Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 149


__ADS_3

Cuplikan


"ini pil yang bisa menghilangkan keberadaan, maksudnya tidak akan ada yang tahu keberadaanmu di mana pun kau berada." ucap Xie Lin pada giu


"oh baiklah, aku akan pergi dulu, aku akan melaporkannya setiap minggu padamu." ucap giu kemudian pergi dari sana


sedangkan Xie Lin kini memiliki mata mata tanpa mencari dan datang sendiri


...----------------...


ditengah malam yang sunyi terlihat seorang wanita yang sedang memandangi bulan


wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Xie Lin sendiri yang sedang menyendiri


"ada apa Xie Lin? apa kau kesepian? apa perlu aku keluar dan menemanimu?" ucap Zhuo Zhang yang ada di dalam ruang dimensi Xie Lin


"tidak apa apa…aku hanya merasa rindu pada kakek dan nenek." ucap Xie Lin pada Zhuo Zhang


"bukankah kau memiliki batu transportasi suara? kau bisa menghubungi mereka menggunakan batu itu." uczo Zhuo Zhang pada Xie Lin


"oh! benar juga! kenapa tidak terpikirkan olehku sedari tadi?" ucsp Xie Lin seraya mengeluarkan batu transportasi suaranya


sesaat ketika Xie Lin mengeluarkan batu transportasi suaranya batu transportasi suaranya langsung bergetar


"eh? ada orang yang menghubungiku?" ucap Xie Lin kemudian mengaktifkan batu transportasi suaranya


[ini ya…aku gk tau bagaimana cara dan bagaiamana cara orang mengangkat batu transportasi suara itu, jadi kalau menurut kalian lucu silahkan tertawa sepuasnya 🙄]


dengan sigap Xie Lin langsung mengangkatnya dan mendengar suara yang keluar dari batu transportasi suaranya

__ADS_1


"siapa?" ucap Xie Lin


"adik Xie Lin, ini aku gegemu Bai Qing Cheng." ucap seseorang yang menghubungi Xie Lin yang tak lain adalah Bai Qing Cheng


"ada apa gege?" ucso Xie Lin pada Bai Qing Cheng


"ada sesuatu yang ingin aku katakan pada mu." ucap Bai Qing Cheng pada Xie Lin lewat batu transportasi suara


"kebetulan sekali, aku juga ingin mengatakan sesuatu pada gege." ucso Xie Lin pada Bai Qing Cheng


"um…gege duluan saja." ucsp Xie Lin pada Bai Qing Cheng


"baiklah…jadi begini, kakek dan nenek merindukanmu dan memaksaku menghubungimu sekarang ini, aku bilang besok tapi mereka maunya sekarang." ucap Bai Qing Cheng pada Xie Lin


"ternyata begitu yah…" ucap Xie Lin pada Bai Qing Cheng


"nah, terus apa yang ingin kau katakan Xie Lin?" tanya Bai Qing Cheng pada Xie Lin


"oh…kau mau berbicara dengan kakek dan nenek? tunggu sebentar ya aku berikan pada nenek batunya." ucap Bai Qing Cheng pada Xie Lin


"nenek kakek, ini Xie Lin, katanya Xie Lin merindukan kalian berdua." bisik Bai Qing Cheng pada ding Liu Xing dan Gao meng Ji'a


"Xie Lin? apa kau itu nak? bagaiamana kabarmu disana? baik baik saja kan? apa kau sudah menemukan penginapan? bagaiamana penginapannya? apakah bagus? apakah disana kau memiliki uang? apa perlu nenek kirimkan uang yang banyak untukmu?" ucap Gao meng Ji'a pada Xie Lin lewat batu transportasi suara


"uh…nenek, mana yang harus aku jawab terlebih dahulu?" ucap Xie Lin pada Gao meng Ji'a


"kau ini, kau memberikan cucu kita begitu banyak pertanyaan secara bertubi tubi, bagaiamana cucu kita akan menjawabnya dengan cepat dan tanpa keliru?" ucap ding Liu Xing pada Gao meng Ji'a


"haih…sudahlah kakek, nenek…aku disini baik baik saja, dan aku tidak tinggal di penginapan aku tinggal dirumah temanku, dan mengenai uang…aku memiliki banyak uang kok nek, nenek tidak perlu mengirimkan aku uang." ucap Xie Lin pada Gao meng Ji'a

__ADS_1


Gao meng Ji'a menghela napas lega dan meminum tehnya


"syukurlah kalau begitu…ingatlah nak, jika kau berada di sana kau harus menghormati orang orang dan sopan pada mereka juga jangan mencari masalah pada mereka kalau tidak mungkin mereka akan membunuhmu." ucap Gaomeng Ji'a pada Xie Lin


"hei, kau sudah berbicara dengan cucu perempuanku dengan sangat lama sekarang ggiliranku berbicara dengannya?" ucsp ding Liu Xing pada Gao meng Ji'a seraya merebut batu transportasi suara yang Gao meng Ji'a pegang


"kakek nenek, jangan bertengkar…hahahahaha…apakah kakek tahu? tadi ada pembunuh yang ingin membunuhku dikamar loh, coba tebak apa yang aku lakukan pada pembunuh itu…" ucap Xie Lin pads ding Liu Xing lewat batu transportasi suara


"apa yang kau lakukan padanya?" ucap ding Liu Xing pada Xie Lin


sedangkan Bai Qing Cheng dan Gao meng Ji'a yang penasaran mendekatkan telinga mereka ke batu transportasi suara


"aku…membuatnya jadi badut dan membuatnya menari seharian di dalam kamarku! hahahahaha!"ucap Xie Lin sambil tertawa


"sangat kejam…" ucap Bai Qing Cheng yang memikirkan apa yang Xie Lin perbuat pada pembunuh itu


"kejam? itu sama sekali tidak kejam, yang kejam itu seperti ini…orang kejam itu akan menyiksa targetnya dulu sampai puas kemudian memotong kepalanya…lalu tubuhnya di cincang cincang kecil dan diberikan anjing makan." ucap Xie Lin pada Bai Qing Cheng


Bai Qing Cheng yang mendengar perkataan Xie Lin seketika merinding ketakutan


'dasar wanita kejam! psikopat!'gumam Bai Qing Cheng yang mengatai Xie Lin


"aku memang kejam tapi aku bukan psikopat." ucap Xie Lin pada Bai Qing Cheng


"apa?! bagaiamana kau tahu isi pikiranku?!" pekik Bai Qing Cheng pada Xie Lin


"sudah sudah…walaupun kau kejam setidaknya berikan kesempatan kedua pada seseorang dan jangan terlalu kejam ketika menyiksanya." ucap ding Liu Xing pada Xie Lin


"tentu saja, aku memberikan kesempatan kedua pada pembunuh itu, aku menjadikannya mata mataku dan memintanya untuk mengawasi seseorang yang memintanya untuk membunuhku." ucap Xie Lin pada ding Liu Xing

__ADS_1


ketiga orang yang menghubungi Xie Lin lewat batu transportasi suara seketika terdiam dan tak berani berbicara sedikitpun menanggapi perkataan Xie Lin yang begitu sembrono


see you


__ADS_2