
Cuplikan
"ck! menyusahkan sekali." ucap Oliver kemudian berubah menjadi naga putih yang sangat besar
"eh…tunggu dulu, ingat jangan muncul dengan bentuk naga dan satu lagi jika pengajar Li tidak percaya langsung saja bawa dia kesini." ucap Xie Lin pasa Oliver lagi
Oliver hanya bisa menghela napas pasrah saja dan menjalankan tugasnya sebagai hewan kontrak
sedangkan Xie dengan yang melihat Oliver yang terus menghela napas pasrah terkekeh geli
dan Shiro yang menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah tuannya yang suka mengerjai Oliver
...****************...
sedangkan kini terlihat Xuan Yuan Yao yang sedang berjalan dengan perlahan dan mencurigakan menuju sebuah pintu belakang akademi
kriekkk....
suara pintu di buka
"apa kau membawa apa yang aku inginkan?" bisik Xuan Yuan Yao pada seseorang yang ada di hadapannya
"iya Nona, ini obat yang Anda suruh saya belikan." ucap seseorang itu pada Xuan Yuan Yao sembari memberikan sebuah kantong kecil pada Xuan Yuan Yao
"kerja bagus, ambil ini dan segera pergi dari sini, jangan sampai ketahuan oleh orang lain." bisik Xuan Yuan Yao pada seseorang itu
'bagus…sekarang pangeran Kerajaan Yin, yin jihan akan jadi milikku mulai besok.' Gumam Xuan Yuan Yao dalam hatinya dengan seringaian sambil melihat kantong yang seseorang itu berikan padanya
Xuan Yuan Yao kemudian pergi dari sana dan segera berjalan ke tempatnya
setelah sampai di tempat nya dia segera membuka kantong tersebut yang ternyata berisi obat bubuk afrodisiak
Xuan Yuan Yao mengambil dupanya dan memasukkan bubuk tersebut ke dalam dupanya
"hehe…sekarang tinggal tunggu Yin jihan masuk perangkap." ucap Xuan Yuan Yao kemudian pergi keluar menuju tempat yin jihan
setelah berjalan cukup lama Xuan Yuan Yao tiba di tempat yin jihan dan terlihat yin jihan yang tengah main catur dengan temannya
"em…permisi yang mulia…apa yang mulia sibuk?" ucap Xuan Yuan Yao pada yin jihan
yin jihan yang merasa ditanya mendongakkan kepalanya melihat Xuan Yuan Yao, "oh ternyata putri ke tiga Xuan, ada apa malam malam begini mencari saya?" ucap yin jihan oada Xuan Yuan Yao
__ADS_1
"itu…sepertinya ada sesuatu yang salah dengan tubuh ku…bisakah yang mulia ikut denganku ke kamarku dan memeriksa tubuh ku?" ucap Xuan Yuan Yao dengan tatapan menggoda
"hm…boleh…putri ketiga bisa tunjukkan jalannya." ucap yin jihan pada Xuan Yuan Yao
Xuan Yuan Yao seketika saja menjadi bersinar dan segera menunjukkan jalannya pada yin jihan
"kau ikuti aku dari belakang, jangan sampai ketahuan oleh dia." bisik yin jihan pada temannya yang berada paling belakang
sang teman menganggukkan kepalanya dan mulai mengikuti mereka berdua
sedangkan yin jihan terus berjalan di belakang Xuan Yuan Yao dengan waspada
setelah tiba di kamar Xuan Yuan Yao tanpa basa basi Xuan Yuan Yao segera membuka bajunya dan memperlihatkan punggung mulus nan putihnya pada yin jihan
seketika yin jihan mengetahui apa rencana Xuan Yuan Yao terhadap dirinya
'sepertinya dugaanku benar…' Gumam yin jihan dalam hatinya sambil melihat ke arah dupa Xuan Yuan Yao
yin jihan segera berbalik melihat punggung Xuan Yuan Yao lagi dan memukul Xuan Yuan Yao dari belakang dan membuat Xuan Yuan Yao pingsan kemudian segera menutup hidungnya
"cepat keluar sekarang dan keluarkan dupa itu segera." ucap yin jihan lada temannya
teman yin jihan dengan segera melompat dari atas atap ke bawah dan mengambil dupa tersebut yang berisi bubuk afrodisiak
"ck! sudah, ayo kita pergi dari sini dan tinggalkan Xuan Yuan Yao di sini sendiri." ucap yin jihan kemudian meninggalkan kamar Xuan Yuan Yao bersama dengan teman nya
"aku tak menyangka ternyata seorang tuan putri bisa melakukan hal seperti itu juga." ucap teman yin jihan pada yin jihan
"aku juga tidak menyangkanya." ucal yin jihan dengan singkat dan tatapan tajam dan membunuh
seketika saja aura di sekitar mereka berdua menjadi menekankan dan menakutkan
sedangkan disisi lain terlihat pengajar Li wenji dan Oliver tengah berbicara di tengah hutan
"jadi Xie Lin baik baik saja…dan sekarang Xie Lin memintaku untuk pegi duluan ke Kerajaan yang dan menginap di penginapan dan menunggunya begitu?" ucap pengajar Li wenji pada Oliver
Oliver hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan dari pengajar Li wenji
"ini batu transportasi suara milik bocah itu, hubungkan saja pada batu roh bocah itu dan kau bisa mengatakan apa nama penginapan yang kau tempati." ucap Oliver seraya mengeluarkan sebuah batu roh dari dalam bajunya
"ternyata begitu? tapi…apa kau tidak berbohong?" Ucap pengajar Li wenji pada Oliver dengan teliti kemudian mengambil batu roh yang Oliver berikan padanya
__ADS_1
"aku tidak mungkin membohongimu, sudah aku mau pergi sekarang." ucao Oliver dengan tatapan tajam kemudian pergi dari sana dengan cepat
pengajar Li wenji melihat kepergian Oliver dan memutar arah jalannya menuju ke Kerajaan yang
setelah beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya Oliver sampai di goa tempat Xie Lin tinggal untuk memulihkan diri
"apa aku sudah bisa pergi?"ucap Xie Lin pada Shiro
"sebentar lagi tuan, makan dulu makanan anda baru pergi." ucap Shiro pada Xie Lin
"ck! bisakah aku pergi sekarang?" Ucap Xie Lin dengan kesal
"ada denganmu bocah? sepertinya kau sangat kesal?" ucap Oliver yang telah masuk ke goa dan melihat Xie Lin yang telah sehat bugar
"aku ingin pergi dari sini segera, tpi aku harus menghabiskan makanan ini dulu tapi aku sudah kenyang Dan Shiro memaksa ki memakannya sampai habis." ucap Xie Lin dengan kesal
Oliver melihat wajah kesal Xie Lin membuat Oliver terkekeh geli kemudian mengambil Makanan Xie Lin dan memakannya sampai habis
"hei…itu makananku…" ucap, Xie Lin yang melihat Oliver memakan makanannya
"bukankah kau tidak sanggup memakannya jadi aku mewakilimu memakannya." ucap Oliver
Xie Lin seketika tertawa terbahak bahak melihat Oliver yang begitu perhatian menurutnya
"kenapa kau tertawa hah bocah?" ucap Oliver dengan bingung yang tampak jelas di wajahnya
"tidak ada." ucap Xie Lin yang masih senyum senyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"oh iya tuan, bukankah kau memiliki ruang dimensi? kau bisa masuk ke sana jika kau terluka parah dan Ming akan ada di sana untuk membantu Anda menyembuhkan luka anda."ucap Shiro pada Xie Lin
seketika hal yang Shiro katakan membuat Xie Lin teringat dengan kalung ruangnya, "benar juga! kan aku memiliki kalung ruang, jadi jika aku sekarat aku bisa masuk ke sana dan Ming juga ada jadi bisa membantu ku menyembuhkan luka, kenapa aku bisa lupa ya?"ucap Xie Lin
Oliver dan Shiro menggeleng gelengkan kepalanya dan menghela napas pasrah dengan sikap pelupa Xie Lin yang semakin parah setiap harinya
"sekarang makanannya sudah habis, aku akan pergi sekarang juga." ucal Xie Lin oada Oliver dan Shiro
"Baik tuan, kalau begitu kami kembali ke markas dulu." ucap Oliver dan Shiro secara bersamaan kemudian pergi dari goa tersebut meninggalkan Xie Lin sendiri di dalam goa tersebut
"akhirnya mereka pulang juga."ucap Xie Lin kemudian keluar dari goa itu dan berjalan menuju jalan keluar jakarta
Xie Lin berjalan tanpa henti siang malam dari hutan hingga akhirnya Xie Lin tiba di perbatasan Kerajaan yang
__ADS_1
see you