Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 73


__ADS_3

Cuplikan


"baik boss!" ucap Xie Lin dengan semangat kemudian pergi dari sana dengan cepat meninggalkan ketiga pria tersebut di kantin


"hei Xie Lin kecil! tunggu kami!" teriak Jing Xiao leng pada Xie Lin yang telah berlari jauh meninggalkan mereka bertiga


"sudahlah leng, kita masih bertiga, masih ada aku dan Tuan Li yang menemanimu berjalan." ucap Liu Duan mu pada Jing Xiao leng


"lebih baik kita cepat oergi dari sini sebelum mendapatkan masalah."ucsp pengajar Li wenji pada Jing Xiao leng dan Liu Duan mu


ketiganya pun berdiri dan melangkahkan kakinya pergi dari sana akan tetapi seorang pelayan kantin menghampiri mereka dan menghalangi jalan ketiganya


...****************...


" tunggu sebentar Tuan Tuan sekalian, kalian harus membayar makanan kalian dulu baru pergi dari sini."ucsp pelayan kantin tersebut pada ketiga pria yang berniat lerg dari sana


"hah? membayar makanan kami? tapi rasanya kami sudah membayar semua makanan kami…bener gak Duan mu?"ucap Jing Xiao leng pada Liu Duan mu


Liu Duan mu menganggukkan kepalanya di hadapan pelayan kantin tersebut


"haih…memang kalian sudah membayar makanan kalian tapi makanan untuk gadis yang ada di samping kalian belum dibayar."ucap pelayan kantin tersebut dengan kesal


"apa?!" ucap ketiganya secara bersamaan


"tapi kami sedang tidak membawa uang yang banyak dan uang yang kami bawa tadi hanya untuk membayar makanan kami saja."ucpa pengajar Li wenji pada pelayan kantin tersebut


"kalau begitu kalian harus membayarnya dengan mencuci semua piring piring kotor." ucap pelayan kantin tersebut pada ketiga pria itu


"apa?!"Pekik ketiga pria tersebut


seketika mereka terasa seperti disambar petir dua kali dalam sehari di siang bolong begini


"dasar anak kurang ajar! akan kuberi kau pelajaran nanti!" ucap pengajar Li wenji dengan sangat kesal


"huhuhu…reputasiku sepertinya akan segera hancur…" ucap Jing Xiao leng dan Liu Duan mu secara bersamaan


"sabar saja." ucap pengajar Li wenji kepada Jing Xiao leng dan Liu Duan mu


mereka akhirnya pasrah pada nasib dan melakukan pekerjaannya masing masing


satu yang mengambil semua piring kotor dan yang lainnya lagi mencuci piring kotor dan cangkir cangkir bekas minuman

__ADS_1


"huh…huh…huh…melelahkan sekali, apa para pelayan kantin selelah ini?" ucap Jing Xiao leng sambil duduk di tanah


"begitulah kehidupan pelayan, sama halnya dengan Xie Lin, Xie Lin memiliki kehidupan yang lebih keras dan lebih lelah dari kehidupan pelayan." ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao leng dan Liu Duan mu


mereka beristirahat sejenak dan berdiri kemudian pergi dari kantin menuju ke kamar Xie Lin bersama


setelah berjalan dengan penuh cerita akhirnya mereka bertiga sampai di depan kamar tidur Xie Lin


"apa Xie Lin ada di dalam?"tanya Liu Duan mu pada pengajar Li wenji


"Xie Lin benar ada di dalam kalian masuk saja, mungkin saat ini Xie Lin masih belum tidur." ucsp pengajar Li wenji pada Liu Duan mu


"oh, baiklah…tapi apa Xie Lin akan mengijinkannya?" tanya Jing Xiao leng pada pengajar Li wenji


"hahaha…tentu saja Xie Lin tidak akan mengijinkan orang bodoh sepertimu masuk tapi Xie Lin pasti akan mengijinkanku masuk." ucap Liu Duan mu pada Jing Xiao leng


"apa kau bilang? dasar tidak berguna! siapa yang kau panggil bodoh hah!" bentak Jing Xiao leng pada Liu Duan mu


para teman Jing Xiao leng yang melihat dari jauh terkekeh melihat Jing Xiao leng dan Liu Duan mu bertengkar seperti anak kecil


sedangkan Xie Lin yang ada di dalam kamarnya mendengar suara berisik dari luar kamarnya dan akhirnya keluar dari dalam kamarnya dan melihat siapa yang begitu berisik


"siapa yang begitu berisik?! mengganggu orang saja." ucap Xie Lin dengan kesal


"benar! kalian mengganggu istirahat ku! pergi dari hadapanku sekarang atau kalian akan menerima akibatnya!"bentak Xie Lin kemudian menutup pintunya dengan keras


pengajar Li wenji dan Liu Duan mu serta Jing Xiao leng terdiam di tempat melihat Xie Lin yang membentak mereka


"ini pertama kalinya Xie Lin membentakku." ucap pengajar Li wenji dan Liu Duan mu serta Jing Xiao leng secara bersamaan


karena tidak ingin mengganggu Xie Lin yang sedang beristirahat akhirnya mereka pergi dari depan kamar Xie Lin menuju ke kantin lagi


sedangkan Ning Liu Jin dan Qin Hao Yan yang melihat Jing Xiao leng yang dibentak oleh Xie Lin terkekeh dan pergi dari sana


"ini pertama kalinya aku melihat Jing Xiao leng kita yang begitu dingin dibentak oleh seseorang." ucap Ning Liu Jin


"benar, sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum ketahuan oleh seseorang." ucap Qin Hao Yan pada Ning Liu Jin


Ning Liu Jin dan Qin Hao Yan pergi dari sana menuju ke kamar mereka masing masing


sedangkan disisi lain terlihat Xie Lin yang tengah tertidur sambil di iringi oleh angin sepoi sepoi akan tetapi Xie Lin terlihat begitu berkeringat

__ADS_1


"akh!" pekik Xie Lin seraya langsung bangun dengan terkejut


"mimpi itu lagi." ucap Xie Lin pada dirinya sendiri sambil memegang kepalanya yang terasa pusing


"mimpi yang aneh sekali, jika aku ingin mengingatnya kembali kepalaku jadi langsung sangat sakit." ucap Xie Lin pada dirinya lagi


setelah beberapa saat menenangkan diri Xie Lin seperti mengingat sesuatu dan segera berdiri


"sepertinya di dalam mimpi itu ada yang mengatakan sebuah buku tapi apa nama buku itu ya?" ucap Xie Lin sambil bolak balik kesana kemari


Xie Lin berjalan bolak balik kesana kemari tanpa henti hingga tanpa sengaja mengingat sebuah buku dari pemberian sebuah serpihan jiwa


"oh iya, bukankah ada sebuah buku yang serpihan jiwa itu berikan padaku waktu itu."ucap Xie Lin seraya mengeluarkan sebuah buku dari dalam ruang dimensinya


"sekarang mari kita mulai buka bukunya lagi, kalau tidak salah…buku ini berisi resep obat obatan serta resep pill yang serpihan jiwa itu buat." ucap Xie Lin pada dirinya sendiri


Xie Lin membuka buku tersebut dan membacanya dengan perlahan sambil duduk di tempat tidurnya hingga menjelang sore


"semua resep obat dan pil yang terdapat di buku ini sangat mudah dipahami jadi gampang untuk diingat dan di praktikkan." ucap Xie Lin kemudian membuka halaman selanjutnya dan menemukan sebuah potongan kertas kecil yang memiliki tulisan di atasnya


"ini kertas apa?" ucap Xie Lin kemudian memungut kertas tersebut yang terjatuh


Xie Lin mencoba membaca tulisan yang ada di kertas tersebut dan secara tak terduga muncul sebuah lorong waktu yang menghisap Xie Lin ke dalamnya


sedangkan Xie Lin yang di hisap ke dalam lorong dimensi tak berteriak sama sekali malahan malah seperti orang polos dan terus melihat ke kanan dan ke kiri nya


"apa apaan ini!? aku ada di mana?" pekik Xie Lin yang ada di tengah lorong waktu


"jangan khawatir…yang mulia akan baik baik saja." ucap seseorang yang tidak Xie Lin tahu ada di mana seseorang tersebut


"siapa itu? tunjukkan dirimu."ucap Xie Lin dengan waspada disekitarnya


"yang mulia tidak perlu takut hamba adalah bawahan ibunda yang mulia, ibunda yang mulia meminta hamba untuk membawa yang mulia menemui ibunda anda." ucap seseorang itu dengan sopan pada Xie Lin


"em…apa yang mulia yang kau panggil itu aku?" tanya Xie Lin pada seseorang tersebut. dengan wajah penasaran dan bingung


"benar yang mulia." ucap seseorang tersebut pada Xie Lin


Xie Lin sungguh terkejut waktu itu, bisa bisanya ada seseorang yang memanggilnya yang mulia padahal dia hanyalah seorang tuan putri buangan


mulai dari situ Xie Lin tidak berbicara dan terus terdiam merenungi apa yang seseorang tersebut katakan padanya

__ADS_1


see you


__ADS_2