
Cuplikan
"wah…! apa ini sekte Tian ao itu? indah dan besar sekali." ucap Xie Lin yang kagum dengan sekte Tian ao tersebut
pengajar Li wenji melihat Xie Lin dengan tatapan aneh dan segera menarik Xie Lin pergi dari sana
"ck! kau membuat malu saja, cepat pergi dari sini." ucap pengajar Li wenji seraya menarik Xie Lin pergi dari sana
Xie Lin memonyongkan bibirnya seperti kerucut dan mengikuti pengajar Li wenji dari belakang sambil melipat kedua tangannya di atas dadanya
pengajar Li wenji mengabaikan sikap Xie Lin dan terus berjalan hingga sampai ke sebuah kamar kosong
...----------------...
di sebuah tempat yang terdapat dua kamar terlihat Xie Lin Dan pengajar Li wenji yang tengah berdiri di hadapan pintu setiap kamar yang ada di sana
"semua peserta tinggal di sekte ini termasuk kita dan kita akan tinggal di sebelah sini, kamarmu disebelah kanan dan kamarku sebelah kiri." ucap pengajar Li wenji kemudian membukakan pintu kamarnya
"karena sudah terasa jelas maka aku tinggal dulu, aku mau melanjutkan tidur ku dulu." ucap pengajar Li wenji lagi kemudian masuk ke kamarnya dan menutup pintun rapat rapat
kriekkk....
suara pintu di buka
"eit, dan satu lagi jika ada yang ingin kau tanyakan bangunkan saja aku, tapi kalau itu pertanyaan yang tidak penting tidak usah bangunkan aku." ucap pengajar Li wenji kemudian menutup pintu kamarnya lagi
Xie Lin yang merasa ditinggalkan beralih maauk kek kamarnya dan membaringkan badannya di atas kasur
"huh…disini sangat membosankan, andai saja ada pertunjukan atau apa pun itu asal bisa menghibur." ucap Xie Lin pada dirinya sendiri
Xie Lin mengangkat tangannya mengarah ke langit langit kamarnya dan menatap tangannya
"kenapa jiwaku harus merasuki tubuh ini? sungguh sial, tapi aku sudah berjanji pada pemilik asli tubuh ini kalau aku akan membalaskan dendamnya, janji harus ditepati." ucap Xie Lin oada dirinya sendiri lagi
setelah beberapa menit mengangkat tangannya Xie Lin menjatuhkan tangannya begitu saja di sampingnya kemudian bangun dan turun dari kasurnya
Xie Lin berjalan ke arah jendela kamarnya dan melihat pemandangan yang ada di luar sana dengan tenang
"indahnya hari ini…" ucap Xie Lin sambil melihat pemandangan di luar sana
daun beterbangan tertiup angin
pohon pohon bergoyang…
rumput rumput bergoyang goyang…terkena…
__ADS_1
terpaan…angin…
du-du du-du-du-du du-du-du du-du-du-du
du-du du-du-du-du du-du-du du-du-du-du
du-du du-du-du-du du-du-du du-du-du-du
matahari bersinar, menerangi hidupku…*
merasa indahnya dunia…
oh…ho…oh…
bermain bersama…menari bersama…menikmati
indahnya dunia…
oh oh oh…
Xie Lin bernyanyi dengan begitu merdu dan berhasil menarik perhatian seluruh burung dan makhluk lainnya ke hadapan Xie Lin
termasuk seseorang yang sedari tadi membuntuti Xie Lin dari atas pohon
plok! plok! plok!
"suara yang indah dan lagu yang luar biasa, aku tidak pernah mendengar lagu seperti ini sebelumnya." ucap seseorang dari atas pohon yang ada di samping kamar Xie Lin
"hm?" ucap Xie Lin Seraya menatap ke pohon yang ada di sampingnya
"suara dan lagumu sangat merdu dan indah nona kecil." seseorang itu sembari melompat turun ke bawah
"oh, Terima kasih pujiannya." ucap Xie Lin dengan singkat dan wajah datar serta sikap dinginnya
"hei hei hei, kau sungguh dingin padaku nona kecil, bisakah kau lebih manis dan tersenyum kecillah itu akan membuatmu terlihat manis dan imut juga cantik." ucap seseorang itu dengan ramah pada Xie Lin
sedangkan Xie Lin mengabaikan perkataan seseorang itu dan menutup pintu jendelanya
"hei nona kecil, meskipun kau tidak ingin tersenyum sedikit pun tapi beritahukanlah siapa namamu atau kau berasal dari mana atau apalah." ucap seseorang itu dari luar
"ck! namaku Xuan Xie Lin, umur 14, putri keempat kaisar Xuan, dari akademi Yin." ucap Xie Lin dengan singkat
seseorang itu tersenyum menanggapi perkataan dari Xie Lin yang ada di dalam kamar
"kalau aku yah…namaku Jing Xiao leng putra pertama jenderal Kekaisaran Yang aku berumur 16 tahun, panggil saja aku Xiao leng atau gege leng karena aku lebih tua satu tahun darimu." ucap Jing Xiao leng dengan percaya diri
__ADS_1
"jika kau tertarik padaku dan ingin menjadi kekasih ku boleh saja." ucap Jing Xiao leng lagi dengan percaya diri dan aura aura cool nya
"gak nanya."ucap Xie Lin dengan singkat dan tatapan malasnya
Jing Xiao leng seketika seperti tersambar petir di siang bolong karena perkataan Xie Lin, " kau…kau sungguh tidak tertarik padaku?"ucap Jing Xiao leng pada Xie Lin
"…" Xie Lin mendengar sejenak perkataan Jing Xiao leng kemudian mengabaikan perkataan dari Jing Xiao leng
"eh? kenapa kau tidak menjawab? kau tidak mau jadi kekasih ku…kalau begitu jadi teman ku saja boleh." ucap Jing Xiao leng dengan perasaan yang mulai panik
'kenapa dia tidak tergila-gila padaku? apa dia itu pecinta sesama jenis? ini tidak mungkin kan?' Gumam Jing Xiao leng dalam hatinya
"he-hei…bisakah kau membuka jendelanya? aku ingin menanyakan sesuatu…" ucap Jing Xiao leng dengan ragu ragu dan tentunya hati hati
"tidak bisa." ucap Xie Lin dengan singkat
"hah?! kenapa tidak bisa? apa kau di dalam sedang melakukan sesuatu…?" ucap Jing Xiao leng pada Xie Lin yang ada di dalam kamar
Xie Lin berhenti melakukan aktivitasnya dan segera berjalan ke dekat jendela, "heh tuan, asal anda tau ya, aku ini bukanlah orang yang seperti kau pikiran, aku sedang ganti baju, apa kau ingin melihat ku ganti baju?"ucap Xie Lin dengan kesal yang tak tertahankan karena Jing Xiao leng selalu bertanya dan berbicara hal yang tidak jelas dengannya
"oh…aku kira kau…sudahlah, aku akan pergi dulu, nanti kita ketemu lagi." ucap Jing Xiao leng kemudian pergi dari sana menggunakan ilmu peringanan tubuh
sedangkan Xie Lin yang sedang mengganti bajunya mengabaikan perkataan dari Jing Xiao leng
"kenapa aku selalu bertemu dengan orang yang tidak masuk akal? apa dunia ini sudah rabun atau tua dan tidak sanggup lagi menahan beban berat?" ucap Xie Lin pada dirinya sendiri
setelah mengganti baju, Xie Lin keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar pengajar Li wenji
tok... tok... tok...
suara ketukan pintu
"pengajar Li, aku akan keluar jalan jalan sebentar di sekte Tian ao, kau tidak perlu mencari ku, aku akan pulang sebelum jam makan siang." ucap Xie Lin pada pengajar Li wenji yang tengah tidur di dalam kamar
"hm…terserah padamu…yang penting kau tidak tersesat saat dalam perjalanan kembali."ucap pengajar Li wenji oada Xie Lin
"oke."ucap, Xie Lin dengan singkat kemudian pergi dari sana
"akhirnya bebas juga, tenang rasanya."ucap Xie Lin pada dirinya sendiri sambil melihat kiri kanan secara bergantian
"ternyata pemandangan disini sangat indah, tidak sia sia aku keluar jalan jalan." ucap Xie Lin sambil jalan sambil melihat pemandangan yang ada di sampingnya
buk!
saking kagumnya melihat pemandangan yang ada disebelahnya tanpa Sanga dia menabrak seseorang yang berjalan dari arah yang berlawanan dengan arah Xie Lin
__ADS_1
"ouch!" Pekik Xie Lin yang terjatuh akibat tabrakan tersebut
see you