
"Oh jadi itu alasan kalian melakukan pemberontakan ini? licik...! (kata Panglima Yuu)
"Benar sekali! kami akan terus melakukan pemberontakan sampai kerajaan kami juga dapat di akui sama seperti kerajaan besar lainnya dan kami akan melakukan apapun untuk itu. Hahaha...(tertawa jahat)
"Pangeran bagaimana sekarang? (bisik Ran)
"Kami mengerti keadaan kalian, namun tetap saja kalian seharusnya tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk melakukan pemberontakan kepada rakyat kecil seperti mereka! (kata Pangeran)
"Kalianlah yang menjadikan alasan itu menjadi masuk akal sekarang. Apa bedanya dengan alasan kalian kemari yang mencari keuntungan dengan mengatas namakan perdamaian? Lagi pula ini bukanlah bagian dari wilayah kesepakatan kalian bukan? jadi, kalian tidak usah mencampuri urusan kami! (kata musuh)
"Kami tidak sedang mencari keuntungan disini, kami hanya ingin ketidak adilan ini terjadi pada rakyat desa jadi semua ini benar-benar kami lakukan atas dasar keinginan kami untuk menciptakan perdamaian dunia. (Kata Pangeran)
"Apa bukti kalian hah? apa? kalian memang pandai bercerita saja namun tidak bisa menepati janji.
"Jika kami tidak peduli mana mungkin kami ingin datang kemari dan mengorbankan nyawa kami? Pikirkanlah, kalau bukan karena kami peduli terhadap keadilan dan perdamaian maka kami tidak perlu melakukan apapun untuk membantu warga desa ini! (kata Ran)
"Kalian memang pembohong! (Kekeh para musuh itu)
"Baiklah, kalau begitu bagaimana jika kami mengusulkan perjanjian kerjasama dengan kerajaan-kerajaan kecil dan kami berjanji setelah bekerjasama kami akan memperhatikan kalian lebih dari kerajaan kami sendiri tapi untuk itu kalian tidak boleh melakukan pemberontakan di desa ini lagi!
"Heh kau pikir kami bodoh ingin mengikuti perjanjian yang kalian buat itu?
"Mereka benar-benar tidak bisa di ajak kompromi padahal ini juga demi kebaikan mereka, sekarang aku harus melakukan apa? (gumam Pangeran dalam pikirannya)
"Tapi sebagai penghargaan atas kegigihan kalian untuk bisa sampai kemari kami akan memberikan sebuah penawaran, bagaimana?
"Penawaran apa itu? (kata Panglima Yuu)
"Hati seorang Monster serigala!
"Apa? Monster serigala? (terkejut para Prajurit)
"Hei kau! Apakah kau bercanda, Monster serigala? lelucon apa itu, mana mungkin kami bisa membawa Monster seperti itu kemari? (kata si Ninja misterius)
"Hahaha..., benarkah? Tapi bagaimana kalau monster itu datang sendiri dan memberikannya dengan senang hati?
"Apa maksudmu? (kata si Ninja misterius, bingung)
"Jangan pikir kami akan melakukan itu untukmu! Pangeran ini sepertinya adalah jebakan , mereka mungkin sudah tahu tentang kutukan itu, sebaiknya kita tidak menerimanya. (kata bisik Panglima Yuu)
__ADS_1
"Benar Pangeran, sepertinya ada seseorang yang telah memberitahu mereka tentang siapa pangeran sebenarnya! (curiga Ran sambil berbisik)
"Terserah kalian saja! Aku hanya memberikan solusi yang tepat untuk mengakhiri masalah ini. Kami sudah sangat berbaik hati tapi karena kalian menolak maka aku tidak punya pilihan lain selain...
"Baiklah aku menerima penawaranmu itu! (kata Pangeran Zen, mengambil keputusan sendiri)
"Pangeran Zen apa yang Pangeran pikirkan? ini tidak sesuai dengan strategi awal kita? (Kata Panglima Yuu berbisik)
"Percayalah padaku! Baiklah kalau itu yang kalian inginkan maka akan ku kabulkan!
"Benarkah? Hmm..., sudah ku duga kau tidak akan menolak. Ini tidak akan lama dan tidak akan menyakitkan jadi tenang saja!
"Hei! Bawa dia! (perintah musuh)
"Hei apa maksudnya ini? yang di mintanya adalah Monster serigala tapi kenapa dia yang di bawa? Apa maksudnya ini? apa jangan...jangan orang itu adalah...(gumam si Ninja misterius)
"Tunggu! (teriak Ran)
"Ada apa lagi, hah? (kata musuh)
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas keberhasilan kalian karena telah mengalahkan kami! (puji Ran)
"Apa? Hahaha..., kau bilang apa tadi?
"Ran apa yang kau katakan? kenapa kau malah memuji mereka dalam keadaan seperti ini! (bisik Panglima)
"Apa yang kau katakan? Bukankah ini sudah jelas kita yang kalah dan mereka adalah pemenangnya! Lihatlah mereka sangat kuat dan memang sangat mustahil dapat kita kalahkan. (ambah Ran sambil memberikan kode mata)
"Ran kau benar-benar...
"Hahahaha..., bagus-bagus! akhirnya ada juga diantara kalian yang mengakui kehebatan kami hahahaha...(tertawa jahat para musuh)
"Aku mengerti sekarang! (gumam panglima)...., Hah! hei kau penghianat, ternyata kau sekarang berpihak pada mereka setelah kekalahan kita hah?
"Memang kenapa, apa kau punya masalah?
"Tentu saja! Apa hanya karena mereka menangkap kita akibat kalah jumlah, mereka sudah kau anggap kuat? Tidak semudah itu untuk menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.
"Ohh ya? Lalu apa yang bisa kau lakukan sekarang tidak ada kan? lebih baik kalian semua juga mengakui kekalahan kita ini dan tunduk kepada mereka.
__ADS_1
"Heh! Untuk itu kita harus membuktikan siapa yang lemah dan siapa yang kuat terlebih dahulu, barulah kami akan mengakui mereka!
"Hei sudah jangan bertengkar kalian! (tegas musuh) Hmm...sepertinya temanmu benar juga, kalian seharusnya dapat menyadari kekuatan kami yang sebenarnya agar kalian mau mengakui dan tunduk kepada kami. Hahaha....
"Itu benar, aku sudah mengakui kehebatan kalian setelah merasa kalah jumlah! Tapi mereka tetap egois untuk mengakui hal itu karena mereka ragu dengan kekuatan kalian yang sebenarnya. (kata Ran, mengakui)
"Hmm..., sangatlah menyedihkan, bagaimana kalau kita buktikan hal itu!
"Apa katamu, membuktikan? Benarkah? Aku yakin kalian hanya bisa menyerang dengan mengandalkan senjata dan jumlah kalian, benar bukan? (Kkata Panglima Yuu, meremehkan)
(Mulai emosi musuh) "Baiklah, mari kami tunjukkan seberapa hebat kekuatan kami meski tanpa bantuan apapun!
"Siapa takut! (kata Panglima Yuu)
"Siapkan arena pertandingan kita!
"Tapi bos! Kita kan harus menangkap Monster serigala? (bisik teman musuh)
"Kau tenang saja, ini hanya sebuah permainan untuk menghibur kita! Agar mereka semua juga mengetahui kekuatan kita yang sebenarnya. Tunggu apalagi cepat keluarkan semua petarung terbaik kita!
"Baik!
Karena musuh merasa kesal, mereka membuat sebuah permainan hiburan melalui pertandingan gulat tanpa bantuan apapun atau dengan tangan kosong. Panglima Yuu yang ditantang musuh tentu saja tidak dapat melawan para petarung itu tanpa menggunakan senjata dengan mudah dan akhirnya ia dikalahkan dalam pertarungan ke dua.
"Heh! bagaimana? Apa kau dan kalian semua sudah melihat kekuatan kami?
"Hei Panglima Yuu, sudahlah akui saja dan terima kalau kita ini memang benar-benar sudah kalah dari mereka!
"Tidak! masih belum!
"Apa?
"Ya, kalian boleh saja mengalahkanku tapi tidak dengan pemimpin kami, dia adalah pegulat terbaik kerajaan kami dan siapapun akan mudah ia kalahkan termasuk musuh seperti kalian!
"Hei apakah kau mencoba menipu kami dengan permainan mu hah? (kata seorang musuh)
"Heh, aku tahu kalian pasti takut karena kalian sudah tahu kekuatan pemimpin kami bukan?
"Bos! sebaiknya kita tidak perlu meladeni mereka, ini mungkin cara mereka agar bisa menipu kita dan melarikan diri!
__ADS_1
"Untuk apa kami menipu kalian di saat seperti ini bahkan untuk melarikan diri itu bukanlah prinsip kami sebagai kesatria!
"Hmm..., bawa pemimpin mereka ke arena!