
Cuplikan
Xie Lin menatap bulan tersebut sambil merenungi takdirnya yang begitu unik
perlahan angin malam yang dingin berhembus dan mengenai Xie Lin yang terdiam menatapi takdirnya
Xie Lin yang terkena hembusan angin malam yang dingin terlihat begitu menawan dan cantik nan indah
rambutnya beterbangan karena hembusan angin malam membuat suasana disana semakin indah dan Xie Lin yang memancarkan aura dingin membuat suasana malam itu menjadi sejuk
perlahan Xie Lin mulai menutup matanya di bawah sinar rembulan dan tidur di atas dahan pohon
......................
di tengah hutan terlihat tenda Xie Lin yang telah berdiri dan memperlihatkan tiga pria yang sedang berdiri di depan tenda Xie Lin bersama dengan hewan kontrak Xie Lin
"kenapa Xie Lin tidak pulang pulang? apa terjadi sesuatu pada Xie Lin?" ucap Liu Duan mu pada pengajar Li wenji dengan khawatir pada Xie Lin
"roar! jangan khawatir Tuan baik baik saja saat ini, tuan bilang tadi kalau kalian tidak perlu pergi mencari tuan, tuan akan kembali esok harinya." ucap Xiao Ba pada Liu Duan mu dan yang lainnya
sedangkan Kini Xie Lin terlihat sedang tidur dengan sangat anggun dan terlihat sangat cantik bagaikan seorang dewi yang datang dari dunia atas
Xie Lin tertidur dengan begitu pulas hingga tidak menyadari pagi telah datang menghampirinya hingga hewan kontraknya yaitu Xiao Ba datang dan membangunkannya
"Tuan, waktunya bangun! ini sudah pagi, bukankah tuan akan pergi melanjutkan perjalanan tuan ke kerajaan Yang." ucap Xiao Ba pada Xie Lin
Xie Lin bangun sambil merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku
"hoam…sudah pagi aja nih, Xiao Ba apa pangajar Li dan yang lainn sudah membereskan barang barang mereka?" ucap Xie Lin pada Xiao ba yang ada di bawah pohon
"mereka baru ingin membereskan barang barang bawaan mereka tuan." ucap Xiao ba pada Xie Lin yang masih berbaring di dahan pohon
Xie Lin mendengar perkataan dari Xiao ba dengan seksama dan turun dari atas dahan pohon
"kalau begitu kita akan pergi mencari makanan untuk dibuat sarapan pagi." ucap Xie Lin pada Xiao ba
Xie Lin menaiki Xiao ba dan pergi ke arah hutan yang terdapat sebuah sungai kecil
setibanya Xie Lin disana Xie Lin langsung saja turun ke sungai tersebut dan menangkap banyak ikan untuk sarapan pagi
__ADS_1
dan di waktu yang bersamaan Xie Lin berhasil membangunkan seekor naga air sedang tertidur
naga air itu muncul di belakang Xie Lin Dan berniat melahap Xie Lin
Xie Lin yang menyadarinya lebih awal segera menghindar dan bergerak menuju ke atas tanah akan tetapi Xie Lin di serang lagi oleh naga air itu menggunakan ekornya
brak!
Xie Lin yang tidak sempat menghindar akhirnya terkena serangan dari Naga air tersebut
Xie Lin kini mulai kesal dan mengeluarkan sedikit kekuatannya dan menyerang Naga air itu
"siapa yang menyuruhmu menyakitiku?" ucal, Xie Lin dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang sangat pekat
Xie Lin menyerang sang Naga dengan bertubi tubi sedangkan sang Naga yang tidak sempat membuat perlindungan mendapatkan serangan dari Xie Lin yang begitu kuat
setelah beberapa menit melawan Naga air terse Xie Lin mulai lelah dan mengakhiri pertarungan tersebut
Xie menyerang Naga tersebut menggunakan elemen apinya yang dicampur elemen air dan angin dan berhasil menumbangkan sang Naga dengan satu serangan
Xie Lin akhirnya menang dan Xie Lin memotong motong kecil bagian bagian Naga itu dan menaruhnya bersama dengan ikan ikan hasil tangkapannya di dalam cincin ruangnya
Xie Lin pulang ke tempat para temannya dengan banyak daging di cincin ruangnya
Xie Lin berjalan menyusuri hutan selama beberapa menit dan akhirnya Xie Lin sampai di tempat tendanya
disana terlihat Jing Xiao Leng dan Liu Duan mu serta pengajar Li wenji yang telah selesai merapikan tenda mereka
"hei!" teriak Xie Lin dari jauh
pengajar Li wenji dan Jing Xiao Leng yang mendengar suara Xie Lin dari kejauhan menoleh dan melihat Xie Lin yang berjalan ke arah mereka bersama dengan hewan kontraknya
"Xie Lin! akhirnya kau kembali juga, kau dari mana saja semalam? kau membuat kami semua khawatir." ucap Liu Duan mu pada Xie Lin
"oh, aku pergi jalan jalan dan menyusuri hutan hutan dan tanpa sengaja tertidur di sebuah dahan pohon." ucap Xie Lin pada Liu Duan mu
"huh! kau membuat kami semua khawatir semalaman dan tidak bisa tidur dengan nyenyak." ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin dengan kesal
"tapi bagaimanapun juga Xie Lin kecil telah kembali dengan selamat." ucap Jing Xiao Leng pada pengajar Li wenji
__ADS_1
"oh iya, aku tadi mampir ke sebuah sungai kecil dan menangkap banyak ikan, aku tadi juga membunuh satu hewan yang sangat besar berukuran sangat panjang dan berwarna biru di sungai kecil itu." ucap Xie Lin pada ketiga pria yang ada di hadapannya
"hewan yang sangat besar? berukuran sangat panjang dan berwarna biru disungai? apa jangan jangan…yang kau bunuh itu adalah Naga air?!" ucap pengajar Li wenji pada Xie Lin
Xie Lin yang sedang mengeluarkan semua ikan tangkapannya dari cincin ruangnya tiba tiba berhenti ketika mendengar pengajar Li wenji mengatakan Naga air
"apa?! Naga air? maksudmu ini?" ucap Xie Lin seraya mengeluarkan daging Naga air dari dalam cincin ruangnya
ketiga pria yang melihat daging Naga air tersebut seketika terkejut dan segera mendekati Xie Lin
"a-apa kau membunuh Naga air itu?" ucap Liu Duan mu pada Xie Lin dengan tidak percaya
Xie Lin menganggukkan kepalanya dengan polos kemudian menyalakan api dan membakar ikan ikannya
sedangkan ketiga pria tersebut menganga tak percaya bahwa Xie Lin membunuh seekor Naga air yang sangat langka
"Xie Lin kecil! apa kau tahu? Naga air yang kau bunuh itu adalah Naga air yang sangat langka bernilai ratusan juta dan kau membunuhnya dan ingin memakan dagingnya?" ucap Jing Xiao Leng pada Xie Lin yang asik membakar daging
"eh? jadi Naga air itu sangat langka dan berharga ya? tapi aku sudah membunuhnya, seperti kata pepatah hilang “lebih baik membuat kenyang perut dari pada mendapatkan banyak uang” begitulah aku sekarang ini." ucap Xie Lin pada Jing Xiao Leng
'memangnya ada pepatah seperti itu?' gumam ketiga pria yang ada di hadapan Xie Lin secara bersamaan
"sudahlah, ayo sini kita makan bersama." ucP Xie Lin kemudian menyajikan ikan bakarnya
aroma dari ikan bakar Xie Lin menjalar dan hinggap di masing masing hidung pria yang ada di hadapan Xie Lin
ketiga pria itu mencium aroma dari ikan bakar Xie Lin Dan segera duduk dan makan bersama Xie Lin
tak berselang lama mereka selesai makan dan membereskan sampah sampah makanan mereka dan kemudian pergi dari sana dan melanjutkan perjalanan mereka berempat
di sepanjang perjalanan mereka berjalan dengan berbincang sepanjang jalan tersebut
silih berganti mereka bercerita mulai dari cerita yang menyenangkan hingga ke cerita yang horror dan menyedihkan
dan tanpa terasa tengah hari telah tiba mereka beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar dan sejuk
setelah cukup istirahat akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan penuh canda tawa yang ria
see you
__ADS_1