Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 44


__ADS_3

[Ke situasi Ran]


“Ran...mari bertarung! Ran...Ran...


Ran terlalu terhanyut hingga tidak menyadari Pangeran yang memanggilnya sejak tadi.


“Eh...Pangeran...apa kau barusan memanggilku?


“Ya Ran...bahkan aku telah memanggilmu tiga kali tadi...ada apa? Apakah kau masih memikirkan masalah itu...


“Maafkah aku Pangeran...kau sangat mengerti yang aku rasakan saat ini adalah penyesalan karena telah membawa gadis dari kerajaan musuh kita...aku malu karena tidak bisa melaksanakan tugasku..


“Kau telah melakukan semua tugasmu dengan baik Ran...dan kau tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi itu...memang tidak mudah untuk melupakan seseorang yang kita cintai tapi kita bisa jadikan itu sebagai pelajaran bahwa takdir akan membawa kita kejalan yang seharusnya termasuk urusan hati.


“Hmm...aku rasa kau benar Pangeran!


“Baguslah kalau kau mengerti, oh iya kita sudah lama tidak berlatih bertarung bukan?


“Hm...iya ya...kita sudah tidak terasa jarang berlatih sejak kembali bertugas.


“Hm...bagaimana jika kita mengalihkan beban pikiranmu itu dengan berlatih sekarang?


“Baiklah Pangeran!


“Nah...itulah yang ingin kulihat darimu. Ambil ini...(kata Pangeran sambil melemparkan pedang miliknya)


“Loh...ini kan Pedang kebanggaan Pangeran...kenapa...(tanyanya heran)


“Aku ingin melihat kau juga menjadi kebanggaan sama seperti Pedang itu...maka jangan pernah mengecewakanku!


“Hm...(mengangguk Hugo dengan senyuman dan semangat yang muncul seketika)


Ran dan Pangeran Zen pun kemudian berlatih pedang bersama setelah sekian lama tidak memiliki waktu karena kesibukan tugas masing-masing. Berbeda halnya dengan Beauty yang sudah sebulan tak terdengar kabar setelah kembali bersama adiknya ke kerajaan selatan sesuai kesepakatan kedua kerajaan, dibanggakan ya...tentu saja terlebih dia juga seorang Panglima maka kedua orangtua bahkan kerajaan masih kagum tak percaya bahwa seorang Putri dari kerajaan mereka berhasil menaikkan derajat kerajaan selatan itu.


“Hmm....sudah sebulan sejak kembali. Bagaimana ya keadaanya Zen sekarang? (gumam Beauty) Ah...kenapa aku jadi kepikiran dia...huff sadarlah Beauty kau baru saja memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkanmu juga sekarang.


[Situasi Beauty]


Siapa sangka ternyata Putri Beauty telah menaruh simpati kepada Pangeran Zen. Mungkin terdengar mengejutkan mengingat ini pertama kalinya ia merasa hal yang berbeda terhadap Pria yang memiliki kutukan Monster serigala itu, setiap moment yang kebetulan mungkin telah mengubah pandangannya terhadap Pangeran dingin dan cuek itu meski ia masih ragu mengakui dirinya yang sebenarnya sudah jatuh cinta pandangan pertama terhadap Zen.


“Apakah mungkin aku ini telah...


Belum sempat menduga dalam hati, adiknya Leona kemudian tiba-tiba mengagetkan kakaknya itu yang sejak tadi terlihat melamun.


“Hayo...kakak sedang memikirkan Pangeran Zen kan? Iya kan...


“Ya ampun...Leona...kamu mengetkan langsung berkata yang tidak jelas saja...huff...


“Hehehe...habisnya kakak dari tadi melamun terus disini. Sedang memikirkan apa?

__ADS_1


“Eh...mm...itu aku hanya sedang memikirkan...


“Hmm...memikirkan apa?


“Me...memikirkan..ah itu...kenapa kamu bisa sangat dekat dengan Ratu Ludo? Padahal kita kan tidak pernah melakukan kerjasama dengan mereka...tapi kenapa...


“Oh masalah itu...kakak mungkin sudah lupa.


“Hah...jadi kita memang pernah bertemu dengannya waktu kecil dulu? Kapan dan dimana?


“Kakak ingat tidak, Ibu yang waktu itu....iya waktu kita pergi berziarah ke makam teman-teman bersama Ayah dan Ibu? Masih ingat tidak...


“Hm....ibu di Makam? Oh ibu yang kamu berikan permen waktu itu...yang menangi diatas makam seseorang?


“Iya...itu adalah makam Raja Ludo...suaminya!


“Benarkah? Berarti yang ia tangisi di Makam waktu itu adalah...


“Iya...dan tahu tidak kak? Kalau ternyata Raja Ludo meninggal karena pedang Raja Zedan saat perang besar saat itu!


“Kau tahu dari mana soal itu? Kita bahkan masih sangat kecil semasa peperangan terjadi..


“Hm...aku tahu dari percakapan Ratu dengan penasehatnya...aku sebenarnya tidak berniat untuk menguping tapi karena kebetulan lewat aku jadi penasaran...


“Kau ini...masih terlalu cepat untukmu mengerti soal politik...sebaiknya jangan lakukan itu lagi. Masih beruntung mereka tidak menyakitimu...(peringat Beauty) Hm...aku rasanya semakin curiga dengan semua ini. Jika kerajaan Ludo itu memang baik tapi kenapa mereka memutuskan peperangan dengan kerajaan Zuma? Aneh...ini seperti bukanlah sebuah kesalahpahaman biasa namun ada yang dengan sengaja mengadu domba kedua kerajaan yang dikenal sangat akrab ini! (gumamnya)


“Eh bicara tentang kerajaan Zuma, aku jadi Rindu jalan-jalan ke kerajaan Zuma...


“Bisa kak! Kita kan diberikan tiga permintaan dari Raja Zedan...dan kita sudah menggunakan dua untuk kepentingan kerajaan. Bagaimana kalau untuk kali ini kita gunakan itu untuk bisa tinggal disana selama sebulan lagi? Pasti akan dikabulkan...


“Tidak Leona...aku tidak setuju dengan itu. Kita harus menggunakan kesempatan itu dengan baik...bukan menggunakannya untuk kepentingan pribadi semata!


“Kakak benar, kalau begitu mari kita bertamu sehari saja. Bagaimana?


“Hmm...aku pikir itu alasan yang cukup masuk akal.


“Baiklah kalau begitu kita akan pergi bertamu...yeah!


“Iya...tapi tunggu setelah Ayah dan Ibu kembali...kita kan harus meminta izin dari mereka sebelum pergi!


“Siap kapanpun! Hehehe...


[Situasi Zen]


“Ayo maju Pangeran!


“Bersiaplah...


Saling serang menyerang sambil memberikan pujian dan nasihat satu sama lain membuat latihan mereka sangat menyenangkan sampai akhirnya sesuatu mengejutkan Zen ketika ia menyerang hingga membuat sebuah gelang tembaga milik Bella jatuh ke tanah.

__ADS_1


“Apa kau tidak apa-apa? (ucap Zen mengulurkan tangan)


“Hahaha...tentu. Hmm..terimakasih!


“Sebaiknya kita istirahat sejenak. Kau terlihat lelah sekarang...


“Baik!


“Eh...ini gelang...(panggilnya untuk memastikan)


Pangeran Zen kemudian menyadari kalau gelang yang ia sedang pegang adalah gelang yang sangat ia kenali yang sama seperti gelang peninggalan Ella.


“Gelang itu...ah pasti terjatuh dari kantongku tadi!


“Bukan...dimana...dimana kau menemukan ini?


“Gelang ini? Aku....menemukannya di depan gerbang kerajaan saat itu...


“Gelang ini adalah gelang yang sama...


“Benar Pangeran...Gelang ini adalah benda yang membuktikan kalau Bella memang seorang Putri dari Ratu Ludo...memang kenapa Pangeran?


“Berarti Bella selama ini adalah Ella yang yang kucari...


“Apa?


“Iya Ran...aku juga memiliki gelang seperti ini dan gelang itu adalah pemberian dari Ella teman masa kecilku.


“Tapi Pangeran...mana mungkin Bella adalah Ella...Bisa jadi gelangnya hanya mirip!


“Tidak Ran...lihatlah...ini sama persis. Dan Ella pernah mengatakan padaku kalau hanya ada dua gelang seperti ini yang dibuat langsung oleh ayahnya dan lihatlah ukiran ini...simbol kasih sayang dan cinta. Ya...aku masih ingat, ia memberikan gelang istimewanya sebagai kado pertemanan pertama kami saat itu.


“Berarti Bella adalah...


“Ella! (ucap mereka bersamaan)


....***Bersambung....


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)


__ADS_2