Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 30


__ADS_3

Cuplikan~


hehehe... lihat saja besok.. jiejie ku tersayang itu pasti akan sangat sangat malu.. hahaha.. " ucap Xie Lin yang terus tersenyum Devil


"sudah sudah ayo kita pulang sekarang." ucap Xuan yuan yu


semuanya pun pulang ke tempat masing masing dan tertidur pulas dilengkapi dengan mimpi indah mereka masing-masing


...****************...


Xie Lin yang baru saja tertidur langsung masuk ke alam mimpinya


dalam mimpi Xie Lin terlihat seorang wanita cantik dengan rambut terurai dan seorang laki laki tampan yang memegangi tangan perempuan itu


dari jauh terdengar suara anak kecil yang terus berteriak memanggil ayah dan ibunya


"Ayah ibu!" teriak anak kecil itu sambil berlari menggunakan kaki kecilnya


wanita itu berbalik dan melebarkan tanganya kesamping dan berniat untuk menggendong sang anak


"ayah ibu aku merindukan kalian." ucap anak kecil itu


Xie Lin yang memperhatikan semua itu tiba tiba saja merasa sesak di bagian dadanya dan kepalanya seketika pusing dan sakit


'a-apa ini... kenapa sangat familiar.. ' ucap Xie Lin dengan suara rendah


Xie Lin memperhatikan wanita itu secara lebih jelas lagi dan terkejut


'wanita itu... kenapa mirip dengan wajah Ibuku? sebenarnya ini dimana?' ucap Xie Lin dengan kebingungan


terlihat wanita itu tersenyum ke arah laki-laki itu dan menatap ke arah Xie Lin


"Xie Lin Putri ku.. kemarilah sayang.. " panggil wanita itu dengan lemah lembut


Xie Lin tanpa sadar berjalan ke sana, 'apa-.. apa yang terjadi? kenapa aku tidak bisa bergerak?.'ucap Xie Lin yang hanya bisa berbicara dalam hati saja


Xie Lin di saat itu sungguh tidak bisa menggerakkan tubuhnya, tubuhnya seperti ditempati oleh seseorang


"Xie Lin putri ku." panggil wanita itu lagi


Xie Lin yang tidak bisa mengendalikan dirinya memeluk wanita itu


seketika saja Xie Lin merasakan sebuah gejolak aneh dari dalam lubuk hatinya


perlahan lahan air mata Xie Lin yang sudah tidak bisa ditahan mengalir keluar dari pelupuk matanya


suara tangis Xie Lin kini pecah dihadapan wanita dan laki-laki itu


"nak, kenapa kau menangis? apa kami menyakitimu?" tanya laki laki itu sambil mendekati Xie Lin


segera saja Xie Lin mengusap air mataku dan menatap laki laki dan perempuan itu


"kalian siapa?"tanya Xie Lin dengan mata bengkak Akibat menangis


Laki-laki itu menatap bingung Xie Lin Dan memegang tangan Xie Lin dengan memancarkan senyuman hangat


"aku ayahmu, apa kau sudah lupa dengan ayahmu sendiri?"ucap laki laki itu


Xie Lin terkejut dan berbalik menatap wanita itu dengan penasaran


" lalu apa kau.. ibuku?"ucap Xie Lin dengan ragu ragu


wanita itu tertawa terbahak bahak bersama dengan laki laki itu


"tentu saja aku ibumu, apa kau sungguh melupakan kedua tuamu ini hm?! dasar anak kecil, usiamu masih 3 tahun dan kau malah menjadi pelupa begini." ucap wanita itu sambil mencubit pipi Xie Lin


"i-ibu?" ucap Xie Lin dengan gagap

__ADS_1


wanita itu mengangguk kan kepalanya dan menarik Xie Lin ke suatu tempat


'tunggu tunggu! apa dia bilang tadi? aku? berusia 3 tahun? aku yang remaja ini berusia 3 tahun? apa kau buta hah' kesal Xie Lin dalam hatinya


"tenanglah tuan, ini adalah alam mimpi anda bersama dengan kedua orang tuan anda."ucap Shiro pada Xie Lin


beberapa saat kemudian Xie Lin dengan wanita itu serta laki-laki itu sampai di tempat tujuan


wanita itu menatap Xie Lin sambil tersenyum hangat, "nak, ini adalah tempat asal kita." ucap wanita itu lalu membiarkan Xie Lin melihat ke depan


Xie Lin ternganga melihat pemandangan di depannya, sungguh sebuah pemandangan yang indah


"ini adalah dunia atas dunia para dewa dan Dewi." ucap laki-laki itu sambil membawa Xie Lin masuk


Xie Lin yang sudah melupakan siapa dirinya mengikuti laki laki itu masuk ke dalam bersama dengan wanita itu


tiba tiba saja dari gerbang dunia itu terdengar suara ledakan yang dasyat


Xie Lin yang tidak kuat menahan suara tersebut menutup telinganya rapat rapat


terlihat dari atas sebuah bagian dari Gerbang tersebut terjatuh tepat di atas Xie Lin


wanita itu melihat hal tersebut dan segera melindungi Xie Lin


Xie Lin yang merasakan akan sesuatu diatas nya membuka matanya dan melihat wanita itu menahan bagian dari gerbang yang hancur karena ledakan


"semua serpihan gerbang dunia hancur dan tersebar di dunia manusia, satu satunya cara agar Gerbang dunia itu diperbaiki adalah dengan menemukan semua serpihan Gerbang dunia itu dan menyatukannya." ucap perempuan itu dengan cemas dan khawatir sambil menatap Xie Lin kecil


seketika saja setelah gerbang hancur ribuan Monster buas masuk dan merusak banda benda yang ada di sekitar mereka


"sial! monster monster itu lagi!" ucap laki-laki itu dengan cemas


"sekarang ini kita tidak bisa melawan mereka, lebih baik kita pergi dari sini dan melindungi Xie Lin kecil." ucap wanita itu


Laki-laki itu mengangguk dan membawa Xie Lin bersama wanita itu pergi dari sana dan terlihat laki-laki itu membawa Xie Lin bersama wanita itu ke sebuah hutan didunia manusia


"nak, demi keselamatan dirimu ini terpaksa membagi dua jiwamu dan mengirim salah satu jiwamu ke dunia lain, tapi jangan khawatir setelah kau berusia 14 tahun kau bisa kembali lagi ke sini dan bersatu kembali dengan serpihan jiwamu yang satunya lagi." ucap wanita itu lalu membagi dua jiwa Xie Lin kecil


waktu itu Xie Lin sungguh merasakan kesakitan yang sangat sangat sakit


dan beberapa saat kemudian jiwa Xie Lin kecil behasil di belah menjadi dua bagian dan Xie Lin kecil pingsan Akibat kesakitan


wanita itu melemparkan satu jiwamu Xie Lin ke dunia lain dan satunya tinggal bersama wanita itu


"sekarang anak kita sudah aman, aku akan pergi berkelana dan menemukan semua serpihan serpihan dari berbang dunia atas, setelah itu kita pulang." ucap laki-laki itu lalu pergi


saat itu Xie Lin menangis sangat keras, hiks... ibu... ayah... hiks.. jangan tinggalkan aku."teriak Xie Lin dari dalam mimpinya


Xuan yuan mei dan Xuan yuan yao yang berada di depan pintu kamar Xie Lin mendengar teriakan dari Xie Lin segera masuk ke kamar Xie Lin Dan mendapati Xie Lin yang masih tertidur tapi terus menangis sambil mengangkat tangannya dan berteriak-teriak


Xuan yuan mei segera saja mendekati Xie Lin Dan berusaha membangun kan Xie Lin akan tetapi tidak berhasil


"Xie Lin! bangun Xie Lin!" teriak Xuan yuan yao dengan suara keras yang berhasil mengundang para pangeran dan putri lainnya


Xuan yuan lang yang melihat Xie Lin tidak bisa bangun dari tidurnya merasa cemas dan khawatir


"apa yang terjadi dengan Xie Lin?" tanya Xuan yuan lang


"kami jiga tidak tahu! saat kami ada di depan pintu kamar Xie Lin, Xie Lin memang sudah berteriak teriak begini jadi kami segera masuk dan mengecek keadaan Xie Lin, kami sudah berusaha membangun kan Xie Lin yang api tidak berhasil." ucap Xuan yuan yao dengan cemas


Xuan yuan lang manu dan memeriksa keadaan Xie Lin Dan mendapati Xie Lin terkena serbuk bunga tidur


"apa?! jiejie Xie Lin terkena serbuk bunga tidur?!" pekik Xuan yuan yi dari arah pintu kamar Xie Lin


"ya, bunga tidur memang bunga yang tidak mematikan akan tetapi Serbuknya mematikan dan beracun, siapa pun yang menghirup serbuk bunga tersebut maka ia akan tertidur terus dan bermimpi aneh, mimpi yang dialami awalnya bahagia dan berakhir tragedi, biasanya saat akhir mimpi panderita akan bunuh diri karena tidak sanggup dengan akhir yang menyedihkan."ucap Xuan yuan lang dengan jelas


"jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Xuan yuan Shao

__ADS_1


"semuanya jangan panik, jika ingin menghilang kan racun tersebut maka kita harus membangun kan Xie Lin Dan aku tahu cara membangun kan Xie Lin." ucap Xuan yuan lang


seketika para pangeran dan putri terdiam dan duduk rapih mengelilingi Xie Lin Dan Xuan yuan lang


"pertama ambilkan aku satu set jarum akupuntur, kedua ambil baskom dan isi dengan air yang dingin dan akau perlu yang sangat dingin." ucap Xuan yuan lang


segera Saja Xuan yuan Shao dan Xuan yuan yi pergi mengambil masing masing yang diperlukan oleh Xuan yuan lang untuk membangun kan Xie Lin


"Xie Lin aku harap kau bisa bangun saat aku mulai nanti." ucap Xuan yuan lang dengan khawatir sembari memegangi tangan Xie Lin


beberapa saat kemudian Xuan yuan Shao dan Xuan yuan yi datang dengan masing masing bahan


Xuan yuan lang mengambil semuanya da mulai terapi membangun kan Xie Lin


pertama Xuan yuan lang membasuh handuk kecil dengan air dingin dan mengompres Xie Lin kemudian menari muh semua jarum akupuntur ke dalam air dingin tersebut


Xuan yuan lang mulai menancapkan satu persatu jarum akupuntur tersebut di Dahi Xie Lin Dan di sekitar Kepala Xie Lin secara perlahan


di dalam mimpi Xie Lin sangat lah mengerikan, pembunuhan dimana mana semua warga dibantai habis habisan bercak bercak darah ada imana mana


Xie Lin yang di dalam mimpi masih berumur 3 tahun tak henti hentinya menangis sendirian di dalam gua yang gelap gulita


"hiks.. ayah.. ibu.. kalian dimana.. " ucap Xie Lin kecil yang menangis tersedu sedu


sedangkan Xuan yuan lang yang terus menancapkan jarum akupuntur mulai berkeringat dingin dan mulai kelelahan


"cepatlah Xuan yuan lang, kau pasti bisa, sedikit lagi." ucap Xuan yuan lang sambil menyemangati dirinya sendiri


dan beberapa menit kemudian akupuntur yang dilakukan Xuan yuan lang untuk membangunkan Xie Lin selesai dan beberapa satu kemudian Xie Lin terbangun dengan syok


"argh!!!!!!" teriak Xie Lin yang bangun tiba tiba


Xuan yuan lang serta yang lainnya terkejut dengan teriakan Xie Lin


"jiejie Xie Lin, akhirnya kau bangun juga!" ucap Xuan yuan yi sambil memeluk erat Xie Lin


Xie Lin melihat sekelilingnya dengan rasa aneh, "apa yang kalian lakukan?" ucap Xie Lin dengan bingung


"apa kau tidak ingat dengan mimpi mu?" tanya Xuan yuan Shao


Xie Lin mencoba mengingatnya dan alhasil Kepala Xie Lin Sakit


"ugh.. aku tidak bisa mengingatnya, saat aku ingin mengingatnya kepalaku selalu saja sakit." Ucap Xie Lin sambil memegangi kepalanya yang teramat sakit


untungnya Xuan yuan mei sudah merebus kan obat untuk Xie Lin Dan tinggal memberi Xie Lin obat dan membiarkan Xie Lin memakan obat tersebut


"Xie Lin sebaiknya kau tidak perlu ke kelas mu hari ini, kau cuti saja untuk hari ini." ucap Xuan yuan yao


Xie Lin menganggukkan kepalanya dan kembali berbaring di tempat tidurnya sambil mencoba memikirkan mimpinya lagi akan tetapi hasilnya tetap sama, kepalanya terasa sangat sakit jika mencoba mengingat ingatan di mimpinya


"haih... sebaiknya aku memulihkan diriku dulu." ucap Xie Lin laku duduk lotus dan kembali menyerap energi Qi yang ada di sekitarnya


oke next ~


episode selanjutnya ~~


jangan lupa like komen ya~~


dan mohon maaf bila ada kesalahan ketik di karya aku atau ada yang kurang jelas ataupun kurang menarik dan membosankan bagi para pembaca sekalian~~


sekian~


Terima kasih~


see you~~


bye bye 👋👋👋~~

__ADS_1


__ADS_2