua orang yang ada disana seketika terkejut dan langsung berdiri dan memberi hormat pada Xie Lin


"mohon maaf karena kami tidak mengenali anda Queen, silahkan lewat sini." ucap Li wenji pada Xie Lin dengan sopan


Xie Lin tersnyum menyeringai seraya berjalan mengikuti Li wenji sambil melihat sekelilingnya


...****************...


terlihat Xie Lin yang berjalan menuju ke bagian atas yang khusus untuk tempat duduk para tamu istimewa serta para tetua dan pemimpin Perguruan


sesampainya disana Xie Lin langsung duduk dan memperhatikan semuanya dengan teliti tanpa ketahuan oleh siapapun


acarapun dimulai dan terlihat berbagai peserta naik ke panggung dan saling bertarung satu sama lainnya


para tetua dan yang lainnya menikmati pertarungan tersebut tapi tidak dengan Xie Lin


Xie Lin malah fokus ke arah lain yaitu menatap tajam Chu Bai Yue yang sedang menikmati pertarungan yang ada di panggung


"hm…aku ingin keluar menghirup udara segar dulu, kalian lanjutkan saja acaranya." ucap Xie Lin seraya berdiri kemudian pergi dari sana


Xie Lin dengan antusias pergi ke kamar Chu Bai Yue dan memeriksa setiap sudut kamar Chu Bai Yue


akan tetapi yang benar saja didalam sana ada sebuah perangkap dan Xie Lin berhasil mengenai perangkap tersebut


kini banyak pisau yang mengarah ke Xie Lin Dan berbagai panah dari berbagai sisi menuju ke Xie Lin


Xie Lin dengan gesit berhasil menghindari serangan serangan tersebut


"aku harus hati hati." ucap Xie Lin pada dirinya sendiri sambil waspada dengan serangan dadakan lainnya


Xie Lin perlahan melanjutkan pencariannya dan menemukan sesuatu di bawah bantal tidur Chu Bai Yue

__ADS_1


Xie Lin mengambil benda itu dan melihatnya dan ternyata itu adalah sebuah racun budak


Racun budak adalah racun yang digunakan untuk para budak agar para budak itu patuh dan tidak melawan tuannya


dengan racun budak itu seseorang dapat melakukan apa saja pada budaknya


menyuruh budaknya membunuh orang, mencuri atau bunuh diri dan lain lainnya lagi


jika sang budak menentang perintah dari sang tuan maka sang budak akan merasakan sangat sakit di bagian dadanya dan jika terus menentang perintah sang tuan maka akan berakhir kematian


Xie Lin perlahan memasukkan racun tersebut ke dalam ruang dimensinya


setelahnya Xie Lin keluar dari kamar Chu Bai Yue setelah merapikan semuanya serta mengembalikan anak anak panah serta pisau pisaunya ke tempat masing masing dan memperbaiki perangkapnya


terakhi Xie Lin menghapus sidik jarinya agar tidak ketahuan oleh siapapun


setelahnya Xie Lin pergi dari sana dan kembali ke tempat acara


disana terlihat Chu Bai Yue yang sedang asik memainkan kecapinya di hadapan para tetua dan pemimpin Perguruan


Xie Lin yang mendengar suara kecapi tersebut seketika ingin muntah dan merasa tidak enak badan


setelah beberapa saat mendengarkan Xie Lin menemukan masalahnya


masalahnya bukan dari kecapi tetapi dari nada yang keluar dari kecapi tersebut merupakan sebuah nada pemikat


setiap orang yang mendengarkan suara pemikat itu maka mereka akan masuk ke dalam dunia ilusi hingga suara pemikat tersebut selesai dinyanyikan


jika tidak selesai maka seseorang yang Menyanyikan suara pemikat tersebutlah yang pada akhirnya akan masuk ke dunia ilusi dan berakhir mati atau tetap dalam dunia ilusinya untuk selamanya


Xie Lin tersenyum menyeringai dan segera menepuk nepuk tangannya di hadapan Chu Bai Yue


"nona kecil, permainan kecapimu sangat merdu dan enak di dengar, akan tetapi kau memainkannya dengan cara yang salah." ucap, Xie Lin yang sangat datar kepada Chu Bai Yue


Chu Bai Yue yang mendapatkan tatapan tersebut terkejut dan menatap Xie Lin yang berjalan ke kursinya


"hamba mohon maaf bila hamba menyinggung hati Tuan dengan musik hamba." ucap Chu Bai Yue yang pura pura Kasihan di hadapa Xie Lin


"oh tidak apa apa, silahkan dilanjutkan." ucso Xie Lin pada Chu Bai Yue

__ADS_1


saudara saudara Xie Lin yang kebetulan ada disana merasakan perasaan akrab dengan Queen pembunuh bayaran red lotus yang merupakan Xie Lin


Xuan Yuan lang terus menatap Xie Lin tak henti hentinya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak


"ada apa lang? apa kau merasa tidak enak badan?'ucap Xuan Yuan Shao pada Xuan Yuan lang


"tidak apa apa, aku hanya entah kenapa merasa akrab dengan Queen pembunuh bayaran red lotus itu." ucap Xuan Yuan lang pada Xuan Yuan Shao


"mungkin kau pernah bertemu degannya sekali di suatu tempat." ucap Xuan Yuan Shao pada Xuan Yuan lang


"sudahlah, lupakan saja." ucap Xuan Yuan lang dengan wajah murung


sedangkan orang yang ditatap tak bergeming sedikitpun dan terus melihat orang


pertunjukan kecapi dari Chu Bai Yue


"hm…sangat membosankan, aku ingin pulang lebih dahulu." ucap Xie Lin kemudian turun dari sana dan segera ingin pergi


"tunggu sebentar Queen! apa ada yang bisa saya bantu sebelum anda pergi?" ucap Li Wenji pada Xie Lin


"hng! tidak perlu, sejak pertama kali aku masuk ke Perguruan Yingzhou ini aku sudah mendapatkan banyak sindiran jadi aku tidak memerlukam bantuan Perguruan Yingzhou." ucap Xie Lin kemudian mendorong pintu keluarnya


"eh? sindiran apa maksud Queen? apakah kami pernah menyindir Anda?" ucap Li wenji pada. Xie Lin


"benar, hampir semua murid Perguruan Yingzhou Menyindirku tiap hari dan tiap detiknya dan waktu itu aku diam saja tapi kali ini murid murid Perguruan Yingzhou Menyindirku lagi setelah sekian lamanya juga berniat menamparku." ucsp Xie Lin kemudian pergi dari sana


Li wenji yang mendengar penjelasan Xie Lin terhadap Perguruannya terkejut dan tak berkata apa pun


"ckckck! ternyata orang yang ingin Xian du bentak dan memaki serta ingin dimenamparnya tadi adalah Queen pembunuh bayaran red lotus, dia telah menyinggung orang yang seharusnya tidak disinggung." ucap murid yang ada didekat Li wenji


seketika Li wenji naik pitam dan menoleh menatap tajam Xian du


Xie Lin yang sudah keluar dari Perguruan Yingzhou segera pergi dari sana menuju ke pasar ibukota kerajaan Xuan


Xie Lin berjalan jalan dan menikmati harinya seharian penuh di pasar ibukota


ketika menjelang malam Xie Lin baru pulang dari pasar dan menuju ke kediaman Perdana Menteri ding


see you

__ADS_1


__ADS_2