
Cuplikan
"kalau kalian tidak percaya aku akan memanggil putriku kemari." ucap Luo ya kemudian meminta seorang pelayan untuk memanggil putrinya ke ruangannya
sedangkan para rekannya tak percaya dan merasa bahwa Luo ya telah gila karena putrinya
setelah beberapa saat putri Luo ya memasuki ruangan Luo ya dan para rekan Luo ya terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat
merah bahkan mengusap mata mereka akan tetapi putri Luo ya masih mereka lihat
merasa beralih melihat Luo ya yang begitu bahagia ketika melihat putrinya kembali sehat
"ini sungguh keajaiban, dia pasti seorang jenius." ucap tetua Ji pada Luo ya
...----------------...
mereka akhirnya berbincang bersama dengan topik pembicaraan adalah Xie Lin yang telah menyelamatkan putri pemimpin Perguruan Chengdu
dalam sekejap berita tersebut menjalar ke mana mana hingga semua murid Perguruan Chengdu mengetahuinya dan bahkan kaisar kerajaan Ling mengetahuinya
kaisar kerajaan Ling mengetahui ha mengenai Xie Lin yang berhasil menyembuhkan putri pemimpin Perguruan Chengdu yang tidak ada tabib bisa menyembuhkannya
dan para tabib tabib kerajaan dan tabib tabib kecil mengetahuinya dan segera memperbincang Xie Lin
di sisi lain terlihat Xie Lin yang telah kelaparan dan diwaktu bersamaan seorang pelayan membawakan Xie Lin sebuah makanan untuk Xie Lin makan begitupun dengan pengajar Li wenji dan Liu Duan mu serta Jing Xiao Leng
mereka mendapatkan berbagai macam makanan dan mereka memakannya dengan senang hati hingga habis
setelahnya pelayan yang membawakan mereka makanan pergi setelah mereka kenyang
Xie Lin kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan jalan di sekitar Perguruan Chengdu
Xie Lin melihat orang orang disekitarnya tak henti hentinya membicarakan dirinya
"sepertinya mereka tidak tahu kalau yang mereka bicarakan adalah aku." bisik Xie Lin pada dirinya sendiri
Xie Lin berjalan jalan tanpa sengaja sampai ke sebuah hutan yang ada di belakang Perguruan Chengdu dan dengan penasaran Xie Lin memasuki hutan tersebut
didalam hutan terlihat Xie Lin yang menggunakan obor sebagai penerang karena kondisi hutan tersebut sangat tidak meyakinkan juga sangat gelap dihutan itu
Xie Lin berjalan secara perlahan dan waspada dengan adanya serangan serangan dadakan
didepan Xie Lin terlihat seekor ular raksasa yang berwana putih cerah sedang kesakitan
Xie Lin tanpa ragu mendekati ular putih itu dan menyentuh nya secara perlahan
__ADS_1
"apa kau sedang kesakitan?" ucap Xie Lin pada ular putih itu
ular putih itu menganggukkan Kepalanya dan memperlihatkan bagian tubuhnya yang sakit
Xie Lin melihatnya sejenak dan kemudian mencoba untuk menyembuhkan ular tersebut
dengan perlahan Xie Lin melihat luka ular tersebut dan mengeluarkan sebuah cairan dari dalam ruang dimensinya
Xie Lin menuangkan cairan tersebut ke luka ular putih tersebut dan secara ajaib luka ular putih itu mengering dan perlahan sembuh
sang ular menyusut menjadi kecil dan berterima kasih pada Xie Lin yang telah menyembuhkannya
Xie Lin dengan senyuman mengelus kepala ular putih itu sedangkan sang ular menggigit ujung jari Xie Lin Dan membuat darah Xie Lin menetes diatas kepalanya
dan secara otomatis mereka berdua menjadi sepasang Tuan dan bawahan
"mulai sekarang Tuan akan jadi tuanku." ucap ular putih itu kemudian menyusut lagi menjadi sebesar sebuah gelang giok dan melingkari tangan Xie Lin membentuk sebuah gelang
Xie Lin terkejut dengan perbuatan ular putih itu padanya akan tetapi mau bagaiamana lagi yang terjadi sudah terjadi
Xie Lin terpaksa menerima ular putih itu sebagai salah satu hewan kontraknya
Xie Lin setelahnya keluar dari hutan itu dan segera menuju ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur
tak berselang lama seorang pelayan mengetuk pintu kamar Xie Lin
suara ketukan pintu
"permisi Nona, makan malam anda." ucap pelayan itu dengan singkat pada Xie Lin dari luar kamar
Xie Lin segera bangun dan membukakan pelayan tersebut pintu dan membiarkannya masuk
pelayan itu menaruh makanannya dan berdiri disamping Xie Lin yang kini sedang makan
setelah beberapa menit Xie Lin selesai makan dan pelayan itu juga membersihkan meja makan dan pergi dari sana membawa sisa makanan Xie Lin
Xie Lin yang sudah kenyang langsung tertidur di atas tempat tidurnya hingga tak sadar ada seseorang yang terus melihatnya dari jauh
seseorang itu menyeringai menatap Xie Lin yang tengah tertidur lelap di atas kasurnya
"gadis kecil itu sangat menarik dan sedikit…cantik." ucap seseorang itu kemudian pergi dari sana
terlihat wajah Xie Lin yang terkena sinar cahaya bulan begitu bersinar dan cantik bagaikan dewi
mungkin setiap orang yang melihatnya seketika ingin melamar Xie Lin saat itu juga
__ADS_1
keesokan harinya Xie Lin terbangun dengan segar dan sehat
dan seperti biasa Xie Lin mandi sambil bernyanyi dan setelahnya memakai pakaian sederhana seperti rakyat biasa
Xie Lin berjalan ke arah kantin sedangkan dalam perjalanan menuju ke kantin terlihat banyak murid dari Perguruan Chengdu sedang menatap Xie Lin
"lihat siapa dia? dari pakaiannya terlihat seperti pelayan, mungkin dia seorang putri pelayan." bisik murid murid yang ada di sekitar Xie Lin mengenai Xie Lin
sedangkan Xie Lin yang mendengarnya terus mengabaikan dan seperti tidak mendengar apa pun
sesampainya disana terlihat pengajar Li wenji dan Liu Duan mu serta Jing Xiao Leng yang tengah makan
Xie Lin menghampiri mereka bertiga yang sedang makan
"ternyata kalian sudah ada sini dan makan tanpaku, dasar kalian ini." ucap Xie Lin dengan kesal menatap ketiganya
ketiganya seketika terkejut dan menatap Xie Lin yang menatap kesal mereka bertiga
"maafkan kami Xie Lin, kau bisa duduk di sini dan makan semaumu, aku yang bayar." ucap Liu Duan mu pada Xie Lin yang tengah kesal
Xie Lin yang mendengar kata bayar segera mengubah tatapannya dan segera duduk dan memesan makanan
sedangkan Liu Duan mu yang melihat perubahan sikap Xie Lin yang sangat cepat terkejut dan menganga
"ternyata kau seperti itu juga ya…" ucap Liu Duan mu dengan tak percaya dengan sikap Xie Lin yang begitu cepat berubah
Xie Lin mengabaikan perkataan Liu Duan mu terhadap dirinya dan memakan makanannya hingga tak tersisa
"oh iya, kita dipanggil untuk berkumpul di sekitar arena pertandingan, kau jangan pergi ke mana mana mengerti." ucap pengajar Li wenji oada Xie Lin yang sudah ingin melangkahkan kakinya pergi dari sana
Xie Lin mendengar perkataan dari pengajar Li wenji dan kembali duduk dan menunggu ketiga pria yang ada di hadapannya selesai makan
setelah beberapa menit ketiganya selesai makan dan segera berjalan menuju ke arena pertandingan
disana terlihat banyak murid unggulan dan beberapa juri yang ada di atas arena pertandingan
Xie Lin menatap juri juri tersebut dengan teliti kemudian beralih menatap para murid unggulan yang mengikuti pertandingan
"sepertinya kalian berdua memiliki banyak saingan disini." ucap Xie Lin pada Liu Duan mu dan Jing Xiao Leng
kedua pemuda itu menganggukkan kepalanya sambil melihat sekelilingnya
"benar, tak disangka banyak peserta unggulan dari berbagai Perguruan dan sekte ternama yang mengikuti pertandingan ini."ucap Jing Xiao Leng pada Xie Lin
Xie Lin tidak menggubris perkataan Jing Xiao Leng dan terus menatap seorang murid perempuan dari Perguruan Chengdu yang memegang sebuah cambuk beracun
__ADS_1
'sepertinya aku harus hati hati terhadap wanita itu.' Gumam Xie Lin dalam hatinya dengan tatapan serius yang tertuju pada murid wanita itu
see you