Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 65


__ADS_3

“Kalian jangan takut untuk mengatakan yang sebenarnya, kalian sudah berada dijalan yang benar jadi katakanlah apapun yang kalian ketahui!” ucap Leona.


Sepertinya Bartender dan Julia terlihat ketakutan dan juga tegang harus mengatakan apa. Penasehat Raja yang lain pun mengulangi perintahnya dan Bartender itu pun lebih dulu memulai kesaksiannya.


“Yang Mulia...ampuni saya. Saya mengakui kalau saya pernah melihat Pangeran Zen di Bar....


Semua orang sedikit terkejut mendengarnya juga khawatir, namun sepertinya semuanya berbeda dari yang diharapkan. Keadaan malah berbanding sebaliknya dari apa yang awalnya dua saksi katakan itu.


“Bahkan aku juga yang melayaninya sendiri...


“Nah dengarkan...aku tidak berbohong. Apa yang aku katakan bukanlah sebuat fitnah !” ucap Leona memotong.


“Tapi...mereka saat itu hanya ingin memastikan Bar kami terbebas dari kegiatan merugikan!” tambahnya. “Dan Pangeran juga hanya ingin memberikan keamanan bagi para pelanggan kami saat itu!” ungkapnya berbeda.


“Apa? Terkejut Leoan dan Ran. “Tapi kau mengatakan kalau....!”


“Maafkan aku Putri...tapi hanya itu yang saya ketahui!”


“Tidak ini tidak benar...kenapa yang kau katakan itu berbeda dari sebelumnya?!” ucap Leona sangat terkejut.


“Heh...sudah kuduga, kau hanya ingin merusak keluarga kami bukan? Kau bahkan menyewa mereka semua untuk bersaksi dengan kebohongan.” Ucap Moorim.


“Tapi...aku...aku tidak berbohong!” ucap Leona.


“Itu benar Yang Mulia, Leona tidak berbohong soal ini. Kami benar pernah melihatnya menyiksa pelayan...” ucap Ran membela.


“Kau lihat kan Raja, kau lihat sendiri kalau mereka telah bekerja sama untuk menjatuhkan martabat anak-anakku. Martabat Raja penerus kerajaan Ludo!” ucap Moorim.


“Tidak aku yakin ada yang salah disini, sepertinya Pangeran Jozen telah mengancam mereka!” ucap Leona.”Kak Julia...kau tahu apa yang sebenarnya, sekarang kami sangat berharap agar kau tidak menyembunyikan ini juga kak. Katakan kalau Pangeran telah membuatmu seperti ini...!” ucap Leona kepada wanita itu. “Ayolah kak tolong jujurlah...kumohon!” gumamnya.


“Maafkan aku Putri...tapi aku memang tidak bisa berbohong lagi!” ucap Julia.


“Hm..yah...katakanlah semuanya, katakan bahwa Pria disana adalah yang harus bertanggung jawab dengan keadaanmu sekarang kak!” ucap Leoan melirik ke Jozen dengan tatapan kilat.


“Benar...sekarang waktunya aku jujur bahwa aku adalah wanita hamil yang ditinggal mati oleh suaminya! Ungkapnya Julia.


“Tidak...bukan itu kak, kumohon kita sudah sepakat untuk saling membantu meneggakkan keadilan kepada anakmu itu!”


“Katakan apa lagi Putri, apa aku harus mengatakan hal yang bahkan aku tidak mengerti ataupun ketahui sama sekali?!”


Leona pun tidak habis pikir, mengapa mereka mengatakan mereka mengatakan yang tidak sesuai dengan pengakuan awal mereka yang sebenarnya.

__ADS_1


“Sekarang sudah jelas kan, kau hanyalah seoarang pengacau diistana kami!” ucap Moorim.


“Heh...benar-benar pengacau! Ucap Rollen.


“Sekarang semuanya sudah jelas, bahwa yang dituduhkan kepada Pangeran bersaudara itu tidak benar!” ucap Penyihi. “Penasehat...hukuman apa yang pantas untuk kita berikan kepada gadis dibawah umur seperti ini?!”


“Apa? Tidak! Kak Beauty...kau tahu kan soal ini, aku pernah memberitahumu...kak aku benar-benar berkata jujur!”


“Adikku..., Yang Mulia tolong maafkan dia...dia melakukan ini karena tidak tahu konsekuensinya!” ucap Beauty.


“Alah...adik dan kakak sama saja!” ucap Moorim.


“Sudah cukup...hentikan semua ini! Teriak Zen kemudian menenangkan diri. “Leona aku percaya padamu...kau sudah seperti adikku sendiri tapi keberanianmu ini telah membuatku sedikit kecewa!” ungkap Zen.


“Pangeran Zen...maafkan aku!”


“Raja, aku bukannya ingin membela hanya saja. Menghukum anak dibawah umur bukanlah contoh yang baik, sebaiknya masalah ini tidak dibesar-besarkan dan cukup keluarga kerajaan kita saja yang tahu!” saran Zen.


“Itu benar Yang Mulia, aku setuju dengan Pangeran Zen!” ucap Penasehat Raja.


“Hm...baiklah, sudah diputuskan. Putri Leona, kau sudah bersalah dan kesalahan harus tetap diberi hukuman dan hukumanmu kali ini adalah kau akan dipulangkan hari ini juga kembali ke kerajaan selatan!” keputusan akhir Raja.


“Kak...!” ucap Leona sedih namun Beauty sepertinya merasa malu dan tidak memiliki hak untuk membela adiknya lagi sehingga Beauty menghiraukan dan kembali ke kamarnya untuk membereskan barang-baran adiknya itu.


“Hmm...maafkan aku Pangeran...kak Ran! Ucapnya lalu menangis dan berlari menyusul kakaknya.


“Dan Ran...aku tidak tahu apakah aku harus percaya atau tidak tapi ku harap kau tidak melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya!” ucap Zen lalu pergi.


Sungguh seperti permainan teka-teki jebakan, Leona sudah masuk kedalam perangkap dan kini ia tidak memiliki pilihan lain selain menjalankan hukum itu.


“Kak...aku benar-benar tidak bermaksud...!”


“Apalagi Leona, sudah cukup kau membuat kerajaan kita merasa malu. Bukankah aku pernah memperingatkanmu agar tidak ikut campur masalah ini dan sekarang lihatlah apa yang kita dapatkan dari kecerobohanmu itu!” ucap Beauty.


“Jadi kakak benar-benar tidak mempercayaiku ya...kupikir kakak akan membelaku!” ucap Leona tersedu. “Kau tahu, Pangeran bersaudara itu telah menyiasati semua ini...aku yakin dia telah membuat saksi menjadi tutup mulut!” duga Leona.


“Cukup adikku...sebaiknya kau bawalah barangmu ini karena sebentar lagi kau akan dikirim ke istana selatan. Dan ingatlah, pastikan Ibu dan Ayah tidak mengetahui soal ini karena jika mereka sampai tahu maka kita sama saja akan mengecewakan kepercayaan mereka!” nasehat Beauty.


Leona hanya tertunduk diam, dan menuruti perintah kakaknya meski sebenarnya ia belum ingin kembali karena ingin mencari tahu alasan yang sebenarnya. Mengapa kedua orang itu tidak mengatakan yang sebenarnya?


Diluar istana kakak beradik itupun saling mengucapkan selamat tinggal, Ran dan Zen serta semua keluarga kerajaan juga turut menyaksikan kepergian Leona.

__ADS_1


“Mari Putri...semuanya sudah siap!


“Kak... aku pergi sekarang...Kak Ran terimakasih dan semuanya aku meminta maaf terutama kepada Yang Mulia Raja!” ucapnya Leona.


“Semoga sampai ditujuan dengan selamat!” ucap Raja lalu masuk ditemani oleh permaisurinya itu.


“Sampai jumpa lagi lagi!” ucap Jozen tersenyum picik.


“Hm...Pangeran kau mungkin bisa lolos kali ini, tapi kebohongan tidak akan bisa selamanya ditutupi. Aku yakin suatu saat nanti kebusukan kalian akan terbongkar sendiri dihadapan semua orang!” ucap Leona menyumpahi. “Ayo jalan...!”


“Sepertinya aku harus mencari tahu, alasannya langsung!” gumam Ran lalu menemui Julia.


“Pangeran kau....!”


“Maafkan aku Panglima Elang, tapi sepertinya aku butuh waktu untuk menenangkan diri!” ucap Zen lalu pergi tanpa mendengarkan ucapan Beauty.


“Hmm...sepertinya Pangeran marah. Wajar saja, karena ia sangat peduli pada kedua saudaranya itu tapi aku masih harus memastikan ini. Leona tidak mungkin senekat itu dan mengatakan hal yang tidak benar!” gumamnya Beauty mulai mendalami.


Ran yang merasa ada yang mencurigakan, pergi menemui Julia untuk bertanya alasan yang sebenarnya.


“Kenapa...kenapa kau mengatakan kebohongan?” ucapnya Ran. “Apa kau pikir kami melakukan ini hanya untuk keuntungan kami begitu!” tambah Ran mulai emosi.


“Maafkan aku...tapi ini yang terbaik untuk semuanya!” ucap Julia.


“Heh...terbaik katamu? Dengar Nona, kami disini berusaha membantumu dan memberikanmu keadilan tapi kenapa kau tidak bisa membantu kami hanya dengan berkata jujur!” ucap Ran. “Sekarang katakan, apa alasannya...apa alasan kau malah menutupi kebenaran. Kebenaran tentang keadaanmu sekarang!” tambah Ran.


“Jika kebenaran terungkap akankah keselamatan orangtuaku bisa terjamin?! Ucap Julia.


....Bersambung....


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas:)


__ADS_2