
Cuplikan
"gadis itu sungguh sesuatu."ucap seorang juri wanita pada juri lainnya
"hm…masa depannya sangat cerah."ucap juri yang ada di samping juri perempuan itu yang ternyata seorang pendeta tao
"yang pendeta tao katakan benar."ucap juri perempuan itu
sedangkan orang yang dibicarakan tengah bertarung habis habisan dengan Liu Duan mu dan hasilnya tetap sama
tidak ada yang ingin menyerah membuat suasana semakin mengang
pengajar Li wenji dan Jing Xiao leng berkeringat dingin dan teman teman Jing Xiao leng ikut gemetaran serta berkeringat dingin melihat Xie Lin Dan Liu Duan mu yang seri
......................
"hah…hah…apa aku sungguh tidak bisa mengalahkan mu?" ucap Liu Duan mu pada Xie Lin
"benar, kau tidak akan bisa mengalahkan ku." ucap Xie Lin oada Liu Duan mu
Liu Duan mu terkejut dan mulai mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang
"karena kau menggunakan senjata maka aku juga akan menggunakan senjata."ucap Liu Duan mu sambil mengeluarkan senjatanya
Xie Lin hanya melihatnya mengeluarkan senjatanya dan mengabaikan perkataan dari Liu Duan mu
" terimalah serangan dariku."teriak Liu Duan mu dan seketika awan di langit berkumpul dan sebuah pedang yang sangat besar bahkan sebesar arena pertandingan muncul di atas Xie Lin
Liu Duan mu tertawa melihat pedang raksasa tersebut menuju Xie Lin dengan sangat cepat
sedangkan Xie Lin hanya menatap pedang raksasa tersebut dengan tatapan dingin dan wajah datar
Xie Lin memperbesar ukuran kipasnya dan secara otomatis kipasnya melayang di udara dan melindungi Xie Lin dari pedang raksasa tersebut
pedang raksasa tersebut mengenai tepat di tengah tengah kipas Xie Lin yang telah diperbesar dan tidak terjadi apa pun
kipas Xie Lin tidak rusak mau pun tergores malahan pedang raksasa itu yang yang hancur berkeping keping akibat bertebaran dengan kipas Xie Lin
__ADS_1
Xie menyeringai melihat Liu Duan mu yang tidak bisa berkata kata lagi
"jadi sekarang…apa kau boleh mengalah?" ucap Xie Lin pada Liu Duan mu
"tidak! Sampai kapanpun aku tidak akan mengalah." ucap Liu Duan mu pada Xie Lin dengan kesal
Xie dengan menatap miring Liu Duan mu dan berjalan mendekati Liu Duan mu secara perlahan dan membuat Liu Duan mu mulai ketakutan dan gemetaran
"kau tidak ingin mengalah meskipun kau pada akhirnya kau akan tetap kalah?" ucap Xie Lin pada Liu Duan mu sambil terus berjalan perlahan
Liu Duan mu tidak berkata kata melihat Xie Lin yang terus berjalan menuju ke dirinya hingga Xie Lin tiba di hadapannya
"a-aku…aku mengaku kalah…kumohon jangan sakiti aku, aku akui kau sangat hebat, lebih hebat dariku." ucap Liu Duan mu pada Xie Lin
Xie Lin memiringkan penglihatannya pada Liu Duan mu
"hm? mengalah secepat itu?" ucap Xie Lin dengan penasaran pada Liu Duan mu
para penonton yang mengidolakan Liu Duan mu seketika terdiam semua dan tak berani berbicara sepatah kata pun
sedangkan pengajar Li wenji dan Jing Xiao leng terkejut dengan pengakuan dari Liu Duan mu bahwa Xie Lin lebih kuat darinya dan bahkan mengaku kalah pada seorang gadis kecil
"ini beneran kan?" ucap Jing Xiao leng pada pengajar Li wenji
sedangkan teman teman Jing Xiao leng terus menerus dibuat menganga oleh Xie Lin
"aku tidak menyangka wanita itu sangat hebat." ucap Qin Hao Yan pada Ning Liu Jin
"sungguh bakat yang sangat mengerikan." ucap Ning Liu Jin pada Qin Hao Yan
"sepertinya kita harus belajar padanya supaya cepat kuat dan hebat." ucap Ning Liu Jin dan Qin Hao Yan secara bersamaan
sedangkan Liu Duan mu yang tidak berhenti dibicarakan menundukkan kepalanya malu melihat semua orang karena telah dikalahkan oleh seorang gadis kecil
Xie Lin yang melihatnya mengusap Kepala Liu Duan mu dengan lembut, "dasar cengeng, baru kalah sekali tapi sudah malu dilihat orang." ucap Xie Lin pada Liu Duan mu
Liu Duan mu melihat Xie Lin yang mengatainya cengeng, "memangnya kau tahu apa hah?" ucap Liu Duan mu pada Xie Lin yang
__ADS_1
Xie Lin tersenyum ramah pada Liu Duan mu dan merangkul Liu Duan mu dan menariknya turun dari arena pertandingan
"jangan sedih… kalah sekali bukan berarti kau akan kalah terus, mungkin ini awal dari kesuksesan mu nanti, ada sebuah pepatah yang mengatakan berani coba berani kalah dan satu lagi, jatuh bangkit lagi." ucap, Xie Lin yang mencoba menghibur Liu Duan mu untuk tidak sedih karena dikalahkan olehnya
"tapi apa hubungannya dengan pepatah pepatah yang kau katakan?" ucap Liu Duan mu pada Xie Lin yang mulai kembali cerah
"tidak tahu, aku hanya mengatakannya saja, sudahlah ayo pergi aku traktir." ucap Xie Lin apda Liu Duan mu
sedangkan pengajar Li wenji dan yang lainnya melihat Xie Lin yang menarik Liu Duan mu yang kejam pegi dari arena pertandingan begitu syok dan tidak bisa berkata apa apa lagi
para juri juga sangat terkejut melihat murid yang sangat mere segani dan terkenal kejam dan hebat bisa tunduk pada seorang gadis kecil yang bukan siapa siapa
"aku sungguh tidak percaya tuan muda Liu yang hebat dan kejam bisa luluh oada seorang gadis kecil yang tidak memiliki kekuasaan apapun kecuali kekuatan yang hebat." ucap salah satu murid perempuan yang ada di belakang pengajar Li wenji dan Jing Xiao leng
"aku sungguh salut pada gadis kecil itu, dia sangat hebat bisa bisa membuat murid nomor satu sekte kita mengaku kalah." ucap murid laki laki yang ada di samping kiri murid perempuan tersebut
"sekarang apa yang akan Tuan Muda Liu katakan pada orang tuanya ketika mengetahui bahwa dia kalah dalam pertandingan ini." ucap murid perempuan itu
"Tuan muda akan dimarahi atau tidak ya?" ucap murid perempuan itu lagi
sedangkan pengajar Li wenji dan Jing Xiao leng hanya bisa tersenyum canggung menanggapi semua perkataan murid yang ada di belakangnya
"sepertinya Xie Lin akan terkenal di sekteku selama beberapa minggu atau bulan nanti." ucap Jing Xiao leng pada pengajar Li wenji
sedangkan di sisi lain terlihat Xie Lin yang dan Liu Duan mu yang telah turun dari arena pertandingan bersama dan segera pergi ke kantin bersama
'tangan gadi ini sangat lembut dan hangat, aku ingin memegangnya terus.' Guamam Liu Duan mu dalam hatinya
"em…itu…apa aku bisa tahu siapa namamu?" ucap Liu Duan mu pada Xie Lin dengan sedikit ragu ragu dan malu malu
"namaku Xuan Xie Lin panggil saja Xie Lin." ucap Xie Lin pada Liu Duan mu sambil melihat ke arah Liu Duan mu dan tersenyum ramah
Liu Duan mu yang melihat senyuman dari Xie Lin seketika tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke arah lain
see you
mohon maaf bila banyak typo 😞
__ADS_1
dan makasih udah mampir ke karya aku ya 😄