
tak berselang lama mereka selesai makan dan membereskan sampah sampah makanan mereka dan kemudian pergi dari sana dan melanjutkan perjalanan mereka berempat
di sepanjang perjalanan mereka berjalan dengan berbincang sepanjang jalan tersebut
silih berganti mereka bercerita mulai dari cerita yang menyenangkan hingga ke cerita yang horror dan menyedihkan
dan tanpa terasa tengah hari telah tiba mereka beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar dan sejuk
setelah cukup istirahat akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan penuh canda tawa yang ria
...****************...
ketika hari sudah menjelang malam tanpa sengaja Xie Lin menginjak sebuah jebakan dan alhasil beberapa panah muncul dan mengarah ke Xie Lin
Xie Lin yang berhasil membaca arah serangan tersebut berhasil menghindar dengan sempurna tanpa ada luka sedikitpun di kulitnya
Bai Xing chen yang melihat Xie Lin yang hampir terkena panah tersebut terkejut dan melihat Xie Lin dari dalam ruang dimensi
[Bai Xue Hua aku ubah jadi Bai Xing Chen karena nama Bai Xue Hua terdengar seperti nama wanita kan ya jadi aku ubah tuh nama kakaknya Xie Lin jadi Bai Xing Chen]
"dik, apa kau baik baik saja?" ucap Bai Xing Chen pada Xie Lin lewat telepati
Xie Lin terkejut mendengar suara sang kakak dan segera menjawabnya dengan anggukan kepala
Bai Xing Chen bernafas lega melihat adiknya baik baik saja dan keluar dari vila Xie Lin
sedangkan kini terlihat Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu serta pengajar Li wenji yang terkejut dengan anak panah tersebut
"dari mana asalnya anak panah ini?" ucap pengajar Li wenji yang terkejut
"haih…aku tidak sengaja menginjak jebakan dan membuat beberapa anak panah itu meluncur ke arah kita." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji
"hah? jebakan? disini ada jebakan?" ucap Jing Xiao Leng pada Xie Lin
"sepertinya ada banyak jebakan di sekitar sini, sebaiknya kita berjaga jaga dan waspada jangan sampai menginjak jebakan lagi atau kalau tidak kita mungkin tidak akan selamat malam ini." ucap Liu Duan mu dengan serius
Xie Lin menganggukkan kepalanya dan mengerti apa yang Liu Duan mu katakan
seterusnya mereka melanjutkan perjalanan hingga tak berselang lama setelah Xie Lin menginjak jebakan sekarang Jing Xiao Leng yang menginjak jebakan
dengan susah Payah Xie Lin membantu Jing Xiao Leng mengatasi bahaya yang diakibatkan oleh jebakan yang Jing Xiao Leng injak
__ADS_1
silih berganti mereka menginjak jebakan dan yang bisa mereka lakukan hanyalah saling menolong satu sama lain
tengah malam akhirnya tiba dan mereka memutuskan untuk beristirahat untuk memulihkan kekuatan mereka dan menyembuhkan leuka luka mereka yang mereka dapatkan dari jebakan jebakan tersebut
keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi dengan penuh jebakan di sekitar mereka
hingga akhirnya mereka berempat sampai di gerbang masuk kota Jiang Nang tempat Perguruan Cang Qi berada
"huh…akhirnya kita sampai juga, setelah sekian banyak jebakan dan rintangan yang dilalui." ucap Jing Xiao Leng dengan lelah
"hm…sebaiknya kita cari penginapan dulu untuk istirahat." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji
"ayo kita masuk dulu kemudian cari penginapan." uvap Liu Duan mu pada Xie Lin Dan pengajar Li wenji
didepan Gerbang masuk terlihat dua penjaga yang berjaga di sana
Xie Lin memberanikan dirinya untuk maju dan meminta kedua penjaga tersebut untuk meminta mereka membukakan gerbang masuknya
kedua penjaga itu melihat Xie Lin yang berbicara dengan mereka
mereka berdua meminta tanda pengenal Xie Lin terlebih dahulu sebelum membukakannya Gerbang masuk
Xie Lin dengan patuh memperlihatkan tanda mengenalnya pada kedua penjaga tersebut
Xie Lin Dan rombongannya pun masuk ke kota Jiang Nang
di kota Jiang Nang terlihat banyak orang yang berjalan kesana kemari dan melihat lihat barang jualan
sedangkan Xie Lin yang fokus mencari penginapan tidak melihat keramaian tersebut
"pengajar Li, kita tinggal disini dulu bagaiamana?" ucap Xie Lin sambil menunjukkan sebuah penginapan pada pengajar Li wenji
nama penginapan tersebut adalah penginapan Ryuji
penginapan yang bernuansa indah dengan ukiran Naga di setiap Penyangganya serta beraroma segar dan harum membuat pelanggan nyaman tinggal di sana
[itu apa namanya ya aku kurang tahu]
Xie Lin yang sedikit terpesona dengan penginapan tersebut segera menunjukkan pada pengajar Li wenji dan yang lain untuk menginap di situ saja
pengajar Li wenji dan yang lainnya akhirnya memilih menginap disana selama semalam
__ADS_1
Xie Lin merasa senang dan segera memasuki penginapan tersebut dengan gembira
para pelayan penginapan Ryuji juga sangat menyambut mereka dan memberikan mereka kamar yang cukup besar tapi sederhana
Xie Lin tanpa banyak basa basi segera membaringkan tubuhnya dinatas tempat tidur yang empuk itu
dan tak terasa Xie Lin tertidur pulas di atas tempat tidur itu hingga menjelang tengah hari Xie Lin terbangun dan turun ke lantai satu dan memesan makanan untuk sarapan siangnya
pengajar Li wenji yang melihat Xie Lin turun ke lantai satu mengikutinya bersama dengan kedua pria yang ada di sampingnya yaitu Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu
pengajar Li wenji melihat Xie Lin memesan makanan dan membawa makanan tersebut naik ke lantai dua
pengajar Li wenji segera saja bersembunyi di suatu tempat dan terus memantau Xie Lin dari kejauhan
terlihat wajah Xie Lin yang datar dan tidak berekspresi
"sepertinya kita tidak bisa mengajak Xie Lin berbicara hari ini." ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu
"benar, sebaiknya kitab bicarakan saja besok." ucap Liu Duan mu pada pengajar Li wenji kemudian pergi dari sana menuju ke kamar masing masing
malam harinya Xie Lin tidak turun makan malam lagi dan memilih tidur hingga menjelang pagi hari
pengajar Li wenji dan Jing Xiao Leng serta Liu Duan mu penasaran kenapa Xie Lin tidak turun untuk makan malam
karena tidak ingin mengurusi Xie Lin mereka akhirnya makan tanpa Xie Lin di samping mereka bertiga
"baru kali ini aku tidak makan malam bersama Xie Lin kecil."ucap Jing Xiao Leng pada pengajar Li wenji dan Liu Duan mu
"aku juga, seketika suasana menjadi hening tanpa adanya Xie Lin." ucap Liu Duan mu pada pengajar Li wenji dan Jing Xiao Leng
"mungkin Xie Lin terlalu lelah dan tertidur jadi tidak turun makan bersama kita." ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu
kedua orang itu meng oh kan saja perkataan dari pengajar Li wenji kemudian memakan makanan mereka dengan cepat kemudian naik ke kamar mereka masing masing dan langsung tidur
pengajar Li wenji yang melihat kedua pemuda tersebut yang naik dengan wajah kecewa karena Xie Lin tidak ada menghela napas pasrah dan makan sendirian
sedangkan orang yang dipikirkan kini tertidur pulas dan memasuki alam mimpi yang sangat aneh
didalam mimpi tersebut terlihat Xie Lin yang telah dewasa sekitar umur delapan belas tahun dengan sengaja ditusuk oleh sang pelayan dari belakangnya
hal tersebut membuat Xie Lin terbangun secara tiba tiba di tengah malam yang begitu dingin
__ADS_1
karena tidak bisa tidur Xie Lin bangun dan keluar dari kamarnya dan jalan jalan di depan penginapan sambil menatap bulan
see you