
“Aku tidak bisa memberikanmu saran untuk hal yang satu ini...itu tergantung diri kita masing-masing...dan aku sendiri memilih melepaskannya.
“Jadi...kau masih menyukai Bella? Tapi kenapa kau terlihat baik-baik saja...malah kau membiarkannya pergi bersama orang lain padahal dia juga...
“Kami memang saling mencintai...tapi ini mungkin sudah takdir kam berdua. Aku tidak ingin menjadi egois hanya karena memikirkan perasaanku sendiri, lagipula Pangeran Zen memang sejak dulu menantikan hal ini terjadi...bertemu lagi dengan Ella!
“Kau memang teman yang baik...kau mengorbankan perasaanmu sendiri hanya untuk kebahagiaan orang lain. Sekarang aku tidak tahu, apakah aku juga bisa melakukan hal seperti itu? Berpura-pura bahagia meski hati terluka karenanya...
“Mungkin sebagian orang merasa sulit tapi jika itu demi kebaikan maka pasti...itu akan dipermudah.
Singkat cerita, setelah berbincang-bincang mereka pun akhirnya pulang. Diwaktu yang bersamaan, Bella dan Zen juga selesai dengan pertemuan mereka sehingga mereka sempat berpapasan satu sama lain.
“Putri Beauty...Ran! (sebut Pangeran Zen)
“Pangeran...(saling bertatapan satu sama lain)
“Kalian dari mana?
“Ini kami dari saja habis ke danau...
“Apa kalian juga...
“Tidak...kami hanya kebetulan bertemu ditempat tersebut dan sekarang aku akan kembali bertugas Pangeran...(ungkap Ran)
“Tunggu...Ran...apakah kau akan ke rumah penampungan terlebih dahulu?
“Iya...
“Kebetulan sekali...jika tidak keberatan, Boleh kah kau menemani Bella ke rumah penampungan hari ini? Karena aku juga ingin berbincang sedikit dengan Panglima Beauty...
Bella dan Ran sempat saling bertatapan sebelum akhirnya saling mengiyakan.
“Hm...tentu Pangeran...
“Baiklah kalau begitu...Bella...tidak apa-apa kan?
“Iya...
“Ya sudah...kami akan pergi lebih dulu...Beauty...tolong ikut aku sebentar...
Beauty yang sebenarnya masih kesal karena kecewa berusaha mengendalikan emosi didepan Zen sebelum ketahuan. Ia hanya mengikut tanpa berbicara apapun lebih dulu..
[Di desa dekat istana]
“Dia tidak biasanya diam seperti ini...(gumam Zen) apakah kau marah padaku Putri? (ucapnya)
“Hah...aku...? Kenapa aku harus marah padamu Pangeran?
“Ya...karena akhir-akhir ini aku sibuk bersama Bella hingga aku tidak sempat menemanimu latihan?
__ADS_1
“Jadi, ia megajakku kemari hanya untuk mengatakan hal itu? (gumamnya) Hmm...apakah kau khawatir akan hal sepele seperti itu?
“Mm...tidak...tidak juga, hanya saja sikapmu akhir-akhir ini terlihat berubah. Maaf jika kau tidak nyaman selama tinggal di istana...
“Tentu tidak...
“Lalu kenapa kau selalu ingin cepat kembali...?
“Karena ku pikir keberadaan kami mungkin akan menggangu...lagipula aku juga tidak memiliki kepentingan untuk terus berada dikerajaanmu.
“Kau mungkin merasa seperti itu tapi bagiku kau cukup penting...
“Apa aku tidak salah dengar? Dia mengatakan aku ini cukup penting baginya? Ya ampun kenapa aku gugup begini...(gumamnya)
Mendengar ucapan Pangeran barusan, membuat Beauty canggung. Hatinya berdebar kencang meski ia berusaha tetap tenang agar tidak mencolok didepan Pangeran Zen.
“Ada apa? Wajahmu terlihat memerah...apakah kau sedang tidak enak badan?
“Ah...itu...itu tidak apa-apa hanya sedikit kepanasan saja.
“Hmm...kalau begitu mari beli minuman sebentar...
Mereka pun akhirnya membeli minuman di sebuah pedagang desa dan duduk beristirahat sejenak sambil bercerita.
“Ah...segar sekali...ternyata minuman disini cukup enak. (ucap Beauty)
“Hahaha...itu benar, karena di desa ini memang terkenal dengan produksi minuman asli dari buah-buahan segar yang mereka tanam...ditambah tanah disini memang cukup subur. Lain kali aku akan mengajakmu berkeliling ke perkebunan kami...?
“Iya...maksudku adalah kau penting bagiku karena sejak kita berteman aku mulai sadar dan menyadari....kalau kau itu...
Beauty semakin berdebar menunggu Pangeran mengatakan sesuatu yang ia sangat harapkan, dengan pikiran yang mulai menebak-nebak ia pun...
“Ayo Pangeran katakan perasaanmu padaku...bahwa kau menyukaiku maka aku tidak akan membohongi perasaanku lagi...(gumam Beauty) Aku kenapa....Pangeran? (ulangnya)
“Kalau kau itu...telah membawa pengerauh positif dalam hidupku.
“Dan...
“Dan aku...ingin kita lebih dari sekedar teman...bolehkan kita menjalin hubungan lebih dekat lagi?
“Seperti....
“Yah...aku berharap kita bisa menjadi sahabat sama seperti kerajaan kita!
Akhirnya Beauty pun merasa keliru meski wajahnya tampak biasa saja namun benar-benar ia tadi sangat berharap Pangeran mengatakan kalau ia akan menjadi kekasihnya...namun itu semua hanyalah pemikirnanya, ia hanya mencoba tetap tenang dan bersikap seolah-olah ia tidak merasakan sesuatu.
“Hahaha....ternyata itu ya maksudnya? Aku kira ada alasan lain...
“Iya....apakah kau tahu sejak pertama kali bertemu tanpa sengaja saat melawan pemberontak itu...aku sudah merasa kalau pertemuan kita saat ini adalah sebuah takdir. Aku tidak tahu pasti tapi jika boleh jujur setiap kali melihatmu aku sangat tenang dan damai disini...(ungkapnya memegang tepat didanya)
__ADS_1
“Mungkinkah...yang dikatakan Ran kemarin itu benar....(gumamnya)
[Ingatnya Beauty]
“Jadi begitukah yang harus aku lakukan?
“Hehehe..tentu saja tidak Putri, lagi pula meski posisi kita sama itu tidak menunjukkan situasi kita juga akan sama. Lagipula kalian berdua memungkinkan untuk menjadi seorang kekasih mengingat posisi kalian sama jadi itu mungkin dapat diterima siapapun.s
“Hahaha....kau ini bisa saja, bahkan jika kami terlahir sebagai penerus kerajaan ataupun sebagai Panglima itu tidak akan mengubah apapun. Karena diantara kami hanyalah seorang teman biasa saja itupun karena ikatan kerjasama...jadi berhentilah mengatakan aku ini cukup beruntung memiliki kesempatan bersamanya...terlebih jika aku harus bersaing dengan Putri Bella dari kerajaan Ludo yang jelas-jelas adalah kekasih Pangeran...(ungkapnya)
“Tapi itu mungkin saja, lagipula Pangeran terlihat lebih nyaman bersamamu sebelum Bella kembali...
“Maksudnya?
“Aku sudah lama bersahabat dengan Pangeran Zen, dan aku sangat mengerti ia dengan baik. Dan sejak kehadiranmu, kehidupan Pangeran Zen menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya...
“Benarkah? Tapi bukannya Pangeran Zen memang seperti itu...bahkan dengan kutukan monsternya ia masih baik-baik saja.
“Itu karena ia berusaha menyembunyikan kelemahannya...
“Kelemahan?
“Benar...meski ia terlihat baik kepada semua orang tapi jauh sebelum ia berhasil membuktikan dirinya, ia sebenarnya sangat membenci orang-orang yang suka menghina kondisinya dan terlebih jika itu menyangkut kematian ibunya...
“Lalu jika ia memang sangat sensitif untuk berteman...kenapa Ella bisa menjadi cinta pertamanya?
“Menurut pengakuan Pangeran, itu adalah pengecualian tehadap Ella yang cukup memberinya pemikiran positif terhadap pertemanan yang menurutnya hanyalah memanfaatkan kekayaan dirinya saja.
“Nah...lalu apa hubungannya perubahan itu denganku? Sudah jelas Bella lah yang lebih dulu membuatnya lebih baik...
“Iya...tapi sebelum Bella kembali, dugaan kematiannya membuat Pangeran tidak bisa mengendalikan emosi bahkan sering kali kutukannya itu memberi kehancuran pada beberapa desa kerajaan Zuma dan tidak sedikit yang terbunuh akibatnya...tapi untunglah ia menemukan caranya sendiri meski itu tidak bisa sepenuhnya bekerja...
“Benar juga...aku dengar kutukannya kambuh jika ia sehari saja tidak bermain pedang...aku juga melihat kelemahannya yang satu itu saat bertarung...tapi sekarang terlihat dia baik-baik saja meski tanpa latihan menggunakan pedang atau senjata apapun?
“Nah itulah yang kucoba jelaskan padamu Putri...karena adanya dirimulah yang membuat Pangeran bisa belajar mengendalikan dirinya!
“Tapi kenapa? Apa alasannya?
#***Bersambung....
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)