
Cuplikan
aku tidak menyangka kau akan memiliki ruang dimensi, ayahku saja sangat susah mencari baru mendapatkan satu ruang dimensi." ucap Bai Xue Hua pada Xie Lin
"hmp! itulah yang gege tidak tahu, aku ini istimewa." ucap Xie Lin pada Bai Xue Hua
"untuk sementara gege tinggal di dalam ruang dimensi dulu, jika gege ingin keluar tinggal fokuskan pikiran gege ke dunia luar dan secara otomatis gege akan keluar dari ruang dimensi dan jika ingin masuk ke ruang dimensi lakukan saja hal yang sama seperti keluar dari ruang dimensi."ucap Xie Lin pada Bai Xue Hua
setelahnya Xie Lin keluar dari ruang dimensi meninggalkan Bai Xue Hua sendirian di dalam ruang dimensi nya
sedangkan kini Xie Lin langsung tertidur pulas diatas tempat tidurnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
keesokan paginya Xie Hua bangun kepagian dan segera membereskan barang bawaannya dengan sangat cepat dan segera berangkat ke gerbang sekte
setelah beberapa menit mencari gerbang sekte akhirnya Xie Lin ketemu
digerbang sekte terlihat semua peserta telah berkumpul bersama dan terlihat pengajar Li wenji dan Jing Xiao Leng serta Liu Duan mu yang sedang menunggu Xie Lin
sedangkan Xie Lin yang melihat mereka menunggunya Xie Lin tersenyum dan berlari kecil menuju mereka bertiga
"Jing Xiao Leng! Liu Duan mu! pengajar Li!" teriak Xie Lin dari kejauhan diambil berlari dan melambaikan tangannya pada ketiga pria yang menunggunya
peserta lain yang melihat Xie Lin berlari dan melambaikan tangannya oada Liu Duan mu dan Jing Xiao Leng menjadi Menatap sinis Xie Lin yang lewat di hadapan mereka
sedangkan Xie Lin yang merasakan tatapan dari para peserta tersebut mengabaikannya dan tetap berlari ke arah Jing Xiao Leng dan yang lainnya
"pengajar Li, apa yang akan kita gunakan untuk pergi ke kerajaan Yang?" ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji
"kita menggunakan kendaraan masing masing untuk pergi ke sana." ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin
terlihat disamping Xie Lin Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu yang telah memanggil hewan kontraknya
"kalau begitu aku juga akan menggunakan hewan kontrakku juga." uczo Xie Lin pada pengajar Li wenji sambil melihat Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu yang menggunakan hewan kontraknya untuk pergi
Xie Lin akhirnya memanggil Xiao ba menuju ke sekte Tian Ao menggunakan batu transportasi suara
dan tak membutuhkan waktu lama Xiao ba datang di hadapan Xie Lin
__ADS_1
Xie Lin menunggangi hewan kontraknya dan terlihat sangat hebat dan perkasa
semua peserta termasuk Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu terpukau melihat Xie Lin
"Xie Lin kau memiliki hewan kontrak yang sangat bagus." ucap Jing Xiao Leng pada Xie Lin
"oh Terima kasih, namanya adalah Xiao Ba." ucap Xie Lin pada Liu Duan mu dan Jing Xiao Leng
"ternyata namanya Xiao Ba, dia lucu sekali sama seperti tuannya yang cantik." ucap Liu Duan mu yang memuji Xiao Ba dan Xie Lin
Xie Lin mengabaikan pujian dari Liu Duan mu dan menatap ke arah sampingnya silih berganti dari kanan ke kiri
sedangkan Bai Xue Hua yang mendengar seorang pria memuji adiknya menjadi kesal dan pergi ke dalam kamarnya dan terus minum dan akhirnya tertidur
"kenapa rasanya kepala sekte yang baru itu tidak muncul lagi dan memperhatikan ku? apa terjadi sesuatu padanya ya?" ucap Xie Lin dengan penasaran
"mungkin dia sudah tahu kehebatan sang Xie Lin jadi dia takut dan bersembunyi di kamarnya sambil gemetaran." ucap Jing Xiao Leng pada Xie Lin
Xie Lin tertawa kecil menanggapi perkataan dari Jing Xiao Leng dan akhirnya mereka prgi menuju ke tempat selanjutnya sambil berbincang dan tertawa bersama
"pengajar Li, kali ini kita akan bertanding di mana? di sekte atau Perguruan?" ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji
"perguruan Cang Qi? bukankah itu perguruan yang sangat terkenal dengan kata kejam dan tidak berperasaan." ucap Liu Duan mu pada pengajar Li wenji
"benar, perguruan Cang Qi memang memiliki nama yang indah dan bagus tapi memiliki sikap yang kejam dan tidak berperasaan, tapi dulunya perguruan Cang Qi tidaklah kejam begitu hingga kedatangan seseorang yang mengubah perguruan Cang Qi menjadi kejam dan tidak berperasaan." ucap pengajar Li wenji pada Liu Duan mu
"seseorang itu laki laki atau perempuan?"ucap Jing Xiao Leng pada pengajar Li wenji
"seseorang itu adalah sesosok perempuan yang sangat cantik dan putih tapi hatinya kejam dan sangat dingin, tidak mempedulikan orang sedang kesakitan karena ulahnya."ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao Leng
"perempuan itu sebenarnya adalah anak dewi perguruan Cang Qi, tapi cuma anak angkat saja, dan kekuasaan membuatnya buta dan akhirnya menggunakan segala cara untuk mengambil kuasa Cang Qi dan menyingkirkan ibunya."ucap pengajar Li wenji lagi
"sejak saat itulah Cang Qi menjadi tak berperasaan dan sadis terhadap semua orang dan murid murid perguruan Cang Qi." ucap pengajar Li wenji seraya berbalik melihat Xie Lin yang terus terdiam tanpa ekspresi
"menurutku…Xie Lin cocok berguru di perguruan Cang Qi." ucap Jing Xiao Leng pada pengajar Li wenji
"oh, kenapa menurutmu aku cocok berguru disana?"ucap Xie Lin yang tiba tiba mendengar namanya disebut
"ya karena kau terlihat sedikit kejam dan tidak berperasaan jdi menurutku kau cocok berguru disana."ucap Jing Xiao Leng pada Xie Lin
__ADS_1
"ternyata begitu, tapi aku ini cuma kejam pada orang orang tertentu dan tidak akan kejam terhadap teman sendiri kecuali teman itu yang mengkhianati ku." ucap Xie Lin pada Jing Xiao Leng
ketiga pria itu menatap Xie Lin dengan begitu akurat kemudian beralih melihat ke arah depan
"Xie Lin dengan rambut putih di atas dan ujung bawah yang kemerahan serta bola mata yang berwarna merah darah sangat cocok dengan sikap kejam perguruan Cang Qi dan akan terlihat sangat cantik meski sadis." ucap Liu Duan mu pada Xie Lin sambil melihat jalan didepannya
Xie Lin menatap Liu Duan mu yang mengatakannya cocok dengan perguruan Cang Qi yang kejam itu dengan tatapan dingin
setelah setengah perjalanan waktu sudah malam dan mereka juga telah sampai di hutan
"sebaiknya kita beristirahat di sini dulu." ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin dan Jing Xiao Leng serta Liu Duan mu
"pengajar Li, kau saja yang mendirikan tendaku, aku ingin pergi ke hutan sana untuk jalan jalan sebentar." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji
Xie Lin turun dari atas Xiao Ba dan pergi berjalan jalan sendirian di hutan
sedangkan Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu yang melihat Xie Lin pergi ke hutan sendirian ingin menghentikan Xie Lin akan tetapi dihalangi oleh pengajar Li wenji
"berhenti, biarkan saja Xie Lin pergi, jangan ganggu waktu waktu luangnya." ucap pengajar Li wenji pada Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu
kedua orang itu kemudian berhenti mengejar Xie Lin yang telah berjalan jauh dan akhirnya membantu pengajar Li wenji mendirikan tenda
ditengah perjalanan Xie Lin terlihat begitu sedih dan menatap langit langit malam yang begitu indah
Xie Lin naik ke salah satu dahan pohon yang ada di sampingnya seraya menatap Rembulan yang menyinarinya
"sinar bulan begitu indah dan menerangi bumi, saking indahnya bulan itu tidak menyadari bagian bagian yang tidak terkena cahayanya." ucap Xie Lin sambil menatap sang bulan
[btw aku gak ngerti apa yang aku ketik di atas itu ya😄kalau terasa jelek didengar atau dibaca mohon maafin aku hehe😊]
Xie Lin menatap bulan tersebut sambil merenungi takdirnya yang begitu unik
perlahan angin malam yang dingin berhembus dan mengenai Xie Lin yang terdiam menatapi takdirnya
Xie Lin yang terkena hembusan angin malam yang dingin terlihat begitu menawan dan cantik nan indah
rambutnya beterbangan karena hembusan angin malam membuat suasana disana semakin indah dan Xie Lin yang memancarkan aura dingin membuat suasana malam itu menjadi sejuk
perlahan Xie Lin mulai menutup matanya di bawah sinar rembulan dan tidur di atas dahan pohon
__ADS_1
see you