
Pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan besar bernama "Zuma Kingdom". Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang Raja dan Ratu dari keluarga Bangsawan, yang oleh penduduknya dijuluki sebagai pasangan sejati karena sikap mereka yang saling menutupi kekurangan sehingga dapat saling melengkapi satu sama lain. Mereka berdua adalah "Zedan Lord" dan "Rubi Queen".
Raja Zedan merupakan Raja yang sangat dihormati oleh rakyatnya tak terkecuali rakyat miskin yang ada dikerajaan tersebut. Sikapnya yang ramah dan bijaksana membuat namanya semakin dikenal baik oleh banyak orang. Bahkan, diluar kerajaan pun sudah tak asing lagi mendengar namanya.
Sedangkan, permaisurinya sendiri yaitu Ratu Rubi adalah seorang Ratu yang cantik, cerdas, berani dan juga penyayang. Ia juga disegani karena kepeduliannya terhadap rakyat kecil yang miskin. Pokonya mereka berdua adalah pasangan yang sempurna di mata rakyat kerajaan Zuma.
Raja Zedan dan Ratu Rubi sudah cukup lama menikah, namun mereka masih belum memperoleh keturunan. Tetapi, karena kesabaran, usaha, dan penantian yang mereka lakukan, akhirnya membuahkan hasil. Kehamilan anak pertama yang mereka tunggu selama ini pun terkabulkan.
"Tabib, bagaimana keadaan Sang Ratu? Apa ia baik-baik saja? (tanya Raja Zedan,cemas)
"Saya ucapkan selamat Yang Mulia karena ternyata, mualnya Ratu Rubi disebabkan karena ia tengah mengandung anak pertamanya. (kata Tabib tersenyum)
Madam Zeyya adalah nama asli dari Ibu Tabib istana yang merupakan seorang Kepala Tabib kepercayaan Raja dan Ratu.
"Benarkah yang kau katakan barusan itu, wahai Tabib? (tanya Ratu Rubi memastikan)
"Betul Yang Mulia Ratu, dan usianya sekarang sudah berjalan dua bulan (jelas Sang Tabib)
Mendengar penjelasan dari Tabib tersebut membuat Raja Zedan dan Ratu Rubi tidak dapat menyembunyikan air mata kebahagiaan mereka. Senyum bahagia pun akhirnya terpancar dari raut wajah keduanya tak kala mendengarkan pernyataan Tabib. Penjaga dan Tabib yang saat itu juga ada di ruangan turut terharu mendengarnya.
"Akhirnya setelah sekian tahun menanti, Malaikat kecil kita sekaligus calon penerus kerajaan Zuma ini, telah hadir membalas kesabaran dan usaha kami selama ini. (ungkap Raja sambil memegang tangan Ratunya) Tunggu apalagi Pengawal? cepatlah ambil sepeti koin di ruang penyimpanan harta kerajaan, untuk kemudian bagikan ke setiap orang yang ada di dalam dan diluar istana Zuma ini, terutama rakyat miskin. Segeralah umumkan mengenai kehamilan Ratu, Mereka juga berhak mengetahui kabar baik ini. (perintah Raja Zedan)
"Baik Yang Mulia.... (sigap Sang Pengawal)
Setelah berita kehamilan Sang Ratu tersebar, semua rakyat di kerajaan Zuma pun turut senang mendengarnya sebab selama ini, rakyat diluar maupun didalam istana kerajaan memang sudah lama mengharapkan hal yang sama terjadi di kehidupan mereka.
"Sepertinya kita akan membutuhkan lebih banyak pembantu sekarang, untuk membantumu mengurus pekerjaan sehari-hari? (t**anya Raja)
"Itu tidak perlu Rajaku, aku masih bisa mengatasi semua pekerjaanku sendiri, Lagipula istana ini sudah memiliki cukup pembantu.
"Ya, aku tahu itu Ratuku. Tapi situasinya sekarang berbeda, kau harus lebih banyak beristirahat sekarang. Benarkan Tabib?
"Betul Yang Mulia, sebaiknya Ratu menghindari aktivitas berat apapun agar kondisi Ratu dan bayinya tetap sehat, Ratu juga sebaiknya memperbanyak mengonsumsi buah dan sayuran dari sekarang. (ucapnya, Madam Zeyya menyarankan)
"Baiklah kalau memang harus seperti itu, tapi aku tidak ingin terlalu ramai. Jadi, cukup untuk membantuku saja.
"Kalau begitu kita pilih 3 pembantu khusus saja. Tabib...., untuk urusan yang satu ini aku percayakan padamu. (kata Raja)
"Terimakasih atas kepercayaan Yang Mulia, saya akan segera mencari 3 orang pilihan terbaik dan terpercaya untuk Ratu.
Hari itu adalah hari yang membahagiakan bagi setiap orang di Zuma kingdom, namun mereka tidak mengetahui bahwa akan terjadi sebuah bencana yang akan datang menimpa mereka.
>>>Dua minggu kemudian>>>
[Di Aula Istana]
"Yang Mulia, perkenalkan nama saya Simo.
"Nama saya Yumina Yang Mulia.
"Kalau saya Moorim Yang Mulia.
"Mereka bertiga adalah calon yang terseleksi dari sekian nama yang mengajukan Yang Mulia. Jika Yang Mulia ingin memilih kembali, maka saya....
"Tidak usah, aku percaya pilihanmu itu adalah pilihan yang terbaik untuk Ratuku.
__ADS_1
"Tapi Yang Mulia, apa Yang Mulia tidak ingin bertanya lebih banyak mengenai latar belakang mereka sebelumnya?
"Sudah, aku yakin mereka adalah orang-orang terpercaya. Apapun asal-usul keluarga maupun latar belakang mereka, yang terpenting mereka bersedia dan siap melayani Ratu Rubi dengan sepenuh hati!
"Jadi, apakah kami bertiga sudah diterima Yang Mulia? (kata Simo)
"Hanya jika kalian berjanji akan menjaga Ratu sampai ia melahirkan nantinya.
"Kami berjanji Yang mulia, akan selalu menjaga Ratu dan bayinya. (kata Yumina)
"Itu benar Yang Mulia, bahkan bila memungkinkan kami juga akan mempertaruhkan nyawa kami! (ucap Moorim)
"Bagus...hmm...baiklah, kalau begitu selamat untuk kalian bertiga, kalian sudah resmi menjadi pelayan resmi khusus Ratu sekarang dan sudah mulai bisa bekerja hari ini juga. Ingatlah tugas kalian hanya untuk membantu keperluan apapun yang Ratu perintahkan!
"Baik Yang Mulia.
Ketiga calon pembantu terpilih tersebut akhirnya diangkat menjadi pelayan khusus yang melayani segala keperluan dan pekerjaan sehari-hari Ratu, namun siapa sangka diantara mereka ada yang menaruh simpati lebih kepada Raja Zedan
>>>Satu Bulan Setelahnya>>>
[Di Kamar Raja dan Ratu]
"Ratuku maukah kau memasangkan jubah ini untuk
Raja seketika terkejut saat mendapati bahwa Sang Ratu sedang tidak ada dikamarnya, dan yang barusaja ia peluk bukanlah Permaisuri tercintanya, melainkan Moorim yang sedang merapikan tempat tidur Ratu Rubi.
"Moorim...kau...(terkejut Raja) sedang apa kau dikamar Ratu? Dimana Ratu Rubi?
"Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia, Tapi Ratu Rubi memerintahkan saya untuk merapikan kamarnya karena sedang ingin pergi ke taman kerajaan.
"Tidak....aku yang meminta maaf, hmm...ya sudah aku akan segera menyusulnya kesana.
"Oh ini...,sebenarnya aku sedang buru-buru untuk menghadiri pertemuan penting hari ini, namun jubah ini, aku tidak mengerti cara memasangnya. Biasanya Ratu Rubi yang melakukannya untukku, tapi disaat genting seperti ini ia...
Kalau tidak keberatan, bolehkah saya membantu Yang Mulia? setidaknya Yang Mulia bisa menghadiri pertemuan itu lebih cepat!
"Apa kau bisa melakukannya?
"Tentu Yang Mulia, itu sangat mudah!
"Baiklah kalau begitu tolong cepatlah karena pertemuannya hampir dimulai!
"Ya Yang Mulia, Baiklah kalau begitu, Yang Mulia.... tolong melirik ke atas sebentar.
Moorim kemudian segera memasangkan jubah Raja Zedan. Saat memasang jubah itu, Moorim seketika terpaku pandangannya melihat wajah Sang Raja.
"Raja Zedan ternyata lebih tampan jika diperhatikan lebih dekat (kata Moorim didalam hatinya sambil mengikat jubah dileher Raja)
"Bagaimana, apa sudah selesai? (kata Raja membuat Moorim tersadar dari lamunannya)
"Sudah selesai Yang Mulia!
"Terimakasih..
"Sama-sama Yang Mulia!
Dari situlah awal dimana Moorim merasa memiliki perasaan tersendiri terhadap Raja, Sampai ia tak menyadari bahwa perasaannya itu membuatnya mulai menyukai Sang Raja.
Pernah sekali Raja tanpa sengaja memeluk Moorim dari belakang dikarenakan Moorim yang saat itu kelelahan dan tertidur di kamar Raja dan Ratu dengan wajah tertutup selimut dan itu membuat Raja mengira ia adalah Sang Ratu tapi ternyata bukan.
Hal-hal secara kebetulan yang dirasakan Moorim itu membuatnya semakin menyukai Raja yang ramah, tampan dan Kaya itu.
__ADS_1
Jatuh cinta, mungkin hanya itu kata yang dapat menggambarkan perasaan Moorim kala itu. Ambisinya untuk memiliki Raja dan Kekayaannya pun mulai tumbuh dihatinya.
Sadar, tidak mudah menjadi Istri kedua Raja Zedan mengingat ia sangat mencintai ratunya itu, Akhirnya mendorong Moorim untuk membuat siasat yaitu dengan membuat Raja dan Ratu percaya kepadanya dan rencana tersebut kemudian berhasil ia lakukan.
Dengan mudahnya ia membuat semua orang percaya terutama karena Ratu yang baik hati sehingga memudahkannya melancarkan siasat. Sampai ketika usia kandungan Ratu memasuki 8 bulan, ia menemukan celah untuk melancarkan siasat berikutnya.
>>Singkat Cerita>>
[Di Ruang Rapat Istana]
"Ya, Yang Mulia. Mereka sudah melakukan perlawanan dengan melewati perbatasan yang telah kita sepakati bersama dahulu. (kata seorang Panglima kerajaan)
"Kalau begitu kita harus segera melakukan sesuatu Yang Mulia ini sudah menjadi pelanggaran yang kesekian kalinya Raja Ludo lakukan. Jika kita terus membiarkan hal ini, mereka akan semakin semena-mena dan bisa menimbulkan keributan lagi. (kata Penasehat 1 Raja)
"Tapi Yang Mulia, dalam kasus ini langkah terakhir yang paling efektif untuk mencegah terjadinya hal yang tidak kita inginkan itu adalah dengan mengambil langkah peperangan. (kata penasehat 2 Raja)
"Aku juga sempat berfikir seperti itu, Kita memang memiliki cukup banyak pasukan sehingga memungkinkan kita menang jikalau ingin memutuskan perang dengan mereka. (kata Penasehat 1 Raja)
"Tidak...kita tidak boleh dengan mudahnya memutuskan perang. Aku juga tahu kita memiliki cukup banyak pasukan untuk melawan mereka. Namun mengingat kondisi Sang Ratu saat ini, aku tidak ingin mengambil keputusan terlalu cepat.
"Tapi Yang Mulia, coba Yang Mulia pertimbangkan lagi, kita sudah melakukan banyak cara agar mereka tidak mau berani melanggar lagi, tapi apa yang mereka lakukan? ini sudah cukup membuktikan bahwa mereka sendiri yang menantang kita untuk berperang. (kata Penasehat 2 Raja)
"Sudah kubilang..., kita tidak boleh bertindak gegabah. Mereka memang kerajaan kecil tapi kita juga tidak bisa meremehkan mereka, Siapa yang tahu hubungan yang mereka jalin diluar kerajaan mereka lebih kuat sehingga mereka bisa saja bekerja sama dengan kerajaan kecil lainnya untuk memperkuat benteng pertahanan mereka.
"Lalu apa sebaiknya yang harus kita lakukan Raja? (kata Penasehat 1 Raja)
"Kita akan mencoba mengirimkan surat undangan pertemuan sekaligus surat peringatan terakhir untuk Raja Ludo itu. Kita akan membahas masalah ini dan mencoba berunding dengan mereka sekali lagi.
"Baiklah Yang Mulia, Saya setuju. (kata Penasehat 1 Raja)
"Namun bagaimana jika Raja Ludo menolaknya Yang Mulia? Apakah kita akan... (kata Penasehat 2 Raja)
"Untuk masalah itu, aku masih harus mendiskusikan ini dengan Ratu Rubi mengingat Ratu Rubi sebentar lagi memasuki tahap melahirkan. Yang aku takutkan, jika kita memutuskan untuk mengambil langkah peperangan itu hanya akan mengancam keselamatan Ratuku dan bayi kami yang tengah dikandungnya itu nanti.
Ditengah perbincangan mereka diruang rapat istana, tiba-tiba seorang Pengawal datang dengan nafas terengah-engah memasuki ruang rapat.
"Ampun Yang Mulia Raja atas kelancangan saya!
"Ada apa ini Pengawal? Hal penting apa yang membawamu hingga harus masuk secara tiba-tiba dan memotong pembicaraan kami?
"Sekali lagi saya mohon ampun Yang Mulia, saya kemari ingin memberitahu Yang Mulia Raja bahwa Yang Mulia Ratu Rubi sedang tidak sadarkan diri dikamarnya saat ini.
"Apa...
Bersambung...
*
*
*
*
*
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya... biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas🥰
__ADS_1