Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 33


__ADS_3

Cuplikan


"apa maksudnya pengajar Li?" ucap Xie Lin dengan kebingungan dan bertanya tanya


pengajar Li wenji menghela napasnya sembari berjalan kembali ke mejanya, "biar ku ceritakan lebih rinci lagi." ucao pengajar Li wenji


setelah sampai di mejanya pengajar Li wenji mengeluarkan sebuah lukisan lagi dari dalam lacinya


"sebenarnya... " ucap pengajar Li wenji dengan sedikit tidak rela nya


...**************...


Xie Lin menatap pengajar Li wenji tanpa berkedip sedikit pun, "silahkan lanjutkan pengajar Li." ucap Xie Lin dengan tatapan aneh


pengajar Li wenji yang merasantidak nyaman dengan tatapan aneh dari Xie Lin menelan salivanya sekuat tenaganya dan bercucuran keringat dingin


"bisakah murid Xie Lin tidak menatapku dengan tatapan seperti itu?" ucap pengajar Li wenji dengan keringat dingin dan perasaan yang tidak enak


Xie Lin menangguk dan kembali seperti semula, duduk rapi dan siap mendengar kan penjelasan dari pengajar Li wenji


"sebenarnya.. ini adalah lukisan mendiang istri Kepala akademi yin." ucap pengajar Li wenji dengan perasaan sesak


Xie Lin mengangguk anggukkan kepalanya sembari mengeluarkan sepiring camilan dan memakannya perlahan sambil mendengarkan penjelasan dari pengajar Li wenji


"saat itu.. istri Kepala akademi sedang mengandung dan meminta Kepala akademi untuk membuatkannya sebuah lukisan dan di saat yang bersamaan pula sekelompok monster dan iblis tingkat atas menerobos masuk ke dalam akademi dan menghancurkan semuanya, banyak murid yang mati karena tragedi saat itu." ucap pengajar Li wenji dengan jelas dan teliti sembari memakan camilan yang Xie Lin tawarkan padanya


"hm hm hm, terus apa lagi?" ucap Xie Lin yang sepertinya terpengaruh oleh cerita dari pengajar Li wenji yang sudah Xie Lin anggap sebagai cerita dongeng


"ck baiklah sampai di mana tadi?" ucap pengajar Li wenji


"banyak murid yang mati karena tragedi saat itu." ucap Xie Lin sambil memakan cemilannya


"ah benar, Kepala akademi baru menyadari keberadaan monster monster dan iblis iblis ketika para monster dan iblis memasuki ruangan mereka berdua, istri Kepala akademi yang ketakukan berlari mundur dan bersembunyi sedangkan Kepala akademi berusaha bertahan dan melindungi sang istri dengan sekuat tenaganya." ucap pengajar Li wenji


"kenapa pengajar Li berhenti?" tanya Xie Lin pada pengajar Li wenji


pengajar Li wenji seketika saja naik pitam dikarenakan sikap Xie Lin yang menurutnya berubah ubah, pertama pintar,dingin, kuat lalu tiba-tiba bodoh


"ck! aku juga butuh istirahat setelah penjelasan yang sangat panjang dan aku juga butuh air agar tidak kehausan saat menjelaskan keseluruhan cerita nya! mengerti!" ucap pengajar Li wenji lalu diam sejenak


Xie Lin ber-oh saja dan mengeluarkan sebuah air putih dari dalam kalung ruangnya


Xie Lin menyodorkan air putih tersebut ke pengajar Li wenji dengan sopan, "pengajar Li, silahkan diminum." ucap Xie Lin sembari menyerah gelas yang berisi air putih

__ADS_1


pengajar Li wenji melihat gelas Xie Lin yang berisi air putih dan mengambilnya tanpa memikirkan apapun


"Terima kasih," jeda pengajar Li wenji lalu meneguk airnya hanya dengan dua tegukan, "oke lanjut, Kepala akademi yang sudah kewalahan karena serangan dari monster dan iblis mulai melemah dan tidak sanggup untuk melawan lagi, pada akhirnya Kepala akademi kalah dan istri Kepala akademi di bunuh bersama dengan sang bayi yang ada dalam kandungan nya oleh para iblis dan monster, setelah istri Kepala akademi itu mati para monster dan iblis mundur, Kepala akademi saat itu sangat sakit hati karena harus ditinggalkan oleh istri tercintanya dan mendapatkan ide gila yaitu mengurung serpihan jiwa sang istri ke dalam lukisanl itu dan mulai dari saat itu lukisan ini menjadi terkenal dan sangat dihormati hingga sekarang."ucap pengajar Li wenji lalu mengakhiri pembicaraan mereka


"tapi maaf aku Hanya bisa memberi tahu mu sampai disini saja, dan untuk lebih lanjut nya kau carilah sendiri kelanjutan cerita itu." ucap pengajar Li wenji lalu segera berdiri dan keluar dari kelas secara terburu buru


Xie melihat sikap pengajar Li wenji yang aneh menjadi curiga dan berniat mencari tahu lebih dalam mengenai cerita tersebut


"serpihan jiwa istri Kepala akademi? hm baiklah nanti saat libur akan ku gali semua cerita yang ada di balik lukisan ini." ucap Xie Lin sembari meletakan kembali lukisan tersebut ketempat nya dan keluar dari kelasnya menuju ke kantin


bruk!


di tengah perjalanan Xie Lin bertabrakan dengan seorang laki laki


semua dokumen yang laki-laki itu pegang semuanya terjatuh ke pantai


"astaga maafkan aku!" ucao Xie Lin sambil membantu laki laki itu memungut dokumen yang terjatuh


"tidak apa apa." ucap, Laki-laki itu dengan wajah Datar


Xie Lin memungut semua dokumen yang terjatuh dan memeberikannya pada laki laki tersebut


"Terima kasih, namaku Li Jiancheng siapa namamu?" ucap laki laki itu pada Xie Lin


"ternyata nona Xie Lin, oh iya apa nona Xie Lin mau ke kantin?" ucap Li Jian cheng


Xie Lin menganggukkan kepalanya, "iya." Jawab Xie Lin dengan patuh


"kalau begitu kita searah, aku juga mau kesana sambil mampir ke tempat ayahku dan memberikan nya dokumen dokumen ini." ucap Li jian cheng pada Xie Lin


"oh, kalau gitu kita jalan bersama aja, sini aku bantu bawakan dokumen mu." ucap Xie Lin sembari mengambil beberapa dokumen dan membawanya


mereka berdua berbincang di sepanjang jalan, dari membicarakan kelas, guru, mata pelajaran, hingga makanan kesukaan dan hal lain nya, dan tanpa sadar mereka sampai di tempat ayah Li Jian cheng


"nah kita sampai." ucap Li Jian cheng sembari membuka pintu tempat ayahnya


"ayah aku datang." ucap Li Jian cheng lalu masu


"Jian cheng kau sudah sampai." ucap seorang laki-laki yang suaranya agak berat


Xie Lin yang mendengar suara dari ayah Li Jiancheng merasa familiar dengan suara itu dan mencoba melihat siapa ayah Li Jiancheng


"ini dokumen ayah tadi sudah aku periksa dan tidak ada masalah dalam dokumen ini." ucap Li Jiancheng sembari meletakkan dokumen ayahnya diatas meja kerja ayahnya

__ADS_1


"Jiancheng, bukankah ini ruang Kepala akademi? kau.. putra dari Kepala akademi?" ucap Xie Lin dengan menebak nebak


Li Jiancheng berbalik dan menatap Xie Lin sambil menganggukkan Kepala nya


"iya benar." ucap Li Jiancheng


Ayah Li Jiancheng mendengar suara Xie Lin merasa familiar dan keluar dari ruangannya menuju Li Jiancheng


"Jiancheng siapa yang kau ajak ini? apa dia kekasih mu hm." ucap ayah Li Jiancheng dari belakang


Xie Lin berbalik dan melih ayah Li Jiancheng yang ternyata dia adalah pengajar Li wenji


"pengajar Li?!/Xie Lin?!" ucap Xie Lin dengan pengajar Li wenji secara bersamaan sambil menunjuk satu sama lain


Li Jiancheng yang kebingungan bertanya apda sang ayah apa yang terjadi


"apa kenal dengan Xie Lin?" ucap Li Jiancheng


pengajar Li wenji menganggukkan Kepala nya, "tentu saja kenal, dia adalah salah satu murid ku." ucap pengajar Li wenji


"ternyata begitu." ucap Li Jiancheng sembari menganggukkan kepalanya


Xie Lin maju dan menatap tajam pengajar Li wenji, "apa apaan ini? kau Kepala akademi? kenapa kau tidak memberitahu kannya?" ucap Xie Lin dengan tatapan membunuh


pengajar Li wenji menelan salivanya dengan keras, "hehe.. aku lupa memberitahukanmu." ucap pengajar Li wenji dengan keringat dingin


Xie Lin mengendus dan berjalan keluar dari ruangan Kepala akademi Li wenji


"Jiancheng bukankah kita mau ke kantin, ayo cepat." ucap Xie Lin


Li Jiancheng berlari ke arah Xie Lin meninggalkan sang ayah sendirian di ruangannya


"Xie Lin aku minta maaf atas perlakuan ayahku yang tidak memberitahu mu tentang dia yang seorang Kepala akademi."ucap Jiancheng dengan rasa bersalah


Xie Lin menatap Jiancheng dengan tatapan yang sulit diartikan, " tidak apa apa."ucap Xie Lin dengan wajah datar nya


mereka berdua berjalan ke kantin dengan penuh rasa canggung


jangan lupa like


dan favoritkan


see you

__ADS_1


bye bye


__ADS_2