Avenge The Princess

Avenge The Princess
EP 66


__ADS_3

Cuplikan


semua murid yang ada di sekitar arena pertandingan berhenti di aktivitas masing masing dan memfokuskan penglihatannya pada seseorang yang ada di atas arena pertandingan


"besok adalah hari di mana pertandingan akan dimulai, diharapakan seluruh perserta yang mengikuti pertandingan ini mempersiapkan diri masing masing dan ingat ambil nomor urut di administrasi kami, pengambilan nomor urut terkahir hari ini jadi segeralah pergi mengambil nomor urut kalian masing masing." ucap seseorang itu yang ada di atas arena pertandingan


pengajar Li wenji pergi dari arena pertandingan dan menuju ke pengambilan nomor urut bersama Xie Lin Dan Jing Xiao leng


...----------------...


"ayo pergi mengambil nomor urut." ucap pengajar Li wenji pda Xie Lin


Xie Lin menganggukkan kepalanya dan pergi bersama pengajar Li wenji dan meninggalkan Jing Xiao leng sendiri lagi


sedangkan teman teman Jing Xiao leng yang mengikuti Jing Xiao leng secara diam diam tak henti hentinya terkekeh melihat Jing Xiao leng yang terus ditinggalkan


"aduh…sepertinya teman kita sedang patah hati." ucap Qin Hao Yan pada Ning Liu Jin sambil melihat Jing Xiao leng


Jing Xiao leng tak menyerah dan terus mengejar Xie Lin yang telah sampai di pengambilan nomor urut


"Xie Lin kecil, kau meninggalkan aku lagi sendiri."ucap Jing Xiao leng pada Xie Lin


"ck, kalau tidak ingin ditinggalkan lagi maka cepatlah." ketus Xie Lin pada Jing Xiao leng


sekali lagi Jing Xiao leng memasang wajah sedihnya di hadapan Xie Lin akan tetapi hal tersebut tidak berhasil, Xie Lin tetap dalam wajah datarnya


"ugh…aku rasa kau bukanlah manusia biasa." ucso Jing Xiao leng pada Xie Lin yang datar dan dingin


Xie Lin tidak menanggapi perkataan Jing Xiao leng dan mengambil nomor urutnya


"apa apaan wajah itu, Xie Lin kecil senyum Senyumlah sedikit saja, kau terlihat menakutkan karena terus berwajah datar dan dingin begitu." ucap Jing Xiao leng pda Xie Lin


"aku mau berwajah datar atau apa itu urusan ku bukan urusan mu." ucap Xie Lin dengan ketus pada Jing Xiao leng


teman teman Jing Xiao leng yang melihat sikap Xie Lin pada Jing Xiao leng tertawa terbahak bahak, "Jing Xiao leng, ini pertama kalinya aku melihat ada seorang wanita yang berani menolak mu mentah mentah." ucap Ning Liu Jin


"aku setuju, selama ini Jing Xiao leng lah yang menolak wanita wanita yang mendekatinya sekarang terbalik, Jing Xiao leng lah yang di tolak mentah oleh seorang wanita." ucap Qin Hao Yan yang menahan tawanya


sedangkan orang yang dibicarakan kini tengah bersin, "hatchi! sepertinya ada seseorang yang membicarakan ku dibelakang lagi." ucap Jing Xiao leng pada dirinya sendiri sambil mengusap hidungnya

__ADS_1


"hei, jika tidak ingin kutinggalkan lagi maka cepat pergi ambil nomor urut mu sana."ucap Xie Lin pada Jing Xiao leng


Jing Xiao leng menyadari perkataan Xie Lin Dan segera mengambil nomor urut nya kemudian pergi bersama Xie Lin dan pengajar Li wenjiwenji


"kita berpisah disini ya Xie Lin kecil, sampai jumpa." ucap Jing Xiao leng pada Xie Lin sambil melambaikan tangannya pada Xie Lin


Xie Lin mengabaikan lambaian jari dan perkataan Jing Xiao leng dan lanjut berjalan menuju kamarnya


setelah Xie Lin memasuki kamarnya Xie Lin langsung membaringkan tubuhnya diarss tempat tidurnya


"ah…seharian aku berjalan jalan tapi tidak menemukan sesuatu yang unik atau pun menarik kecuali…laki laki aneh yang terus menatapku itu." ucO Xie Lin pada dirinya sendiri


"lebih baik pergi mandi dulu."ucap Xie Lin kemudian bangun dan pergi mandi selama beberapa menit


dan seperti biasa Xie Lin mandi sambil bernyanyi dan setelahnya Xie Lin menggunakan baju tidurnya dan tidur hingga pagi


keesokan paginya Xie Lin bangun dan pergi bersama pengajar Li wenji dan Jing Xiao leng untuk sarapan pagi


sedangkan teman teman Jing Xiao leng yang masih penasaran dengan hubungan Jing Xiao leng dan Xie Lin terus membuntuti Jing Xiao leng dari belakang


setibanya Xie Lin dan yang lainnya di kantin Xie Lin dengan cepat duduk terlebih dahulu dan menyuruh pengajar Li wenji yang mengambilkan makanannya


"ini makanannya." ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin dengan kesal


setelahnya Xie Lin Dan pengajar Li wenji serta Jing Xiao leng pergi ke arena pertandingan bersama sama


"hm…sepertinya Xiao leng tidak terlalu diabaikan hari ini, sepertinya ada kemajuan antara Xiao leng dengan wanita itu." ucap Ning Liu Jin pada Qin Hao Yan


"hm hm hm." Qin Hao Yan hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia sedang makan paha ayam


sedangkan Xie Lin yang menyadari keberadaan kedua orang tersebut biasa biasa saja dan terus berjalan bertiga hingga sampai di arena pertandingan


"Xie Lin, nanti saat giliranmu kau janganlah mengejar juara satu lakukanlah yang terbaik tidak apa apa jika kau kalah." ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin


"jangan khawatir pengajar Li, aku tahu." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji


"eh tunggu, Xie Lin kecil tadi kau memanggil dia pengajar Li? apa dia bukan temanmu tapi gurumu?" ucap Jing Xiao leng pada Xie Lin


"iya, dia memang guruku sekaligus ayah temanku, aku sudah menganggapnya keluarga ku sendiri." ucap, Xie Lin pada Jing Xiao leng dengan panjang lebar

__ADS_1


"Te-ternyata dia adalah gurumu, kukira dia adalah…" ucap Jing Xiao leng yang tiba tiba berhenti


"dia apa?" ucap, Xie Lin pada Jing Xiao leng yang tiba tiba menghentikan perkataannya


"oh…bukan apa apa."ucap Jing Xiao leng pad Xie Lin


Xie Lin menatap dalam Jing Xiao leng dan beralih ke arah depan tepatnya menatap arena pertandingan


"arena nya tinggi sekali, pasti semua orang harus menggunakan ilmu peringanan tubuh untuk naik ke sana karena tidak ada tangga." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji dan Jing Xiao leng


"yang dikatakan Xie Lin kecil benar, setiap peserta harus menggunakan ilmu peringanan tubuh untuk naik ke atas sana." ucap Jing Xiao leng pada Xie Lin


Xie Lin pun pergi ke tempat duduknya yang bersebelahan dengan Jing Xiao leng dan pengajar Li wenji


Xie Lin Dan yang lainnya menyaksikan pertarungan yang terjadi dibatas arena pertandingan tersebut


"semua peserta yang mengikuti pertandingan ini sepertinya sangatlah kuat." ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao leng


"meskipun sangat kuat tapi tetap bisa aku kalahkan dengan mudah." ucap Xie Lin secara tiba-tiba di sela sela pembicaraan pengajar Li wenji dengan Jing Xiao leng


"em…aku tahu kau kuat tapi apa kau bisa mengalahkan murid sekte ini yang sangat kuat itu, katanya dia sudah mengalahkan banyak iblis tingkat Menengah sendirian, meski kau bisa mengalahkan satu iblis tingkat tinggi bukan berarti kau bisa mengalahkan banyak iblis tingkat tinggi sendirian."ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin


"tunggu dan lihat saja nanti."ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji


sedangkan Jing Xiao leng tidak berbicara sedikitpun dan menyaksikan pembicaraan Xie Lin dengan pengajar Li wenji sambil makan cemilan


setelah menunggu giliran masing masing selama satu jam lebih akhirnya tiba waktunya untuk Xie Lin maju di arena pertandingan


para murid perempuan yang tidak ikut dan hanya menonton saja Menatap Xie Lin dengan tatapan tajam


sedangkan Xie Lin yang ditatap tidak merespon dan segera pergi ke arena pertandingan


disana terlihat lawan Xie Lin yang telah tiba duluan sebelum Xie Lin sampai


"apa kau lawanku? kau kelihatan sangat lemah dan sangat mudah dikalahkan." ucap lawan Xie Lin


"heh! lemah bukan berarti mudah dikalahkan."ucap Xie Lin pada lawannya


Xie Lin mulai menginjakkan kakinya di arena pertandingan dan secara tiba tiba sebuah serangan muncul dan hampir mengikis kulit Xie Lin

__ADS_1


Xie Lin menatap lawannya tersebut kemudian menyeringai Devil dan mulai melakukan penyerangan balik


see you


__ADS_2